Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
111. Menjabat CEO


__ADS_3

"Sebenarnya aku tidak ingin menghubungi kalian. Tapi aku ingin memberitahu kalian perihal perusahaan yang akan dibangun untuk pria itu. Aku menegaskan aku menarik ucapan ku dengan tidak menyetujui keputusan kemarin. Akan ku rekrut dia menjadi direktur utama di perusahaan yang baru ku bangun." Ujar Arya menelpon dan diangkat oleh Bu Amira


"Aku ingin tahu seberapa mampu dan hebatnya dia bisa mengambil alih kekuasaan ku di sana. aku yakin dalam satu bulan, perusahaan ku akan hancur dibawah kendalinya. Jika kalian masih tetap berusaha keras untuk membangunkan perusahaan untuk anak kesayangan kalian, akan ku pastikan selama kariernya ia tidak akan mendapat simpati banyak dari masyarakat maupun kliennya."


"Ini adalah pembalasan bagi siapa saja dia yang sudah membangunkan singa yang sedang tidur. Dengan begitu, dia tidak memiliki aset properti yang bisa dia banggakan." Lanjutnya, lalu menutup telepon


"Ini semua terjadi karena salah ku. Andai saja aku menolak ajakan tuan Darwin kemarin, mungkin dia tidak akan memasukkannya sampai ke hati. Karena ku, hubungan mereka menjadi renggang seperti ini." Gumam Dini setelah mendengar pernyataan Arya dalam telepon


...***...


Keesokan harinya~


"Aku ingin memperkenalkan pada kalian direktur utama kalian yang baru. untuk kedepannya aku tidak akan menjadi CEO di perusahaan ku sendiri, tanggung jawab ku berikan pada adikku yang baru saja menyelesaikan studinya kemarin. aku harap kalian bisa menerima pemimpin baru kalian dengan baik dan bisa untuk diajak kerjasama."


"Baik, Presdir!" Jawab serentak karyawan dan pegawai yang dikumpulkan


"Kau sudah mulai bisa memimpin perusahaan ini. sebelum itu asistenku akan menjelaskan bagaimana teknis perusahaan ini berjalan, dia akan memberitahu mu setiap sudut perusahaan ini.setelahnya aku harap kau bersikap profesional dan memimpin seperti perusahaan mu sendiri."


"Baik." Jawab singkat Darwin


"Perihal kemarin dan hatimu. Aku harap kau segera melupakannya, Masih banyak wanita di luaran sana yang ingin menikah denganmu." Bicara Arya sebelum pergi


Pikirannya saat ini sudah mulai terbuka, perlahan mungkin dia akan menerima wanita yang ia cintai adalah kakak iparnya sendiri. Semoga saja tidak ada hambatan bagi dia untuk bisa melupakan Dini dalam hati dan pikirannya.


"Selamat Datang di perusahaan untuk memimpin kami, Presdir." Ucap salah satu karyawan yang menyambutnya


"Terima kasih atas keramahan kalian padaku. Semoga kita bisa saling bekerjasama." Jawab Darwin


Tentu saja dengan digantinya CEO baru tidak membuat mereka bermasalah pada siapa yang memimpin. mereka sangat senang dan terbuka terhadap Darwin, senantiasa patuh dan menghormatinya sama seperti mereka patuh dan menghormati Arya. Toh Arya jarang sekali datang untuk memimpin mereka, dan sibuk memimpin terjun langsung di perusahaan yang sudah berada di posisi pertama.


...***...


"Apa Arya sudah datang?" Tanya Valerie yang datang ke perusahaan Arya dan bertanya pada Resepsionis



"Tanda-tanda kedatangan Presdir tidak terlihat dari tadi, Nona. Saya belum melihat beliau lewat. Mungkin Presdir sedang dalam perjalanan menuju ke mari." Jawab Resepsionis


"Baiklah. Aku akan menunggu di ruangannya saja."

__ADS_1


"Baik. Silahkan, Nona!" Ujar resepsionis tanpa penolakan karena ia tahu bahwa Valerie adalah kekasih Arya


Valerie berjalan menuju lift untuk menaikinya menuju lantai 50 yang terdapat ruangan Arya.


Sesampainya di ruangan Arya, ia menduduki singgasana milik Arya dengan menggeliatkan tubuhnya di sana.


"Kursi ini begitu nyaman sekali untuk di duduki. itu sebabnya seharian Arya bekerja tidak pernah pegal atau lelah menduduki singgasananya ini." Ujar Valerie


Di sisi lain~


"Selamat pagi, Presdir. saya ingin memberitahu jika nona Valerie baru saja datang ingin menemui anda." Ujar resepsionis


"Valerie? Lalu, di mana dia sekarang?" Tanya Arya yang baru sampai di perusahaan


"Beliau mengatakan akan menunggu saja di ruangan anda. mungkin nona Valerie sedang menunggu di sana sekarang." Jawab Resepsionis


"Baiklah." Ujar singkat Arya dengan terburu-buru memasuki lift menuju ruangannya


Saat sampai dan membuka pintu ruangannya.


"Valerie?" Panggil Arya


"Hey, Sayang. Kau sudah datang rupanya. Kenapa kau terlambat?" Hampiri Valerie pada Arya dengan mengecup bibir Arya sekilas, mungkin memberikan ciuman pagi


Dan disyukurinya, saat mendapatkan kecupan bibir dari Valerie. Reaksi alerginya tidak menimbulkan reaksi apapun, itu tandanya reaksinya masih tidak berfungsi berjalan dengan tidak baik. ibaratkan motor mati mesin, otomatis tidak akan berjalan.


"Tadi aku harus melakukan penyerahan atas mengenalkannya CEO baru di perusahaan ku yang lain. kebetulan adikku sudah lulus dan aku rekrut dia sebagai CEO di sana." Ujar Arya mendekatkan diri pada Valerie dengan meletakkan kedua tangan di pinggang Valerie


"Oh, Ya. Jadi, Darwin sudah selesai masa studinya dan langsung menjabat sebagai CEO di perusahaan mu." Kata Valerie sambil menarik Arya pada dekapannya


"Sesuai seperti yang kau ucapkan." Jawab Arya


"Aku senang mendengarnya sudah kembali." Ujar Valerie


"Kau datang sepagi ini, Apa yang kau butuhkan?" Tanya Arya


"Aku membutuhkanmu!" Bicara geli Valerie di telinga Arya


"Sepagi ini?" Tanyanya yang mengerti

__ADS_1


"Memangnya apa yang aneh dengan waktu pagi?" Masam Valerie


"Aku harus bekerja sekarang. tidak ada waktu untuk bermain-main. Lagipula ini kantor, bukan rumah, apartemen atau hotel." Ujar Arya


"Tapi perusahaan mu sudah mencakup segalanya. perusahaan mu ini sudah seperti rumah, apartemen, hotel, Restaurant, hanya saja kurang tidak ada rumah sakit ataupun salon." Ledek Valerie


"Jujur mu itu sulit sekali." Cubit hidung Valerie oleh Arya


Karena kondisinya mereka sangat dekat, dorongan nafsu telah membawa Arya ke dalam ranah bibir Valerie. Valerie tahu apa yang akan dilakukan Arya padanya, sehingga ia mengalungkan kedua tangan di lehernya Arya.



(Contoh)


******* ciuman semakin dalam dan Decakan terdengar nyaring dalam satu ruangan kerja yang sepi itu.


Hahh...hahh...hahhh...


Suara napas sehabis pagutan di pagi hari sekali dalam perusahaan yang rasanya begitu nikmat.


Tak hanya sampai itu, Valerie semakin liar memancing tubuh Arya dengan menarik dasi Arya dan membuangnya sembarangan tempat, setelahnya ia membuka setiap kancing kemeja Arya yang menampakkan dada bidang dan perut roti sobeknya. Valerie mengusap dada Arya dengan tangannya dan bermain-main di sana.


Hal itu membuat Arya terangsang, ia semakin mendekap Valerie ke dalam pelukannya, dan Kembali bermain-main dengan bibir ranum Valerie.


Ceklekk...


"Mohon maaf tidak mengetuk pintu Presdir, tapi saya ingin segera mendapatkan tanda tangan dari anda pad--." Karyawan yang masuk terburu-buru itu, melihat peristiwa yang terjadi dengan posisi Arya dan Valerie yang sedang melanjutkan pagutan ranum mereka


Refleks setelah melihat kejadian yang sangat tidak mengenakkan, Ia membalikkan badannya.


Arya dan Valerie sampai terkejut, dengan menatap kedatangan karyawan itu menggunakan tatapan tajam dan sinis.


Spontan membuat aktivitas yang sedang dijalani mereka terhenti begitu saja, dan perasaan malu timbul karena sudah dipergoki oleh karyawan yang dianggap sialan oleh Valerie.


"Dasar karyawan sialan! Awas saja kau nanti." Dengus Valerie kesal dalam hati pada karyawan berjenis kelamin perempuan itu


"Maaf, Presdir. Saya benar-benar tidak sengaja, saya tidak tahu jika--." Coba jelaskan dari karyawan itu


"Kau bisa pergi dan datang lagi nanti!" Ujar Arya

__ADS_1


Dengan cepat karyawan itu pergi berlari dari ruangan yang serasa panas itu.


__ADS_2