
Kamar Arya~
"Ck, Peraturan macam apa ini. Ibu mengurungku dalam kamar, dengan mengambil semua dokumen dan laptop ku.kenapa mereka begitu antusias menyambut pernikahan yang sama sekali tidak memiliki arti." Ucap Arya yang emosi mendengus kesal dalam kamarnya
Ceklekk...
Suara pintu yang dibuka setelah kuncinya dibuka.
"Kakak, Apa kau mengenali diriku?" Ucap Darwin menyapa Arya yang saat itu keadaan Arya sangat marah sehingga sorot matanya tajam mengintimidasi
"Siapa kau?" Ucap Arya dingin
"Kakak ku ini masih sama saja seperti dulu.ayolah kak, kakak rileks kan diri kakak menjadi pria lemah lembut.bagaimana pasangan kakak akan menjalani hidup bersama kakak jika sifat kakak seperti ini." Kritik Darwin
"Aku tidak memiliki urusan denganmu." Ucap Arya menggunakan kesempatan dengan pintu kamarnya yang terbuka untuk keluar
"Eitss...kau akan pergi kemana? ibu mengatakan jika kakak di kurung dan tidak diperbolehkan keluar sampai pernikahan nanti."
"Katakan pada ibumu itu untuk tidak membuat peraturan aneh seperti ini.aku bukanlah tahanan kriminal yang sudah membunuh seseorang sehingga di tahan tidak boleh keluar.aku manusia yang berhak bergerak dengan bebas.bagaimana bisa keadaanku sehat jika aku dikurung seperti ini, yang ada aku frustasi membusuk mati dalam kamar ini." Cetus Arya
"Gantikan aku di sini.jika perlu, kau menggantikan ku menikah dengan wanita pilihan ibumu itu."
"Kakak lelucon mu itu tidak bagus.bagaimana aku bisa menggantikan kakak, baru saja sedetik semua orang sudah mengenali perbedaan diantara kita."
"Apa yang berbeda? wajah kita tidak jauh berbeda bukan, walau ketampanan masih mendominasi ada pada diriku.sebaiknya kau gantikan aku di sini, aku akan kembali ke perusahaan ku."
"Kakak lupa, jika kakak adalah pria kutub selatan.sedangkan aku, kepribadian kita sangat jauh.aku yakin, kakak tidak bisa menjadi diriku, dan aku tidak bisa menjadi kakak."
"Ck, Percuma aku berbicara dengan mu.sudah patut kau tinggal di Amerika dan tidak perlu kembali ke mansion ini." Pungkas Arya kesal, menerobos pertahanan Darwin yang menghalanginya untuk pergi keluar
__ADS_1
Dengan cepat, Darwin bisa menahan kakaknya yang ingin meloloskan diri. Darwin dengan sengaja mendorong kakaknya hingga terjatuh di ranjang agar tidak bisa melarikan diri, setelah itu Darwin berlari keluar menutup pintu dan menguncinya.
"Maaf kakak, pada awalnya aku datang ke kamar kakak untuk melepas rasa rinduku sebagai adikmu.namun, sepertinya keadaan kakak kurang baik, sepertinya kakak bukan ingin bertemu denganku.kau bersih keras ingin keluar karena segera ingin menemui kakak ipar bukan?" Candaan Darwin pada Arya yang membuat Arya yang di dalam kamar semakin kesal
"Dasar Anak B*******!!" Kasarnya
"Bagaimana apa kau senang bertemu dengan kutub mu?" Tanya Bu Amira
"Tentu saja, Bu.kutub tetaplah kutub, beku es nya tidak akan mencair.kakak masih sama seperti dulu, yang memberikan kesan kurang baik pada adiknya yang pulang setelah sekian lama." Ucap Darwin cukup kecewa
"Kau dan Luna memiliki kakak yang berbeda dari kakak lainnya.sifat kalian begitu bertolak belakang dengan Arya."
"Sayangnya aku tidak akan melihat kakak menikah. Aku tidak akan lama di sini, pihak universitas hanya memberikan waktu 3 hari untuk aku pulang."
"Kenapa begitu, tinggal saja beberapa hari lagi sampai pernikahan kakak mu.ibu masih merindukan mu, baru saja bertemu kau akan pergi lagi."
"Aku juga tidak ingin kembali ke Amerika, aku ingin tinggal bersama kalian di sini.tapi ini tidak akan lama, 1 semester lagi aku menyelesaikan pendidikan ku di sana.dan akan kembali berkumpul bersama kalian." Ucap Darwin
"Ibu tidak perlu khawatir hanya 1 semester lagi.setelah itu, ibu bisa melihat ku setiap hari seperti Luna dan Kak Arya."
"Ibu menantikan hari itu!" menepuk bahu Darwin
"Dan selain diriku, mungkin ibu akan melihat kedua anakmu ini sudah menikah.akan ada 2 menantu yang akan menjadi teman ibu."
"Kau memiliki kekasih? Kapan kau akan menikahi nya." Tanya Bu Amira yang sangat antusias begitu senang
"Tidak, hanya saja ada satu wanita yang aku kagumi di dunia ini.andai kau tahu Bu, aku baru saja bertemu dengannya tadi setelah dengan tidak sengaja menabrak dirinya."
"Kau menabrak?? Kau tidak apa-apa kan?" Tanya Bu Amira yang khawatir menelusuri setiap tubuh Darwin apakah terluka atau tidak
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa, Bu. hanya saja wanita itu terjatuh dari motor sampai siku dan lututnya luka lecet."
"Kau sangat ceroboh sekali, Nak. lain kali berhati-hatilah dalam berkendara." Ucap Bu Amira
"Iya, Bu. ini kesalahan ku."
"Lalu, bagaimana wanita itu?"
"Dia sangat cantik, tapi aku melihat sisi lain dari nya yang berbeda dengan wanita pada umumnya, dia begitu unik dan sederhana!" Pungkas Darwin menjelaskan
"Rupanya putraku ini sedang jatuh cinta pada pandangan pertama." Ucap Bu Amira sambil mencubit hidung Darwin yang mancung dengan lembut
"Apakah seperti itu? Aku sedang jatuh cinta?" Tegun Darwin
"Segera lah pulang dan menikah lah.atau jika perlu menikah saja dengan dia besok hari."
"Bagaimana aku bisa menikahi nya, aku akan kembali ke Amerika."
"Istrimu akan tinggal bersama ibu. jika kau masih ingin belajar, belajar saja.istrimu akan aman bersama ibu."
"Aku tidak akan mungkin meninggalkan dirinya selama 6 bulan ke depan.itu tandanya aku tidak bertanggung jawab pada istriku sendiri.bagaimana aku meninggalkan dia di sini bersama ibu, yang ada ibu akan menjadikan istriku sebagai pembantu."
"Mana ada. ibu tidak mungkin memperlakukan menantu ibu dengan menyuruh mereka menjadi ibu rumah tangga, di sini banyak orang yang bekerja untuk kita.istrimu tidak akan ibu beri izin untuk masuk dapur, dia akan ibu ajak untuk menemani ibu berkumpul bersama teman-teman ibu." Pungkas Bu Amira
"Aku terlalu terobsesi dengan dirinya sampai sudah membayangkan jika aku akan menikahinya.nama dan nomor handphone nya saja tidak sempat aku tanyakan, bagaimana kami bisa bertemu kembali."
"Jadi, kau sama sekali tidak tahu mengenai informasi apapun terhadap nya." Ucap Bu Amira tepuk dahi
"Maafkan aku, Bu.aku benar-benar lupa."
__ADS_1
Bu Amira sudah tidak bisa berpikir, ia hanya menggelengkan kepalanya tidak sanggup mendengar alasan Darwin.