
"Ibu, Hari ini aku akan mengajak Dini untuk pergi keluar. Aku yakin dia merasa suntuk berada di mansion seharian. Siapa tahu dengan menghirup udara segar, dia dan bayinya akan merasa rileks." Ujar Darwin
"Baiklah, Ibu memberi kalian izin. Tapi ingat kau tidak boleh lengah untuk meninggalkan Dini sendiri. sebenarnya ibu sangat takut jika Dini harus pergi keluar dalam keadaan hamil besarnya." Ujar Bu Amira
"Ibu tenang saja. Aku tidak akan sampai berbuat jahat atau pun melukai keponakanku sendiri. Aku akan selalu berada disampingnya untuk menjaga dia." Jawab Darwin sangat tulus
"Baiklah, ibu sangat percaya pada anak laki-laki ibu satu ini. Tapi jangan lama-lama, sore atau siang kalian harus pulang." Ujar Bu Amira
"Baik ibu, kami berangkat sekarang." Kata Darwin pamit dan segera pergi diikuti Dini
"Kemana kita akan pergi hari ini?" Tanya Dini dalam mobil
"Bagaimana jika kita pergi ke mall untuk membeli perlengkapan bayi? kau pasti belum membeli apapun untuk bayimu, bukan?" Ujar Darwin
"Perlengkapan bayi?" Tegun Dini
"Iya, kenapa kau jadi terlihat bingung seperti itu. kau pikir saja bagaimana jika kau tidak membeli barang seperti pakaian untuk bayimu saat lahir nanti. ketika dia lahir, dia akan memakai apa?" Kekeh Darwin
"Membeli perlengkapan bayi adalah pengalaman yang dinantikan oleh calon ayah dan ibu. mereka mempersiapkan dari jauh-jauh hari untuk kepentingan anaknya saat persalinan nanti. seharusnya moment ini adalah hal yang paling menyenangkan untuk menyambut bayi mereka." Ucap Dini jadi sedih
Melihat Dini yang seperti tidak menyukainya dan terlihat sedih Darwin menjadi merasa bersalah.
"Apa karena kau mengingat kakakku dan ingin melakukan ini bersama dengannya." Tanya Darwin
"Tidak. Aku tidak ingin melakukan apa-apa. Masalahnya jenis kelamin bayiku saja belum diketahui. Jika semisalnya kita membeli perlengkapan bayi yang belum diketahui jenis kelaminnya, bisa jadi tidak akan sesuai dengan dia saat lahir nanti. dan barang yang sudah kita beli pun akan sia-sia." Ujar Dini
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu. Kita akan membeli perlengkapan bayi laki-laki dan perempuan sebagai jaga-jaga untuk persalinan nanti. Jika bayimu laki-laki kita akan memakaikan pakaian bayi laki-laki dan perlengkapan bayi perempuan yang kita beli, kita bisa memberikannya sebagai amal pada masyarakat membutuhkan yang membeli bayi perempuan. Begitu pun dengan sebaliknya." Ujar Darwin menjelaskan
"Baiklah, tapi jangan terlalu banyak-banyak, ini hanya sebagiannya saja. ketika bayiku sudah lahir nanti pamannya bisa membelikan dia perlengkapan lain dengan sepuasnya." Jawab Dini menjadi setuju
Darwin pun tersenyum mendengar jawaban Dini. Ia segera melajukan mobilnya menuju mall.
Ketika sampai berada di mall.
Mereka masuk ke salah satu toko yang khusus menjual perlengkapan bayi.
"Pilihlah mana yang kau sukai. Jika perlu aku akan membeli semuanya yang ada di sini." Ujar Darwin
__ADS_1
"Tuan Darwin ada-ada saja. Selain barang yang ada di sini, sepertinya kau juga bisa membeli mall ini." Ucap Dini hanya sebagai pelesetan
"Kau menantang ku? Akan ku bicarakan ini dengan pemiliknya, aku akan langsung membeli berapapun yang ia jual." Hendak pergi Darwin
"Ehh,,, tidak, tidak, Aku hanya bercanda. Kenapa Tuan seperti bersungguh-sungguh." Ujar Dini menarik tangan Darwin yang hendak pergi. ia merasa jika Darwin benar-benar ingin membeli mall itu
"Kau harus tahu jika aku tidak akan pernah bermain-main dengan perkataan ku. Di dunia ini bukan hanya Arya yang sangat kaya, aku juga mampu untuk hanya sekedar membeli mall ini."
"Tidak perlu, lebih baik uang itu dipakai untuk keperluan orang lain yang membutuhkan jika segala sesuatu kau mampu melakukannya. bukan untuk kepentingan diri sendiri yang ingin menunjukkan seberapa kayanya seseorang." Ujar Dini
Darwin pun langsung terdiam mendengar pernyataan Dini yang menusuk hatinya menyentuh kalbu.
"Aku suka pemikiran rendah hatimu ini. Kau tidak pernah memposisikan dirimu lebih tinggi dari seseorang yang berada di bawah mu." Puji Darwin
"Aku akan memilih perlengkapan bayi sekarang." Jawab Dini mengalihkan topik karena tak suka merespon pujian
"Baiklah, Silakan!" Ujar Darwin tersenyum
Dini pun menelusuri setiap gantungan rak baju yang terdapat pakaian bayi.
"Ini. Sepertinya ini bagus." Darwin mengambil baju yang ada di gantungan rak itu dan menunjukkannya pad Dini
"Iya, bayimu pasti akan sangat lucu mengenakan ini." Ujarnya
"Tuan benar, bajunya sangat lucu dan mungil-mungil. Entah kenapa seorang bayi memiliki daya tarik dari ukurannya yang sangat kecil, ditambah lagi dengan baju-baju yang mereka pakai. Aku akan mengambilnya." Kata Dini
Darwin pun senang, ia memasukkan baju katak mungil itu ke dalam keranjang.
Di sisi lain,
Ditempat yang sama.
"Arya, Bagaimana menurutmu baju ini? Ini pasti sangat cocok untuk bayi laki-laki kita." Kata Valerie yang sudah mengetahui jenis kelamin anaknya karena sudah melakukan USG dan hasil menyatakan jika bayinya adalah berjenis kelamin laki-laki
"Apa yang kau suka ambil saja. Aku yang akan membayarnya." Jawab Arya dingin
"Baiklah, sepertinya aku akan membeli semua barang yang ada di sini. Bagaimana kau setuju?" Tanya Valerie
__ADS_1
"Membeli semuanya??!" Kejut Arya tidak menyangka
"Iya, semuanya sangat lucu dan aku menyukainya sampai ingin membelinya untuk anak ku." Ujar Valerie
"Tapi untuk apa Valerie? Aku pastikan kau tidak akan memakaikan semuanya pada bayi kita. Ada beberapa barang yang kau beli dan tidak sampai memakainya." Ujar Arya menolak
"Tapi kenapa? Apa karena kau tidak mampu membeli semua barang yang ada di sini."
"Bukan masalah aku mampu atau tidak membeli barang di sini. Tapi manfaat dari barang mu yang dibeli rata-rata kau menyimpan setelah memakainya sekali. dan aku yakin setelah membeli semua barang di sini, kau akan kembali ke toko yang sama untuk membeli barang keluaran terbaru." Kata Arya
"Kau jahat! Sepertinya ayahmu sudah tidak sayang lagi padamu." Marah Valerie memegang perutnya
"Huhhh... Baiklah, Aku akan pergi ke pegawainya untuk membungkus semua barang yang ada di sini." Kata Arya yang sudah kehilangan kesabaran, namun tetap menuruti keinginan bulat Valerie yang tidak bisa diganggu gugat
Seketika Valerie pun kembali senang dan menunggu Arya yang mengurus pembayaran.
Tak sengaja Richo pun datang tak terduga dengan menemui Valerie di toko itu.
"Heyy..." Panggil Richo mengejutkan
"Richo, sedang apa kau di sini?" Bisik Valerie takut Arya mendengar
"Tentu saja untuk menemui mu." Jawab Richo santai
"Kecilkan suaramu! Arya ada di sini, dan dia bisa mendengar." Kata Valerie
Setelahnya ia membawa Richo pergi ke luar dan menempatkannya di tempat yang sepi.
Dini yang berada di toko yang sama, matanya menangkap wajah Valerie dan Richo yang ada di sana dan pergi keluar.
"Apa mataku tidak salah melihat Nona Valerie dan Tuan Richo ada di sini?" Gumam Dini menelisik mereka yang berjalan keluar
"Ada apa? Kenapa tidak melanjutkan memilih barangnya?" Tanya Darwin yang melihat Dini menelisik ke arah luar
"Tidak ada, Tuan tunggu di sini, Aku akan pergi keluar sebentar." Langsung pergi Dini untuk memastikan
"Oh, Baiklah..." Ucap Darwin tanpa banyak bertanya
__ADS_1
Dini pergi untuk menyelidiki orang yang ia curigai dengan membuntuti mereka dari belakang.