
"Hallo, teman-teman! Apa kabar kalian?" Ucap Luna yang sedang melakukan video call beberapa orang dengan 2 orang temannya menggunakan laptop
"Hei, kau kemana saja? setelah kau berhasil dinobatkan sebagai duta putri, kau tidak pernah menghubungi kami lagi." Ucap Vera
"Kalian di mana? Apa kalian masih di asrama." Ucap Luna malah melontarkan pertanyaan
"Tidak, aku sudah pulang ke mansion orang tuaku." Jawab Felisha
"Hei, jawab dulu pertanyaan ku.kau malah sibuk bertanya!" Canda Vera
Luna Tertawa kecil setelah tadi mendiamkan pertanyaan Vera.
"Kau ini, Ingin sekali mengetahui kehidupan ku sekarang.aku ada di mansion kedua orang tuaku." Jawab Luna
"Karena kau bersama dengan mereka.jadi, kau lupa pada kedua sahabatmu ini." Ujar Vera masam mukanya
"Bagaimana aku melupakan kalian.aku belum sempat saja menghubungi kalian setelah pulang.saat aku datang, mereka begitu senang, sehingga aku bercerita banyak dengan mereka." Jelas Luna
"Baiklah, aku mengerti!" Ujar Vera, dan Felisha yang hanya diam melihat perdebatan mereka
"Tolong jangan marah padaku. jika kau marah aku akan mengurungkan niatku untuk mengajak kalian berdua pergi ke mall besok." Ucap Luna
"Kau akan mengajak kami ke mall?" Ucap Vera antusias
"Iya, apa kau lupa jika aku mendapatkan uang 2 milyar dari posisi yang kudapatkan kemarin."
"Iya, Benar.bukankah kau mendapatkan hadiah uang sebesar 2 milyar dari pihak universitas karena kau berada di posisi pertama. baiklah aku ingin ikut." Ujar Felisha yang akhirnya berbicara
"Aku juga ingin ikut!" Ujar Vera ribut
"Baiklah, kita akan bersenang-senang besok.kita akan habiskan uang itu dalam 1 hari, Bagaimana apa kalian setuju?" Tanya Luna
"Dalam 1 hari kita akan habiskan uang 2 milyar.apa kau tidak sedang bercanda, itu seharga uang makan ku selama 10 tahun." Ucap Felisha
"Kalian tenang saja, untuk kehidupan adik Arya Razvan Pratama sejumlah uang itu sangatlah kecil. Kakak ku tidak akan langsung bangkrut jika aku ingin menghabiskan uang 400 milyar dalam sehari." Pungkas Luna angkuh
__ADS_1
"Benar, Keluarga mu adalah orang terpandang.untuk sekali makan saja mungkin kalian menghabiskan uang 1 milyar hanya untuk makan pagi." Ucap kekeh Vera
"Sudahlah, kalian tidak perlu khawatir.aku akan mentraktir kalian besok, kita habiskan dan manfaatkan liburan 1 bulan kita tanpa memikirkan tugas kuliah."
"Baiklah, nanti pagi kami akan datang ke mansion mu."
"Tidak perlu, aku akan menjemput kalian ke rumah masing-masing dengan Lamborghini milik kakakku."
Mendengar Lamborghini mereka sangat senang karena akan menaiki kendaraan yang terkenal dengan kemahalan dan kemewahan itu, tidak semua orang mampu membeli.
Sehingga mereka tidak sabar untuk menyambut pagi besok.
...***...
Dari subuh, dan kebetulan hari ini adalah hari Minggu sehingga pasti banyak dari mereka keluarga ataupun anak muda yang berjalan-jalan untuk menghabiskan waktu atau sekedar refreshing menyempatkan diri meninggalkan pekerjaan yang membuat mereka frustasi dihari normal. Luna sudah bangun lebih pagi untuk bersiap diri pergi bersenang-senang bersama 2 sahabatnya.
Pada pukul 06.00, semua keluarganya yang sudah duduk di meja makan untuk sarapan pagi dikejutkan dengan Luna yang sudah berpenampilan rapi.
Style Fashion Luna
"Iya, Nak.biasanya kau sering memakai pakaian casual, tapi sekarang kau anggun sekali." Ucap Bu Amira
"Hari ini kan hari Minggu, aku dan teman-temanku ingin pergi berbelanja ke mall." Ucap Luna riang
"Oh, ya. Baguslah, sekiranya hal itu akan membuatmu tidak bosan.kalian nikmati saja libur kalian selama 1 bulan." Ucap Pak Barma
"Iya, Nak. pergi saja! itu akan baik bagi pertumbuhan masa muda mu agar otakmu tidak terlalu terpaku pada pembelajaran kuliah, apalagi jiwa seorang dokter harus sehat.daripada suntuk di kamar, lebih baik mencari udara segar di luar." Ucap Bu Amira
"Benar, jika perlu ajak kakakmu Arya pergi bersama mu.daripada terus memikirkan pekerjaan lebih baik kau ikut dengan adikmu." Ujar Pak Barma
"Iya, Betul, Arya. lama-lama kau bisa basi jika terus bekerja dan mudah cepat tua." Kekeh Bu Amira
"Tidak, aku sangat sibuk hari ini!" Jawab Arya menolak dengan dingin
__ADS_1
"Ayolah kakak, apa yang dikatakan ayah dan ibu benar.ini kan hari Minggu, apa salahnya jika kakak meninggalkan pekerjaan kakak sebentar.lagipula jika kakak tidak memimpin perusahaan sehari, perusahaan kakak tidak akan mengalami kebangkrutan."
"Apa bedanya dengan hari Minggu dengan hari lainnya? semua hari sama, dan semua orang memiliki hari, terserah mereka ingin melakukan apapun di hari mereka.toh tidak ada ketentuan dalam setiap hari harus melakukan ini dan hari ini harus melakukan itu.kalian saja yang mempersulit dan mengubah hari ingin dipergunakan untuk apa." Gerutu Arya
Semua orang yang ada di sana saling bertukar pandangan bingung mendengar pernyataan Arya.
"Ayah angkat tangan jika Arya sudah melontarkan pikirannya.ayah tidak tahu apa yang ada dalam pikiran anakku satu ini." Ucap Pak Barma menyerah
"Kakak ini, aku bingung dengan kakak. Yasudah jika kakak tidak ingin ikut, bolehkah aku meminjam mobil Lamborghini kakak untukku pakai hari ini."
"Mana bisa, aku ingin memakainya juga hari ini."
"Kakak kan masih memiliki banyak mobil lain untuk kakak pakai, aku akan memilihnya."
"Itu adalah milikku. jika kau ingin mobil, maka beli saja sendiri. jangan membuat orang lain heran kenapa kau yang berasal dari keluarga Pratama sama sekali tidak memiliki mobil."
"Baiklah, maka kakak harus belikan aku mobil.aku tidak memiliki uang."
"Bukankah kau mendapatkan hadiah uang dari kemenangan dirimu kemarin!" Ujar Arya menatap dengan mata elang adiknya
"Iya, itu benar. aku menggunakannya untuk bersenang-senang hari ini." Ucap Luna
"Dan aku tidak akan memberikanmu mobil!" Dingin Arya
"Kakak sendiri baru saja mengatakan jika aku harus memperlihatkan diriku berasal dari keluarga Pratama.namun, kakak malah tetap tidak ingin membelikan ku mobil.ayolah kak, bagaimana kakak tidak menuruti keinginan adikmu yang cantik ini." Ucap Luna mengganggu Arya yang sedang sarapan, bergelayut manja di pundak nya
"Kau masih belajar! jika saja aku membelikan mu mobil, kau sibuk memamerkan diri pada orang lain dan berjalan-jalan dengan mobil itu bersama teman-temanmu.belajar saja dengan baik, dan benar, jangan menuntut apapun sebelum kau menyelesaikan pendidikan mu." Ucap Arya menggurui adiknya dengan penuh perhatian
"Yang dikatakan kakakmu benar. Kau fokus saja dulu pada pendidikan dokter mu, jika kau sudah lulus, jangankan mobil! kau ingin rumah atau tanah, ayah akan beli hanya untukmu." Ucap Pak Barma
"Lalu, sekarang aku harus pergi menggunakan apa? aku sudah berjanji pada teman-temanku akan membawa mobil kakak." Ucap Luna mukanya masam
"Daripada aku membelikan mobil untukmu.aku akan pergi bersamamu ikut bersenang-senang!"
Semua orang terkejut mendengar pernyataan Arya yang akan pergi berjalan-jalan, setelah lama sekali ia tidak pernah memberikan izin untuk dirinya menikmati indahnya dunia luar.
__ADS_1
Mereka saling bertukar pandangan dengan raut tidak menyangka menatap ke arah Arya.
Arya tahu jika semua orang menatap ke arah dirinya namun, ia sibuk melanjutkan makannya dengan menyeringai penuh tanda tanya.