Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 110 - Waktu Berlalu >< Hampa


__ADS_3

Hampa sendiri merupakan salah satu perasaan di mana kita merasakan sebuah rasa kosong di dalam diri dan hati. Terkadang ada saja kata-kata hampa yang menunjukkan bahwa seseorang sedang merasakan perasaan sedih dan galau.


Terkadang hampa ini juga menunjukkan diri bahwa kita merasakan sebuah perasaan kesepian yang luar biasa di dalam tubuh. Bila dibiarkan begitu saja, maka perasaan hampa ini bisa membuat kita stres dan depresi. Bila sudah begini, maka hal ini akan berbahaya.


Kehampaan hidup demi waktu berlalu yang seiringnya berjalan waktu tengah di alami oleh kedua insan yang merasakan kekosongan dalam hidup.


3 Bulan Tersisa...


Usia kandungan yang sudah genap 6 bulan. Hanya tinggal menunggu 3 bulan tersisa untuk bisa melahirkan.


1 Bulan...


Seorang pria yang tengah terpenjara, hanya memiliki tatapan mata kosong, tubuh tak berdaya. Hanya bernapas, terlihat perutnya naik turun yang masih menandakan ia hidup dan masih ada tanda kehidupan dalam dirinya.


"Telah ku lampaui semua asa. Aku dan mimpi-mimpiku jauh terpisah; Hanya tinggal kesedihan yang tersedia. Dari sebuah hati yang hampa terlimpah."


Di sisi lain, seorang wanita tengah menangis berurai air mata sedang berdiri di depan jendela dalam sebuah mansion menatap luar, menganggap burung-burung yang terbang bebas bersamaan di langit biru membentang lebih beruntung dibandingkan nasibnya sebagai manusia yang terkurung dalam sangkar emas.


"Sebanyak-banyaknya oksigen yang berhamburan di dunia ini, tapi jika tidak ada diri mu dikehidupan ku, tetap aja rasanya hampa. Karena hanya kau oksigen yang bisa membuat ku bernapas dengan bahagia di dunia ini."

__ADS_1


2 Bulan...


Sinar matahari masuk ke sirkulasi sel penjara, membangunkan pria tahanan yang tengah tidur dan terbangun olehnya. Tak ada yang bisa dilakukan, ia hanya duduk tanpa arti menatap terus kosong menggagap dunia masih sama seperti yang kemarin.


Ia hanya tertidur, terbangun, makan seadanya, keluar saat panggilan alam penuh penjagaan, tak ada yang berbeda, itulah hari-harinya seterusnya tanpa hari spesial, hari kerja, hari libur pada umumnya.


"Tidak senang. Tidak sedih. Hampa saja."


Di sisi lain, Seorang wanita tengah mengandung 8 bulan. Tubuhnya kurus, namun perutnya terus membesar. Kini, ia masih dalam kamar yang sama, menunggu kelahiran anak ketiganya yang satu bulan lagi akan terlahir ke dunia.


Ia mengelus perutnya dengan lembut sambil menangis. Hari-harinya penuh dengan tangisan, sudah 2 bulan ia merasa sendiri tak ada keluarga yang dapat di temui.


"Tawa manusia lebih mengerikan daripada air matanya, dan mengambil lebih banyak bentuk hampa, tak berperasaan, tanpa kegembiraan, gila."


Usia angka 8 tahun yang ada di kue ulang tahunnya, tak semulus angka 8 yang melingkar tanpa putus dan dijadikan sebagai angka keberuntungan. Nasibnya tak seberuntung angka usianya kali ini, mereka harus terjauh dari sang ayah dan ibu yang selalu mereka tunggu kepulangan hingga kerinduan berat yang tak kunjung reda.


"Rasanya jatuh cinta pun, yang kata orang sejuta rasanya, aku tak bisa merasakannya lagi. Hati ku kosong, hampa!"


"Perasaan itu, ketika aku belum tentu sedih, tetapi aku merasa benar-benar hampa…"

__ADS_1


3 Bulan...


Hari demi hari, berjalan terasa hampa. Tertidur dan terbangun tetap seperti itu. Tak perlu kami jelaskan bagaimana hari indah kami saat semua hari itu berlalu.


Hanya mampu memegang sel dingin terbuat dari besi yang dapat digenggam. Lantai dingin yang selalu dijadikan tempat pengaduan. Sirkulasi sel penjara yang menjadi pencahayaan.


"Hari ini, seperti hari lainnya, kita terjaga dengan perasaan hampa dan ketakutan."


"Yang tadinya sunyi dan tenang, sekarang sunyi dan kosong."


Hanya mampu bertahan terkurung dalam kamar, menatap dunia luar dari jendela, menggagap dunia tak adil, burung-burung dan semut yang bisa berkeliaran bebas. Menantikan kapan hari itu akan datang.


Keluarga, Anak-anak, mereka sangat jauh. Orang tua, mereka sudah meninggal bersama luasnya samudera, seorang kakak yang berjanji menjaga, sudah pergi bersama udara yang membawanya terbang, hanya tinggal Dini seorang di dunia ini.


Kini, usia kehamilan itu sudah menduduki 9 bulan. Hanya tinggal menghitung hari dan dunia akan kedatangan bayi baru yang siap untuk menggandrungi badai kehidupan ini. Berharap dunianya akan baik-baik saja, tak ada awan mendung yang mengelilingi.


"Sisa hidupku terbentang sebagai kekosongan di hadapanku."


Suatu malam...

__ADS_1


Seorang wanita tengah menjerit kesakitan malam-malam. Sakit pada bagian perutnya yang terasa mulas.


Dini. Ia terbangun tengah malam terus mengerang kesakitan, sambil memegang perutnya yang terasa sakit, keringat dingin keluar dari seluruh tubuhnya, hanya mampu berteriak meminta tolong berharap ada seseorang yang datang membantu dengan kebesaran hati nuraninya dalam mansion itu tergerak untuk menolong.


__ADS_2