Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
97. Rapat Mendadak


__ADS_3

"Mohon maaf. Di jalan sedikit macet. sehingga aku datang terlambat." Ujar Arya yang baru datang masuk ke ruang pertemuan privasi


"Tidak apa, Presdir Arya. Saya belum lama datang." Pungkas Ketua Asosiasi


Arya hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban. Dan duduk di singgasana nya.


"Sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada Tuan Damar dan khususnya Presdir Arya. saya sudah meminta pertemuan secara mendadak di malam hari. Saya harap Presdir tidak terganggu jika ada keperluan lain yang sedang dikerjakan." Kata ketua asosiasi itu


"Sungguh tidak ada, Pak. kebetulan hari ini saya memiliki waktu yang senggang. Jadi, tidak masalah jika Anda sendiri melakukan pertemuan di jam 9 malam." Kata Arya


Ketua Asosiasi hanya tersenyum-senyum dan mengangguk-angguk.


"Damar, Apa kau sama sekali tidak menyiapkan minuman atau camilan?" Tanya Arya pada Damar yang berdiri di sisinya


"Tidak, Presdir. Saya lupa." Kata Damar yang menjadi tidak enak hati dan bersalah


"Tidak perlu repot-repot, Presdir Arya. Saya tidak akan lama di sini." Ujar ketua asosiasi


"Dengan prihatin, saya ingin memohon maaf karena tidak menyiapkan pertemuan ini dengan baik. Lain kali jika ada pertemuan lain, datang saja ke rumah saya, saya mungkin akan sedikit menjamu anda." Kata Arya


"Tidak perlu repot-repot, Presdir. kita mulai pada intinya saja."


"Baiklah, silahkan!"

__ADS_1


"Saya senang perusahaan Presdir ini berkontribusi dengan kami, ikut mengumpulkan penggalangan dana guna bakti sosial yang akan kita lakukan di mulai besok. Dari hasil satu bulan pengumpulan dana, sekitar 4 milyar yang sudah kita kantongi."


"Itu jumlah yang sangat besar sekali. Dengan adanya bakti sosial ini, menumbuhkan rasa simpati dan empati serta kepedulian


sosial dalam masyarakat, dan menambah amal perbuatan kebaikan mereka, sekaligus untuk meningkatkan dan mempererat tali persaudaraan, wujud kepedulian atau rasa kemanusiaan terhadap sesama. itu terbukti dari banyaknya orang yang ikut menggalang kan dana." Jelas Arya


"Itu belum termasuk dana dari yang akan Presdir keluarkan. hhhh..." Kekeh ketua Asosiasi


Arya hanya tersenyum kecut.


"Yang menjadi faktor keberhasilan penggalangan dana ini, semua berkat nama Presdir Arya dan nama perusahaan ini. Siapa yang tidak kenal dengan anda, itulah sebabnya bisa menjangkau luas acara ini."


"Itu sudah pasti." Ungkap Arya dengan angkuh


"Seperti yang sudah dijelaskan dan ditentukan saat rapat 1 bulan yang lalu. Kita lakukan saja kegiatan yang sudah di tentukan. Hari pertama mungkin aku tidak bisa mengikuti pembukaan bakti sosial ini, aku akan serahkan tanggung jawab ini pada Damar asisten ku. besok adalah agenda di mana saya harus pergi ke luar kota melakukan pertemuan dengan klien saya. Saya akan berkontribusi di hari ketiga saja, saya pikir di hari penutupan saya harus hadir."


"Sayang sekali anda tidak bisa berkontribusi secara penuh mengikuti bakti sosial ini. padahal berbagai bentuk, baik sumbangan berupa dana, program, sumbangan ide, tenaga yang diberikan adalah berasal dari anda. Saya tidak tahu ternyata anda sesibuk ini, Presdir."


"Kesibukan ku setiap harinya itu sudah biasa. Jika tidak, perusahaan ku tidak akan sesukses sekarang." Jawab Arya angkuh


"Saya salut dengan anda. Mungkin itu saja pertemuan kali ini, Saya harus pergi sekarang juga untuk menyiapkan progres keperluan besok." Ujar ketua asosiasi


"Iya. Terima Kasih!" Ujar Arya

__ADS_1


"Oh, iya, Presdir. Ini berkas yang harus anda tanda tangani sebagai bentuk terjalinnya bakti sosial ini." Kata Ketua Asosiasi memberikan sebuah berkas


"Di mana aku harus menandatanganinya?" Tanya Arya


"Di sini, Presdir!" Tunjuk ketua asosiasi itu di salah satu lembar pengesahan


Tanda tangan berharga Arya sudah terpampang nyata di atas materai 10000.


"Baik. Terimakasih, Presdir. 3 hari lagi kita akan bertemu kembali. Senang mengenal anda!" Berdirinya dan mengulurkan tangan untuk berjabatan sebelum pergi


"Senang juga mengenal anda!" Jawab Arya sambil berjabatan tangan


Pertemuan itu selesai, dan tidak berlangsung dengan lama. Ketua Asosiasi pergi meninggalkan ruang pertemuan privasi itu, dan melanjutkan keperluan nya di tempat lain.


"Damar, kirimkan sumbangan dana sebesar ** Milyar pada rekening mereka. Agar mereka bisa dengan cepat memproses bakti sosial besok, Dan aku juga memintamu untuk menggantikan ku besok di sana." Ucap Arya tanpa segan menyebutkan sejumlah nominal uang


"Maaf, Presdir. Jika besok anda harus pergi ke luar kota menemui klien. Bukankah seharusnya saya juga harus ada bersama anda?" Tanya Damar


"Tidak perlu. Pertemuan ini tidaklah penting. Kau fokus saja pada tugas yang ku berikan padamu." Kata Arya


"Baik, Presdir. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewakili anda." Jawab Damar


"Ini sudah pukul 20.15. Aku akan kembali pulang. Sebaiknya kau pulang juga." Ungkap Arya terburu-buru

__ADS_1


"Baik, Presdir. Hati-hati!" Kata Damar


__ADS_2