Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
121. Akhirnya


__ADS_3

Sebuah pernikahan tanpa cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila berpihak padanya.


"Puas kau!! Kau sudah menghancurkan mimpiku! Bagaimana perasaan mu sekarang? Apa begitu sakit? Pasti sangat sakit, tapi tak seperti rasa sakit cintaku pada Valerie yang terhalang olehmu." Arya mendorong Dini sampai terjatuh di samping tempat tidur


"Dasar wanita mata uang, aku tahu kau di beli oleh ibuku supaya kau bisa menikah denganku." Kalimat yang pernah terucap dulu, kini terdengar kembali. Arya tidak pernah tahu, atau lebih tepatnya tidak ingin tahu alasan Dini menerima uang itu


Dini terduduk dengan genangan air mata yang sebentar lagi akan jatuh tanpa mampu berkata apapun sejak di perusahaan.karena pada kenyataannya ia sudah mengenal sifat Arya dari dulu bahkan sekarang yang menunjukkan taringnya kembali.


"Jangan mengharapkan apapun dari pernikahan ini apalagi uangku atau cinta dariku.kau tidak akan mendapatkan apapun kecuali rasa sakit yang lama-lama akan menggerogoti tubuhmu. Sekarang rasakan akibat dari perbuatan mu sendiri yang rasanya dikhianati oleh orang yang kau cintai, Bukan!" Hardik Arya


"Jangan pernah berpikir kau bisa menjadi nyonya di rumah ini sampai kau pikir aku benar-benar berubah dan mencintai dirimu. Perasaan benciku padamu tidak akan pernah berubah menjadi cinta sampai kapanpun itu!"


"Ini belumlah seberapa. Aku akan membalas lebih dari ini nanti." Arya berucap penuh kebencian kemudian keluar sambil membanting pintu keras


Dini menangis sejadi-jadinya dalam kamar besar itu.bukan ia yang menginginkan pernikahan ini dan tidak pernah berpikir untuk ditipu seperti ini!


Setelah mengetahui kenyataan pahit yang terungkap menimpa dirinya jika ternyata selama ini pria yang telah ia cintai segenap hati tidaklah menunjukkan sikap asli yang sudah ditunjukkan sehingga sudah mengkhianati kepercayaan dirinya, Justru semakin membuat dia terpuruk karena gagal merasakan mencintai dan dicintai.


"Kenapa kau bodoh Dini, kenapa? Kau tahu jika pria itu bukanlah manusia, lalu kenapa kau mendorong dirimu untuk mencintainya." Pungkas Dini yang terpuruk menahan rasa sakit dan sesak di dada


"Rasanya sakit sekali di sini. Kenapa begitu sakit? Hiks...hiks..." Kata Dini yang tidak dapat membendung rasa sedih dan keterpurukannya memukul-mukul dadanya yang terasa sesak


Seharian itu, ia hanya menangis dan mengurung diri dalam kamar yang besar dan rumah yang teramat sepi itu.


...***...


Sudah genap 8 bulan Dini menjadi istri Arya. Hari-hari hidup bersamanya terasa seperti air laut yang para nelayan sedang mencar ikan dengan cuaca pasang surut kadang kala cerah, kadang kala badai menerjang. Tapi kenyataannya kehidupan rumah tangganya tidak pernah didatangi dengan kecerahan, hanya ada sebuah badai yang tersisa.


Saat malam setelah pulang dari bekerja dan kejadian terungkapnya sandiwara Arya, Arya datang ke kamar ketika Dini sedang terlelap tidur di atas ranjangnya yang super king size sudah ia tempati selama 1 bulan bersama di sana. Dengan menyelinap Arya mengikat kedua tangan Dini dengan tali ke sandaran tempat tidurnya. Karena merasakan guncangan yang mengusiknya, Saat itu Dini tersadar dan sedikit panik.


"Tu-tuan, kenapa aku diikat seperti ini?" Tanya Dini panik

__ADS_1


Arya menyeringai sambil menindih tubuh Dini dan menatapnya penuh gairah.


"Ibuku sudah membayar mahal dirimu untuk diberikan pada diriku bukan, bukankah rugi jika aku tidak menggunakan apa yang sudah dibelikan ibuku untukku?" Ucap Arya menyeringai sambil menenggelamkan kepalanya di leher Dini sampai terasa hembusan napas dan dapat didengar nya


Dini semakin panik.Apa yang akan dilakukan Arya padanya? Ia mencoba menarik-narik ikatan tangannya tapi sangat kencang dan tidak terlepas begitu saja, yang ada malah membuat tangannya lebam.


Melihat pemberontakan yang dilakukan Dini Arya semakin menindih tubuh Dini dan mencengkeram kuat rahangnya.


"Ini yang ingin kau dapatkan dariku sejak dulu bukan? Sebentar lagi aku akan mengabulkan impianmu." Ucap Arya menatap Dini dengan penuh gairah


"Tolong jangan, Tuan. Biarkan saya pergi! Saya berjanji akan melepaskan diri dari hubungan ini agar tuan bisa bersama dengan nona Valerie."


"Kenapa pergi. Kau tidak ingin menikmati permainan kita malam ini?" Ucap Arya langsung melahap habis bibir mungil Dini dan dirasakan nya manis begitu bergairah melakukannya. Ini adalah entah ke berapa kalinya dia bercumbu dengan bibir ranum Dini


Air matanya sudah mengenang di pelupuk mata.sakit sekali mendengar setiap penghinaan yang tidak lepas dari pemainan mereka.


Sungguh Dini tidak pernah bergandengan tangan dengan seorang laki-laki saja tidak pernah.apalagi harus menerima jika seorang pria yang merupakan suaminya akan merenggut kesuciannya meskipun mereka sudah sah melakukan hal itu.


"Bagaimana? Aku andal, bukan?" Senyum mengejek mengembang sempurna


Arya kembali meremas bagian penting dan tertutup itu.


"Lihatlah, bagaimana tubuh ****** mu merespon setiap sentuhan ku!" Arya melepaskan pakaian dalam dan melemparnya ke sembarang arah


Dini hanya diam menyaksikan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.ingin menutupi bagian penting miliknya ia tidak bisa, karena ikatan tali yang mengikat tangannya.


"Lihatlah Dini! Kau terlalu munafik untuk tidak menikmati perasaan yang kau tahan. Kau tidak melihat tubuhmu yang menantang meminta lebih dariku." Ucap Arya sedikit terpesona dan segera ingin melahapnya, miliknya yang begitu bulat dan gembul berukuran sedang


Dini sangat malu, marah, kecewa dan terluka.


Akhh...

__ADS_1


Tanpa sengaja Dini mendesah membuat Arya semakin bergairah.


Tubuh Dini sedikit menggeliat menerima sentuhan dari Arya, ada rasa nikmat yang ia rasakan namun, berusaha menepisnya.


"Bagaimana? Kau sudah mulai terbuai, Kan?" Ucap Arya menyeringai. Dini terengah-engah menahan perasaan yang ditimbulkan dari setiap sentuhannya. Arya terus bermain dengan Chocochips miliknya yang menjadi permainan asyik kali ini.


Dini ingin sekali menjerit dan menjerit tapi tertahan saat giginya Arya menggigit Chocochips nya sangat keras.


Sementara tangannya sibuk bergerilya di bawah sana.


"Begitu saja kau sudah mendesah. Tidak heran pria di luaran sana memakai dirimu menjadi pemuas mereka, karena kau pandai mengeluarkan suara indahmu." Hina Arya


Dengan napas berderu Arya membuka kancing baju Dini yang masih melekat, dia mencium leher Dini dan menghisapnya menikmati aroma wangi tubuh wanita yang tidak dicintainya itu, sementara tangannya sedang sibuk membuka kancing kemejanya sendiri sehingga kain itu terlepas dan memperlihatkan badannya yang sixpack.


Tanpa berpikir panjang, Arya kembali melahap dengan rakus seperti bayi.


Waktu sudah berlalu sampai waktu malam melakukan itu bersamanya tanpa kenal lelah.


Mereka terbuai dengan permainan ini begitu menikmatinya membuat mereka mengerang bersama-sama saat gelombang itu sama-sama keluar dari milik mereka masing-masing.


Arya menjatuhkan dirinya di atas tubuh Dini. Nafas keduanya menggebu-gebu setelah aktivitas panas mereka.


Siapa yang tahu, Kini Dini sudah sepenuhnya menjadi seorang istri dari suaminya.


Dini hanya sedang menstabilkan napasnya karena kelelahan yang sangat dalam. Ia tidak menyangka jika malam ini dia sudah menjadi wanita milik suaminya seutuhnya.


Malam panas telah dilalui Arya dan Dini di ranjang super king size itu dengan sprei putih yang sudah penuh dengan noda merah akibat darah perawan yang keluar dari Dini. Keduanya sama-sama mabuk yang tidak bisa dibendung sampai Arya sendiri terus melakukannya menyiksa Dini.


Hingga waktu yang sudah larut, dan tanpa jeda yang diberikan, Arya sangat puas dengan permainan yang baru ia coba kali ini sampai sudah merasa kelelahan yang besar ia terkulai lemas di atas tubuh Dini yang banyak mengeluarkan keringat itu dan menyandarkan kepalanya di dada Dini.


Dini yang merasa badannya sudah remuk dan tidak bisa digerakkan lagi hanya bisa menahan sakit akibat pergulatannya dengan suaminya. Dia tidak tahu harus senang atau sedih, karena ia mengalami hal yang sepasang suami istri akan lakukan dengan tidak sewajarnya dikala amarah yang sedang melanda.

__ADS_1


__ADS_2