Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
92. Istriku (Part 2)


__ADS_3

"Jangan membentak dirinya! Dia adalah ISTRIKU...!!!" Teriak membentak Arya membuka suara begitu menggema, sampai rahang nya mengeras dan urat nadi di leher terlihat


Cetaaarrrr....!! dug,,,dug,,,Duaaarrrr...!!


Bagaikan petir berkilat dan menyambar, suara yang tersampaikan menghujam tanah. kebenaran besar akan Arya sembunyikan dari Valerie, Akhirnya terbongkar dan pengakuan yang disembunyikan itu sampai tidak enak didengar oleh Valerie.


Valerie mematungkan dirinya tidak menyangka, Ia menatap kosong kenapa Dini yang sedang tertunduk menangis.


"Hah (mendengus) Istri!!? Kau berbicara tentang istri. Bagaimana wanita seperti dia bisa menjadi istrimu? Kau tidak bisa membodohi diriku Arya." Kata Valerie yang tidak percaya


"Bukti apa yang harus aku tunjukkan padamu? Aku memiliki banyak bukti untuk kebenaran ini, salah satunya cincin ini (menarik tangan Dini yang mengenakan cincin pernikahan mereka dan menyandingkannya dihadapan Valerie). Ini adalah cincin pernikahan ku dengan nya. warna dan aksen yang serasi, Apakah tetap tidak menunjukkan bukti pernikahan ku?" Pungkas Arya


Valerie menelisik dan menatap Cincin yang melingkar di jari manis tangan kanan mereka dengan seksama.


"Apa kau masih tetap tidak percaya? Aku memiliki dokumen asli untuk menunjukkan bukti atas pernikahan ku. Asal kau tahu Valerie, aku menyembunyikan kebenaran darimu, bahwa aku sudah menikah! Wanita yang kau hina dan bentak tadi, Dia adalah istri Sah ku." pengakuan Arya yang membuat Dini tersentuh. Pertama kalinya dia mendapat pembelaan dari suaminya langsung yang tidak segan menyatakan kebenaran dihadapan seseorang bahwa dia adalah istrinya yang sah secara hukum dan agama


"Tidak! Semua ini tidak mungkin terjadi." Valerie memundurkan diri frustasi


"Arya katakan padaku jika kau sedang bercanda denganku. Cincin ini, cincin yang sedang kalian kenakan, bukan cincin pernikahan kalian. Kau sendiri yang mengatakan jika siapa saja berhak untuk memakai cincin di jari manapun tanpa memiliki arti dia sudah menikah." Lanjut Valerie sudah menangis


"Aku tidak bisa menyembunyikan kebenaran yang ku sembunyikan ini padamu. Aku benar-benar sudah menikah, Aku bukanlah Arya yang lajang seperti saat kau mengenal diriku pertama kalinya." Jika kau masih tidak percaya, Akan ku tunjukkan buku pernikahan ku dengannya." Pungkas Arya masih tergelak duduk bersama Dini


Air mata Valerie sudah tumpah, dia tidak bisa mendengar kebenaran yang baru saja dia dengar.


"Aku tidak percaya akan hal ini. Aku tidak percaya kau sudah menikah Arya! Kau sudah berjanji padaku bahwa kau akan menikahi ku, tapi kau mengkhianati janjimu dan malah menikah dengan wanita yang tidak tahu diri sepertinya." Marah Valerie bercucuran air mata


"Jangan pernah menyebutnya wanita tidak tahu diri. Kau tidak tahu jika kau sedang menghina istri dari siapa?"

__ADS_1


"Aku tidak peduli jika dia adalah istrimu atau istri orang lain. yang terpenting adalah kau kekasih ku, dan kau berjanji akan menikahi ku."


"Cukup bicara mu itu, Valerie! Kebenaran tetaplah kebenaran, yang tidak akan pernah berubah menjadi kebohongan. Aku sudah menikah, dan tidak akan menikahi wanita lain. Aku menyesal sudah mencintai dirimu!" Kecam Arya


"Kau tidak mencintai ku?! Lalu, apa kau mencintai wanita ini?" Tanya Valerie dengan menunjuknya menggunakan jari telunjuk


"Banyak sekali rintangan yang kami lalui untuk bisa sampai pada saat ini. Aku sadar, aku sudah berbuat kasar pada wanita yang sama sekali tidak bersalah. dan aku menyadari jika aku mulai mencintainya, dengan kebaikan dan kelembutan hatinya, Dia sudah mengambil hatiku untuknya. Maaf Valerie, aku tidak mencintaimu lagi!" Pungkas Arya panjang lebar menjelaskan


"Dengan mudahnya kau mengatakan padaku jika kau tidak cinta padaku lagi. Kau memang benar-benar pria yang tidak memiliki hati, Arya. dengan mudahnya kau mengatakan padaku, kau sudah beristri, dan menyembunyikan ini semua dariku sejak dulu. Jika hari ini tidak terjadi, kapan kau akan memberitahu padaku atas pernikahan mu? Aku benar-benar kecewa padamu!" Pungkas Valerie bersedih pergi meninggalkan Arya


Lambat laun Valerie akan menerima kenyataan jika kekasihnya Arya ternyata sudah menikah.


"Tuan, benar-benar mengatakan kebenaran ini kepada nona Valerie?" Ujar Dini bertanya


"Kenapa? Apa aku salah memberitahu dia tentang status ku saat ini dan beberapa bulan lalu?" Jawab Arya


"Tuan, sendiri yang mengatakan hubungan ini tidaklah penting. Kita menikah hanya berdasar pada kepentingan saja. Lalu, untuk apa memberitahu nona Valerie akan hal ini?"


Dini sangat tersentuh dan terbuai oleh perkataan Arya. tanpa sadar dia sudah mengeluarkan air mata dari tadi.


Melihat Air mata Dini mengalir membasahi pipi, Arya menghapusnya menggunakan ibu jari.


"Jangan menangis! Akan ku pastikan ini lah hari terakhir nya kau menangis. Untuk ke depannya kau akan lupa bagaimana cara menangis." Ujar Arya dengan tulus


"Tuan?! Anda benar-benar sudah menerima saya dalam kehidupan, Tuan?" Ujar Dini khas suara orang menangis


"Tentu saja, mengapa tidak. kau adalah istri sah ku secara hukum dan agama. pernikahan kita di gelar secara mewah, di saksikan oleh keluarga dan kerabat kita. Apa yang meragukan jika Kau adalah ISTRIKU." Tegunnya

__ADS_1


"Tuan, Anda benar-benar sudah berubah!" Senang tangis bahagia Dini


"Untukmu! Aku sudah menyadarinya, dan rela berubah demi dirimu." Jawab Arya


"Terima Kasih, Tuan!" Bahagia Dini


Setelah itu, tanpa pernah terpikirkan, Arya mendekap Dini ke dalam pelukannya. Memeluk Dini sangat erat, dan terasa canggung bagi Dini.


"Kita akan memulai semuanya dari Awal!" Ungkap Arya


"Aku tidak pernah menyangka kehidupan ku senantiasa berubah-ubah. Perlahan-lahan tuan sudah menerima diriku sebagai istrinya. Banyak hari dan waktu yang sudah ku lalui dari menerima perilaku kejam tuan, hingga sampai dia berubah drastis menjadi perhatian dan hangat padaku. Aku tidak akan menyangka, kehidupan ku untuk kedua kalinya akan berubah dengan berbeda lebih indah dari sebelumnya. Aku percaya padamu Tuhan, engkau segala sesuatu di balik semua yang terjadi. engkau tidak akan menguji hamba mu di luar batas kemampuannya, dan aku percaya itu. Terima Kasih karena sudah memberikan jalan kehidupan ku seperti ini, hingga pada akhirnya Tuan sudah menerima diriku apa adanya." Gumam Dini bersyukur dalam dekapan Arya yang walaupun terasa canggung. Namun, sangat nyaman dirasakan olehnya


"Terima Kasih, Tuan. Tuan sudah ingin menerima ketulusan ku. Saya tidak percaya jika dengan cepat tuan bisa menerima ku seperti ini." Ujar Dini


"Banyak hal yang membuat ku berpikir jika aku tidak harus membuatmu kesakitan jika tidak menerima pernikahan kita. Ayah dan ibu tahu mana yang terbaik untuk menjadi istriku, dan mungkin mereka memang benar, bahwa kau adalah wanita yang cocok untuk menjadi istriku."


"Jika saja aku bukan menikah dengan dirimu. lalu, aku menikah dengan wanita yang tidak memiliki tingkat kesabaran yang tinggi. dari sejak dulu, mungkin aku sudah menduda, dan kejahatan ku pada seorang wanita terbongkar begitu saja dihadapan orang tuaku. Tapi rasa sakit yang kau alami, kau tidak pernah menceritakan nya kepada siapapun." Lanjut bicara Arya


"Saya hanya berpasrah saja saat itu. ingin bagaimanapun, tuan tetap suami saya. walau tuan sering menyakiti, bahkan berlaku kejam pada saya. Saya mengerti kenapa tuan melakukan hal itu." Jawab Dini


"Ini sudah pukul 07.00, Aku bisa terlambat sampai ke perusahaan. Walau bagaimanapun aku harus memberikan contoh yang baik pada karyawan ku dengan tidak datang terlambat." Lepas dekapan Arya


"Iya. Saya juga seharusnya sudah pergi ke perusahaan, Tuan." Pungkas Dini


"Tuan, ingin saya buatkan sarapan? Tuan belum sarapan sama sekali." Tanya Dini berlanjut pada Arya dengan berani


"Tidak. Jika bisa apakah kau ingin menyiapkan aku bekal?" Jawab Arya

__ADS_1


"Bekal?!" Tegun Dini


"Iya, Bekal. Ini sudah terlalu siang, dan aku harus segera pergi ke perusahaan. Aku tidak akan sempat untuk sarapan di rumah." Ujar Arya


__ADS_2