Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 54 - Bukti


__ADS_3

Sebulan telah berlalu keberadaan Valerie di Rumah Arya tidak pernah luput dari sandiwara, berkali-kali Arya meminta Valerie untuk pergi, tapi Valerie tidak kunjung berubah, bahkan ia semakin semena-mena tinggal di Rumah itu untuk menguasai Rumah Arya. Keberadaan Valerie sangatlah mengganggu kebahagiaan keluarga kecilnya. Kerap kali Arsen yang mengakui dia sebagai ibunya selalu mencari kesempatan dan menjadikannya sebagai alat untuk menghasut Arsen menindas ibu kandungnya. Hal itu membuat Arya frustasi.


Di sebuah kamar, Arya tengah duduk gelisah lalu ia berjalan mondar mandir di depan pintu, ia menatap sebuah kamar dengan ragu, lalu masuk ke dalam kamar itu untuk mencari sesuatu, membuka lemari dan mengeluarkan isi pakaian dalam lemari.


"Di mana wanita itu menyimpan file dan disc itu? Aku harus menemukan benda itu dan memberikannya pada Arsen. Dia tidak boleh memerasnya, file itu adalah berkas penting baginya. Hanya itu salah satu bukti agar dia mempercayai ibu kandungnya. Sudah cukup dia tinggal di sini membuat banyak penderitaan yang diberikan pada anak dan istriku." Imbuh Arya mengobrak-abrik lemari Valerie


Di koridor terdengar seorang wanita yang tengah bersenandung untuk masuk ke dalam kamarnya.


Sebelum wanita itu datang, Arya mempercepat prosesnya untuk mencari dan nihil benda yang dia cari tidak mudah untuk ditemukan. Arya pun terpaksa harus bersembunyi di balik gorden agar Valerie tidak tahu keberadaannya di kamar dan keluar jika situasi sudah kondusif.


Aaa...ha...hm...


"Huah... Ini sudah saatnya aku merebahkan tubuhku di ranjang yang empuk ini. Bersandiwara melayani anak kecil itu sangatlah lelah." Ucap Valerie meregangkan ototnya sambil merebahkan diri


Tanpa diketahui dari balik gorden Arya memperhatikan gerak-gerik Valerie yang sedang membuka laci meja nakas dan mencari sesuatu di sana.

__ADS_1


"Itu dia! Ternyata dia menyimpannya di sana."


"Heuh,,, Ini adalah kunci terbesar untuk menghancurkan keluarga Arya. Sampai kapanpun dia tidak akan pernah mendapatkan kepercayaan dari anaknya, Bukti-bukti palsu itu sudah menghasut anak kecil yang tidak berdosa. Malang sekali nasibmu Arsen, setelah ini aku akan memberikan penghargaan yang tidak dapat kau lupakan untuk selamanya. Kau harus membayar kesalahan kedua orang tuamu padaku." Ucap Valerie yang berambisi


Dia begitu membanggakan sebuah file yang sangat berharga, jika dia sampai kehilangan file itu, maka semua rencana jahat yang ia susun melalui Arsen akan hancur lebur.


Arya yang sedang bersembunyi pun bingung apa yang dimaksud Valerie? Apa yang dia rencanakan? Kenapa dia membawa nama Arsen untuk membayar kesalahan yang tak ia pahami? Tindakan apa selanjutnya yang akan dilakukan Valerie untuk menyerang keluarganya?


Valerie pun kembali memasukkan file itu ke dalam kotak dengan privasi yang tinggi dan menyimpannya kembali di laci.


Dia pun beranjak pergi dari kamarnya menuju kamar mandi. Ini adalah kesempatan bagi Arya untuk mengambil file itu yang isinya terdapat rekaman bukti kejahatan Valerie semasa hidupnya sampai di penjara.


Beberapa langkah lagi Arya akan sampai dan akan mengambil barang berharga itu untuk membongkar kejahatan Valerie pada Arsen.


Kamar Valerie sudah aman, di sana tidak ada siapapun selain Arya, dan sedangkan Valerie berada di kamar mandi dengan hanya gemercik air yang terdengar.

__ADS_1


Arya berhasil menemukan file dan disc yang selama ini Valerie simpan rapat. Selangkah lagi Arya akan membawanya pergi.


Namun, saat ia ingin berbalik untuk membawanya pergi. Seorang wanita licik itu tengah berdiri tepat di belakang Arya. Ia sedang melipat tangannya di dada dan menatap Arya dengan tatapan meremehkan satu alisnya dinaikkan.


Sontak hal itu mengundang keterkejutan. Bagaimana bisa Valerie sudah berada di belakangnya secara tiba-tiba? Padahal dia sendiri mendengar gemercik air dalam kamar mandi yang Arya pikir Valerie sedang mandi.


"Halo! Kau pasti terkejut, Ya. Suatu kehormatan bagiku Tuan Arya menginjakkan kaki di kamar ku. Dulu kita setiap hari seperti ini hanya berdua dalam kamar yang luas ini. Tapi sayang sekali posisiku saat ini bukanlah istrimu lagi, Tapi aku adalah ibunya Arsen. Oh ya, kebetulan sedang apa kau di sini?" Ucap Valerie sambil melihat yang ada di tangan Arya


Arya cukup berkeringat di kamar itu. Ia sangat terkejut seperti seorang pencuri yang aksinya dipergoki oleh sang pemilik.


"Kejahatan mu selama di rumah ini akan segera terbongkar dihadapan Arsen. Aku tidak menyangka ternyata kau wanita cerdik yang menyimpan semua rekaman cctv dalam rumahku ini yang pemiliknya saja tidak dapat mengaksesnya. Aku tidak menyangka kau selicik itu menyiapkan segalanya dari awal, sampai aku sendiri tidak bisa menyerang gerak-gerik mu."


"Itulah serigala berbulu domba. Jangan merasa berbangga diri jika kau adalah orang hebat yang sudah menggenggam dunia menggunakan kedua tanganmu itu. Buktinya jika kau berhadapan denganku ternyata tidak ada makna apapun. Kau sudah kalah dengan seorang wanita."


"Tak ada waktu banyak yang bisa kau lakukan di dunia ini. Sebentar lagi kau sendiri akan mendekam di penjara seumur hidupmu. Dan Arsen sendiri tidak akan mempercayai wanita ular seperti dirimu. Di dalam rekaman ini, sebagian kejahatan mu terekam nyata, bagaimana perlakukan mu pada Dini dan juga sifat mu itu, Dan aku sendiri sudah menyiapkan bukti lain bagaimana dulu kau memfitnah ibunya dengan hal yang tidak-tidak. Kita lihat, apakah kau akan masih sempat tertawa setelah ini?" Kecam Arya

__ADS_1


"Coba saja. Aku tidak takut pada bukti yang kau kumpulkan untuk menjatuhkan ku. Aku saja masih bisa membuat berbagai macam foto yang diedit. Arsen sendiri akan berpikir itu hanyalah editan saja, dia sendiri tahu bahwa Ayahnya ini sangat hebat, bukan? Dia tidak akan mempercayaimu." Tantang Valerie tidak kenal takut


"Kau tidak perlu menyembunyikan ketakutan mu yang sebentar lagi kau akan keluar dari rumah ini. Tenang saja dan bersantai, nikmati saja beberapa jam di rumah ini, dan aku akan menunjukkan pada Arsen selepas dia pulang nanti. Bukti yang aku berikan pada Arsen semuanya adalah nyata, itu adalah kebenarannya. Tidak ada campur tangan-tangan jahil untuk menggantikan seseorang berada dalam bukti ini." Ucap Arya menyunggingkan bibirnya menatap Valerie dengan tatapan buas


__ADS_2