Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
148. Pembelaan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 21.15 WIB.


"Ini sudah malam. Tidurlah! Kau pasti sangat lelah, bukan?" Perhatian Arya pada Dini


"Aku sangat kotor. Aku akan mandi terlebih dahulu sebelum tidur." Jawab Dini


"Tidak perlu. Mandi malam tidak baik bagi ibu hamil. Jika ibu hamil sering mandi malam, tubuh jadi lebih mudah masuk angin atau terserang flu. Selain itu, mandi di malam hari dapat mengurangi jam tidurmu. Tandanya kau akan begadang, dan begadang saat hamil dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh sendiri dan kandungan. Oleh karena itu, sebaiknya kau tidak membiasakan diri mandi larut malam."


"Tapi aku tidak sering mandi pada malam hari. Ini adalah pertama kalinya karena kebetulan." Ucap Dini mengelak


"Tidak perlu melawanku. aku pikir kau lebih tahu tentang ini karena kau mantan mahasiswa kedokteran, dan kau belajar akan hal ini."


"Jika tidak bisa mandi air dingin, Aku bisa mandi menggunakan air hangat." Usul Dini optimis


"Tapi hal itu sama saja akhirnya kau akan kedinginan setelah mandi, Bukan?" Debat Arya tak ingin kalah


"Tap..." Terhenti karena Arya menyimpan jari telunjuknya di depan mulut Dini


"Ini demi kebaikan anakku. Sekarang kau ganti saja pakaianmu lalu tidur. Kau bisa mandi besok hari." Ucap Arya memaksa


Dini yang tidak bisa menjawab lagi karena paksaan, ia hanya menurut.


"Baiklah." Jawab Dini wajahnya masam


Pergi mengambil pakaian tidurnya dan menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian.


Sama halnya dengan Arya, ia pergi ke kamarnya setelah memastikan jika Dini menurut.


Saat masuk kamar, untung saja Valerie sudah tertidur lelap di sana. Sehingga tidak membuat Arya pusing dengan pertanyaan yang menginterogasi dirinya.


Memutuskan untuk membersihkan diri dengan hanya mencuci wajah dan mengganti pakaian tidur. Arya menaiki ranjangnya dan tidur di samping Valerie.


Pagi hari tiba~


Hari libur ini semua penghuni rumah Arya tidak ada kegiatan apapun. jadi, mereka menghabiskan waktunya di rumah. Seperti biasa Dini sibuk dengan pekerjaan rumah walaupun dalam keadaan hal yang kurang mengenakkan terjadi padanya kemarin.


Sedangkan Bu Clara menonton televisi di ruang tengah, Valerie yang berada di kamarnya, Dan Arya di ruang kerjanya.

__ADS_1


Valerie menuruni tangga, menghampiri Dini yang sedang mengepel dan dan dengan sengaja menyenggol ember berisi air sampai sedikit tumpah mengenang di lantai.


"Uups...Maaf. Aku sengaja." Tawanya mengejek


Menghiraukan Valerie, Dini tak menggubris sekalipun dan dengan sabar mengepelnya kembali.


"Ke mana saja kau kemarin? Seharian tidak pulang membuat orang rumah kelaparan saja." Tanya Valerie


Valerie memang tidak tahu apa yang menimpa Dini kemarin. Sehingga ia bertanya hanya sebatas untuk dijadikan sebagai bahan memprovokasi.


"Tidak ada urusannya dengan, Nyonya. Seorang atasan mana mungkin ingin mengetahui urusan pembantunya. Itu namanya nyonya terlalu ikut campur dengan urusan orang lain." Jawab Dini dingin


"Owh, seperti itu. Baiklah, Jika kau tidak ingin ditanya. Sekarang juga buatkan aku nasi goreng. kau tahu kan jika tuan muda kecil dalam perutku ini lapar." Pinta Valerie


"Aku bukan pembantu mu. Aku berada di sini hanya karena tuan, sudah tugasku untuk hanya melayaninya." Jawab Dini


"Tapi aku nyonya rumah di sini. jadi, tuan ataupun nyonya rumah harus melayani atasannya."


"Yang berkuasa atas rumah ini adalah Tuan rumah, Yakni Tuan Arya. Bukan nyonya rumah." Kecam Dini


Ingin membalas ucapan Dini, tapi terpotong karena kedatangan Arya yang keluar dari ruangan kerjanya dan sedang menuruni anak tangga.


"Arya, Dia lebih dulu yang memulainya. Aku mengidam nasi goreng dan meminta dia untuk memasaknya untuk ku. Tapi dia menolak." Rengek Valerie mengadu


Sekilas Arya menatap ke arah Dini.


"Kau ingin nasi goreng? Tidak perlu memasak, Aku bisa membelikannya untukmu di luar sana." Usul Arya


"Tapi masakan luar tidak sehat. jika terjadi sesuatu pada bayi kita bagaimana? Biarkan dia saja yang memasaknya. itu lebih sehat karena masakan rumahan." Rengek Valerie


"Apa bedanya masakan luar dan rumahan? Bukankah sama-sama dimasak oleh manusia. Dia juga manusia, dan orang yang memasak di luaran pun juga manusia. yang terpenting adalah kebersihan saat berkontribusi untuk menghindangkan makanan pada pengonsumsinya. Jika kau mementingkan kesehatan, aku akan membelinya di Restaurant bintang 10 agar terjamin kehygienisan nya." Cetus Arya


Valerie tertegun mendengar penjelasan Arya yang seolah membentaknya. Dan tidak ingin menjawab.


"Dia baru saja kembali. Dan biarkan istriku istirahat." Ucap Arya


"Apa aku tidak salah dengar? Sejak kapan kau memanggilnya sebagai istrimu?! dan sejak kapan kau menganggapnya istri, hah?! Apa kau sedang mabuk?" Herannya bernada tinggi

__ADS_1


"Apa sekarang kau mulai membantah perintahku?"


"Selama ini aku tidak pernah membantah apapun perintah mu. tapi sekarang aku sadar bahwa sikapmu padanya saat ini berbeda. Apa tadi kau sedang menunjukkan sebuah pembelaan untuk wanita ini?!" Tanya Valerie meninggi


"Nyonya, Tuan, Cukup! Kalian jangan bertengkar. Tidak apa-apa, Tuan. Saya akan memasak nasi goreng khusus untuk nyonya." Ucap Dini menengahi pertengkaran mereka


"Apa begini cara istri yang baik mencoba merebut hati suaminya? Tadi kau menolak keinginan ku, dan sekarang dihadapan Arya kau menyetujuinya." Hardik Valerie


"Kau juga belum memasak untuk Tuan mu sarapan pagi, Bukan? dari tadi kau sibuk mengepel dan melupakan jika ada perut kosong yang kelaparan." Lanjut Valerie


"Saya belum memasak karena bahan makanan kemarin terjatuh berserakan dan tidak sempat membelinya lagi. Jadi, sekarang saya meminta ojek online untuk bisa membantu membeli bahan makanan itu." Ucap Dini sambil menyembunyikan kebenaran


"Kau dengar penjelasannya? Dia belum memasak karena tidak ada bahan yang bisa dimasak." Bentak Arya pada Valerie


Rupanya keharmonisan mereka kali ini tidak seindah keromantisan dahulu yang selalu diperlihatkan.


"Kenapa kau jadi membentakku. Salahkan dia saja yang pergi seharian mengatakan ke supermarket, tapi tidak membawa bahan apapun. Kau harus tahu jika dia berbohong padamu."


Arya tahu betul apa yang sempat terjadi kemarin sebenarnya. Sehingga dia tidak berpikir buruk pada Dini.


"Kenapa kau diam? Karena perasaanmu sudah berbeda padanya. Kali ini dan kemarin kau membelanya. Sedangkan aku, kau selalu marahi. Wanita ini memang pembawa sial..." Hardik Valerie menghampiri Dini dan menyerang Dini dengan mendorongnya agar terjatuh


Akkhh...


Tergelincir karena lantai yang masih basah saat Valerie mendorong karena terbawa arus pijakan yang licin.


"Diniii...!!"


Terlihat Arya bergerak cepat dengan berlari pada Dini yang berada jauh dengannya yang siap akan terjatuh.


Menyaksikan kepedulian Arya yang berlari menyelamatkan Dini. Valerie hanya memasang mata mengikuti Arya yang menghampiri Dini dan melewatinya begitu saja.


Hap!


Disyukurinya Arya tepat waktu menangkap Dini hingga tidak sampai terjatuh lebih bawah dan keras sampai lantai.


Jika itu terjadi, bisa saja hal buruk menimpa Dini yang tengah mengandung bayinya juga.

__ADS_1


Menatap mereka berdua, Valerie terbakar akan api cemburu yang berkobar. Ia menatap Dini dengan penuh kebencian yang sangat besar. ia sangat heran kenapa Arya bisa seperhatian itu pada Dini.


__ADS_2