Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
84. Alat Dan Obat


__ADS_3

"Ini rumah barumu?" Tanya Valerie


Setelah pekerjaannya pada pukul 17.00 selesai, Arya mengajak Valerie untuk berkunjung ke rumah barunya, dia tidak mementingkan perasaan Dini yang belum mengetahui siapa Valerie sebenarnya.


"Iya." Jawab singkat dan dingin Arya


"Ini lebih luas dan besar dengan mansion orang tuamu." Ucap Valerie menelusuri setiap interior


"Lalu, di mana paman dan bibi? Apa mereka tidak tinggal di sini." Lanjut tanya Valerie


"Tidak, mereka tinggal di mansion mereka." Jawab Arya dingin


"Apa yang melatarbelakangi dirimu yang ingin tinggal secara terpisah di rumah seperti ini. Di sini tidak ada orang yang merawat dirimu, terlihat tidak ada penjaga di depan tadi."


"A-aku hanya ingin mandiri saja.dengan hasil kerja kerasku, aku bisa membeli rumah ini dan beberapa mobil."


"Dan di sini sama sekali tidak ada pembantu?"


"Emm...u-untuk masalah itu, a-aku." Arya linglung tidak tahu harus menjawab apa


Keluarlah Dini dari kamar mandi bawah yang sedang mengelap rambutnya menggunakan rambut yang masih basah. dia belum menyadari jika dihadapannya terdapat 4 mata yang sedang menatap.


Saat sadar ia menyudahi aktivitasnya, dan menatap malu ke arah mereka.


"Dia?! Bukankah dia seorang pekerja di kantin perusahaan mu. Kenapa dia ada di sini?" Pungkas tanya Valerie yang kebingungan dan terkejut


"I-itu, a-aku..." Dini benar-benar tidak tahu harus berkata apa, otaknya seakan beku sampai tidak bisa berpikir dengan jernih

__ADS_1


"Selain menjadi pekerja di kantin ku, dia aku perintahkan untuk bekerja sebagai pelayan di rumahku!" Ujar Arya


"Oh, Jadi, dia pelayanmu. Aku pikir dia siapa."


"Siapkan kami minuman dan camilan sekarang juga." Perintah Arya


"Baik, Tuan." Ucap Dini dengan gerak cepat pergi ke dapur


"Kalian hanya tinggal berdua di sini.apakah itu tidak akan mengundang bahaya?"


"Maksudmu?" Ujar Arya sambil berjalan untuk duduk di sofa


"Ya, maksudku. Seorang laki-laki dan wanita yang seumuran tinggal hanya berdua di rumah sebesar ini. Walaupun dia pelayan dan kau atasannya, tapi bisa saja terjadi sesuatu yang tidak diingkan." Diikuti oleh Valerie yang ingin duduk juga di sofa


"Kau jangan berpikir aneh-aneh.mana mungkin aku ingin menyentuh wanita seperti itu. Lagipula usianya masih cukup belia, dia berumur 19 tahun."


"Untuk apa aku memutar balikkan fakta. Itulah kebenarannya, dia masih berusia 19 tahun."


"Usianya masih sangat kecil, aku saja sudah berumur 25 tahun." Pungkas Valerie


"Tidak perlu khawatir.setelah kita menikah, kau akan tinggal di sini.ini akan menjadi rumah milikmu juga." Ujar Arya


"Aku menantikan hal itu." Jawab Valerie dengan tersenyum


Dini pun datang dengan nampan berisi 2 minuman dan camilan.lalu, menyajikannya di atas meja dengan Arya dan Valerie yang sedang duduk di sofa.


"Terima Kasih." Ujar Valerie

__ADS_1


"Sama-sama, Nona." Dini pun pergi ke dapur kembali untuk menyimpan nampan dan ke kamarnya


Hampir 2 jam Valerie dan Arya menghabiskan waktu bersama.mereka berbincang banyak perihal pekerjaan Valerie yang selama ia lakukan di Amerika.


Arya sangat senang akhirnya Valerie kembali padanya dan tidak akan pernah pergi lagi untuk selama-lamanya.


Atas permintaan Arya untuk tidak menyentuh dirinya. Valerie cukup paham akan pantangan Arya padanya, menurut tanpa menyimpan curiga.


Pada akhirnya setelah selesai berbincang, Valerie pamit pergi ke rumah orang tuanya yang belum sempat dikunjungi atau ia pulang ke sana menggunakan mobil yang ia kendarai sendiri.


Sebelum pergi ke kamarnya, kebetulan Arya melewati kamar Dini. Entah mengapa seketika kakinya terhenti dan seperti ada dorongan yang menyuruhnya untuk masuk.


Dengan perlahan Arya memegang gagang pintu tersebut dan membukanya dengan ragu.


Saat pintu terbuka, terdapat Dini yang sudah berbaring dan memakai selimut. dia belum tidur, Dia sedang terisak menangis tanpa mengerti apa alasan dia menangis.


Saat mengetahui ada seseorang yang datang dia langsung mengira bahwa itu adalah Arya. sehingga Dini menghapus air matanya dan menutupi dirinya sampai setengah kepala lalu berpura-pura tidur.


Arya masuk ke dalam dan menghampiri Dini yang tidur menghadap kanan.


"Dia sudah tidur.padahal ini baru pukul 7 malam, mungkin dia lelah.banyak peristiwa yang terjadi pada kehidupannya hanya karena diriku.apakah aku terlalu egois padanya?" Ujar Arya tanpa mengetahui jika Dini mendengar semua perkataan yang seolah Arya sedang menyesal


"Maafkan aku.aku bukanlah orang yang kejam seperti apa yang dikatakan orang lain terhadapku.adanya kau dalam kehidupanku membuat rencana ku hancur karena ulah mu yang menerima pernikahan ini.saat ini, kekasihku sudah kembali, dia akan bersamaku untuk selamanya dan tidak akan pernah meninggalkanku lagi.aku bisa saja melepaskan mu, tapi kau adalah alat dan obat yang berpengaruh dalam kehidupan ku." Ucap Arya yang terdengar. Lalu, berlenggang pergi keluar dari kamar Dini


Sedari tadi Dini mendengar perkataan Arya menahan sesak dadanya yang ingin menangis dibalik selimut. Dia tidak tahu apa yang dimaksud perkataan Arya tadi.


"Apa maksud dari alat dan obat? sebenci itukah dia padaku, sehingga aku hanya dijadikan sebagai alat bagi dirinya.padahal sudah jelas aku adalah manusia!" Ujar Dini yang berbicara dengan sedih setelah memastikan Arya sudah pergi

__ADS_1


__ADS_2