Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
129. Liburan


__ADS_3

"Sayang,,, kau masih di sini? bukankah hari ini ayahnya berulang tahun, kau tak menemaninya dan memberikan selamat pada ayah mertuamu?" Ujar Valerie


"Aku sibuk. tidak ada waktu untuk ku hadiri acara tak penting itu."


"Jangan terlalu sibuk bekerja. kau harus istirahat."


Mendekati kursi kebesaran Arya di ruang kerja rumahnya, dan memeluk leher Arya dari belakang.


"Terima Kasih kau sudah perhatian denganku."


"Sudah tugasku. aku hanya tidak ingin kau sakit."


"Kau memang istri yang pengertian dan ibu yang baik. aku tidak sabar ingin cepat bertemu dengan anak kita."


"Bersabarlah, Hanya tinggal 7 bulan lagi. Aku mencintaimu."


Arya tersenyum. dan berkali-kali mengecup punggung tangan istrinya yang melingkar di lehernya.


"Sayang. apa kau ingin liburan?" Tanya Arya


"Ke mana kita akan pergi?"


"Prancis. Kita akan mengunjungi destinasi wisata Bora-Bora di sana nanti."


"Wisata pulau yang indah itu. Ya, Aku ingin pergi ke sana." Jawab Valerie


...***...


"Kita berangkat lusa." Bicara Arya pada Dini


"Huh!!" Terkejut, dengan tiba-tiba suaminya datang dan berkata yang tidak dimengerti nya


"Kau menginginkan kita liburan bukan? lusa kita berangkat ke Bora-Bora. siapkan apa yang ku bawa!"


"Bukannya kau tidak ingin kita pergi?! aku sudah mengatakannya pada ibu."


"Aku sudah mengambil tiket liburan kita dari ibu.jadi, jangan banyak tanya."


"Bagaimana dengan nona Valerie?"


"Tidak perlu khawatir. Dia tidak akan ikut bersama kita." Jawab Arya dingin


Dini mengangguk, dengan menahan senyumnya.


Malamnya~


"Tuan, Aku sudah ku siapkan makan malam? Sebaiknya Tuan dan Nona Valerie segera makan." Ujar Dini


"Aku akan makan di luar bersama Valerie." Jawabnya

__ADS_1


"Iya. Kami akan makan di luar. Jadi, makan saja masakan mu itu sendiri." Ujar Valerie. Mengikuti langkah suaminya dari belakang


"Baiklah." Sedih Dini


Dini menghentikan langkahnya. dadanya tiba-tiba nyeri. dirinya diam mematung, memandangi punggung suaminya yang semakin jauh semakin menghilang ditelan pintu dibawa pergi oleh Valerie.


...***...


"Dini, apa benar Arya mengajakmu honeymoon?" Tanya Bu Amira yang datang ke rumah Arya. Dan akhir-akhir ini setiap pagi dia selalu mengunjungi Dini


"Sepertinya begitu, Ibu. Dia memberikan aku tiket liburan ke Bora-Bora dari tiket yang dibelikan ibu, Bukan. aku akan memanfaatkan waktu liburan ini dengan sebaik mungkin, mengingat Tuan Arya rela meninggalkan pekerjaannya dan Nona Valerie hanya untuk mengajakku berlibur."


"Hemm... perkembangan yang bagus. Nikmati liburanmu, sayang." Mengusap lembut kepala menantunya, dan mengecupnya. dibalas senyum manis dari Dini, kemudian memeluknya


"Akan ku bawakan banyak oleh-oleh untuk kalian."


"Tak perlu sayang, kau nikmati saja liburanmu bersama suamimu."


"Tak apa ibu. Tuan juga tidak akan keberatan mengantarku membeli oleh-oleh untuk kalian." Kata Dini


"Baiklah. jika tak sempat, tak perlu ya... ini tentang honeymoon kalian, bukan tentang oleh-oleh."


"Iya, Ibu." Jawab Dini


Di mansion Pratama, Pak Barma dan Bu Amira berbincang.


"Kau yakin Arya akan berangkat? mengingat sebelumnya dia menolak keras untuk honeymoon dengan Dini." Ujar Pak Barma


"Semoga saja mereka benar-benar bisa bersenang-senang.aku jadi khawatir. Tapi semoga ini awal yang baik untuk hubungan mereka yang kita kira mereka bahagia. Setelah kejadian yang terjadi di hari anniversary kemarin, itu membuat ku sangat kecewa."


"Ibu yakin mereka ditakdirkan untuk bersama. Semoga saja Arya sadar akan ketulusan Dini, dan suatu saat bisa memperlakukannya dengan baik tanpa dendam." Kata Bu Amira


...***...


"Tuan, kita harus segera masuk." Ujar Dini pada Arya yang sudah siap liburan dan saat ini sudah berada di bandara


"Sebentar lagi." Jawab Arya


"Sebenarnya siapa yang Tuan tunggu?"


"Aahh,,itu dia,,,!" Ujar Arya membuat Dini melirik


Dini menatap seseorang yang membuat suaminya rela berdiri dan menunggu lama.


"Untuk apa dia kemari? apa dia ingin mengantar keberangkatan kami? ayolah,, kami hampir terlambat, dan malah datang?!" Umpat Dini dalam hati, melihat Valerie berjalan sedikit tergesa ke arah mereka


"Apa aku terlambat?! maafkan aku. tadi jalanan sangat macet karena ada kecelakaan, jadi arus jalan dialihkan."


"Oh, ya. Tapi saat kami pergi tidak ada yang terjadi kecelakaan."

__ADS_1


"Maka dari itu aku sangat sial."


"Tidak apa sayang. Jika seperti ini, kita terus terang saja dari awal.kita belum terlambat. syukurlah kau bisa datang dengan segera."


Memeluk Valerie kelewat mesra di depan istrinya lain sendiri.


"Baiklah. ayo kita masuk, biar ku bawakan koper mu." Kata Arya


"Terima Kasih." Jawab senyum Valerie


Sebelum keduanya melangkah, Dini mencekal lengan Arya.


"Tuan. kenapa dia di sini?"


"Dia akan ikut bersama kita." Jawab Arya dingin


"A-apa maksudmu?"


"Kenapa? apa yang salah dengan dia ikut."


"Kita pergi karena akan honeymoon. dan ini acara kita."


"Honeymoon mu itu sudah berubah menjadi Babymoon. Dari awal aku menyetujui liburan ini karena Valerie menginginkan liburan. Dan dia istriku, kau tak berhak melarangnya pergi denganku."


"Tapi, Tuan. bagaimana bis..."


"Kau ingin tetap berangkat atau pulang sekarang juga?!! aku tidak memaksamu untuk ikut denganku."


Dini menatap nanar suaminya yang menggandeng istrinya pergi. kemudian menyusulnya dengan menyeret sendiri kopernya. Dini juga harus memikirkan jika dia kembali pulang ke rumah, dia akan mengecewakan semua orang. jadi ingin tak ingin, dia harus pergi dengan suaminya dan istri kedua suaminya.


Bahkan sudah duduk di dalam pesawat pun, Dini tetap terabaikan. mereka memang duduk bertiga, posisi Dini di samping jendela, disampingnya Arya dan Valerie. Arya berada di tengah, tapi seluruh perhatian suaminya berada pada wanita lain disampingnya. lihatlah sekarang, kepala wanita tertidur di bahu suaminya, dan tangan keduanya saling menggenggam. jika dilihat, mereka berdua yang terlihat seperti pasangan suami istri sejati, dan Dini orang ketiganya.


Di sisi lain~


"Bagaimana?" Tanya Darwin


"Mereka sudah berangkat, Tuan. Bertiga!" Jawab Fariz selesai menyelidiki


"Bertiga? Apa maksudmu?"


Memutar tubuhnya berhadapan langsung dengan kaki tangan kanannya.


"Coba jelaskan!!" Pinta Darwin


"Maaf, Tuan. Dia memang pergi dengan istrinya, tapi dia juga mengajak istri kedua bersama mereka." Ujar Fariz


"Kau mengatakan, dia akan pergi honeymoon dengan istrinya kan?! lalu untuk apa dia mengajak ****** nya bersama mereka?"


"Itu yang sedang saya cari tahu, Tuan."

__ADS_1


"Brengsek!! Kurang ajar pria itu." Geramnya mengepalkan tangan.


"Arya Razvan Pratama!! Kau akan menyesal!!!" Geramnya sambil Memasukkan tangan pada kantong celana bahannya dan mengepal erat di dalamnya


__ADS_2