Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 50 - Hanya Untuk Arsen


__ADS_3

Bu Clara menghampiri Valerie. Berusaha untuk memapah Valerie agar berdiri.


"Valerie, berdirilah. Kau tidak pantas bersikap seperti ini." Sandiwara Bu Clara juga yang sama ular dengan anaknya


"Tidak!! Aku tidak akan berdiri!! Aku akan seperti ini sampai Arya memaafkan ku!" Valerie bersikeras


"Di rumah ku tidak ada tempat untuk kalian yang berakting. Jika kalian ingin bermain drama, Aku bisa meminta produksi film untuk menampung kalian sebagai artis mereka." Ketus Arya


"Apa yang mereka lakukan? Sebenarnya apa yang mereka inginkan?!" Dini menatap Bu Clara dan Valerie dengan bingung


Setelah sekian lamanya, Dini bertemu kembali dengan wanita licik itu.


"Tuan..." Dini meraih tangan Arya. Dari tatapan matanya dia tampak ingin meminta sesuatu penjelasan.


"Ayah. Ibuku sudah kembali, Biarkan dia tinggal di sini merawat ku." Bicara Arsen yang ikut campur


"Arsen sebaiknya kau tidak perlu ikut campur mengenai masalah ini. Kau masuk kamar dan ajak Ansel juga denganmu." Titah Arya


"Tapi kenapa? Ayah ingin mengusir ibuku dan lebih memilih menampung wanita ini yang sudah jelas dulu dia membuang ku?!" Agresif Arsen


"Arsen, Jangan biarkan ayah sampai memarahi dirimu." Kecam Arya


"Ansel, Kau tidak perlu takut dengan mereka. Sekarang ikut dengan Arsen pergi ke kamar, Ya." Ujar Arya


"Tidak, Aku ingin bersama dengan ibu. Tadi bibi itu mendorong ibuku dan juga aku. Ibu, Ayo kita pergi! Aku tidak ingin tinggal di rumah paman tampan lagi." Ucap Ansel yang masih menangis tersedu-sedu


"Iya Ansel, Sebentar lagi kita akan pulang, Ya. Berhentilah menangis, Ibu sungguh tidak apa-apa." Jawab Dini

__ADS_1


"Kau memang pantas pergi dari rumah ini. Sudah bagus kau pergi meninggalkan rumah ini jauh dari sini, tapi setelah beberapa tahun kau muncul dan kembali lagi." Bentak Valerie


Setelah beberapa kali dibujuk, Akhirnya Ansel turun dari pangkuan Dini dan pergi ke kamar Arsen.


"Apa hak mu berbicara seperti itu pada istriku? Apa kau memiliki penyakit kejiwaan sampai tidak tahu diri seperti ini. Apakah pantas orang lain mengusik rumah tangga kami." Hardik Arya


"Aku juga adalah istrimu. Dan Arsen sendiri menganggap ku sebagai ibunya." Kata Valerie


"Heuh,,, Istri apa yang kau akui. Aku sadar diri dulu pernah menikahi mu, Tapi dengan kebusukan mu yang terbongkar aku resmi bercerai denganmu. Kau bukan siapa-siapa diriku, kau bukanlah istriku yang kau banggakan itu." Balas Arya


"Dan aku adalah ibunya Arsen..." Ucap Valerie tidak ada habisnya


"Kau pikir kau yang mengandung dan melahirkannya. Kau yang merawat dia dan memberikan Asi padanya? Kau hanya wanita provokasi yang membuat Arsen membenci ibu kandungnya. Sekarang kau mengatakan Arsen adalah anakmu, Apakah kau tidak ingat jika dulu kau sempat mengandung dan bahkan membunuh anakmu sendiri dengan menggugurkannya. Apa kau pantas dipanggil ibu setelah membunuh anakmu sendiri, dan ingin dianggap ibu oleh anak orang lain?!"


"Itulah keahlian ku. Anakmu sendiri tidak mengakui ibu kandungnya. Anggap saja itu adalah keberuntungan bagiku."


"Tidak semudah itu. Aku datang untuk tinggal di sini bersama Arsen..." Pungkas Valerie yang mengungkapkan tujuan kedatangannya


"Tidak akan! Aku tahu bukan itu niatmu sebenarnya, Kau hanya ingin membuat keluarga ku hancur dengan mengusiknya." Balas Dini


"Apa yang terjadi? Mengapa kau datang kesini? Mengapa kalian membuat istri dan anakku menangis lagi? Apa yang kalian lakukan terhadapnya?!" Arya tidak sabar, dia segera membombardir Valerie dengan berbagai pertanyaan.


Valerie semakin gemetar di buatnya. Semakin melihat Arya marah.


"Sudah ku katakan aku hanya ingin menemui Arsen..."


"Apa maksud mu berkata seperti itu? Kau dan Arsen tidak memiliki hubungan apapun." Kata Dini

__ADS_1


"Sudah bagus kau mendekam di penjara. Kenapa bisa polisi membebaskan mu begitu saja tanpa persetujuan dari ku." Kata Arya


"Siapa kau di dunia ini? Apa kau pemilik kantor polisi itu, kau hakim yang bebas berkuasa di negara hukum? Polisi berhak mengeluarkan tahanannya kapan saja jika ada seseorang yang berlandaskan bisa membebaskan wanita yang tidak berdosa ini."


"Siapa orang itu? Apa dia kekasihmu Richo? Sama halnya dia di penjara atas kejahatannya, dan hukumannya lebih ringan darimu, dan mungkin saja dia sudah lama berkeliaran di sekitar negara ini." Duga Arya


"Kau salah menduga. Masih ada manusia yang sangat berbaik hati ingin membantu ku keluar dari penjara. Tidak seperti mu manusia jahat yang sudah membuat orang lain mendekam di penjara." Kata Valerie


Lalu, berkata kembali


"Tidak ada waktu untuk berbicara pada kalian. Setelah sekian lama akhirnya aku menginjakkan kakiku di rumah ini lagi. Banyak sekali kenangan yang tidak bisa aku lupakan di setiap inci ruangan ini. Apa kau tidak ingat wanita murahan, Dulu bersama-sama kita tinggal di sini dan kau menjadi pembantu ku. Dan sekarang semua itu akan terulang kembali, nyonya rumah ini sudah kembali dan kau harus melayaniku lagi." Bicara Valerie pada Dini


Tubuh Arya gemetar karena amarah melihat Valerie seenaknya melakukan apa yang dia inginkan di rumahnya. Dia mengambil Vas bunga di meja dan melemparkannya ke dinding.


PRAAANGG!!


Serpihan Vas bunga mengenai dirinya sendiri. Matanya di penuhi dengan angkara murka. Dia menatap Valerie dengan tatapan ingin membunuh. Arya mendekati Valerie, meraih tubuh wanita itu agar berdiri dan menatapnya dengan jelas.


"Apa kau tidak bisa mengerti bahasa manusia? Dengan angkuh kau mengatakan nyonya rumah ini, sedangkan kau sendiri adalah orang lain. Sebelum aku melakukan sesuatu yang merenggut nyawa mu, KAU PERGI DARI SINI!!" Gertak Arya menjambak rambut Valerie dan menyeretnya keluar dari rumah


Permasalahan sudah selesai. Valerie sudah diberi waktu untuk berbuat semena-mena sesuai keinginannya. Tapi dia sudah keterlaluan dan sepantasnya untuk di usir. Apalagi keinginannya tinggal di rumah Arya adalah mustahil!


"Wanita jahat itu sudah kembali. Aku yakin dia memiliki niatan buruk datang kesini. Dia akan mencoba menjauhkan ku dengan Arsen..." Kata Dini pada Arya


Arya pun menenangkan istrinya dengan memeluk Dini.


"Tidak akan terjadi sesuatu pada keluarga kita. Ini adalah kesalahan ku sudah lengah membiarkan sampah masuk ke dalam rumah ini. Aku akan mengerahkan bawahan ku untuk menjaga rumah ini. Dengan begitu, dia tidak akan berani masuk ke rumah ini lagi." Bicara Arya

__ADS_1


__ADS_2