
"Tadi pagi tuan hanya sarapan sup yang ku berikan saja. Untuk siang ini akan ku coba kirimkan makan siang untuk, Tuan." Ujar Dini dengan senang sambil menata rantang berisikan makan siang untuk Arya
"Sudah siap! Aku tinggal mengantarkannya ke perusahaan Tuan. Dia pasti senang sekali jika aku antarkan makan siang makanan kesukaannya."
Saat itu juga Dini pergi menaiki taksi menuju perusahaan Arya dengan niatan ingin mengantarkan makan siang untuk suaminya.
Dengan perasaan senang dan tanpa memikirkan apapun, Dini melenggang masuk ke dalam perusahaan. Dia sendiri tidak sadar beberapa pasang mata yang melihat kedatangannya setelah menghilang tanpa kabar dari perusahaan mencuat perhatian banyak orang di sana.
"Eh, Itu kan Dini! sedang apa dia di sini?" Tanya karyawan
"Pakaian yang dia pakai juga bagus dan terlihat mahal, penampilannya juga kali ini berbeda dari yang dulu." Bicara karyawan
"Benar. Sepertinya dia sudah menikah dengan laki-laki kaya raya setelah dia menghilang tanpa kabar saat dia masih bekerja sebagai koki kantin dulu."
"Permisi, Bisakah aku bertemu dengan Tuan Arya?" Ujar Dini pada resepsionis
Resepsionis yang mengenal dan sedang terheran itu mempersilahkan Dini masuk tanpa banyak bertanya mengenai Dini saat ini yang ada dihadapannya. Padahal kepalanya penuh dengan beberapa pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Dini.
Setelah mendapatkan izin dari Resepsionis yang memperbolehkan Dini untuk masuk, Ia segera pergi ke ruangan Arya dilantai 50.
"Hahaha...Betapa bodohnya dia yang mencintaimu. Apa dia tidak sadar akan posisinya?"
"Untuk kemarin tolong maafkan aku yang tidak mendengar perkataan mu. Kau pasti sangat risih kemarin malam." Ucapnya lagi berlanjut
Terdengar dari luar kejauhan oleh Dini suara orang yang tertawa dan sedang berbincang dari ruang kerja Arya.
Sumber suara itu membuat dia menjadi tak karuan dibuatnya.
"Tuan, Aku--." Kalimatnya terpotong kala Dini masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung terfokus dikejutkan oleh sepasang insan laki-laki dan perempuan yang tak melainkan suaminya sedang bercumbu
Sontak pemandangan itu membuatnya terkejut sampai refleks menjatuhkan rantang makanan, dan isi makanan itu jatuh berhamburan di lantai.
Aktivitas Arya dengan tak lain dan tak bukan bersama Valerie itu terhenti dan mereka berdua melihat ke arah Dini.
"Apa yang dia lakukan di sini?" Ucap Valerie yang bersikap biasa saja tanpa merasa sudah melakukan dosa
"Akan ku atasi wanita itu!" Jawab Arya dengan geram berjalan sambil merapikan kembali kancing bajunya menghampiri Dini yang masih mematung
__ADS_1
Arya memegang tangan Dini dan mencengkeramnya sangat kuat sampai Dini tertarik kesakitan mengikuti langkah Arya yang membawanya keluar.
Karyawan yang sedang bekerja teralihkan dengan fenomena mereka berdua. Sebagian dari mereka sangat iba melihat Dini yang ditarik kasar oleh Arya.
"Apa yang terjadi?" Bisik-bisik mereka
"Tidak tahu, Dini tiba-tiba saja datang ke kantor dan menemui Presdir." Bisik karyawan
"Memang wanita pencari masalah. Apalagi jika bukan datang untuk menggoda Presdir Arya. Lihatkan, Presdir sekarang marah padanya." Bisik karyawan lain
...***...
"Masuk kau!!" Hardik Arya mendorong kasar Dini masuk ke dalam mobil
Dalam perjalanan mereka hanya terdiam tanpa ada yang berani untuk berkata. Padahal posisi saat itu, Dini sangat membutuhkan jawaban serta penjelasan yang jujur dari suaminya.
Saat sampai di rumah pun, Arya kembali menarik kasar Dini sampai ia tidak bisa mengimbangi jalan dan langkah Arya. Ia terseok-seok masuk ke dalam rumah dengan berjingkrak-jingkrak karena salah satu sepatu high heels nya yang patah.
"Tuan, Lepaskan aku! Ini sakit!" Pungkas Dini sambil meringis
Arya menghiraukan Dini dan tetap menariknya dengan kasar.
"Untuk apa kau datang ke perusahaan ku, Hah?" Tanya Arya dengan hardikan
Dini tidak menjawab dan malah hanya menangis.
"Jawab aku! Apa kau tiba-tiba sudah tuli, hah?" Pungkas Arya nada tinggi dan mencengkeram rahang Dini
"Aku datang untuk mengantarkan makan siang." Jawab Dini sambil menangis
"Aku tidak butuh makan siang darimu!" Hardik Arya lagi
"Mengantarkan makanan hanya dijadikan sebagai alasan mu yang ingin menunjukkan diri pada semua orang di sana jika kau adalah istriku, begitu? Apa kau tidak sadar akan perbuatan bodoh mu ini?" lanjutnya marah
"Tidak, Tuan. Bukan seperti itu, aku sama sekali tidak memiliki niatan seperti yang tuan pikirkan." Jawab Dini
"Bohong! Semua perkataan mu selalu bohong. dengan pakaian, dan penampilanmu seperti ini sudah membuat orang terheran dan bisa memunculkan banyak spekulasi. Apalagi jika bukan ingin menunjukkan diri dan mendapatkan pengakuan dari semua orang jika kau adalah istriku."
"Tidak benar, Aku sama sekali tidak memiliki niatan seperti itu." Tolak Dini yang membela diri
__ADS_1
"Lalu, Apa? Apa yang kau lakukan dengan datang ke perusahaan." Tanya Arya dengan nada tinggi
"Percaya padaku kali ini saja. Aku datang untuk mengantarkan makan siang untukmu." Ujar Dini
"Dengan penampilan bak seorang nyonya?" Tanya Arya menelisik
"Jika penampilan yang menjadikan masalahnya, Aku meminta maaf padamu. Aku tidak tahu jika Tuan akan marah seperti ini."
"Cukup dengan semua omong kosong mu itu!"
"Ada apa dengan penampilanku sebenarnya? Bukankah memang aku adalah istrimu dan sewajarnya berpakaian seperti ini agar tidak membuatmu malu?" Pungkas Dini dengan berani
"Apa kau pernah mendengar aku menganggap dirimu adalah istriku?"
"Iya, saat itu di rumah ibu dan dihadapan semua orang terutama adikmu, kau mengatakan itu. Lalu, dihadapan nona Valerie saat tuan kesakitan." Kata Dini dengan percaya diri
"Apa kau tidak bisa membedakan mana seorang yang tulus, mana yang sedang bermain-main?" Tanya Arya sambil mengangkat satu alisnya
"Maksud Tuan apa? Tuan sendiri sudah mencintaiku, Bukan?"
"Ahahahaha...Wanita bodoh! Aku mencintaimu? Mustahil! Kau pikir aku benar-benar dengan tulus mengatakan semua itu?" Ujar Arya sombong
"Lalu, Apa hubungan tuan dengan nona Valerie? bukankah kalian sudah tidak memiliki hubungan lagi?!" Lanjut Dini berkata dengan getir memberanikan diri untuk bertanya bertanya
"Cuihh... Itulah kau yang terlalu bodoh menjadi wanita. Kau pikir selama ini aku sudah berubah padamu? Dari awal semua sudah jelas jika aku mencintai Valerie."
"Jadi, sikap dan perubahan yang Tuan tunjukkan padaku semuanya palsu?" Tanya Dini dengan sesak
"Kau pikir aku benar-benar melakukannya hanya untukmu?"
Dini terpental mendengar pernyataan Arya yang sangat menyakitkan untuk dirinya.
"Kenapa? Kenapa tuan menipu diriku?"
"Kau masih bertanya? Seharusnya kau tahu diri dan bukan berbalik bertanya."
"Jadi, tuan yang mengigau semalam itu benar. Tuan membenci diriku dan menjadikan aku sumber masalah dari tidak bersatunya tuan dengan nona Valerie."
"YA! Kau lah yang menyebabkan semua impianku hancur. Karena kau yang mencari muka di depan kedua orang tuaku, Kau menghancurkan segalanya." Ujar Arya kembali mencengkeram rahang Dini
__ADS_1
"Benciku padamu, tidak akan berubah menjadi cinta!" Itulah dua kata yang akan terus terdengar dan tidak akan berubah sampai kapanpun dari Arya