
Di perusahaan, Ruangan Arya.
Tubuh Arya sedang bersandar pada sebuah singgasana miliknya, menatap pigura yang terdapat foto Dini di sana. jemarinya memegang gelas berisi wine, mata itu begitu sayu, terlihat ia kurang tidur dan sangat menyedihkan, penyesalan terus membayangi dirinya setiap perlakuan dan perbuatannya terekam jelas di otak Arya.
Arya terus diam terpaku, pandangan matanya kosong, penampilan Arya sungguh kacau hari ini. Pria tampan berkharisma yang biasanya selalu berpenampilan still dan wangi, pesonanya banyak menarik klien serta karyawan nya, sekarang banyak berubah, matanya tak setajam dan seangkuh dulu, mata itu meredup dan suram, tatapan nya kosong.
"Aaaagghhhkkk..."
"Di mana sebenarnya kau Dini??" Ujar Arya
"Aku ingin sekali membawamu ke sini. Lihatlah putra kita yang sudah berusia lima bulan. Selama lima bulan kau pergi meninggalkan kami tanpa pernah menemui anak mu sekali pun. Sekali saja kau datang hanya untuk melihat anakmu saja, Din." Ujar Arya yang duduk di singgasananya menatap foto Dini yang ia simpan di laci mejanya
Arya beranjak pergi dari ruangannya. Namun, di saat itu Asisten Damar datang untuk memanggil Arya yang akan dilakukan meeting lima menit lagi.
"Presdir, Kau akan pergi kemana? Anda tidak bisa pergi karena lima menit lagi meeting dengan klien PT Draitoop akan segera di mulai." Ujar Asisten
"Tunda saja sampai besok. Aku ingin mencari Dini, siapa tahu dia ada di negara ini dan bersembunyi." Ujar Arya
"Tapi Presdir, klien sudah datang dan menunggu." Kata Damar
"Sekali tidak, tetap tidak!" Bentak Arya
"Bagi perusahaan kita ini penting. Kau tidak bisa meninggalkan kewajiban di perusahaan begitu saja." Ujar Damar
"Tidak ada yang lebih penting dibandingkan harus menemukan Dini sekarang juga. Informasi mu selalu lambat dan belum menemukan Dini sampai saat ini juga."
"Ingat! Dini adalah wanita yang spesial di dunia ini. Saat dia kembali bersama denganmu, kau tidak mungkin mengajaknya hidup susah, bayangkan jika kau bangkrut, Apa kau tidak akan menghidupi istri dan anakmu dengan layak?" Bujuk Damar
Arya berpikir panjang. Apa yang dikatakan Damar adalah benar.
Saat itu juga Arya menyetujui untuk menghadiri rapat yang akan dilakukan.
"Bagaimana Tuan Arya? Apa Tuan sudah setuju dengan kontrak kerja sama kami?" Tanya perwakilan dari PT Draitoop
"Baik lah,, Aku setuju." Kata Arya singkat, sambil menutup file di depannya
Damar menatap kesal Arya yang tidak ingin mendengarkan perkataan nya. ia tidak sungguh-sungguh dalam rapat kali ini. dia langsung menyetujui tanpa meneliti terlebih dahulu seperti dulu yang sangat cerdas dalam setiap keputusan dan kerjanya.
"Semua kontrak kerja samanya, akan aku serahkan pada Asisten ku Damar, dia yang akan mengurus segalanya. Kalian bicarakan saja bersama dengan dia, keputusan yang dia ambil, adalah keputusan atas izin dariku juga. Aku permisi!" Arya Iangsung beranjak dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkan ruang rapat
Damar hanya bisa terdiam menahan kesal.
"Kau telah banyak berubah Arya. bisa hancur perusahaan mu jika sikap mu terus seperti ini." Gumam Damar
Saat Arya berjalan menuju ruangannya, ia melihat seorang wanita cantik sedang berjalan melintas di depannya, berpenampilan menarik memakai setelan jas dan berambut lurus panjang, matanya terus mengikuti langkah wanita itu.
"Dini!" Arya berlari kecil mengejar wanita itu yang merupakan perwakilan karyawan dari PT Draitoop tadi. Namun, penglihatan Arya sudah salah karena menganggapnya adalah Dini
"Dini, tunggu!" Arya terus mengejar wanita itu. si wanita yang tidak menengok atau berhenti karena tidak merasa terpanggil
Ia terus berjalan dan masuk ke dalam lift, Arya berlari mengejarnya.
"Ahh,, sial, Aku terlambat!" Umpat Arya buru-buru menekan tombol lift khusus miliknya
Pintu terbuka, ia langsung masuk. setelah sampai bawah, mencari wanita itu tapi sudah tidak ada. Arya terus mencari, mata liarnya melihat sosok wanita itu berjalan ke arah luar gedung, ia berlari kecil, semua karyawan yang berada di lobby itu menatap aneh pada kelakuan CEO mereka yang tidak biasa. bisik-bisik karyawan pun mulai terdengar.
"Presdir Arya sedang mengejar siapa? Kenapa dia berlari seperti itu?!" Ucap Karyawannya
__ADS_1
"Sepertinya ia mengejar wanita itu, yang tadi lewat. Dia bersama perwakilan lain yang berasal dari PT Draitoop." Jawab Karyawan lain
"Coba kau perhatikan tingkat aneh CEO kita, dia yang dulu terlihat dingin dan angkuh, tampan dan perkasa, sekarang jadi berbeda perilaku dan penampilan nya." Ejek Karyawan
"Sstttzz,, dengar-dengar Tuan Arya sudah bercerai dengan Nona Valerie. Selain itu, ia juga ditinggal pergi oleh Dini. dia sudah tahu jika nona Valerie penyebar fitnah dan sudah membohongi dirinya. Ditinggal pergi oleh Dini, dia jadi stress sepertinya." Gosip Karyawan itu
"Wajar saja Dini pergi meninggalkan Tuan Arya. Dia pasti sangat menderita dalam rumah itu. Orang lain saja yang tega menyebar fitnah untuk Dini yang sebaik itu, jika aku menjadi dia, aku tidak akan kuat untuk bertahan hidup."
"Benar, Aku sudah menyesal dulu berbuat jahat pada dia. Ternyata dia tidak jahat sama sekali, dia adalah korban kejahatan orang lain."
"Dan bodohnya seisi manusia di bumi ini percaya dengan foto-foto tuduhan palsu itu. Tuan Arya dan nona Valerie sama-sama jahat, saat Dini difitnah, tuan Arya sama seperti dalang dibalik penipuan informasi media itu." Hardiknya para karyawan terus menerus
"Dan satu lagi, ternyata Nona Valerie hamil anak dari pria lain saat itu."
"Apaa??!!" Kejut karyawan itu
"Ekhemm,,," Suara berdeham seseorang menghentikan gosip mereka
"Kalian ingin bekerja atau bergosip!" Tiba-tiba Damar sudah berada dibelakang mereka
"Bubar kalian!" Bentak Damar
Dan karyawati itu langsung berhamburan ke tempat nya masing-masing, lalu Damar terus berjalan mengikuti langkah Arya yang sudah berada di depan lobby.
Pintu utama lobby gedung terbuka, Arya terus berlari keluar. Petugas keamanan membungkuk memberi hormat saat CEO itu melewati dirinya.
"Din,,,Dini,,, Tunggu!" Teriak Arya
Wanita itu berhenti berdiri diparkiran mobil dan siap membuka pintu, dengan cepat Arya menarik tangannya.
Dan saat itu, wanita itu terkejut. Refleks Arya melepas tangan wanita itu karena tersadar akan wajahnya yang berbeda.
"Agh,,, Maaf Nona, ku kira anda orang yang aku kenal." Ujar Arya
"Tidak apa-apa, Tuan Arya." Kata wanita itu, tersenyum lebar, dan Iangsung melangkah masuk ke dalam mobil
"Sepertinya teman kita akan menjadi istri Tuan Arya. Kau lihat tadi bagaimana tatapan mereka bertemu." Ejek temannya yang merupakan perwakilan lain padanya dalam mobil
"Hush... Dia sudah beristri." Ujar wanita itu walaupun jantungnya menggebu-gebu dan pipinya memerah
Haahh..
Arya menarik napas panjang, dan dihembuskan kasar, wajah nya memerah menahan malu.
"Ayo Tuan, kita pulang!" Damar yang tiba-tiba muncul dan menepuk pundak Arya
Arya hanya mengangguk. Damar menuju parkiran mengambil mobil, dan Arya masuk ke dalam Mobil setelah di depan parkiran. Membawa Arya pulang adalah keputusan yang tepat dalam keadaan Arya yang tidak berjalan kondusif untuk tetap berada dalam perusahaan. Bisa saja ketika ia melihat karyawan lain, Arya menganggapnya adalah Dini!
Mobil berjalan meninggalkan gedung perusahaan. Hari masih siang, dan di dalam mobil, Arya melepas jas dan dasinya kasar, hingga beberapa kancing kemeja berserakan, entah apa yang ada dalam pikiran Arya.
Hatinya begitu kacau dan gelisah. Damar tidak berani banyak bertanya, ia hanya diam sambil menatap dari kaca spion mengetahui segalanya apa yang Arya rasakan.
...***...
Malam telah larut, Arya masih berada di dalam ruangan kerjanya. Alkohol sebagai teman hidupnya kini tanpa ada seorang istri pun di sampingnya, keseharian Arya hanya merenung dan menyesali nasibnya sendiri.
"Dini, di mana kau kini?!!" Ucap Arya dalam ke mabukkan
__ADS_1
Glek,,, glek,,, glek,,
Meneguk botol wine. Arya terus meminum wine itu hingga habis dan melempar botol itu di sembarang tempat.
Pranggkkk...
"Kenapa di sini hawanya panas sekali, aku harus menemui Dini di kamar nya, kasihan dia pasti kesepian,,," Ucapan Arya tanpa sadar
Seakan Dini masih berada di rumah nya, ia berjalan keluar ruangan kerja menuju kamar Dini, tempat yang jarang ia datangi selama ada Dini di kamar itu dulu. sampai di depan pintu ia terdiam dan membuka pintu kamar perlahan, saat pintu terbuka ia melihat sekeliling nya, tapi tidak nampak batang hidung Dini, Arya berjalan masuk dan mulai mencari Dini. Ia berjalan seperti zombie yang menakutkan bagi orang lain.
"Dini,,, kau di mana?" Membuka pintu kamar mandi tapi tidak ada Dini di sana
Arya membuka lemari hanya tersisa baju-baju Dini. ia mengambil baju itu, lalu menciuminya dan membawanya.
"Diniiiii,,, Aku Riiinduuu,,, kau di mana?!" Jatuh sudah air mata Arya
"Tuan Arya, Anda baik-baik saja?" Pelayan wanita yang datang setelah mendengar pecahan kaca
Arya melihat pelayannya itu dengan tatapan jika Dia adalah Dini.
"Diniii...!!" Arya langsung berhamburan berlari memeluk pelayan itu
"Tuan Arya, Apa yang anda lakukan? Lepaskan saya!" Berontak pelayan itu
"Aku tidak akan melepaskan mu lagi. Aku tidak akan membiarkan mu pergi lagi dariku." Peluk Arya semakin erat
"Tuan, Aku bukan nyonya Dini. Aku pelayan mu. Tolong jangan bertindak lancang padaku!" Terus dorong pelayan itu
Arya malah menarik pelayan itu dan mendorongnya ke kasur. sehingga pelayan itu terjerembab di atasnya dengan tatapan Arya yang terlihat penuh gairah.
"Aku memiliki cara agar kau tidak pergi lagi dariku." Ujar Arya mendekat
"Tuan, apa yang anda lakukan? Jangan melebihi batas yang seharusnya, aku bukan nyonya Dini." Pelayan itu ketakutan
Aaaaaa...
Pelayan itu berteriak kala Arya menerjang tubuhnya.
Tolonggg...
"Tuan, Jangan melebihi batas mu!"
Plakkkk...
Arya ditarik oleh seseorang yang mengakibatkan ia tersungkur di lantai dengan sudut di bibir yang berdarah.
"Dasar bedebah! Tidak ada harga dirinya kau sebagai pria yang berani melecehkan seorang wanita tak berdosa." Bentak Damar yang datang dan tak segan memukul atasannya
"Berapa kali aku katakan padamu untuk bersabar sedikit saja. Dini tidak akan ditemukan jika tindakanmu seperti ini." Bentak Damar sekali lagi
Bu Shani pun datang dan memeluk pelayan itu yang menangis ketakutan.
Tangisan dan penyesalan Arya semakin dalam, ia menangis sesenggukan, tubuhnya ikut terguncang karena tangisan nya.
Tubuh nya merosot terjatuh di lantai bersandar pada tembok, meraih baju Dini dan mendekapnya erat.
"Kenapa kau harus meninggalkan aku, Din? kenapa kau tidak beri aku kesempatan untuk memperbaikinya, kenapa Dini? Aku Mencintai mu Din,,, kau yang ku cintai bukan Valerie! Tanpa adanya dirimu di sisiku, Aku menderita!" Teriak Arya, hingga ia menangis di lantai dengan sadar atas perbuatannya yang sudah membuat pelayannya ketakutan
__ADS_1