Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
112. Tidak Ada Jeranya


__ADS_3

"Habislah aku! Apa jadinya setelah ini padaku? Aku benar-benar tidak bermaksud untuk tidak mengetuk pintu sebelum masuk.aku terburu-buru untuk meminta tanda tangan, Presdir." Rasa bersalah karyawan itu dengan meratapi nasibnya setelah ini


"Ada apa? setelah kembali dari ruangan Presdir, kau terlihat sedih." Tanya teman rekan karyawan itu yang tidak sengaja berpas-pasan dan melihat temannya murung


"Sisa waktuku hanya sebentar lagi untuk tetap bertahan di perusahaan ini. Aku sudah melakukan kesalahan yang tidak disengaja." Cerita karyawan itu pada temannya


"Kesalahan apa? kau tidak sampai membuat Presdir marah padamu, kan?" Khawatir temannya yang berempati


"Presdir Arya memang tidak sempat memarahiku. Namun, kesalahanku sendiri yang sudah menempatkan ku diambang amarah Presdir nanti."


"Memangnya kesalahan apa yang sudah kau lakukan?" Tanya teman itu dan mereka yang berbincang sambil berjalan


"Aku datang untuk segera meminta tanda tangan dari, Presdir. Karena terburu-buru dan harus segera diberikan pada bagian divisi kembali, karena dia memberiku waktu. Aku datang ke ruangan Presdir tanpa mengetuk pintu dan menunggu jawaban darinya, Tapi aku langsung saja masuk.saat masuk, aku mendapati Presdir dengan kekasihnya sedang saling berpagutan bibir satu sama lain dengan bagian depan dada Presdir terbuka. otomatis saat aku datang, mereka menghentikan aktivitasnya, dan menatap tajam ke arahku." Jelas karyawan itu


Refleks temannya itu sangat syok mendengar pernyataan dari temannya.


"Presdir dan kekasihnya melakukan hal itu di kantor??!" Pungkasnya sangat terkejut


"Sssttt...Jangan terlalu keras! Jika ada orang lain yang mendengar, dan berita ini tersebar luas, kita berdua akan mendapatkan masalah. Biarkan ini menjadi rahasia diantara kita berdua." Ujar karyawan itu


"Lalu, bagaimana dengan nasib dirimu setelah ini?" Tanya bisik temannya itu


"Aku hanya bisa berpasrah pada Tuhan saja. jika aku masih ditakdirkan bekerja di sini, senantiasa aku masih bisa melihatmu." Ujarnya putus asa


"Jangan putus asa! kau sudah bekerja lama di sini. Baru saja kemarin Presdir membuat peraturan tidak akan menerima karyawan baru untuk kelangsungan perusahaan sendiri. Jadi, masih ada harapan kau masih bisa dipertahankan."


"Aku harap seperti itu." Jawabnya yang masih terlihat sedih memikirkan akan nasibnya yang diambang pemecatan


Kembali pada pasangan kekasih Arya dan Valerie.


Setelah aktivitas hangat mereka yang sempat terganggu, sehingga karena sudah tidak bersemangat dan menjadi malas untuk melakukannya lagi. Arya mengancingkan kemejanya kembali dengan dibantu oleh Valerie yang memasangkan dasi dan jasnya.


"Untuk kejadian tadi tidak bisa dimaafkan. Karyawan mu itu tidak tahu tata krama sama sekali." Cela Valerie yang marah


"Semua kesalahan tidak terletak padanya. Kita juga yang salah karena melakukan ini di dalam kantor." Ujar Arya

__ADS_1


"Jadi, kau lebih mendukung dia dibandingkan aku." Emosi Valerie lagi


"Bukan seperti itu. Karyawan itu datang untuk meminta tanda tanganku dengan segera.walau bagaimanapun untuk saat ini, pekerjaan lebih penting dibandingkan mementingkan hasrat yang ingin tersalurkan." Ujarnya


"Baiklah, aku mengaku salah. Lain kali aku tidak akan mengganggu mu saat waktu bekerja."


"Maafkan aku, bukan maksud diriku untuk menyalahkan mu." Ujar Arya


"Tidak masalah. Aku hanya ingin tahu bagaimana hubungan mu dengan wanita itu!" Kata Valerie yang duduk di sofa ruangan sana dan diikuti Arya


"Kau tidak tahu bagaimana jadinya aku saat berada di mansion orang tuaku kemarin...hhhh." Kata Arya


"Dari wajahmu terlihat kau sangat senang. Apa yang terjadi? Coba ceritakan padaku!"


"Kemarin ibuku memintaku dan wanita itu datang ke mansion untuk sekedar menyambangi sekaligus bertemu dengan adikku. Adikku itu selalu membicarakan Dini karena penasaran akan kehadirannya." Cerita Arya


"Lalu?" Tanya Valerie yang terbawa serius dan menyukai suasana cerita Arya


"Saat aku datang dengannya, Darwin tidak tahu jika Dini adalah kakak iparnya yang selalu ia ingin temui sampai salah mengira saat bertemu dengannya.dia menganggap wanita itu adalah wanita yang ia temui dan dia sukai." Ujar Arya


"Memang seperti itu kenyataannya. Dihadapan semua orang dia menyatakan cintanya.termasuk dihadapan ku sebagai suaminya, terpaksa karena sedang berada dihadapan ayah ibuku, aku harus menjalankan profesiku sebagai aktor terbaik di sana. Aku melayani permainan mereka dengan berkata bahwa 'DIA ADALAH ISTRIKU! APA KAU BERANI MENCINTAI ISTRI KAKAKMU SENDIRI?!' itu yang aku katakan sampai aku harus membaku hantam dirinya." Bicara Arya yang terkesan mengejek


"Saat itu Darwin benar-benar terkejut sampai masih tidak bisa menyaring kenyataan. Lucunya adalah, aku harus berpura-pura menjadi seorang suami yang baik, mengakui dia adalah istriku dihadapan semua orang agar orang tuaku percaya.kau pasti akan tertawa jika ada di sana dengan melihat dia menangis kala itu. Dia menahan ku agar tidak memukuli kekasihnya itu." Tawa Arya diakhir


Hahahaha....


Tawa besar mereka yang menggema.


"Aku tidak mengerti kenapa bisa adikmu itu mencintai wanita yang tidak berkelas sampai segila itu." Bicara Valerie yang masih tidak bisa menahan tawanya


"Kau pun yang bukan Keluarganya tidak mengerti kenapa bisa seperti itu, Apalagi aku yang merupakan kakaknya.aku rasa dia sudah dibutakan oleh wajah so polos dan lugunya itu." Cela Arya


"Hahahaha...Aku tidak bisa berhenti tertawa menanggapi ceritamu ini."


"Sangat lucu bukan? Adikku mencintai kakak iparnya. Akan ada kisah cinta yang lebih dramatis dan menyanjung setelah Romeo dan Juliet...Hhhhh."

__ADS_1


"Sudah cukup! Jangan terus bercanda! Aku tidak bisa menghentikan tawaku. jika seperti ini terus, bisa seharian aku akan tertawa,,,, hahahaha."


"Pada intinya, baru saja datang adikmu sudah membuat cerita sejarah yang sangat lucu dan unik. Matanya terlalu buram untuk mencintai wanita itu, ditambah dengan kau pemanis cerita yang berpura-pura menjadi suami yang cemburu melihat istrinya dicintai pria lain." Lanjut Valerie


"Kau sendiri yang akan memberikan penghargaan aktor pendatang baru terbaik padaku." Kekeh Arya


"Ini sudah cukup bagiku. Jika seperti itu Aku akan pulang saja, kita akan saling mengabari ditelepon nanti. Bye,,,Terima Kasih untuk pagi ini." Pamit Valerie untuk pulang dengan memberikan ciuman pipi sekilas pada Arya sebelum pergi


Hal itu membuat Arya mabuk kepayang dibuatnya ciuman pipi sekilas oleh Valerie.


Arya ini memang tidak ada jera baginya. Sampai ternyata pembelaan yang dilakukan kemarin hingga adiknya sendiri babak belur. Ternyata hanya pemanis siasat biasa untuk mendapatkan simpati kepercayaan dari orang lain yang dianggap sebagai suami yang pastinya tidak rela melihat istrinya ternyata dicintai oleh pria lain. Dia lakukan benar-benar hanya semata sebagai siasat, dia begitu pandai bersandiwara! Semua mengakui bahwa Arya adalah aktor pendatang baru terbaik, dan Manusia ber-IQ tinggi dalam sebuah realistis, merancang sebuah kejahatan!


...***...


"Ini semua kesalahan ibu, Pak. Kedua putra kita memperebutkan wanita yang sama.ibu tidak tahu apa yang dirasakan Darwin sampai menyukai istrinya Arya." Sedih Bu Amira


"Kakak ipar yang selalu ia bicarakan, tidak jauh dari wanita yang ia cintai juga. Saking cintanya dia pada Dini, dia sampai melupakan Dini sebagai kakak iparnya." Lanjutnya bersedih


"Perlahan Darwin akan menerima kenyataan jika Dini sudah menikah dan merupakan istri Arya. Di luaran sana masih banyak wanita yang salah satu diantara mereka merupakan jodohnya." Jawab Pak Barma


"Akan sulit baginya untuk berharap dengan mencintai wanita lain setelah dia menyukai wanita yang ternyata bukan miliknya. itu pasti sangat membuat hati dan juga jiwanya terluka." Kata Bu Amira


"Ingin Bagaimana lagi, Bu? Sekarang Darwin sudah bekerja di perusahaan yang dibangun Arya sendiri, dia pasti akan disibukkan dengan pekerjaannya sebagai CEO di sana. Perlahan dia akan melupakan masalah hatinya."


"Itu masih sulit, Pak. Dini adalah menantu kita, kapan saja dia bisa datang ke sini. Jika Dini datang saat ada Darwin di mansion, Apalagi Keluarga kita sering mengadakan acara, jika mereka saling dipertemukan, akan tetap membuat Darwin mengingat masalah hatinya pada Dini."


"Kita berdoa saja semoga Darwin tidak mencintai Dini lagi. Rasa cinta pada Dini, hilang dari hati Darwin." Ujar Pak Barma yang masih bersikap tenang


"Ibu hanya membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah ini. melihat salah satu anak laki-laki kita begitu sangat menderita hanya perkara satu wanita."


"Lalu, ibu ingin apa? Ibu ingin meminta Arya agar menceraikan Dini dan setelah itu menikahkannya kembali dengan Darwin."


"Bapak ini berbicara sembarangan! Mana mungkin ibu meminta Arya untuk menceraikan menantu kita.memangnya bapak tidak melihat bagaimana reaksi Arya kemarin? Arya terlihat mulai memperdulikan Dini dan rasa cinta sudah tumbuh dalam hatinya sampai mengakui Dini sebagai istrinya, berbeda dengan dulu yang mati-matian menolak Dini adalah istrinya.itu tandanya hati Arya sudah luluh oleh kesabaran Dini yang membuat suaminya bisa menghargainya."


"Maka dari itu, Seperti yang bapak katakan tadi. Ibu tidak perlu khawatir mengenai Darwin, perlahan dia akan lupa tentang hatinya. Dia akan mendapatkan pujaan hatinya sendiri nanti." Kata Pak Barma meyakinkan Bu Amira

__ADS_1


__ADS_2