
Arrrrrrrgghhhhh...
Teriakan terdengar sangat menyakitkan.
Tubuh itu di dorong hingga terhempas sangat jauh hampir terjatuh. Wanita itu tengah menatap tak percaya.
Apa yang terjadi? Kenapa? Ada apa? Pertanyaan ingin segera mendapatkan jawaban.
Baru saja 3 detik ia memeluk tubuh pria itu, sudah terdengar teriakan kesakitan, dorongan yang kuat sampai membuatnya terlempar jauh tak memeluk lagi!
"A-ada apa?? Arya, Apa yang terjadi denganmu?" Pekik Dini bingung, ia berusaha mendekati Arya dan menyentuhnya lagi
Sentuhan kulit itu terasa di tubuh Arta, untuk kedua kalinya Arya meringis kesakitan sampai membuat istrinya bingung.
"Arya, katakan sesuatu padaku apa yang terjadi denganmu?" Geram Dini memaksa
Gejala itu terulang lagi bagaimana rasanya setelah bertahun-tahun tak dialami lagi, gejala yang sakit saat di sentuh oleh wanita lain dapat dirasakan dari tubuh Dini. Ada apa dengan respon tubuhnya? Kenapa bisa merasakan gejala ini dari penyakit aneh yang ia alami?!
Bukankah ia tidak memiliki masalah dengan Dini, bahkan hanya Dini yang bisa menyentuhnya.
"Arya, Kenapa diam saja dan terus kesakitan. Tolong katakan sesuatu agar aku mengetahuinya." Geram Dini terus bertanya, dan sekalinya lagi ia memegang tangan Arya
Sekali lagi Arya meringis kesakitan, saat itu juga tangan Dini ditepis secara kasar.
Deg!
Sungguh sakit hati saat Arya menepisnya seperti itu.
"Jangan mendekat, Tolong menjauh dariku!" Ucap Arya memundurkan dirinya jauh dari Dini
Tak hentinya Dini maju untuk mendekati Arya dan menyentuhnya lagi.
Namun, perlakuannya tetap sama, Arya tetap menepis dan menjauhkan diri dari Dini terus menerus memegang kepalanya kesakitan. Di sanalah baru terlihat, tiba-tiba dari lengan Arya muncul ruam kemerahan.
Dini semakin dilanda kekhawatiran. Ia masih belum menyadari situasi saat ini dan menganggap sepertinya Arya sedang sakit ataupun ia memiliki Alergi dingin karena suasananya saat ini dingin.
"Suamiku sedang sakit. Tolong bawa dia ke rumah sakit sekarang juga untuk mendapatkan pengobatan." Bicara Dini meminta pada polisi yang masih menunggu di sana
Dini kacau. Ia malah terus mendekati Arya dan berkali-kali menyentuhnya lagi.
Arya terus berteriak meringis kesakitan. Rasa sakitnya tidak bisa di tahan lagi. Gejalanya sama yang terus membuat ia tersiksa terulang lagi hari ini.
Arya yakin, gejala ini muncul saat Dini menyentuh tubuhnya. Kenapa harus Dini yang tidak bisa menyentuhnya? Apakah tidak ada wanita di dunia ini yang bisa dekat dengannya? Kenapa ini malah terjadi?
__ADS_1
"Kenapa kalian diam saja? Kalian tidak memiliki hati nurani. Kalian hanya melihat dan menjadikan suamiku yang sedang kesakitan sebagai tontonan." Teriak Dini marah membentak polisi itu
Tak ada satupun polisi yang menggubris. Mereka tetap santai dengan patungnya.
"Arya bertahanlah, Aku akan membantumu keluar dari penjara ini. Aku sudah berada di sini, kau akan baik-baik saja." Ucap Dini menghampiri dan menyentuh lagi
Hingga pada akhirnya Arya kehilangan akal, Ia tidak berpikir jernih, hingga mendorong Dini sangat kuat sampai tubuh istrinya terlempar dan kepalanya membentur tembok.
Dug!
Kepala itu lolos membentur tembok dan terdengar nyaring.
Dini tertegun. Ia hanya menatap Arya tidak percaya. Air matanya kembali lolos menetes ke lantai. Suaminya tidak terduga sudah mendorong dia hingga semenyakitkan ini.
"Arrrrrrgghhh.... Dini, Dini, maafkan aku, aku tidak sengaja mendorong mu. Maafkan aku... Aaarrgghh..." Terusnya berbicara sambil meringis
"Apa yang sudah terjadi?" Lirih Dini menyadari sesuatu
"Tubuhku sakit saat kau menyentuhku... Aargghh..." Jawab Arya tetap sama
"Apa itu artinya ini berhubungan dengan penyakit mu?" Lirih Dini lagi terdengar sesak dirasanya
"Maafkan aku, Kau tidak bisa menyentuhku lagi..."
Deg!
Dini terhenyak. Ia masih tidak percaya.
"Kenapa bisa? Aku adalah satu-satunya wanita di dunia ini yang dapat menyentuh mu." Ucap Dini berair mata
"Sekarang tidak lagi. Kau sama seperti wanita lain pada umumnya." Jawab Arya begitu menyakitkan hati Dini
"Jangan katakan itu Arya. Aku wanita beruntung yang bisa menyentuh mu. Jika semua ini benar terjadi, bagaimana selanjutnya dengan hubungan kita, aku adalah istri mu dan bagaimana caraku bisa dekat denganmu. Apa yang akan terjadi?" Protes Dini sambil menangis
Seseorang di pojok sana, yakni Lucas, tengah tersenyum smirk melihat tontonan ini sedari tadi.
Biang kerok Lucas sudah memprediksi hal ini dari awal, ia juga sudah merencanakan sesuatu lebih dulu.
Lima orang wanita berpakaian seksi berjalan masuk dengan bangganya. Anggap saja ini bonus untuk para tahanan lain bisa menyaksikan beberapa wanita lagi masuk ke dalam penjara secara gratis.
Wanita itu di bawa dan telah dipersiapkan oleh Lucas untuk menjalankan misi mereka sebagai pembuktian.
Lucas ingin menunjukkan sesuatu pada wanita yang sedang membeku.
__ADS_1
Lima wanita itu berjalan menghampiri Arya yang tengah terduduk di lantai. Tubuh mereka bergemulai di dekat Arya, meliuk-liuk, dan menyentuh seluruh tubuh Arya.
Anehnya, Arya terlihat biasa saja, ia terlihat tenang, bahkan ia terlihat menikmati permainan lima wanita itu. Reaksinya jauh berbeda saat Dini yang menyentuh tangannya saja.
Keadaan sudah berbalik. Keduanya saling menyadari jika penyakit Arya kini telah sembuh. Namun, Dini wanita berharga di mata Arya itu menjadi giliran ketidakadilan alam semesta yang kini tak bisa menyentuhnya.
"Jangan menyentuh suamiku, Aku cemburu akan hal itu. Kalian tidak tahu jika dia akan kesakitan saat disentuh oleh wanita seperti kalian. Hanya aku yang bisa menyentuhnya." Teriak Dini mengelak walaupun sudah tahu jawabannya
Tak ada yang menggubris. Bahkan Arya sendiri terlihat meminta pertolongan dari lima wanita itu. Gejalanya terlihat mereda saat ia bisa menggenggam kuat tangan satu wanita seperti yang sering ia lakukan pada Dini saat penyakitnya terjadi.
"Hahahaha... Dasar malang sekali nasibmu, Wanita bodoh! Apa kau tidak bisa melihat jika suamimu itu tidak bisa dekat-dekat dengan mu lagi. Penyakitnya sudah sembuh dan giliran mu satu-satunya wanita di dunia ini yang tidak akan bisa menyentuhnya lagi." Meledek Lucas, ia tertawa sangat lepas untuk memperjelas
"Tidak. Ini tidak mungkin terjadi, Tuan Arya tidak mungkin kesakitan saat aku sentuh. Ia sendiri yang mengatakan tidak ada satupun wanita selain diriku yang bisa menyentuhnya." Lirih Dini
"Jika begitu, coba saja kau sentuh suamimu lagi. Jika perlu peluk dia sangat erat-erat, mungkin dia akan melakukan hal seperti tadi mendorong mu sampai terbentur dinding." Ejek Lucas
"Jangan mempermainkan ku saat ini. Aku tidak ingin menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa menyentuh suamiku sendiri. Aku memintamu untuk menyembuhkan dia, aku senang akhirnya suamiku bisa sembuh dari penyakitnya, tapi jangan lakukan ini sampai aku istrinya yang tidak bisa menyentuh suamiku sendiri. Permainan macam apa ini!" Teriak Dini terisak, Ia kecewa pada Tuhannya
"Tolong kembalikan ke keadaan yang semula. Aku tidak ingin hal ini terjadi. Aku akan menarik doaku, akan ku biarkan suamiku terus menderita tidak bisa dekat dengan wanita lain selain diriku, kembalikan lagi dia seperti dulu. Jangan kabulkan doaku untuk menyembuhkan penyakitnya. Hiks...hiks...hiks..." Tangisnya semakin deras, Dini bahkan terduduk di lantai yang dingin tak berdaya melihat suaminya kini bukan miliknya lagi.
Tertawaan semakin menggema di ruang penjara itu. Lucas tak hentinya tertawa puas. Alam semesta mendukung mereka dengan membuat Arya sembuh dari penyakitnya dan menambah Dini yang tidak bisa dekat dengan Arya lagi.
Lucas dan Antonio tahu, Arya adalah nyawa Dini, dan Dini adalah nyawa Arya. Betapa mengerikannya nasib mereka hari ini dengan dunia membuat mereka tak bersatu lagi.
Arya sendiri terisak. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa penyakitnya telah sembuh. Penyakitnya boleh saja sembuh, tapi jangan membuat Dini yang menerima giliran ini. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan selanjutnya tanpa dekapan Dini.
Waktu berkunjung telah habis. Polisi menarik Arya kembali masuk dalam sel dan menguncinya lagi.
Arya dan Dini saling menatap, terisak tak percaya satu sama lain.
"Tidak. Aku hanya ingin bersama dengan suamiku... Aku tidak ingin pergi jauh darinya..." Teriak Dini menangis
Lucas pun menarik Dini, bahkan menyeretnya untuk segera pergi dari sana.
Tangan kiri Dini terus mengulur untuk meraih Arya, tatapannya yang basah tak henti memalingkan wajahnya melihat Arya dengan nanar.
Semakin lama ia semakin menjauh dari Arya. Uluran tangannya pun tidak sampai bahkan belum sempat menggenggamnya. Tangan itu, tidak akan bisa ia gunakan lagi untuk menyentuh suaminya hingga selama-lamanya.
Arya, telah sembuh dari penyakitnya. Ia bebas ingin menjadikan dirinya sebagai pria hidung belang sekalipun.
Dini, seorang gadis takdir yang menjadikan dirinya sebagai satu-satunya gadis yang terlahir ke dunia ini untuk Arya yang bisa menyentuh pria tampan itu, masa gadis takdirnya kini telah habis. Ia berhasil menyembuhkan penyakit aneh pria itu menggunakan kehadiran dan ketulusannya.
__ADS_1
Tak ada yang tersisa, Hanya penerimaan lapang dada, jika Arya tak bisa disentuhnya lagi!