Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
70. Part 2 Bekerja


__ADS_3

"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?" Teriak Arya melerai keributan antara Dini dan Shasa


Nyali Shasa yang awalnya begitu angkuh menggunjing Dini, menjadi ciut saat Arya datang melihat situasi kondisi dapur yang berantakan dengan pecahan gelas berhamburan di lantai.


Sekilas Arya melirik ke arah Dini, untuk mencari jawaban. Namun, Dini sama sekali tidak menyadarinya, Ia tetap menundukkan pandangan.


"Kenapa kalian diam? Selama perjalanan menuju kemari, keributan kalian sampai terdengar keluar. Kalian pikir ini adalah pengadilan tempat saling melontarkan perdebatan." Marah Arya


"Maafkan saya, Presdir." Ucap Shasa melemah tidak berani menatap Arya


"Aku tidak butuh maaf darimu. Ini saatnya jam kerja. Bukannya bekerja, kalian malah membuat keributan sampai merusak fasilitas di perusahaan ku. Berapa banyak gelas yang kau pecahkan?" Hardik Arya


"Kesalahan ini bukan saya yang melakukannya, Presdir. Tapi Dini lah yang memecahkan gelas ini." Ujar Shasa yang tidak tahu malu menuduh sembarangan orang


Arya sudah meremang, Ia sudah menyadari hal itu sejak awal jika Dini lah yang memecahkan gelas itu. Dia hanya ingin memperkeruh keadaan semakin rumit, agar membuat Dini semakin tersudutkan.

__ADS_1


Dihadapan semua orang, Arya menarik tangan Dini dengan kasar membawanya pergi dari sana menuju suatu ruangan yang sepi jauh dari pandangan seseorang.


Terdapat di ruangan yang sepi tidak terpakai dengan menutupnya rapat dari dalam.


Arya mendorong kasar Dini sampai terpental dan memojok di dinding.


"Baru saja satu hari masuk kerja, kau sudah membuat keributan sampai merusak fasilitas ku. Apa kau tidak tahu jika gelas itu harganya mahal, kau tidak akan mampu mengganti rugi sampai seumur hidupmu." Marah Arya dengan geram


"Saya benar-benar tidak melakukan hal itu dengan sengaja, Tuan. Saat saya ingin mengantarkan minuman untuk karyawan, Shasa menjulurkan kakinya dihadapan saya sampai saya terjatuh." Ucap Dini menahan sakit di telapak tangganya karena butiran pecahan gelas yang pecah itu menusuk telapak tangannya


"Jika saja kau lebih berhati-hati, kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Kau saja yang tidak becus bekerja dan bisanya hanya menangis dan menangis jika di bentak." Hardik Arya


"Tadi Shasa sempat melihat cincin yang saya kenakan. Dia juga sempat berspekulasi jika saya sudah menikah. Alasan perdebatan ini terjadi karena saya berusaha membela diri." Ujar Dini


"Sebenarnya kau tidak pantas memakai cincin itu. Aku sudah membuat keputusan yang salah menjadikan cincin ini sebagai cincin pernikahan.suatu kebodohan yang pertama aku buat di dunia ini, tidak melihat siapa yang akan ku nikahi." Cetus Arya

__ADS_1


"Lalu, apa susahnya kau melepaskan cincin itu. Apakah kau bangga ingin menunjukkan cincin itu pada semua orang." Lanjut hardiknya lagi


"Saat pagi sebelum berangkat, Saya mencoba untuk melepaskan cincin ini. Namun, Cincinnya sama sekali tidak bisa dilepas."


"Alasan!! Tidak akan ada perubahan dengan ukuran cincin itu di jari manapun tergantung jika pemakainya bertambah berat badan. Kau itu kurus kekurangan gizi, tubuhmu tidak pantas untuk dipandang.bagaimana mungkin dalam jangka waktu 1 bulan di manja oleh ibuku tubuhmu mulai besar. Aku pikir kau sengaja memakai lem kulit agar cincin mu itu terus melekat di jarimu." Hardik kejam Arya lagi


"Maafkan Saya, Tuan. Tapi Cincin ini memang benar-benar tidak bisa lepas dari jari saya." Ujar Dini dengan nada yang bergeming


"Maaf, Maaf, dan Maaf!! kata itu terus yang aku bosan dengar dari orang yang rendahan seperti dirimu. Tidak ada masalah yang dapat diselesaikan dengan hanya kata maaf. Untuk menebus kesalahan mu kali ini, saat pulang nanti kau tidur di luar rumah ku." Ucap Arya


Dini menutup matanya menerima hukuman dari Arya dengan sepenuh hati. Ingin menolak pun dia tidak akan pernah bisa melawan kehendak Arya.


"Sekarang kau bersihkan pecahan itu, Dan antarkan aku Teh Chamomile ke ruangan ku." Ucap Arya


"Baik, Tuan." Ucap Dini

__ADS_1


Setelah selesai membereskan pecahan gelas di dapur, Dini mengerjakan pekerjaannya kembali dengan membuatkan minuman baru untuk karyawan.


Hari pertama bekerja, Dini sangat sibuk dengan tugasnya.selain itu, ia sampai harus mengerjakan tugas milik orang lain juga yakni rekannya yang tidak bertanggung jawab.


__ADS_2