
"Jangan, Nak. Jangan dengarkan dia. Bapak yang akan membayar hutangnya dengan uang usaha bapak sendiri.jangan berikan dirimu padanya." Teriak Pak Malik membuka suara membela anaknya
"Diam kau bodoh!!" Bentak Pak Handoko kembali yang kesal
"Sayangku, berapa tahun lagi kau akan mengumpulkan uang sebanyak itu.aku sudah memberikan keringanan dengan menjadikanmu sebagai pelunas hutang ayahmu.ayahmu tidak perlu bekerja lebih keras lagi, ia bisa menikmati uang yang sudah terkumpul dengan berleha-leha.asalkan kau ingin menjadi istri muda ke 5!" Hasut Pak Handoko, yang dikatakan dia memang pandai dalam meyakinkan seseorang, seolah memiliki ilmu dapat menghipnotis orang dengan hanya menatap matanya saja
"Jangan, Nak! Jangan dengarkan pria itu, tundukkan pandangan mu! Jangan menatap matanya!" Terus teriak Pak Malik, yang langsung mendapatkan hantaman pukulan dari anak buah Pak Handoko karena terus berbicara
Seolah sudah terhipnotis, Dini hanya diam membeku dengan tatapan mata kosong menatap mata Pak Handoko.
Pak Handoko menyunggingkan bibirnya, melihat korban sudah masuk dalam perangkapnya.
"Bagus, Sayang. Ayo kita pergi ke kamar! kau bisa menjawabnya hanya didengar oleh telingaku." Bisik Pak Handoko ditelinga Dini yang sudah terhipnotis disambut dengan anggukan pelan yang membuat orang tuanya khawatir
Pak Handoko dan Dini yang terbujur kaku terkena hipnotis, hanya mengikuti ajakan Pak Handoko yang menuntunnya.bak sebuah robot control yang dikendalikan, Dini mengikuti ajakan Pak Handoko yang membawanya masuk ke dalam kamar Dini yang tidak jauh dari ruang tamu.
Pak Malik dan Bu Lia terus memberontak agar lepas dari tahanan dua anak bawahan, untuk menyelamatkan putrinya yang berada dalam bahaya.mereka sudah tahu jika Dini sedang terpengaruh dalam hipnotis yang diberikan Pak Handoko.
Dalam kamar, dengan keadaan Dini yang sudah terbujur kaku terbaring di ranjang seperti robot hidup, dan Pak Handoko yang sedang menutup pintu dengan rapat dan menguncinya dari dalam.
Suara teriakan dan pemberontak kan agar meminta dilepaskan masih terdengar sampai kamar. Namun, Pak Handoko tidak peduli dan sibuk membuka kancing bajunya.dia sudah telanjang dada!
Pak Handoko naik ke ranjang dan menindih tubuh Dini.
Ia membelai wajah Dini begitu lembut, ia tidak sabar untuk memainkan mainannya.
Pak Handoko menghirup tengkuk leher Dini untuk merasakan aroma tubuh yang menggoda dirinya.ia menyingsingkan sedikit pakaian lengan bahu Dini hingga tampak sedikit belahan dadanya.
"Sayangku, kau begitu menggoda." Ucap Pak Handoko mengecup dada Dini
Satu tangannya sudah menelusup masuk ke baju Dini, ia menyingkap sedikit baju Dini yang menampakkan perut mulusnya yang langsing.
Pak Handoko sekilas mengecup perut Dini dengan nafsu menjilati pusarnya.membuat Dini yang tidak sadarkan diri namun, tubuhnya masih berfungsi dapat menerima rangsangan yang diberikan sampai mendesah.
Hal itu membuat Pak Handoko semakin bergairah, dan semakin melanjutkan aksinya.
Saat melakukan aksi membuka setiap kancing baju Dini namun, belum sempat membuka satu kancing pun sudah terdengar suara gebrakan pintu yang membuat pintu kamar itu terbuka.
lalu, seorang menarik kasar tubuh Pak Handoko yang sedang menjalankan aksi, menyeretnya keluar dengan tubuh telanjang dada.
__ADS_1
"Dasar pria tua yang tidak tahu umur! kau sudah melecehkan seorang gadis yang tidak bersalah dengan tubuh tuamu itu!" Marahnya
"Ini uang 5 Milyar untuk membayar hutang mereka (dengan membanting 1 koper yang berisi uang) Jangan kau ganggu keluarga ini lagi karena hutang mereka sudah lunas.PERGI!!" Bentaknya, membuat nyali Pak Handoko ciut, berlari ketakutan bersama membawa uang 5 Milyar nya dan anak buahnya
Di Kamar~~
"Aku sudah ternodai, Bu.aku tidak ingin hal ini, aku ingin kembali pada diriku sebelumnya." Histeris Dini yang sudah menangis tersadar dari hipnotis nya, dengan penampilan yang sudah berantakan di bahu
"Tidak ada sesuatu yang terjadi padamu, Nak.pria tua itu belum sempat melakukan apapun, kau tidak boleh berbicara seperti itu." Ucap Bu Lia menenangkan dengan memeluk erat putrinya
"Aku tidak ingin seperti ini, aku sudah kotor." Histeris Dini terus menangis
"Jangan katakan hal itu, Din. Ibu sendiri yang melihat pria tua itu belum melakukan apa-apa, kau tidak perlu khawatir." Ucap Bu Amira menenangkan Dini
"Bu Amira??" Tegun Dini yang baru menyadari Bu Amira ada berada dihadapannya
"Iya, Ini ibu!" Ucap Bu Amira
"Kau sudah percaya kan, Nak. Ibu dan Bu Amira sendiri yang melihat belum terjadi apa-apa." Ucap Bu Lia
Dini hanya berdiam diri dan mempertimbangkan semuanya.
Berbincang Di Ruang Tamu~
"Terima Kasih ya, Pak, Bu. Tidak tahu harus bagaimana lagi saya membalas kebaikan kalian, kalian sudah banyak membantu kami dengan mengusir rentenir itu." Ucap Dini yang sudah mulai tenang dan mempercayai perkataan semua orang
"Iya, Tuan, Nyonya. Saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kebaikan sekalian." Ucap Pak Malik
"Tidak perlu berterima kasih. Saya dengar kalian memiliki hutang sejumlah 5 Milyar pada rentenir itu." Tanya Bu Amira
"Iya, Nyonya.ceritanya sangat panjang.yang pastinya itu benar, kami memiliki hutang 5 Milyar." Ucap Pak Malik
"Iya, seperti yang dikatakan rentenir tadi.jika kami tidak membayarnya, mungkin sewaktu-waktu rentenir itu akan kembali datang untuk membawa putri kami pergi dengan menikahinya." Ucap Bu Lia
"Kami yang akan melunaskan nya!" Tawar Bu Amira yang penuh maksud terselubung
"Tidak perlu, Bagaimana nyonya bisa melunasi hutang kami.kami sudah banyak terbantu." Ucap Bu Lia menolak karena tidak enak hati
"Jika kalian tidak membayar dalam waktu dekat, Bisa saja Dini yang menjadi taruhannya bukan? Bagaimana jika hal itu terjadi, apa kalian tidak tega melihat Dini menikah dengan laki-laki tua." Ucap Bu Amira
__ADS_1
"Maksud Bu Amira? kami tidak mungkin meminta orang lain untuk membayar hutang kami, kami akan segera mengembalikan uangnya." Ucap Dini
"Benar, Tuan, Nyonya. Bagaimanapun itu adalah kewajiban kami.setelah apa yang kalian lakukan untuk membantu kami selain hari ini, seperti kemarin dengan membeli bunga, kami tidak tahu harus membalas jasa kalian bagaimana lagi." Ucap Pak Malik
"Ada cara jika kalian ingin membalas jasa kami." Ucap Bu Amira
"Apa yang bisa kami lakukan?" Tanya Dini
"Dengan kau yang menerima perjodohan kami!" Lantang Bu Amira
Dini tercengang mendengar pernyataan Bu Amira yang begitu lantang masih ingin menjodohkan dirinya dengan putranya.
"I-ibu masih tetap ingin menjodohkan saya dengan putra kalian??" Tegun Dini
"Iya, dengan begitu saya akan melunaskan hutang kalian." Ucap Bu Amira
"Saya tidak bisa menerima perjodohan ini!" Ucap Dini masih menolak, yang tidak enak didengar oleh telinga Bu Amira karena bukan jawaban yang dia inginkan
"Terima saja Perjodohan kami, Din.kami sangat senang jika kau menerima tawaran dari kami, kami sangat menginginkan dirimu untuk menjadi menantu kami.lagipula saat tadi mengusir rentenir itu, ia mengancam akan datang kembali besok untuk membawa mu pergi.bisa saja nanti mereka akan melakukan yang lebih dibandingkan hari ini." Ucap Pak Barma
"Apakah benar seperti itu??" Tanya Dini
"Iya, Itu benar.memangnya kau ingin menikah dengan laki-laki yang sudah tua.daripada menikah dengannya, lebih baik kau menikah dengan anak kami yang walaupun usianya sudah memasuki 27 tahun." Hasut Bu Amira
"Iya, Din.lagipula jika kau menerima perjodohan ini, ayahmu tidak perlu bekerja lebih keras untuk mengumpulkan uang.kami tidak akan seperti rentenir dengan menagih uang kami sewaktu-waktu." Hasut Pak Barma juga
Dini masih mempertimbangkan segalanya.
"Apa kalian benar akan melunasi hutang kami?" Tanya Dini dengan ragu-ragu
"Iya, kami bersungguh akan melunasinya.sehingga rentenir itu tidak akan mengganggu kalian lagi, dan kami tidak akan menagih uang kami.kami hanya meminta mu untuk menerima perjodohan kami." antusias Bu Amira menjelaskan
Cukup lama dan panjang semua orang menunggu Dini untuk bersuara.
Pada akhirnya...
"Baiklah...Aku menerima perjodohan ini!" Ucap Dini begitu lantang setelah mempertimbangkan panjang dari tadi, yang terdengar sangat merdu ditelinga Bu Amira.
Raut wajah ceria yang sumringah terpasang dari wajah Bu Amira, jantung nya menggebu-gebu setelah mendengar jawaban yang diinginkannya dari sejak dulu.
__ADS_1
Hari ini beliau sangat bahagia, akhirnya Dini menerima perjodohan nya dan sebentar lagi ia akan menjadi menantunya.