Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
164. Tuan Richo


__ADS_3

"Permisi, Saya klien yang baru saja datang untuk bekerja sama dengan Tuan Arya. Bisakah tunjukkan di mana ruangannya?" Bicara seorang klien itu


Darwin yang sudah pulang dari luar kota dan memiliki keperluan dengan Arya setelah kembalinya. Mendengar pembicaraan klien itu bersama resepsionis.


"Permisi, Maaf mengganggu kalian. Anda ingin bertemu dengan Presdir Arya? Kebetulan saya akan menuju ruangannya. jika Anda tidak keberatan kita bisa pergi bersama ke ruangannya." Tawar Darwin


"Hey, Bukankah kau Darwin?!" Klien itu mengenalinya


"Ya, Tidak sempat terbayangkan kita dipertemukan di sini." Ujar Darwin ramah


"Kau juga memiliki keperluan dengan Presdir Arya?" Tanya klien itu


"Ya, Saya tak sengaja mendengar pembicaraan kalian. saya tahu ruangannya dan kita bisa pergi bersama." Ajaknya


"Tentu saja." Klien itu pergi bersama Darwin untuk menuju ruangan Arya


"Apa keperluanmu di sini? Apa kau akan bekerja sama juga?" Bincang klien dalam lift


"Bukan, Saya hanya ingin meminta tanda tangan untuk berkas ini." Jawab Darwin membawa berkas yang berada ditangan


Sedari tadi klien itu menelisik wajah Darwin.


"Aku perhatikan anda dan Tuan Arya sangat mirip sekali. Karakteristik wajah kalian sekilas mirip bak adik kakak."


"Dia adalah kakakku!" Ucap Darwin malas mengakuinya


"Waw, Aku tidak tahu jika kalian adik kakak. kau juga memimpin di sini?" Tanyanya


"Ini adalah perusahaan ayahku yang diwariskan pada kakak ku sebagai pewaris utama yang sudah dialihkan kepemilikan menjadi perusahaan miliknya. Seperti yang anda ketahui bahwa saat ini saya sedang membangun perusahaan di luar kota tempat kita berdinas kemarin." Jelas Darwin


"Benarkah? Maka dari itu anda sangat sibuk kali ini. Lalu, untuk saat ini kau menjabat di mana?"


"Saya diperintahkan Tuan Arya yang merupakan kakakku itu untuk menjabat sebagai CEO di perusahaan yang ia bangun sendiri."


"Itu sangat bagus, sambil menunggu perusahaan milikmu selesai dibangun. Anda bisa memfokuskan diri untuk mengenal kualifikasi diri sebelum terjun memimpin perusahaan pribadi. Semoga perusahaan mu itu cepat selesai dan segera beroperasi."


"Terima Kasih. Lalu, Apa keperluanmu datang ke perusahaan ini?"


"Seperti biasa keperluan kerja sama. Ada proyek besar yang ingin sekali perusahaan ku bekerja sama dengan perusahaan ini. Semua orang sudah tahu jika bekerja sama dengan Tuan Arya, proyek kerja samanya akan sukses besar."


"Aku harap proyek kalian akan sukses seperti yang diharapkan."


"Sebelumnya Terima Kasih karena sudah ingin mengantarkan ku menuju ruangannya." Kata klien itu


"Tidak masalah. Kebetulan tujuan kita sama. Aku tidak bisa melihat orang lain kesusahan mencari ruangan CEO di sini."


"Sepertinya kau sangat sungkan menyebut Tuan Arya sebagai kakakmu. Saya dengar dari tadi anda berkata formal padanya."


Darwin masih teringat akan kejadian 1 bulan yang lalu.


"Lupakan saja! Ini bukan masalah yang serius." Jawabnya lirih


Tok...tok...tok...


"Masuk!" Jawab dari dalam


Darwin dan seorang CEO muda yang merupakan klien yang akan bekerja sama, datang bersamaan kala mereka memiliki tujuan yang sama. Bahkan Darwin mengenal CEO itu yang menjadi anggota seminar saat berdinas di luar kota.

__ADS_1


Arya pun menatap kedatangan siapa yang masuk. Saat Darwin dan Richo yang merupakan klien yang ia tunggu sedari tadi datang. Ada sedikit perasaan tak tenang kala melihat Darwin kini dihadapannya. kejadian bulan lalu akibat Darwin yang nekat menculik Dini masih membekas dalam diri mereka masing-masing yang menyimpan dendam


"Tuan Richo, Maafkan saya tidak menjemput anda langsung untuk pertemuan pertama kita


sebagai asisten Presdir Arya saya sangat bersalah besar, dan memohon maaf pada anda." Sesal Asisten Damar yang melihat klien kehormatannya itu sudah datang dengan sendirinya


Klien itu namanya Richo.


"Tidak apa, Tuan Damar. Kebetulan saya dipertemukan dengan Tuan Darwin yang memiliki tujuan yang sama." Jawabnya tak mempermasalahkan


Tanpa banyak basa-basi dan gundah berada di ruangan itu karena antar kakak beradik ini saling menatap tajam sedari tadi. Darwin tak ingin berlama-lama di sana, sebenarnya ia malas harus pergi menemui Arya saat kepulangannya tiba.


Darwin segera mendekati Arya yang duduk di singgasana kursi kerjanya.


"Ini adalah berkas yang harus anda tanda tangani sesuai keberlakuan dinas kemarin atas perusahaan anda yang saya pimpin." Bicara Formal Darwin dan dinginnya


"Di mana aku harus menandatanganinya." Bicara Arya juga dingin


"Saya harap Presdir bisa membaca. Di bawah pernyataan isi berkas disediakan ruang bercetak kata tanda tangan yang di mana artinya anda bisa menempatkan tanda tangan itu di sana." Suasana semakin panas kala Darwin meremang


Dengan kesal Arya menandatangani berkas itu.


"Terima Kasih." Langsung ambil Darwin setelah selesai diberi tanda tangan tanpa menatap Arya. Padahal Arya menatap tajam ke arahnya yang saat itu Darwin berwajah masam dan jutek


Dan melenggang pergi dari sana tanpa berpamitan.


"Kenapa terburu, Tuan Darwin? kita bisa berbincang terlebih dahulu dan sekalian anda bisa mengikuti pertemuan ini." Kata Richo


"Terima Kasih, Tuan Richo. Kalian lanjutkan saja keperluan kalian. Aku muak melihat salah satu orang yang berada di ruangan ini. lebih baik aku pergi." Kata Darwin


Darwin menatap tajam pada Arya di seberangnya. begitu pula Arya yang menatapnya datar.


Darwin pun melanjutkan jalannya kembali pergi dari ruangan itu.


"Sepertinya hubungan kakak beradik ini sedang tidak baik." Gumam Tuan Richo menduga


"Maafkan atas ketidaknyamanan ini. Silakan duduk, Tuan Richo." Ucap Arya


Tuan Richo pun duduk berhadapan langsung dengan Arya.


"Kita bisa mulai ke arah yang lebih formal? Atau kita berbincang terlebih dahulu?" Tanya Richo


"Saya harap kita bisa langsung ke arah pembicaraan." Jawab Arya


"Baik, Tuan Arya."


Pembicaraan mengenai kerja sama pun sedang didiskusikan dengan baik. Banyak sekali musyawarah yang dilontarkan hingga menjadi keputusan akhir sesuai kesepakatan bersama.


Akhirnya kini Tuan Richo sah menjadi klien yang bekerja sama dengan perusahaan Arya. aspirasi proyek yang ia tawarkan diterima baik oleh Arya dan akan menindaklanjuti bersama ke depannya.


"Terima Kasih, Tuan Arya. Saya senang anda puas dengan tawaran kerja sama ini."


"Senang bekerja sama dengan mu." Jabat tangan Arya dan saling berjabatan


Di hadapan meja mereka sudah tersedia teh dan beberapa camilan untuk menemani perbincangan mereka.


Sebelum Tuan Richo pergi ia mengajak Arya untuk sedikit berbincang mengenai kehidupannya.

__ADS_1


"Apa Tuan Arya ini sudah menikah?" Tanyanya


"Sudah. Saat ini bahkan istriku tengah mengandung berusia 5 bulan." Jawabnya


"Anda sangat hebat sekali sudah akan mendapatkan seorang anak." Ajaknya mengobrol


"Lalu, Bagaimana denganmu? Apa kau sudah menikah?" Tanya Arya berbalik


"Belum, Tapi saya akan segera menjadi seorang ayah!" Jawabnya membuat bingung orang lain


"Apa maksud dari perkataan mu itu kau dan kekasihmu itu berhubungan gelap sampai dia hamil?" Tekan Arya menduga


"Itu benar sekali, Tuan. Usia kehamilannya kini menginjak 7 bulan."


"Ini masalah yang sangat serius. Bukan hanya terjadi satu atau dua orang yang memiliki kasus ini." Kata Arya sangat menyayangkan kehamilan di luar nikah


"Tapi, Sayang sekali dia pergi membawa anakku itu dan menikah dengan pria lain."


"Kenapa bisa? Dia tengah mengandung anakmu, Bukan? Bagaimana pria yang menikahinya bisa menikahi dia dalam keadaan hamil anak orang lain."


"Itu sebabnya saya mencap pria itu sangat bodoh bisa dibohongi oleh hasutannya. Kekasihku itu sangat pintar untuk menghasut orang agar mempercayai perkataannya." Ujar Richo


"Dan kau tahu di mana kekasih dan anakmu itu sekarang?" Tanya Arya


"Ya, Aku sudah dekat dengan mereka. Dan sebentar lagi akan masuk untuk merebut mereka kembali dari pria itu." Ucap Richo yang berambisi


"Aku harap kalian bisa bersama. Dan pria itu ingin melepaskan kekasih dan juga anakmu." Kata Arya


"Terima Kasih atas dukungan mu." Jawab Richo terlihat dari sudut matanya yang menyipit tajam pada Arya


"Siapa nama kekasihmu? Mungkin aku bisa mengerahkan bawahan ku untuk mencarinya agar kalian dengan cepat bertemu."


"Valerie!!" Jawab Richo membuat telinga Arya berdenging


"Valerie??" Tegunnya terkejut


"Apa ada masalah?" Tanya Richo


"Istriku pun bernama Valerie. Ternyata ada orang lain yang memiliki nama sama sepertinya." Ujar Arya terkekeh


"Apa mungkin dia adalah kekasihku?" Ucap Richo membuat Arya merinding


"Hhh... Mana mungkin itu bisa terjadi. Aku percaya jika di dunia ini setiap manusia pasti memiliki nama yang sama persis namun, dengan orang yang berbeda." Ungkap Arya mengelak


"Anda benar! Saya berpikir terlalu pendek mendengar nama Valerie dan malah langsung menganggapnya orang yang sama." Ikut tawa Richo terpaksa


"Kau memiliki fotonya? Akan ku usahakan untuk membantumu menemukannya lebih cepat."


"Tidak perlu repot-repot, Tuan. Saya ucapkan terima kasih atas tawaran anda. Tapi saat ini saya sudah menemukannya dan hanya tinggal bertindak secara perlahan." Kata Richo


"Baiklah, semoga kau berhasil membuatnya kembali denganmu." Kata Arya


"Bisakah kita melakukan pertemuan kembali besok hari?" Minta Richo


"Ya, Tentu saja. Kau bisa mengatakan di mana kita akan bertemu."


"Bagaimana dengan rumah anda, Tuan Arya? Aku juga ingin bertemu dengan istri atau keluargamu."

__ADS_1


"Tentu saja, Kau adalah orang pertama sebagai klien yang mendatangi rumahku. Kau bisa datang esok hari, dan aku akan memberitahumu waktu yang tepat agar waktu kita renggang karena pagi hari jadwalku sangat padat."


"Baik, Tuan Arya. Terima Kasih." Jawabnya


__ADS_2