Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
35. Dukungan Orang Tua


__ADS_3

Keadaan Dini begitu hancur dengan penampilan yang tidak karuan, rambut yang acak-acakan, Baju yang penuh darah sehabis pukulan.benar-benar seperti orang yang tidak berakal menyusuri jalan menjadi pusat perhatian.


"Coba lihat, bukankah itu si Dini yang berada dalam video sedang viral.beritanya dia sudah memakai pemikat dan menggoda Presdir Arya.tidak menyangka sekali, terlihatnya saja lugu tapi banyak laki-laki simpanan.untung saja anak kita tidak bergaul dengan dia ya, Bu." Ucap ibu-ibu tetangga rumah Dini


"Iya betul, bisa-bisa anak kita sudah tidur dengan banyak laki-laki.ada ya anak seperti itu, menggoda Presdir Arya yang berwibawa dan terkenal itu." Gosip para warga di tempat Dini tinggal, mereka menjelekkan Dini saat Dini berjalan untuk pulang dengan menatapnya Jijik


Mendengar perkataan mereka membuat dini semakin terluka ia mencoba menahan tangisnya.sepanjang perjalanan tatapan mata Dini kosong, tubuhnya pun seakan ringan tidak berjiwa.


Saat sampai dirumah Dini sudah di sambut oleh ayah dan ibunya mereka terlihat sangat sedih.


Dini menatap lekat wajah kedua orang tuanya dengan malu dan nanar.


"Pak...Bu, maafkan Dini..." Dini menangis sejadinya sambil berlutut pada kedua orang tuanya

__ADS_1


"Din,,,sudah nak bangun.kau harus kuat." kata ibunya Dini tidak membiarkan anaknya berlutut sehingga membantunya bangkit


"Maafin Dini, Bu.kalian pasti sudah mendengar berita itu dari tv kan.semua itu tidak benar, Dini difitnah.Dini tidak pernah melakukan hal seperti itu.jika kalian tidak percaya, kalian bisa membunuhku saat ini juga."


"Bapak tahu, Din.kau anak bapak yang baik, bapak percaya kau tidak akan mungkin berbuat seperti itu.bapak juga heran, kenapa ada orang yang memfitnah mu seperti ini.siapa lagi yang lebih mengenal baik dirimu selain orang tuanya." Ucap ayahnya Dini yang sudah meneteskan air mata


"Iya Din...ibu juga percaya padamu, kau tidak mungkin melakukan hal seperti itu.kau anak yang paling baik dibanding semua anak zaman sekarang, kau sendiri yang mengatakan bahwa anak Zaman sekarang kelakuannya diluar batas.sedangkan kau bisa menjaga dan menjauh dari pergaulan yang terlalu bebas itu."


"Jadi, ibu dan bapak masih percaya padaku?"


"Terimakasih Bu, Pak.kalian sumber kekuatanku saat ini.ketika aku terpuruk dan selalu merasa sendiri, kalian selalu ada untuk Dini.aku berpikir, aku akan kehilangan semua orang di dunia ini."


"Iya sama-sama, Din. Kemana pun kau melangkah kami akan terus mendoakan mu, dan siapapun yang membuat cerita bahwa kau itu anak yang tidak baik, kami akan selalu percaya padamu.benar apa yang dikatakan ibumu, siapa yang lebih kenal dengan anaknya selain ayah dan ibunya sendiri." Ucap Ayahnya

__ADS_1


"Yasudah, lebih baik saat ini ibu akan mengobati lukamu." Ucap ibu Dini


"Pak, Bu, mengenai pekerjaan Dini itu, sebenarnya Dini bukan bekerja menjadi seorang karyawan tapi Dini menjadi office girl di perusahaan itu."


"Iya Din...tidak apa.kami tidak marah." Jawab Ayahnya


"Dan masalahnya besok Dini harus mengurus dokumen pemecatan terhadap Dini."


"Bapak setuju jika memang kau harus keluar dari perusahaan itu.kau tidak mungkin bisa bekerja di sana lagi." Ucapnya


"Dan mengenai pekerjaan.setelah kejadian ini, mungkin semua orang ataupun perusahaan tidak akan menerimaku pekerja di tempat mereka.mana mungkin ada yang ingin menerima seorang pezinah ditempat mereka.jadi, biarkan Dini membantu bapak di kebun dan membantu ibu di toko kue ya, Pak, Bu."


"Iya, Nak.bapak hanya bisa mendukung apa yang ingin kau lakukan." Jawab Ayahnya

__ADS_1


"Ibu senang jika kau ingin membantu bapak atau ibu." Jawab Ibunya


__ADS_2