
"Cepat! masak makan siang untuk kami. Kami lapar dan butuh makanan." Perintah Bu Clara dengan nada tidak ramah pada Dini
"Masakan sarapan tadi masih tersisa. Sebaiknya dihabiskan dahulu agar tidak mubazir." Kata Dini
"Putriku nyonya di sini. Dan kau sebagai pembantu seharusnya menurut, bukan memerintah." Hardik Bu Clara
"Baiklah, kalian tunggu saja. Akan ku siapkan sebentar lagi."
"Nah, begitu. Aku tidak akan sampai memarahi dirimu jika kau menurut." Langsung pergi Bu Clara setelah mangsanya tersudutkan
"Semua bahan masakan hampir habis. Aku belum sempat pergi ke supermarket untuk membeli bahan bulanan." Keluh Dini
"Tuan pun tidak memberiku uang untuk mengurus keperluan dapur. Akan ku coba untuk memintanya nanti." Lanjut Dini memasak dengan bahan seadanya yang masih tersedia
Dua menu masakan yang lezat menggugah selera sudah tersedia di atas meja.
Bu Clara dan Valerie yang seperti tidak pernah makan 1 bulan itu kalap dan lahap berebutan untuk menambah.
Hingga butiran nasi berjatuhan ke lantai dan berserakan di meja makan.
Dini yang melihatnya pun sempat heran. Dia baru saja melihat sisi lain dari berkelasnya Valerie.
"Akh,,, Akhirnya, Perutku kenyang juga." Ucap Bu Clara sedikit merebahkan tubuh saat selesai makan sambil menggeliat
"Ibu, Jaga image mu! Jika wanita itu melihat bagaimana?" Ucap Valerie
"Maaf. Apa agenda kita hari ini." Tanya Bu Clara
"Aku baru saja mendapatkan uang dari Arya dan jumlahnya banyak sekali. Bagaimana jika kita pergi ke mall membeli baju, tas keluaran terbaru."
"Ayo, Ayo, Ibu juga sudah lama tidak membeli baju." Senang Bu Clara berjingkrak
"Ayo kita pergi sekarang, Bu." Ujar Valerie juga yang sangat senang
Menghampiri Dini yang ada di dapur.
"Dengar! Kami akan pergi ke mall. Kau ingin ikut? oh tentu tidak bisa, kau akan membuat malu kami di sana." Ucap Bu Clara
"Tugasmu bersihkan meja makan itu, dan kembali siapkan makanan kami untuk makan malam nanti." Lanjut Bu Clara memerintah
__ADS_1
"Baik, Nyonya." Jawab Dini
Puas dengan jawaban Dini, Bu Clara dan Valerie pun pergi dari sana dan keluar untuk pergi ke mall.
Dengan sangat lelah seharian bekerja dan ditindas oleh Bu Clara yang tak henti memerintah. Dini pun harus bergelut dengan sapu dan pel untuk membersihkan butiran nasi bekas para bebek yang makan dengan tak karuan sampai berserakan.
Kurang lebih 10 menit dia membereskan dan membersihkan piring yang dicuci. Pekerjaannya pun selesai dengan Dini setengah merebahkan diri duduk di sofa ruang keluarga. Badannya terasa remuk harus bekerja seharian, dan kali ini lumayan untuk beberapa jam ke depan dia mengistirahatkan diri tanpa ada nenek lampir yang menyuruhnya.
Hahhh...
Menghela napas panjang kala dirinya terduduk di sofa yang empuk.
"Akhirnya pekerjaan ku selesai juga. Sekiranya walaupun sebentar, ada waktu untuk aku beristirahat beberapa jam ke depan." Kata Dini yang merasakan tubuhnya sedikit rileks
"Apa kau juga di dalam sangat lelah, Nak? Ibumu selalu membawamu untuk ikut dengan ibu melakukan pekerjaan rumah. maafkan ibu yang tidak bisa diam sampai kau merasakan apa yang ibumu ini lakukan." Ucap Dini pada janinnya kini yang perutnya di elus lembut
...***...
Malam Tiba~
Pukul 18.45 WIB
Semua menu sudah tertata rapi di atas meja makan. Hanya tinggal menunggu Arya, Valerie dan Bu Clara pulang.
"Semuanya sudah siap tapi yang lain belum juga pulang." Keluh Dini
Ding...dong...
Suara bel berbunyi.
"Mungkin itu mereka." Ucap Dini pergi membukakan pintu
Terdapat Arya yang akhirnya pulang.
"Di mana Valerie? Kenapa kau yang membuka pintu?" Tanya Arya
"Nona Valerie dan Bu Clara belum kembali setelah mengatakan akan pergi ke mall." Jawab Dini
"Di jam seperti ini mereka belum kembali?!" Tegun Arya menekan bicaranya
__ADS_1
Dini mengangguk sebagai jawaban.
"Apa ibu mertua tidak mengingatkan Valerie jika udara malam tidak baik untuk ibu hamil. Di jam seperti ini mereka belum kembali juga." Khawatir Arya
"Hahaha... Lihatlah ibu baju branded Dior ini yang ku beli. Aku jadi tidak sabar memakainya." Bincang Valerie dengan ibunya yang tertawa-tawa
"Ibu juga membeli tas LV yang sudah lama ibu inginkan. Ibu juga tidak sabar ingin memamerkannya pada teman-teman ibu." Ucap Bu Clara berjalan masuk ke rumah
Dengan melihat tingkah laku mereka sedari tadi Arya yang berdiri di depan pintu dan Dini di belakangnya yang tidak disadari Bu Clara dan Valerie.
Arya menyimpan kedua tangan di saku celana memantau Valerie yang belum sadar akan kehadiran Arya menjadi cctv untuknya.
"Iya, Aku jad..." Kalimatnya terpotong saat matanya membidik Arya sudah berdiri menatap tajam di depan pintu
Raut wajah Valerie pun seketika pias karena takut.
Namun, Berusaha memaksimalkan untuk bertindak biasa saja.
"Arya, Kau sudah pulang? Cepat sekali hari ini." Hampiri Valerie
"Dari mana saja kau? Aku pulang bukannya kau di rumah malah pergi tanpa seizin ku sampai pulang malam seperti ini." Ucap Arya yang langsung menyambar menasihati
"Dan kau ibu mertua, Apa ini yang disebut dengan menjaga? Kau tidak mengingatkan ataupun cepat membawa Valerie pulang sebelum malam tiba. Sudah tahu angin malam tidak baik untuk ibu hamil." Lanjut Arya pada Bu Clara
"Dan juga apa ini Valerie, Kau mempermainkan ku? Kau sedang hamil dan malah memakai baju seksi dan high heels seperti ini, Bagaimana jika kau terjatuh?" Nada Arya semakin meninggi
"Apa masalahnya Arya? Ini adalah fashion ku, Aku sudah terbiasa. Dengan kondisi apapun tidak akan menyurut kemungkinan perubahan pada diriku untuk mengubah penampilan. Aku hamil dan bukan lumpuh, jadi tidak ada alasan bagiku untuk tidak memakai high heels." Jawab Valerie melawan
"Ini salah Ibu. Ibu yang tidak terlalu menentang tindakan Valerie dari dulu. tapi karena Valerie sedang hamil, ibu akan mencoba untuk memberi pengertian padanya. Tolong jangan marahi Valerie, menantu!" Ucap Bu Clara
Tanpa mampu berkata dengan keadaan marah, Arya masuk ke dalam rumah menuju kamar tanpa ingin berbicara dengan Istri tersayang nya.
Dini yang melihat kepergian Arya dengan menatap punggung nya yang semakin menjauh terlihat marah, lelah, gundah sampai Dini menatapnya dengan rasa nanar dan Iba.
"Puas Kau melihatku dimarahi oleh suamiku sendiri. Aku rasa kau mengatakan yang tidak-tidak terhadapku padanya sampai dia bisa marah seperti ini." Ucap Valerie masuk dengan menyenggol kasar bahu Dini
"Aku akan membalas perbuatan mu pada putriku nanti." Peringatan Bu Clara
Untuk kedua kalinya Dini terdorong akibat Bu Clara yang menyenggolnya dan hampir akan terjatuh namun, dengan gerak cepat dia meraih gagang pintu yang dapat menopangnya agar tidak terjadi sesuatu pada janinnya.
__ADS_1