Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
86. Singapore


__ADS_3


Pada pukul 08.00 dengan menempuh jarak sekitar 1 jam, jet pribadi yang membawa mereka mendarat dengan selamat di bandara pribadi keluarga mereka juga. Tidak segan selain jet, mereka juga memiliki bandara khusus Keluarga Pratama.


Setelah sampai, sudah ada mobil yang terparkir untuk siap mengantar mereka sampai tujuan rumah keluarga Bu Amira.


Rumah Keluarga Bu Amira Di Singapore



Sudah banyak Sekali keluarga Bu Amira yang sudah berkumpul dari berbagai tempat mereka tinggal datang berkunjung untuk melihat kehadiran anggota baru mereka.


Rumah milik ibu dan ayah Bu Amira tidak kalah jauh sama bagusnya.



"Apakah Amira dan Barma belum sampai?" Tanya Nek Arini yang merupakan ibu kandung Bu Amira


"Seharusnya mereka sudah sampai." Jawab Bu Alma adik kandung Bu Amira yang ke tiga berusia 35 Tahun


Ding...Dong...


Suara bel berbunyi.


Alma segera membuka pintu saat bel berbunyi dan mengira jika kakak beserta suaminya sudah datang.


Saat sudah membuka pintu, Bu Amira dan adiknya Alma saling berpelukan.mereka sangat senang dengan berpelukan antara kakak adik yang sudah berumur dan memiliki kehidupan masing-masing, dipertemukan oleh sebuah acara keluarga.


"Istri dari keponakan ku juga ternyata ikut." Ucap Bu Alma kagum menatap Dini


"Iya, aku yang mengajaknya." Jawab Bu Amira


"Dia sangat cantik sekali. Mari kita masuk menantu." Ucap Alma merangkul bahu Dini membawanya masuk


Dini hanya tersenyum canggung.


"Ibuu...! Ayo lihat ada tamu spesial yang datang." Teriak Alma


Nek Arini yang sudah tua berusia 68 tahun dengan keterbatasan penglihatan yang sudah tidak dapat dengan jelas melihat orang.mengambil kaca matanya dan memakainya.lalu, melihat siapa yang datang.


"Istri Arya!" Nek Arini berhamburan jalan dengan tergesa-gesa menghampiri Dini dan memeluknya hangat


"Aku tidak tahu jika istri cucuku Arya akan datang ke sini. Jika saja Amira memberi tahu, aku ingin menyambut kedatangan cucu menantuku yang pertama kalinya datang ke sini." Ucapnya dengan nada khas orang yang sudah tua

__ADS_1


"Istri Arya sangat cantik sekali. sayang sekali saat pernikahan mereka aku tidak datang karena suamiku sibuk." Ujar Seira yang merupakan menantu Bu Alma dari anak ke tiga


"Aku sudah menceritakan hal itu padamu kemarin. sesuai apa yang dilihat hari ini, aku sudah menduga kau akan terkagum padanya." Ujar Anna yang menghadiri pernikahan Arya dan Dini saat itu


"Tidak perlu memujiku seperti itu. Aku tidak sebanding dengan kalian, Kalian lebih cantik dibandingkan diriku." Ujar Dini canggung


"Eh, kenapa kau merendah.kau menantu Keluarga Pratama yang paling tercantik dan sekian menantu yang ada di sini." Ujar Nek Arini


"Ayo lebih baik kita duduk saja, menantu." Ajak Nek Arini yang membawa Dini bersamanya dan tidak membiarkan Dini lepas darinya dengan Dini duduk di sofa sebelah Nek Arini


"Sepertinya dengan kehadiran istrinya Arya. Kita menantu yang sudah lama sudah dilupakan oleh nenek." Kekeh Seira


"Kalian selalu di sini bersama dengan nenek. Hanya saja istri Arya ini baru pertama kalinya bertemu denganku, wajar saja karena dia adalah anggota baru di keluarga ini." Jawab Nek Arini


"Aku sangat senang cucuku Arya pada akhirnya dia memiliki istri.keputusan yang benar Amira sudah membawanya kemari, aku bisa bertemu dengannya.saat pernikahan aku tidak sempat memberi selamat atau bertemu lebih dulu.maklum usiaku sudah tua, saat itu kepalaku tiba-tiba pusing, aku malah istirahat di kamar hotel." Ujar Nek Arini berbincang


Semua orang berkumpul dengan duduk di sofa mendengar pernyataan Nek Arini.


"Lalu, Apakah Arya tidak ikut kemari?" Tanya Nek Arini


"Ibu tahu sendiri bagaimana Arya.dia sangat sibuk dan tidak bisa membiarkan pekerjaannya terganggu dan tertinggal begitu saja oleh keadaan apapun." Ujar Bu Amira


"Aku mengerti Arya memang gila kerja." Ucap Nek Arini menyayangkan


"Bagaimana Arya cucuku itu? Apakah dia memperlakukan mu dengan baik?" Tanya Nek Arini pada Dini


"Syukurlah hubungan kalian baik-baik saja. Nenek senang Arya bersikap baik pada seorang wanita.apalagi pada wanita yang akan memberikan dia seorang pewaris untuk melanjutkan keturunan pratama nanti." Ujarnya


"Omong-omong mengenai pewaris, Apakah kau sudah isi?" Tanya Bu Alma merupakan bibinya


Seketika Dini gugup, jantungnya berdebar dengan kencang dan tidak beraturan.setelah ditanyakan mengenai kehamilan.


"A-a-aku, Aku! belum memikirkan mengenai hal itu.aku tidak ingin terburu-buru memiliki seorang anak." Jawab Dini gemetar


"Dini benar! Usianya masih sangat belia untuk mengandung anak, mungkin rahimnya belum cukup kuat untuk mengandung.jika dipaksakan untuk cepat hamil, aku takut terjadi sesuatu pada kesehatan menantuku dan bayinya." Ujar Bu Amira


"Tidak apa menantu. tidak perlu terburu-buru untuk memiliki seorang anak.kau dan Arya masih memiliki waktu yang panjang, hanya saja Arya memang sudah cukup berumur.


diuntungkannya kau ingin menikah dengan om-om sepertinya." kekeh Nek Arini di akhir dan mengundang gelagat tawa semua orang


Ruang Tamu itu dipenuhi dengan tawaan semua wanita, kecuali Dini yang tidak ikut tertawa bersama mereka.


Dan Pak Barma selaku laki-laki, dari tadi setelah masuk beliau mengunjungi Ayah mertuanya yakni Pak Imran yang ada di halaman belakang yang terdapat lahan luas diisi dengan penangkaran kuda.

__ADS_1


"Usia putraku 28 tahun.aku rasa usianya masih muda.namun, tua jika dia belum menikah." Kekeh Bu Amira


"Kau ingin bertemu dengan keponakan mu, menantu?" Tanya Nek Arini pada Dini


"Jika diperbolehkan saya ingin melihatnya." Jawab Dini terlalu formal dan sopan


"Sebaiknya kita temui anggota keluarga baru kita yang kedua.dia ada di kamar bersama ibunya, maklum saja Jihan tidak ada di tengah-tengah kita, dia baru melahirkan.jadi, aku meminta dia untuk istirahat saja." Ujar Nek Arini berdiri dan tangan menggandeng Dini untuk ikut dengannya. Diikuti semua orang menuju kamar bayi


Kamar Bayi



"Menantu, Apa kami boleh masuk." Ucap Nek Arini pada Jihan yang merupakan menantu Bu Alma dari anaknya yang ke dua


"Nenek, kenapa kau harus meminta izin. Silahkan masuk saja, Nek." Jawab Jihan yang sedang menyusui putranya


"Aku takut jika kedatangan kami mengganggu dirimu." Ujar Nek Arini masuk. lalu, duduk di sofa yang tersedia diikuti rombongan lainnya


"Wah lucu sekali si kecil jagoan kita." Ujar Bu Amira


"Bibi, Ternyata Bibi datang. maafkan aku, aku tidak menyambut kedatangan kalian." Ujar Jihan bersalah


"Eh, Tidak apa.kau tidak perlu menyambut kedatangan ku." Jawab Bu Amira


"Dan ini? Siapa dia?" Tanya Jihan belum mengetahui Dini


"Kau memang belum mengenalinya. Perkenalkan dia Dini, istri Arya!" pungkas Bu Amira


"Maaf. Aku melakukan kesalahan lagi. aku tidak tahu jika ternyata ini adalah istrinya Arya." ucap Jihan lagi merasa bersalah


"Tidak apa, Kak Jihan.wajar saja kakak tidak mengenali diriku, kakak tidak menghadiri pernikahan kami saat itu karena sedang mengandung."


"Iya, Adik. Yang kau katakan itu memang benar, aku benar-benar minta maaf padamu."


"Tidak masalah. Bayimu sangat lucu sekali dan juga sangat tampan.aku ucapkan selamat untukmu." Jawab Dini sambil tersenyum


"Kau bisa saja. Terima Kasih ya." Jawab Jihan


"Aku juga lupa memberikan selamat untukmu Alma. Selamat atas kelahiran cucumu, saat ini kau lebih tua dariku.karena kau sudah dipanggil nenek." kekeh Bu Amira


"Sebenarnya kau ingin memberi ku selamat atau ingin mengejekku?" Kekeh nya juga bercanda bersama


Kebetulan Bu Alma memiliki seorang 3 anak laki-laki yang semuanya sudah menikah.

__ADS_1


Pertama Faro menikah dengan Anna, Kedua Haidar menikah dengan Jihan, dan Ketiga Dafa menikah dengan Seira.


Dan kebetulan baru Jihan yang dapat memberikan Bu Alma dengan suaminya seorang cucu. Usia mereka terbilang jauh dari usia Dini saat ini, bisa dikatakan Dini adalah menantu perempuan yang paling termuda seumuran dengan Luna dan seharusnya masih duduk di jenjang pendidikan perguruan tinggi.


__ADS_2