
"Aku sudah memberantas pria itu dengan memukulinya. Agar dia bisa menjauh dari Luna, Dia meminta sejumlah uang dengan besar 10 Milyar." Kata Arya yang baru saja pulang dan menjelaskan
"Apa? 10 Milyar?" Kejut Bu Amira
"Aku sudah memberikan apa yang dia inginkan. Dan dia akan menepati janjinya itu. Namun, akan lebih sulit pada kita dengan kondisi Luna yang seperti ini." Melirik ke arah Luna yang mengkhawatirkan
"Jadi, kau sudah memberikan uang 10 Milyar pada pria itu?" Tanya Bu Amira
"Iya." Jawab singkat
"Dengan mudah dia mendapatkan kemewahan dari hasil membuat Luna menderita. Seharusnya kau membawa dia ke penjara agar dihukum seberat-beratnya. Keluarga kita terpandang dan akan lebih mudah memenangkan kasus ini." Sadis Bu Amira
"Itu adalah rencananya sejak awal dengan mendekati Luna. kita lihat saja nanti apa tindakan dia selanjutnya. Jika dia memberontak, bukan hanya penjara, kuburan pun akan siap menunggunya." Kecam Arya
Membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk membuat Luna tidak mengalami ketraumaan. Keluarganya memutuskan untuk mendapatkan perawatan konseling agar Luna bisa menyesuaikan dirinya kembali.
Selama itu juga dia melewati mata pelajaran kuliahnya.
Untuk saat ini, pihak universitas belum mengetahui masalah yang terjadi akibat mahasiswa baru dan hubungan skandalnya dengan Luna. Keluarga Pratama masih menutup mulut agar tidak tersebar luas untuk mewanti-wanti jika akan membuat Keluarga mereka malu pada akhirnya.
Karena Luna yang tidak bisa ditinggalkan oleh Arya sebab ia lebih merasa aman jika berada di dekat kakaknya. Memutuskan ingin tinggal bersama di rumah Arya. Arya pun menyetujui hal itu, dan membawa Luna ke rumahnya.
"Tolong jaga Luna baik-baik. Sesering mungkin ibu akan datang ke rumah kalian nanti." Bicara Bu Amira menitipkan Luna pada Arya dan Dini
"Ibu tenang saja. Luna akan aman bersamaku, dia akan kembali ke mansion ini dengan sehat." Jawab Arya
Mansion itu Kembali sepi dengan Luna mengungsi ke rumah Arya. Dan satu lagi Darwin yang sudah lama berada di luar kota.
Saat sampai di rumahnya, Arya langsung disambut oleh Valerie dan juga Bu Clara. Ditambah dengan para pekerja yang baru bekerja satu hari itu, melihat dan menyambut majikan mereka.
Arya dan Dini pun menuntun masuk Luna ke dalam.
"Aryaa..." Lari Valerie memeluk Arya saat baru saja dipertengahan akan masuk lebih dalam
Arya pun menerima pelukan Valerie dan membalas memeluknya.
"Aku sangat merindukanmu walaupun satu hari tidak bertemu." Ucapnya
__ADS_1
"Kau baik-baik saja di rumah?" Tanya Arya
"Aku baik, dan bayi kita juga baik." Lepas pelukannya dan mengelus perutnya
"Aku senang kalian baik-baik saja." Jawab Arya
"Oh, Iya. Dan Luna sendiri, kenapa dia ada di sini?" Tatap Valerie melihat Luna sedikit malas
"Valerie, Aku tidak bisa menjelaskannya di sini. Akan ku jelaskan padamu nanti. Yang akan aku beritahu sekarang adalah Luna akan tinggal di sini sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan." Jelasnya
"Luna tinggal di sini?!" Lontar Valerie yang terdengar tak setuju
"Iya, Aku harap kita bisa bersama-sama menjaganya." Ujar Arya
Dalam hatinya pun Valerie berkata. Dan entah apa yang menjadi masalah baginya.
"Baiklah, Aku senang adik ipar ku akan tinggal di sini. Tandanya rumah ini tidak akan sunyi seperti dulu karena kedatangan anggota baru." Ujarnya
"Luna, Kau ingin pergi ke kamarmu untuk istirahat?" Tanya Arya pada adiknya
"Baiklah, Kamarmu ada berada di lantai 3 tidak jauh dari kamar kakak. Dini yang akan mengantarkan mu ke sana." Ujarnya
"Kau, Antarkan Luna ke kamarnya." Perintah Arya pada Dini
"Baik, Tuan. Ayo, Luna!" Ajak Dini dan menuntun Luna sambil membawa koper barang bawaan Luna
Entah apa yang dirasakan Luna saat itu sampai ia tidak menolak sentuhan tangan Dini yang menuntunnya untuk berjalan.
"Jadi, Majikan kita ternyata Tuan Arya!" Tegun para pekerja yang tidak tahu sejak awal siapa yang membuka pekerjaan untuk mereka dan sebagian yang lain sudah mengetahuinya karena diambil dari yang bekerja di perusahaan untuk ditugaskan bekerja di rumah Arya
Saat mereka tahu jika itu Arya dan akan menjadi majikan mereka. Siapa yang tidak ingin? mereka sangat senang, karena orang lain tidak tahu bagaimana jadinya bisa mengenal sosok Arya yang terkenal dan hebat itu bak seorang aktor.
"Yang aku herankan adalah siapa wanita yang berdiri di samping adiknya Tuan Arya. wajahnya seperti familiar dan aku pernah melihatnya." Ucap seseorang mengingat dan mengenal Dini
"Itu Dini, kan!" Saut seseorang menjawab pernyataan tadi yang menatapnya tak percaya juga
Mereka yang sempat tahu, Bingung dengan kehadiran Dini di rumah Arya. Rumah itu begitu banyak teka-teki yang belum terpecahkan saat orang lain sudah masuk ke dalamnya!
__ADS_1
Dini pun sudah sampai mengantarkan Luna ke kamarnya.
"Ini yang akan menjadi kamarmu! Aku harap kau menyukainya." Ucap Dini
Mereka berjalan lebih dalam masuk dan sampai di depan kasur.
"Aku tidak mengganti sprei kasur ini padahal sudah terpasang lama. Ditakutkan kotor dan debu bersarang, Aku akan menggantinya lebih dulu." Kata Dini pergi ke ruang lain di sana untuk mengambil sprei dan menggantikannya
Menatap Dini dengan nanar dan sambil menunggu ia memasang sprei yang diganti, Luna menelusuri setiap sudut yang akan menjadi kamarnya itu.
Kamarnya tak kalah nyaman dan juga mewah dari kamar miliknya di mansion orang tuanya.
Entah sebaik apa Dini sampai menggantikan sprei nya dengan sprei baru agar Luna bisa menerapkan kebersihannya dengan nyaman tidur di sana. Luna memang dikenal sangat sensitif terhadap kebersihan, ia tidak bisa melihat noda atau debu sedikit saja.
"Luna, Sprei nya sudah terganti. Aku juga sudah mengambil selimut yang baru juga. Kau bisa beristirahat sekarang." Ujar Dini
Luna berbalik saat ia berdiri di depan jendela dan melihat pemandangan di sana.
Ia berjalan dan beranjak naik ke kasur itu.
Seorang kakak ipar yang baik hati, Dini sampai menyelimuti Luna.
Respon Luna pun baik saat ini. Ia tidak menolak apa yang dilakukan Dini padanya.
"Aku tahu masa ini sangat sulit untuk dihadapi. Tapi kau hebat, Bahwa perlu diingat kau tidak boleh melakukan suatu hal yang buruk sesulit apapun masalahmu." Ucap Dini memotivasi
Luna hanya mendengarkannya saja.
"Beristirahatlah! Aku akan menyimpan barang-barang mu ini." Ucap Dini pergi ke ruangan pakaian untuk menyimpan pakaian Luna dan barang-barang yang lain dengan ditata sangat rapi
"Selama ini dia sangat baik padaku walaupun entah seberapa jahat aku padanya. Hinaan, Cacian, dan ejekan seolah tak membuatnya bergeming untuk membalas perbuatan orang yang jahat padanya. Kenapa? Kenapa dia seperti itu?"
"Untuk kedua kalinya dia juga menolong diriku dari serangan Melvin. Jika tidak ada dia, entah bagaimana nasibku yang mungkin akan lebih dari rasa sakit ini. Bahkan bubur itu, dia membuatkannya hanya untuk ku sampai harus berbohong agar aku bisa makan."
"Dan saat ini wanita yang seusia denganku dan kenyataannya dia adalah istri dari Kakakku, merupakan teman kelasku. Aku sendiri tidak pernah memperlakukannya sebagai manusia." Gumam Luna seolah menyesali perbuatannya yang selama ini telah jahat pada Dini. namun, Dini banyak membuatnya berhutang budi atas kebaikannya
__ADS_1