Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
172. Kontrak Model


__ADS_3

Setelah beberapa hari keluarga Pratama berada di Singapore untuk menjenguk Nek Arini yang sakit. Mereka memutuskan untuk kembali ke Indonesia hari ini setelah kondisi Arya dan Darwin sempat terjatuh dari kuda itu sembuh.


"Kalian yakin akan kembali sekarang?" Tanya Nek Arini


"Iya, Ibu. Bukan kami tidak ingin berlama-lama di sini, tapi sepertinya kami memang harus segera pulang." Jawab Bu Amira


"Kalian silakan pulang saja. Tapi biarkan Dini tinggal di sini bersamaku."


"Bagaimana bisa? Ibu tidak mungkin mengambil menantu ku begitu saja." Tolak. Bu Amira


"Memangnya kenapa? Dulu aku meminta Dini yang datang ke sini, tapi kalian semua malah mengikutinya sampai sini."


"Tidak, Dini akan pulang bersamaku." Ucap Bu Amira


"Iya, Nenek, maafkan aku tapi aku harus pulang." Jawab Dini


"Hah,,, Baiklah, Aku ikhlaskan kalian jika ingin pulang sekarang."


"Terima Kasih, Nenek. Jaga diri nenek baik-baik untuk bayiku. Setelah dia lahir, dia ingin melihat nenek buyutnya." Bisik Dini sebelum berpamitan


Mereka pun berpamitan dan segera pergi menuju bandara pribadi.


Nek Arini sangat sedih Keluarga dari Indonesia terutama Dini harus kembali pulang setelah menyimpan kenangan yang membahagiakan.


Di Indonesia~


Tak menempuh waktu yang lama mereka kini sudah berada di rumahnya masing-masing.


"Anda sudah pulang, Tuan?" Ucap Richo yang berada di belakang saat mereka baru saja tiba di rumah


"Tuan Richo, Kau kemari?" Terpaksa Arya harus melirik


Dari sana Valerie menunjukkan wajah ke khawatirannya.


"Saya tahu jika anda dan keluarga pergi ke Singapore. Saya juga mendapatkan informasi jika Tuan akan kembali sekarang maka dari itu saya ada di sini."

__ADS_1


"Apa keperluanmu?" Tanya Arya


"Ini perihal proyek kemarin. Saya sudah menemukan bintang model untuk iklan produk kita setelah berpikir sangat panjang untuk memutuskan."


"Masuklah lebih dulu. Kita bisa melanjutkan perbincangan di dalam." Ujarnya mengajak


Mereka pun masuk ke dalam.


"Ambilkan camilan dan minum untuk Tuan Richo." Titah Arya pada Bu Shani


"Baik, Tuan." Jawab Bu Shani selesai membuka pintu


Bu Shani yang diikuti Dini yang tak mengenal lelah baru saja datang langsung pergi ke dapur untuk membantu.


"Siapa model yang kau putuskan?" Tanya Arya


"Aku dengar jika istrimu sebelumnya adalah seorang Artis dan juga model terkenal, Bahkan dia juga menembus pasar internasional. Aku pikir bagaimana jika istri anda saja yang menjadi model produk ini, Apalagi tema ini sangat pas dengan produk kita yang bersangkutan langsung ibu hamil, kita tidak perlu mencari model yang berpura-pura sebagai ibu hamil." Jelas Richo


"Istriku yang menjadi model?" Tegunnya


"Benar, Akan ku bicarakan nanti bersama Valerie." Ujar Arya


"Dan divisi mengatakan akan bagus jika kita menggaet model pria untuk disandingkan dengan model wanita. Bagaimana menurut anda sendiri, Tuan?"


"Ini bisa dikatakan sebuah pemotretan perpaduan yang sangat baik. Masalahnya siapa yang akan menjadi model prianya?"


"Aku usulkan itu anda, Tuan?"


"Aku? Tidak, ini akan menjadi masalah yang rumit. Aku sarankan bagaimana jika kau saja. Kau juga adalah pemilik proyek ini, kau pun yang memiliki ide, jadi wajahmu juga harus ada di sana."


"Jika Tuan benar-benar mengizinkan untuk melangsungkan pemotretan ini. Saya bersedia saja. Tapi itu tergantung pada istrimu."


"Aku percaya pada kalian berdua. Kalian pasti akan membuat proyek ini lebih besar nantinya. Untuk masalah Valerie, aku yakin dia akan setuju, apalagi dia akan senang menjalani pemotretan ini setelah vakum dalam jarak yang lama." Jelas Arya


...***...

__ADS_1


"Apa? Aku menjadi model proyek iklan pria itu?" Kejut Valerie setelah Arya membicarakan langsung perbincangannya tadi bersama Richo


"Iya, Kau pasti senang akan menjalani pemotretan kembali, kan?" Ucap Arya


"Bisa-bisanya kau berpikir seperti itu padaku. Apa kau tidak berpikir sama sekali bahwa aku sebenarnya tidak menyukai pemotretan ini." Marah Valerie


"Jadi, kau menolak keputusan ini. Tapi kenapa? Aku pikir kau akan senang karena kau akan menjadi model bahkan di proyek yang ku jalani." Kata Arya


"Tidak, Aku tidak setuju dengan keputusan ini. Aku tidak ingin menjadi model dalam iklan produk mu, karena apa? Karena kau sudah menyandingkan aku dengan model pria yang tak lain Tuan Richo itu. Apa di dunia ini tidak ada pria lain selain Tuan Richo, kenapa harus dia, Kenapa tidak kau saja? Kau tega membiarkan istrimu yang sedang hamil bersama dengan pria lain." Cetus Valerie


"Valerie, Bukan seperti itu maksudku. Dari awal aku tahu kau tidak menyukai Tuan Richo, Entah apa alasanmu sampai tidak menyukainya, tapi satu hal yang pasti dalam bekerja kau tidak boleh membawa masalah pribadimu dalam pekerjaan."


"Kau bersih keras ingin aku dan dia menjalani pemotretan ini?" Tanya Valerie


"Itu terserah padamu." Kata Arya


"Berapa tarif yang kau berikan untuk mengontrak diriku?" Tantang Valerie


"Kau meminta bayaran?"


"Aku harap kau mengerti jika di dunia ini tidak ada yang gratis. Walaupun aku adalah istrimu dan kau adalah suamiku, dalam dunia kerja, bekerja tetaplah kerja."


"Aku bisa membayar berapapun yang kau inginkan asal kau ingin menerimanya. Bukan aku bermaksud menelantarkan mu dengan pria lain. Aku akan berada di sana saat pemotretan, sehingga kau tidak perlu takut nanti."


"Baiklah. 1 Milyar sekali pengambilan foto Bagaimana?" Ungkap Valerie


"Jika kita mengambil 10 pengambilan foto, tandanya aku harus membayar mu 10 milyar!" Ulang Arya


"Yap,,, Benar sekali." Jawab Valerie senang


"Baiklah, Jika Tuan Richo sendiri menganggap dirimu yang cocok untuk iklan produknya, itu tandanya dia juga sangat menginginkannya. Aku berani membayar mu setinggi apapun, asalkan jaminannya kau harus memberikan keuntungan yang setimpal."


"Siapa takut, Aku berani!" Valerie menjabat tangannya


Valerie pun menyetujui bahwa dirinya akan menjadi model untuk produk iklan untuk proyek kerja sama yang dijalani Arya dan Richo.

__ADS_1


Walaupun awalnya enggan menerima tawaran ini. Namun, setelah ia akan mendapatkan pundi-pundi uang dalam jumlah yang sangat besar, siapa yang tidak akan tergiur. Walaupun demikian dia harus berhadapan langsung dengan Richo, tetap saja Valerie tidak akan kenal takut sebelum musuhnya bertekuk lutut di bawah kakinya.


__ADS_2