
Suara ban yang berdecit menggesek aspal membuat seketika mobil itu berputar tak terarah hingga menimbulkan asap yang mengepul dari kup depannya. Pengemudi lainya, untuk menghindari tabrakan bahkan oleng ke semak-semak pinggir jalan.
Kompak, keduanya keluar dari mobil dengan raut wajah kesal yang siap memuntahkan isi hatinya. Berjalan cepat menghampiri satu sama lain.
"Heh! Kau bisa menyetir tidak sih! Kau membuat sim di kelurahan ya, tidak bisa membawa mobil? Menyetir lah yang benar, Kau membahayakan nyawa orang lain!" Bentak pria yang tidak bertatakrama itu penuh amarah. Padahal dia sendiri yang salah mengendarai mobil dan hampir saja jika Luna tidak membelokkan akan terjadi kecelakaan.
"Maaf, saya buru-buru, tetapi seharusnya saya yang marah." Jawab Luna dingin
"Sudah jelas Kau yang salah. Kau mengendarai mobil tanpa rambu-rambu lalu lintas, Kau sengaja mencari keuntungan di jalan ya?" Jawab pria itu dingin. Lengkap dengan tatapan tajam mematikan.
"Astaga! Kau pikir ini sirkuit balap apa? Jelas-jelas mobil saya sudah ada di jalurnya. Dan anda malah belok keluar jalur dan menghampiri mobil saya. Kenapa jadi anda yang menyolok?!"
"Pokoknya saya tidak ingin tahu ganti rugi mobil saya yang lecet-lecet ini. Saya buru-buru dan tidak ada waktu menunggumu untuk membayar kesalahan." Jengkel pria itu
"Anda pikir anda saja yang buru-buru, saya juga! Enak saja ingin memeras saya. Kau tidak lihat mobil saya sampai nabrak, untung saya aman." Jawab Luna kesal
Tak berselang lama. Seorang pria gagah memberhentikan mobilnya diantara mereka yang sedang bertengkar. Dia keluar dan mencoba menderai pertengkaran mereka.
"Ada apa ini? Apakah ada yang terjadi kecelakaan?" Tanya pria itu
Sontak Luna pun terkejut melihat siapa pria yang datang. Dia adalah Zayn!
"Tuan Zayn!" Pekik Luna
"Dokter Luna? Ada apa, Anda baik-baik saja?"
"Tuan, Apa wanita ini kekasih anda? Jika iya, Kekasih anda sudah membuat mobil saya lecet-lecet. Anda lihat mobil ini, dia melajukannya dengan ugal-ugalan dan hampir bertabrakan. Maka dari itu saya ingin meminta ganti rugi." Mengadu pria itu
__ADS_1
"Wah sepertinya kau mengajak berkelahi. Ayo kita sama-sama menyelesaikan masalah ini di kantor polisi, Supaya jelas!" Tantang Luna
"Ayo, siapa takut, lalu kita pergi ke bengkel dan hitung biaya perbaikan mobil masing-masing. Kau membayar kerugian mobil ku dan sebaliknya aku membayar kerugian mobilmu!"
"Tidak perlu. Saya yang akan mengganti kerugian mobil anda. Ini adalah cek, anda bisa menulis berapapun yang anda inginkan untuk memperbaiki mobil anda." Zayn mengeluarkan cek yang sudah diberi tanda tangan tanpa nominal dan bisa ditulis sesuka hati itu
Luna tidak bisa diam saja dengan tindakan Zayn yang menyerah begitu saja.
"Jangan! Dia hanya ingin mengambil keuntungan dari masalah ini. Aku yang mengalaminya sendiri jika sudah jelas dia bersama mobilnya yang salah." Ucap Luna membela kebenaran
"Tidak apa-apa Dokter Luna. Agar masalah ini lebih cepat selesai, kita turuti saja permainannya."
"Tapi nominal yang akan dia tulis dalam cek itu pasti akan besar. Uangmu akan terbuang sia-sia hanya demi pria ini."
"Tidak masalah. Uang tidaklah penting dan masih bisa dicari, tapi untuk membantu orang lain akan sulit dicari dimasa sekarang."
Luna pun menyadarkan lamunannya. Dia beralih melirik mobil mahalnya yang sepertinya juga rusak. Perempuan itu akhirnya berpikir ulang untuk menemukan dia dan menuntutnya.
"Ya ampun... Ini sih parah!" Luna menggerutu kesal
Di tengah perdebatan mereka, vibrasi ponsel pria itu memekik, membuat Luna bertambah kesal melihat wajahnya yang datar saja.
"Sorry, saya tidak ada waktu untuk berdebat, kau bisa hitung saja kerugiannya berapa, nanti bisa konfirmasi ke nomor yang tertulis di kartu nama."
Luna menatap kesal kepergian pria yang sangat menyebalkan itu. Diamati kartu nama yang ada di tangannya. Membaca dengan teliti dan benar.
"Lagaknya seorang CEO yang membangun perusahaan saja. Kita tidak tahu bisa saja itu warisan ayahnya." Dengus Luna
__ADS_1
Zayn tersenyum-senyum melihat Luna yang meluapkan kekesalannya. Zayn merasa terhibur dengan wajah cemberut Luna.
"Tuan Zayn, Kenapa kau yang mengganti rugi kesalahan ini. Kau tidak tahu jika dia akan berbuat licik padamu. Tampang nya saja yang ingin mengganti kerugian, paling dia akan menggunakan hasil cek itu untuk membayar perbaikan mobilku. Itu sama saja dia mendapatkan rezeki yang tidak disangka." Kata Luna
"Tidak perlu menganggapnya sebagai masalah Dokter Luna. Oh ya, anda akan pergi kemana? Mobilmu rusak dan harus diperbaiki lebih dulu, Ataupun mungkin kau berasal dari keluarga kaya yang memiliki banyak mobil dan menjadikan mobil ini barang rongsok."
"Ini adalah mobil hasil kerja kerasku sendiri. Aku merasa sangat disayangkan jika tidak memperbaikinya." Ucap Luna menatap mobil miliknya nanar
"Jika begitu naiklah ke mobilku. Saya akan mengantarkan anda ke tempat tujuan. Biarkan mobilmu ini di sini dan akan saya beritahu bawahan saya untuk mengambil mobil anda dan membawanya ke bengkel untuk diperbaiki." Usul Zayn
"Itu sangat merepotkan. Anda juga pasti harus segera pergi ke perusahaan. Tidak masalah, Saya akan naik taksi saja."
"Jangan sungkan. Kita saling kenal dan saya juga tidak akan melakukan suatu tindak kejahatan pada anda." Terkekeh Zayn
"Tuan Zayn sangat manis sekali jika saat tertawa." Luna memandangi Zayn dengan perasaan senang, ia sampai terbawa ke alam bawah sadarnya.
"Dokter Luna, Anda baik-baik saja?" Suara Zayn membuyarkan lamunannya
"Agh,,, Iya. Maafkan saya..." Ujar Luna dengan pipi merah dan berusaha menghindar agar Zayn tidak melihatnya
"Jadi, Bagaimana? Anda menerima tawaran saya?"
"Emm... Jika anda benar-benar menawarkan dengan setulus hati. Saya akan menerima tawaran itu." Jawab Luna
"Baiklah. Tak perlu terlihat sungkan sampai malu seperti itu. Ayo naik ke mobilku! Saya akan mengantarkan anda dengan selamat sampai tujuan." Ujar Zayn membukakan pintu mobil depan untuk Luna
Dengan canggung, Luna memasuki mobil Zayn itu. Zayn pun terlihat senang berseri-seri dan segera mengantarkan Luna menuju rumah sakit miliknya.
__ADS_1