
Hari ini Ansel akan pergi ke sekolah setelah didaftarkan di sekolah yang baru oleh Darwin dan juga Dini.
Mereka tidak pernah mengambil pusing menempatkan anak di sekolah mewah dan juga bergengsi jika bersangkutan dengan pendidikan anak.
Mereka menyekolahkan Ansel di sekolah nomor satu di Indonesia. biaya yang dikeluarkan pun bukan kaleng-kaleng. sangat mahal pastinya, Namun terjangkau bagi orang kaya!
"Selamat pagi anak-anak!" Pungkas Bu Guru
"Pagi Bu..." Jawab serentak murid-murid
"Baik. Saat ini kita kedatangan siswa pindahan yang akan bersekolah di sini dan akan menjadi teman baru kalian. maka dari itu, ucapkan selamat datang padanya, Ya! Ansel, Ayo silakan masuk!" Titah Bu Guru
Ansel yang pemberani dan percaya diri diusianya tidak takut atau menangis untuk ditemani kedua orang tuanya. ia sangat mandiri untuk beradaptasi di lingkungan yang baru terlepas dari Darwin dan Dini yang hanya mengantarkannya sampai kantor kepala sekolah untuk memverifikasi masuknya ia di sekolah baru.
Kini Ansel melenggang masuk ke dalam kelas menghampiri Bu guru di depan kelas untuk memperkenalkan diri.
"Nah Ansel, ini adalah teman-teman mu di sini, Ya! Kalian bisa saling berkenalan nanti. Sekarang silakan perkenalkan diri pada teman-teman mu!" Ucap nya
"Halo, Teman-teman! Perkenalkan namaku Ansel Ayyash Syahreza Pratama, Aku berasal dari pindahan sekolah Swiss dan akan bersekolah di sini." Ucap Ansel memperkenalkan diri
"Selamat datang Ansel!" Serentak para murid menyambut Ansel
"Baik Ansel, kau bisa duduk di barisan pertama sebelah Arsen, Ya!"
"Baik, Bu!" Dengan senang Ansel yang menduduki bangku kelas dua siap belajar di sekolah yang baru
Pelajaran pun di mulai sampai waktu jam istirahat.
Kurang lebih berjalan selama satu jam setengah. pelajaran telah selesai dan bel berbunyi menandakan waktu istirahat.
"Baik semuanya, ini sudah waktunya jam istirahat. ibu harap kalian bisa makan di kantin atau bekal yang dibawa dari rumah agar pelajaran nanti yang berlanjut kalian tidak lapar, Ya?" Ucap Bu Guru
"Baik, Bu guru..." Jawab serentak para murid
Bu Guru itu pun keluar dari kelas karena ia pun harus istirahat.
Saat guru mereka sudah keluar, serentak teman kelas Ansel berdatangan menghampiri untuk berkenalan dengannya.
"Kenalkan Ansel, aku Gino, aku adalah temannya Arsen! Kita juga bisa berteman nanti." Ucap Gino
__ADS_1
Ansel pun menyambut jabatan tangan dari Gino dengan ramah.
"Arsen, ayo kemari! Memangnya kau tidak ingin berkenalan dengan teman baru kelas kita?" Ajak Gino
Sejak dari tadi siswa lain ribut untuk berkenalan dengan Ansel, berbeda dengan anak titisan Arya ini, Arsen sama sekali tidak bergairah dan memilih diam masih duduk di kursi meja miliknya dengan tatapan datar dan dingin.
"Untuk apa? bukankah dia sendiri sudah memperkenalkannya pada kita. Aku tahu namanya adalah Ansel, bukan? untuk apa kita berkenalan lagi?!" Ketus Arsen
"Itu memang dia sudah memperkenalkan nama pada kita. Tapi kita belum memperkenalkan diri padanya, kita harus memberitahu Ansel nama kita masing-masing agar dia bisa tahu!" Ceramah Gino
"Tidak perlu! Kau sendiri sudah menyebut namaku padanya. Dia sendiri pasti sudah tahu namaku Arsen!" Jawabnya dingin
"Hah,,, Tidak ada gunanya memberitahu Arsen. dia terlalu kaku untuk memberikan sambutan!" Ketus Gino yang lelah dan tidak habis pikir
Dengan sengaja Ansel menghampiri Arsen untuk mencoba mendekatinya.
"Halo Arsen! Kau sangat unik dari yang lain. Aku harap kita bisa berteman dengan baik." Ujar Ansel
"Hmm..." Singkat Arsen merespon
"Haduhh... dia benar-benar sangat memalukan aku sebagai temannya." Ucap Gino sambil menepuk jidatnya sendiri
"Ansel, tidak perlu takut dengannya. Sebenarnya dia sangat baik pada semua orang, tapi dia memang memiliki sifat seperti ini."
"Kau benar, maklumi saja Arsen. jika kau sudah mengenalnya lebih dekat kita akan menjadi teman yang kompak." Ujar Gino
Mereka bertiga pun pergi keluar kelas dan duduk di taman sekolah sambil menikmati bekal mereka.
"Apa itu?" Tanya Gino melihat isi bekal Ansel
"Ini adalah bekal makanan yang disiapkan ibu ku untukku. Bagus kan? ibuku membuatnya menjadi lebih berkreasi." Ujar Ansel
"Bagaimana cara agar bisa semenarik ini?" Tanya Gino
"Aku tidak tahu bagaimana ibuku menghiasnya. Tugasku hanya memakannya saja." Ucap Ansel terkekeh
"Apa seorang ibu selalu membuatkan bekal makanan seperti ini? Gino yang memiliki ibu tidak pernah aku melihat bekalnya seperti ini." Ujar Arsen yang membuka suara. Membuat Ansel terkejut ia bisa bertanya
"Benar, aku juga ingin dibuatkan bekal seperti ini. nanti aku akan memintanya pada ibuku!" Ucap Gino
__ADS_1
"Ibuku memang berbeda dari yang lain, dia adalah seorang dokter, namun dia masih bisa merawat ku dengan baik selain pasiennya." Kata Ansel
"Ibumu pasti sangat hebat!" Lirih Arsen terdengar bergetar
"Tentu saja, dia sangat hebat, pintar dan juga sangat cantik. Aku bangga memiliki ibu seperti ibuku." Jawab Ansel
"Seorang ibu memang sangat hebat!" Ujar Gino
Seketika raut wajah Arsen pun murung, ia merasa sedih karena tidak bisa mengekspresikan bagaimana seorang ibu itu?!
"Bagaimana dengan ibumu? Apa dia juga sangat hebat? Aku yakin ibumu juga sangat menyayangi dirimu dan sering menyiapkan bekal untukmu. seorang ibu tidak pernah jahat pada anaknya." Tanya Ansel
"Tidak, aku tidak memiliki ibu. aku hanya memiliki nenek dan juga bibi yang selalu membuatkan bekal untukku. Ayahku sendiri sangat sibuk bekerja di perusahaan nya, aku selalu sendiri di mansion." Jawab Arsen dengan getir
"Kemana perginya ibumu, Arsen?" Tanya Ansel
"Aku tidak tahu di mana ibuku. Sejak kecil aku hanya tinggal bersama ayah, kakek, nenek dan juga bibi. Aku tidak pernah melihat ibuku." Jawab Arsen sedih
"Maafkan aku Arsen, aku tidak tahu jika kau tidak memiliki ibu. dengan seenaknya aku membicarakan ibu di depan mu!" Ucap Arsen merasa bersalah
"Tidak masalah, aku sudah terbiasa seperti ini." Jawab Arsen begitu tegar
Perbincangan ketiga seorang anak dilanjutkan dengan memakan bekal mereka masing-masing saling berbagi dan mencicipi satu sama lain. sepertinya Arsen, Gino dan Ansel akan membuat sebuah lingkaran pertemanan yang baru.
"Bagaimana rasanya sangat lezat, bukan?" Tanya Ansel yang sudah habis bekalnya
"Iya, masakan ibumu sangat lezat. Pastinya setiap hari ibumu selalu memasak makanan yang lezat seperti ini." Ujar Gino
"Jika kalian masih ingin merasakan masakan ibuku. Aku akan membawanya untuk kalian besok." Tawar Ansel
"Iya, boleh saja! Bawakan yang banyak, Ya!" Jawab Gino yang tidak sungkan
"Tenang saja! Aku akan mengatakan langsung pada ibu setelah pulang sekolah nanti."
"Bagus! Kau memang teman ku yang baik." Peluk Gino pada Ansel dan tidak lupa memeluk Arsen yang menolak dipeluk itu
Ansel dan Gino pun saling tertawa menatap Arsen yang menjadi temannya kini. suatu keunikan bagi Ansel dapat berteman dengan Arsen yang walaupun baru berbincang sebentar tadi. ia sangat senang mengenal Arsen tidak seburuk yang ia kira.
Bel masuk pun berbunyi.
__ADS_1
Istirahat telah selesai selama 25 menit dan siswa siswi kembali memasuki kelas mereka masing-masing.
Jam pelajaran pun berlanjut hingga waktu pulang pukul 12.00 Wib.