
Satu tembakan tepat melayang di dada sebelah kiri pria tersebut, seketika bau anyir darah menyerebak mengalahkan bau dari tumbuhan serta rerumputan di hutan tersebut.
Pria yang tertembak tersebut langsung meregang nyawa dan tidak bernapas lagi.
"TIDAKKKK!!" Teriak yang terdengar menyakitkan bergetar hebat melihatnya tak bernapas lagi
"Hahaha,,, Akan ku tegaskan! Arya Razvan Pratama, Dia tidak akan kalah!!" Lirihnya terbata menahan rasa sakit yang sempat angkuhnya berkata di saat pistolnya berhasil memusnahkan salah satu orang jahat di dunia ini
Assiten Damar yang sempat ingin membantu, Tersenyum kemenangan melihat tuannya yang hebat telah menembak Richo lebih dulu.
Di detik terakhir, Saat kondisinya tidak berdaya dan lemah, Arya diam-diam meraih pistolnya dan tanpa memiliki waktu ia langsung menembakkan pistol pada Richo yang tengah menyeringai ke arahnya.
Tepat di dada kirinya, Richo tertembak dan berdiam diri beberapa detik merasakan dunia terhenti sendirinya dan...
Brugh...
Ia ambruk di tanah bersampingan dengan Arya yang terbaring. Pistolnya tergelatak begitu saja setelah lama berputar dengan pemiliknya yang sudah tak bernyawa lagi.
Kini tinggal Arya dan Anak buahnya yang lain membombardir tembakan semua mengarah pada bawahan Richo. Dalam beberapa menit, mereka berhasil dimusnahkan. Darah dan mayat berhamburan di mana-mana.
Valerie yang sedari tadi berada dalam mobil hanya bisa berteriak histeris melihat Richo yang tidak bernyawa lagi. Dia benar-benar sendiri, Tidak ada yang bisa menolongnya lagi. Richo sendiri sudah pergi dari dunia ini. Apa yang bisa ia lakukan?
Dia mengetahui tempat persembunyian Arsen, Dia menggunakan Arsen untuk mengancam Arya. Hanya itu jalan satu-satunya untuk berlindung.
"Kemari kau!!" Valerie menarik dan membawa Arsen pergi keluar
"AYAHHH..." Teriak Arsen berada dalam bahaya
Sontak Arya melirik ke arah sumber suara teriakan. Di mana Valerie sedang memegang pistol dan mengarahkan pada leher Arsen.
__ADS_1
"Arsen... Tenang di sana dan jangan bertindak apapun yang akan berisiko. Ayah akan membantumu!" Ujar Arya
“Buang senjata kalian atau akan ku tembak dia." Kata Valerie
Semua membuang senjatanya dan Valerie mengamuk menembak Arya di kaki dan pundaknya.
Lagi dan lagi Arya terkena tembakan. Untungnya daging Arya ini terbuat dari baja, dia sama sekali tidak ingin menyerah dan mati begitu saja walaupun beberapa tembakan mengenainya. Mungkin hanya rasa sakit yang pastinya selalu timbul dan menyakitkan.
Saat Valerie tersebut lengah akibat ia bergemetar takut, Pistol dari tangan Valerie terlepas.
Arsen mengambil senjata yang tergeletak di tanah dan membuangnya ke arah semak-semak di hutan itu.
"Dasar anak brengsek!!" Hardik Valerie geram
Valerie benar-benar kosong, Ia tidak memiliki senjata apapun untuk menjaga diri.
Semua orang berteriak, Valerie mengutuk mereka semua dan mengatakan bahwa dirinya tak akan pernah mati yang ada Arsen akan menjadi taruhannya.
Anak buah Arya maju dan Valerie melawannya hingga pistol yang dipegangnya jatuh ke tanah. Valerie pun mengambil kembali pistolnya.
"Jangan macam-macam kalian denganku. Atau tidak anak ini akan mati ditangan ku!" Ancam Valerie menodongkan pistol
Dengan tertatih-tatih Arya berlari menghampiri Valerie yang membawa anaknya pergi.
"VALERIEEEE!!" Teriakan panjang dan keras dari Arya membuat bulu kuduk semua orang merinding. Dari lehernya terlihat urat saraf yang mengeras.
Burung-burung di pohon yang sedang beristirahat harus terbangun dan berterbangan di udara secara berhamburan tengah dikejutkan seolah pagi hari yang belum tiba saatnya.
DOORRR!!
__ADS_1
Suara tembakan yang dilayangkan Arya berhasil mengenai punggung Valerie saat ia membawa Arsen pergi dan dikejar. Valerie berteriak kesakitan. Pegangan tangannya pada Arsen kembali merenggang dan melemah. Arsen pun berlari menghampiri Ayahnya saat tahu jika Valerie terkena tembakan.
Valerie terkapar di bibir jalan, ia sekarat dan semua orang menyaksikan itu.
"Ti...t...ti..dak... A...aa..ak..ku...ti...dak...iii...ng...in...mma...t...ti!"
Setelah berjuang untuk bertahan dan belum siap untuk mati, VALERIE MENINGGAL DUNIA!
Arya sangat menyayangkan hal itu, dengan tangannya sendiri Arya membuat Valerie harus meninggalkan dunia ini. Banyak sekali pelajaran hidup yang ia dapat semasa ia dulu mencintai Valerie, Karenanya ia menjadi buta, Buta hati dan pikiran! Hatinya tak bisa ditembus oleh siapapun dan membuatnya terlena akan rasa cintanya itu.
Namun, Kali ini Valerie telah tiada. Hanya kenangan buruk yang tersisa di dunia ini.
"Mungkin, Tuhan mempertemukan kita hanya sebatas untuk saling memberikan pelajaran berharga dalam hidup, bukan untuk saling memiliki."
"Kita adalah dua orang yang pernah memiliki rasa yang sama, namun tak ditakdirkan untuk terus bersama. Kau bagai duri yang menyakiti sebegitu parah, namun bedanya luka yang diberikan olehmu tak dapat ku obati secara instan. Hatiku seakan berdarah karena menggenggam mu terlalu erat. Bagaimanapun aku berusaha kau tidak akan pernah melihat ke arahku, maka ku cukupkan aku dan hatiku untuk saling menyakiti."
"Terima Kasih Valerie, Kau banyak memberikan pelajaran hidup padaku. Semoga kau tenang di alam sana... Selamat tinggal dan Maafkan Aku!!" Ujar Arya merasa bersalah telah membunuh seseorang
Hufftt...
Arya menghela napas panjang. Napasnya terdengar berat, Namun ia lega.
"Segera urus semua jasad mereka. Rawat jenazah dengan baik dan Makam kan mereka dengan layak." Titah Arya yang langsung diangguki Asisten Damar dan yang lainnya
"Arsen, Ayo kita pulang, Nak! Semua orang sudah menunggumu di rumah!" Ujar Arya
Arsen terlihat trauma. Dia terus memeluk ayahnya sambil melihat Valerie yang diangkat untuk dimasukkan ke kantong jenazah. Entah apa yang dipikirkan Arsen saat itu, ia hanya melihat mayat Valerie yang sudah dievakuasi oleh polisi, seolah menatap semua kenangan pahit bagaimana dia menghasut dirinya saat itu!
Orang yang dia percayai sebagai ibu, Ternyata orang jahat sesungguhnya di dunia ini!
__ADS_1