Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
60. Aku mencintaimu


__ADS_3

Esok harinya pada pagi hari pukul 07.45~


Damar mendapatkan perintah dari Arya untuk memantau kondisi perkembangan proyek yang sedang di bangun.


sehingga sebelum ia berangkat ke perusahaan, terlebih dahulu ia mengunjungi proyek di suatu wilayah.


"Bagaimana kelanjutan proyek yang sedang dikerjakan?" Tanya Damar


"Hampir 85 % Sebentar lagi akan selesai, Tuan." Ucap mandor proyek


"Bagus, Kedatangan ku kesini menggantikan Presdir Arya untuk memantau keadaan.saat ini beliau memiliki urusan pribadi, dan beliau sempat berpesan untuk segera menyelesaikan pembangunan agar dengan cepat beroperasi."


"Baik, Tuan. akan saya usahakan se-maksimal mungkin, selanjutnya mungkin saya akan menambah beberapa tenaga kerja agar permintaan Presdir Arya bisa tersampaikan dengan cepat."


"Ya, Aku serahkan semuanya padamu." Jawab Damar


"Terima Kasih atas kepercayaannya, Tuan." Jawab mandor


"Baiklah, hanya itu saja yang ingin aku sampaikan padamu.selebihnya akan disampaikan oleh Presdir Arya nanti." Ucap Damar melepas helm safety lalu pergi


Disisi lain~


"Alhamdulillah ya, Pak.akhirnya di tempat kita ada proyek yang sedang dibangun untuk membantu kelangsungan para petani." Ujar Dini


"Iya, Nak.kita tidak perlu jauh menjual bunga kita pada orang lain di luar, dengan setiap harinya kita akan menjadi pemasok kelangsungan proyek itu."


"Iya, Pak.sehingga setelah aku menikah nanti, aku tidak akan khawatir memikirkan keadaan bapak dan ibu.hanya saja mungkin aku tidak akan bisa membantu kalian."


"Perihal perjodohan itu, apa kau yakin menerimanya dengan sepenuh hati."


"Aku tidak tahu ingin bagaimana lagi.Bu Amira sudah melunasi hutang kita, sehingga ingin tidak ingin aku harus menerima perjodohan ini dengan kesepakatan yang sudah di buat."


"Yakinlah, Nak. Bu Amira dan Pak Barma adalah orang baik. Bapak yakin pria yang akan menjadi suamimu juga adalah orang baik." Ucap Pak Malik


"Semoga saja...!" Tegun Dini

__ADS_1


Sekilas Dini teringat pertemuan nya dengan seorang Pria yang tidak sengaja menabraknya kemarin.ada timbul rasa yang berbeda dari dalam hatinya namun, ia sendiri tidak memahami apa yang dia rasakan.


Setelah keperluannya sudah selesai untuk memantau proyek, Lebih dulu Damar memutuskan untuk melihat suasana sekeliling di tempat itu.


Suasana Dataran tinggi, yang sejuk dan angin segar dapat ia rasakan karena banyak pepohonan sekaligus tanaman bunga.


Warga setempat begitu ramah, Banyak para petani yang menyapa melihat kehadirannya yang ada di sana.bukan hal biasa mereka melihat orang yang bersetelan jas datang ke tempat pertanian, berjalan melihat proses kegiatan mereka.


Saat memandangi pemandangan yang sangat indah dari jauh, Mata Damar menembak fokus seseorang yang membuat dirinya teralihkan.


Ia semakin memfokuskan matanya menembak pada satu arah.


"Dinii??" Tegun nya


Ya, Damar melihat Dini yang sedang bekerja bersama ayahnya menanam dan menyiram bunga.


Damar memutuskan untuk pergi menghampiri Dini.hatinya cukup senang, melihat orang yang sempat bekerja di perusahaan yang sama dan sudah lama tidak bertemu kembali setelah peristiwa bunuh diri itu.dan bisa dikatakan, dia bahagia melihat Dini wanita yang ia cintai dapat bertemu dengan pertemuan yang tidak terduga.


"Nona Dini?!" Panggilnya


"Tuan Damar, anda, anda di sini?" Pungkas Dini terkejut


"Apa kabarmu? terakhir aku bertemu denganmu setelah peristiwa bunuh diri itu." Ucap Damar senang sampai ia memegang kedua tangan Dini, sehingga melupakan orang sekitar terutama Pak Malik yang melihatnya


"Em,,, Rupanya anda mengetahui hal bodoh yang ku lakukan itu." Gugup Dini kurang nyaman karena tangannya digenggam oleh Damar


"Ikutlah denganku!!" Paksa Damar menarik tangan Dini


Tentu saja Dini terbawa, Damar begitu agresif padanya.sampai petani lain yang melihat mereka membicarakan Dini dengan hal buruk kembali.


Pak Malik pun sempat heran, dan bertanya siapa dia?


"Tuan Damar, anda akan membawa saya kemana? Tolong lepaskan saya!" berontak Dini


Hal itu tidak cukup membuat Damar mengerti, ia terus menarik Dini dan entah ingin membawanya kemana.

__ADS_1


"Dari awal aku ingin mengatakan hal ini padamu.tapi tidak ada kesempatan bagiku untuk mencari dan bertemu denganmu, tapi saat ini aku menemukan dirimu.akan ku katakan semuanya padamu bahwa AKU MENCINTAI MU!" Ucap Damar yang mengejutkan Dini


"Tu-tuan Damar, apa yang anda maksud?" Ucap Dini menyaring perkataan


"Aku sangat mencintaimu, Din.ingin kah kau menjadi kekasih dan menikah denganku, aku berjanji jika kau menerima cintaku, aku akan mengeluarkan mu dari masalah yang menimpamu saat ini." Ucap Damar dengan mata berbinar memegang kedua tangan Dini


"Tuan Damar, anda pasti bercanda."


"Aku serius, setelah kau menceritakan kehidupan mu dulu padaku.aku sangat kasihan padamu, dan dari situ timbul rasa kagum ku padamu sampai saat ini aku benar-benar mencintai mu." Jelas Damar


"Jika kau tidak percaya, tanyakan pada Tuan Arya.aku menyatakan cintaku padamu dihadapan nya, dia orang pertama yang mengetahui jika aku menyukaimu." Lanjut Damar yang agresif


"Ini adalah pertama kalinya seseorang menyatakan perasaan padaku. Aku pikir Tuan Damar hanya mengasihani diriku, bukan mencintai ku.aku tidak bisa menerima cintanya, karena dia tidak tahu bagaimana kehidupan ku saat ini.aku dijodohkan dan sebentar lagi aku akan menikah dengan pria yang sama sekali aku tidak kenal juga." Gumam Dini


"Bagaimana? Kau menerima cintaku?" Tanya Damar


"Saya tahu anda adalah orang baik, Tuan.maafkan saya, saya tidak memiliki perasaan apapun terhadap anda!" Pernyataannya yang sangat menyakitkan


Semakin longgar, genggaman tangan Damar perlahan memudar lepas darinya.


"Jadi, kau menolak ku?" Tegun Damar


"Bukan menolak.namun, saya pikir alangkah lebih baik kita berteman saja.ada satu alasan yang membuat saya menolak anda dan tidak dapat saya ceritakan."


"Aku sedikit tenang sudah bertemu dan menyatakan perasaan ku padamu, walaupun ada sedikit rasa sakit yang timbul.baiklah, jika kau menolaknya tidak masalah, aku sangat senang jika aku bukan orang yang kau cintai.tapi menjadi teman yang bisa menjadi tempat berbagi cerita." Ucap Damar


"Maafkan saya, Tuan Damar!"


"Tidak apa, maafkan aku sudah menarik paksa dirimu.kembalilah lanjutkan pekerjaan mu, aku akan kembali ke perusahaan."


Terlihat dari raut wajah Damar yang terpasang jelas sangat kecewa, dan dibalik punggungnya yang lemah berjalan pergi meninggalkan Dini.


Dini merasa bersalah, menolak pengakuan perasaan seseorang padanya.ia merasa menjadi wanita yang munafik dan so jual mahal.padahal hati tidak bisa dipaksakan kepada siapa saja untuk melabuh, butuh komitmen yang kuat untuk mencintai seseorang yang di mana akan saling mengikatkan hati mereka.


Dan masalahnya lagi, Dia sudah dijodohkan.ibarat dia sedang dikontrak, dia harus mentaati peraturan dan tidak boleh keluar dari tanggungan kontraknya.

__ADS_1


__ADS_2