
"Nenek, apa aku boleh bertanya sesuatu pada mu." Ucap Arsen sungkan
"Ya, Arsen, Coba katakan saja! Semampu mungkin nenek akan menjawab pertanyaan dari mu." Ujar Bu Amira
"Aku ingin bertanya di mana ibuku? Apakah yang dikatakan Devan benar, jika ibuku adalah seorang penjahat dan sedang ditahan dalam penjara?" Pertanyaan Arsen membuat Bu Amira terdiam seribu bahasa
Bu Amira tidak pernah mendengar Arsen menanyakan keberadaan ibunya. Dan saat ini, oleh telinganya sendiri, setelah 7 tahun, Arsen baru menyadari kehadiran sosok seorang ibu yang tidak ada bersama dengannya.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa karena kau menginginkan ibumu dan merindukan dia?"
"Bagaimana aku bisa tahu ibuku, Nek? Ayah dan nenek tidak pernah menceritakan ibu padaku. Jadi, katakan apa itu benar ibuku seorang penjahat?"
"Kau tidak boleh menyebut ibumu sebagai orang yang jahat. Ibumu itu sangat baik seperti malaikat, jika dia ada di sini, dia akan menjadi ibu yang hebat dibandingkan ibu lainnya." Ucap Bu Amira
"Tapi kenapa dia tidak ada di sini bersamaku atau ayah? Teman-teman ku yang lain tinggal bersama ayah dan ibu mereka. coba katakan dengan jelas di mana ibuku, jika ibu sudah meninggal katakan jika dia sudah di surga, jika dia seorang penjahat dan berada di penjara, katakan juga!" Ucap Arsen sedikit meninggi
"Nenek tidak bisa memberitahukannya padamu, Arsen. masalahnya kau tidak akan mengerti kenapa ibumu tidak ada bersama dengan kita, jika sudah waktunya atas seizin tuhan, kalian pasti akan dipertemukan."
"Apa susahnya memberitahu di mana ibu padaku. Ayah dan nenek sama saja, tidak pernah mempedulikan aku." Ucap Arsen kesal
Arsen berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Di saat itu pun, Arya melihat kemarahan Arsen yang berlari kecewa dan berteriak sedang pada neneknya.
"Ada apa, Bu? Arsen baik-baik saja? Kenapa dia terlihat marah seperti itu, dia sudah bersikap tidak sopan pada neneknya." Kata Arya
"Arsen sudah menanyakan keberadaan ibunya. Mungkin dia sudah memahami dengan melihat sekitar dengan seorang anak yang bersama dengan ibunya, sedangkan dia tidak. Ibu tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan Arsen yang menginginkan ibunya." Ucap Bu Amira bersedih
__ADS_1
Arya pun terlihat jadi murung dan menundukkan matanya.
"Arya, bisakah dengan segera kau mencari Dini dan membawa dia kembali pada kita. Anaknya sudah besar dan menginginkan kehadirannya, kita tidak mungkin akan kehilangan Dini untuk selamanya." Ucap Bu Amira
"Itu tetap sulit karena sudah 7 tahun aku mencari keberadaannya tetapi tetap saja tidak membuahkan hasil. Damar mengatakan tidak bisa mengakses pencarian untuk Dini karena ada yang menutup aksesnya dengan keamanan yang ketat." Ucap Arya
"Terus lah berusaha, jangan sampai kalian menyerah untuk menemukan Dini. Siapapun orang yang menjaga Dini di luar sana agar kau tidak bisa melacak keberadaannya, ibu harap Dini akan segera kembali."
"Aku akan segera menemukannya, dan membawa menantu kalian ke mansion ini kembali." Yakin dan janji Arya berkata
Bu Amira pun memberi Arya semangat dengan menepuk-nepuk pundaknya. Ia melihat nanar Arya yang hari semakin hari terlihat kurus.
...***...
Dalam keheningan malam sebuah kamar dengan kegelapan lampu yang belum dinyalakan, Arya berdiri menghadap jendela yang menghadirkan bulan di atas langit dalam pandangannya.
Bulan itu bersinar memancarkan cahaya terang di malam hari.
(Contoh)
"Di mana sebenarnya kau, Din? Sudah lama kau pergi dan tidak sekalipun kau ingin menemui kami. Kenapa kau menyiksa keluargamu seperti ini? datanglah dan lihat anak kita yang sudah besar, saat ini dia menginginkan mu disamping nya. Dia sangat sedih karena tidak mendapatkan sosok ibu seperti anak lainnya. Apa kau tak kasihan padanya yang merindukanmu?"
"Bukan hanya Arsen, tapi aku pun sama halnya merindukanmu. Mata Arsen mirip sekali dengan matamu yang indah, setiap saat aku melihat mata Arsen, selalu menjadi kelemahan ku yang mengingatkan aku padamu. aku sudah menyesali perbuatan ku padamu, sekalipun kau tidak pernah datang walaupun hanya dalam mimpi. bisakah kau memaafkan aku dan temui aku di sini." Kata Arya
"Bagaimana dan jadi apa kau sekarang? Aku tahu kau akan bertambah cantik, pintar dan juga baik. Kau wanita sempurna yang baru aku temui, tidak ada wanita lain yang mampu menandingi dirimu, Din. Seharusnya aku menjadi pria yang beruntung di dunia ini karena mendapatkan wanita spesial seperti dirimu. tapi akibat hatiku dibutakan oleh Valerie, aku menyia-nyiakan berlian hanya demi debu yang menempel." Menyesal Arya
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah menyerah untuk menemukan mu, secepat mungkin aku akan membawa mu kemari! Kau, Aku, dan juga Arsen akan berkumpul di mansion ini bersama menjadi keluarga yang harmonis dan didambakan semua orang." Ucap Arya berambisi
Clek...
Seketika kamar Arya menjadi terang akibat Luna yang datang dan menghidupkan lampunya.
"Kakak, Kau belum tidur?" Panggil Luna melihat Arya yang berdiri menghadap jendela dan melihat bulan
Arya pun menoleh.
"Ini bukan waktu jam tidurku." Jawab Arya dingin
"Ada apa kak? Apa kakak sedang mengingat kakak ipar dari bulan yang terang malam ini?"
"Tidak ada waktu untuk memikirkan dia." Jawab Arya
"Jangan bohong, Kak! Terlihat dari mata kakak dan perasaan kakak yang tidak bisa dibohongi lagi, aku tahu kakak sudah menyesal dan menyadari jika Dini adalah wanita yang kau cintai. kakak tidak perlu malu ataupun menutupi perasaan itu." Ujar Luna
Arya terdiam sejenak dengan mata yang redup.
"Kau baru pulang?" Tanya Arya membalikkan topik
"Iya, aku lewat dan melihat kamar kakak masih gelap, aku pikir kakak belum pulang dan berinisiatif menyalakan lampunya. Tapi ternyata kakak sudah pulang lebih awal dari biasanya." Kata Luna
"Bagaimana di rumah sakit, Apa semuanya aman terkendali?"
"Semuanya baik-baik saja, malah pasien terus berdatangan dan bertambah banyak, aku sendiri jadi kewalahan menjalankan tugasku, apalagi ada beberapa dokter yang mengambil cuti selama beberapa hari. Tapi itu sudah menjadi kewajiban ku sebagai dokter untuk melayani mereka yang mengharapakan bantuan kesehatan dari tenaga medis. maka dari itu aku sibuk dan baru pulang sekarang." Ujarnya
__ADS_1
Ya, Luna sudah resmi menjadi seorang Dokter dari pendidikannya yang lulus sejak 5 tahun lalu. Tandanya ia sudah 5 tahun menggeluti profesi sebagai dokter yang kini ia memiliki rumah sakit sendiri sekaligus menjadi dokter juga, dan merekrut beberapa lulusan dokter untuk bekerja di rumah sakitnya.
"Jalankan tugasmu dengan sebaik mungkin. Aku bangga padamu dengan sosok Luna yang lebih dewasa sekarang." Kata Arya yang mengetahui jika sifat Luna dahulu sangat manja dan ketergantungan