
Dorongan yang sangat luar biasa di mana pertama kalinya Arya akan pergi jalan-jalan.
Semasa hidupnya, ia tidak pernah mengikuti liburan atau jalan-jalan yang dilakukan oleh orang tuanya.ia lebih memilih berdiam diri di mansion nya, daripada harus pergi keluar.
Karena Arya sendiri berkepribadian introvert, ia tidak menyukai keramaian, dan energinya akan terkuras jika ia harus berbicara banyak dan berkumpul dengan banyak orang.dan lagi, masalah kesehatannya yang ia dan keluarganya sendiri sembunyikan dari semua orang...!
Sambil menunggu kakaknya turun, Luna diperintahkan oleh ibunya untuk sarapan dulu.
sudah 30 menit berlalu, Arya tidak menunjukkan batang hidungnya juga.
"Kakakkk...Ayo cepat! aku sudah terlambat!" Ucap Luna meneriaki kakaknya
Setelah dipanggil, baru Arya mengeluarkan diri dari kamarnya.semua orang tidak habis pikir dengan niat Arya yang ingin berjalan-jalan namun, masih menggunakan pakaian jasnya.
"Kakak?? apa yang kakak lakukan? yang benar saja, Kak. kita akan pergi ke mall! Bukan menghadiri acara formal di perusahaan kakak."
"Memangnya aku harus memakai apa?" Tanya Arya polos
"Kakak ini polos, bodoh, atau bagaimana.masa orang terpintar dan sekaya kakak tidak tahu fashion.seharusnya kakak memakai baju santai saja, seperti kaos atau jaket.bukan pakaian formal seperti ini, kak!" Kesal Luna yang frustasi
"Sudahlah, ingin memakai pakaian apapun terserah padaku.lebih baik aku memakai style pakaian ku, daripada tidak memakai pakaian apapun." Ucap Arya langsung pergi ke basemant tanpa mengelak untuk mengambil mobil dari sekian mobil mewahnya
"Yasudah lah! Bu, Ayah, aku pergi dulu." Ucap Luna sudah sangat kesal dan tidak bergairah
"Iya, Nak.selamat bersenang-senang, katakan pada kakakmu untuk hati-hati membawa mobilnya." Ucap Bu Amira yang tersenyum-senyum melihat perdebatan anaknya di pagi hari
Mobil Lamborghini Aventador
__ADS_1
Sebelum melajukan mobilnya menuju mall, Arya mengikuti perintah Luna untuk menjemput kedua temannya ke rumah mereka masing-masing.
Vera dan Felisha sangat terkejut dan tercengang membuka mulutnya lebar ketika mereka tahu jika orang yang mengendarai mobil adalah Arya, mereka benar-benar terpaku melihat ketampanan Arya dari dekat.jika mereka bisa pingsan saat itu juga, mereka akan pingsan.
Tak membutuhkan waktu lama, mereka telah sampai di mall baru yang dikatakan baru beroperasi selama 3 hari di wilayah itu, tidak heran jika banyak sekali pengunjung di sana.
Saat masuk, para wanita sibuk berbelanja dari toko demi toko yang ada di sana.baru saja mereka masuk dan berada di lantai satu mereka langsung menyerbu toko.
Arya yang hanya melihat dan menjadi penonton ke kalapan mereka bingung, bosan dan jengah rasa tidak nyaman yang menjadi satu.hal ini juga yang membuat dia tahu bagaimana sifat wanita.
Yang tidak akan heran jika seorang wanita begitu senang berbelanja, dan lupa diri jika sudah dihadapkan dengan mall.
"wah bagus sekali, aku ingin membeli ini, ini juga, dan ini juga." Ucap mereka semua yang tidak segan mengambil pakaian yang mereka sukai di rak
Tak segan matanya berpas-pasan sekilas dengan melihat Dini dari kejauhan, membuat Arya menyadari dan terus memperhatikan seseorang.
dia membulatkan matanya besar memfokuskan ke arah sasaran, dipandangi nya ia terus sampai meyakinkan dugaannya.
Menarik tangan Dini saat sampai melewati toilet hingga ia terperanjat dan terseok oleh tarikan mendadak.menyudutkannya Dini di dinding yang tersembunyi dengan kedua tangan yang diacungkan dan dipegang agar ia tidak bisa melarikan diri.
Entah kapan juga Arya menggerakkan dirinya dan langsung menempatkan diri di toilet.
"Apa yang kau lakukan di sini.kau berusaha mencari tahu informasi mengenai diriku dan kau mengikuti ku sampai sini, kan?" Ucap Arya dengan mata elangnya
__ADS_1
"Untuk apa aku menguntit dirimu." Jawab nada tinggi Dini menatap benci Arya
"Bisa saja kau memintaku untuk mengatakan jika kau tidak bersalah pada semua orang."
"Lepaskan aku!" memberontak agar lepas dari sudutan Arya yang memegang kedua tangannya ditembok
Apalah daya, tenaganya tidak sekuat tenaga laki-laki yang berdiri didepan sedang memojokkan dirinya.
"Apa kau tidak bisa mendengar. Lepaskan Aku!!" Kecam Dini berteriak terus berusaha memberontak
Dengan sekuat tenaga Arya berusaha mempertahankan kekuatannya.
"Apa kau tidak tahu kita sedang ada di mana.kita sedang berada ditempat umum, walaupun orang tidak tahu jika kita berdua ada di sini.jika kau berteriak dan sampai terdengar keluar, semua orang pasti akan berdatangan melihat kita berdua di sini." Ancam Arya menjelaskan membuat Dini semakin terancam
"Apa yang kau inginkan dariku? dengan merusak harga diriku didepan semua orang, apakah kau juga ingin meminta nyawa dariku." Ucap Dini
"Heuh... (mendengus kesal dengan menatap remeh Dini) Bisa jadi aku lakukan hal itu nanti.yang terpenting sekarang adalah menjawab pertanyaan ku apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku hanya datang untuk melamar pekerjaan di sini.bukan mengikuti mu untuk meminta keadilan darimu!" Ucap Dini marah
"Ckk,,, kau tetap bersih keras untuk bekerja.apa kau lupa dengan pernyataan ku kemarin? siapapun yang menerima dirimu bekerja, dia akan langsung berhadapan denganku!" Kecamnya
"Aku tidak memiliki urusan denganmu, sebaiknya kau pergi dari sini.entah mereka ingin menerima ku atau tidak, keputusan ada ditangan mereka bukan ditangan mu." Ucap Dini angkuh
"Siapa yang mengatakan jika tangan Arya hanya berlaku di perusahaannya.kau belum tahu bagaimana kekuasaan Arya dengan tangannya ini bertindak." Ucap Arya yang mencuat penuh tanda tanya
"Tolong...tolong..." Sambil menarik Dini keluar dari persembunyian mereka di toilet
__ADS_1
Dini hanya mengikut saja, ia tidak tahu apa yang direncanakan Arya.namun, pada saat Arya berteriak ia merasakan ancaman besar.
Spontan semua orang yang ada disana menoleh ke arah sumber suara dan sebagian menghampiri menyangka terjadi sesuatu.