
Di Mansion Pratama~~
"Pak, ini sudah lebih dari 2 Minggu Arya tidak pulang ke mansion.selama ini dia tinggal di mana, apakah dia sudah makan.apa dia benar-benar tidak ingin menginjakkan kakinya lagi ke mansion ini." Kekhawatiran Bu Amira
"Sudahlah, Bu.untuk apa memikirkan anak yang tidak tahu diri seperti itu." Ucap Pak Barma sambil membaca koran
"Tapi ibu khawatir, jika Arya tidak akan kembali pada kita untuk selamanya bagaimana?"
"Jika dia sudah sadar, ia pasti akan kembali.memangnya dia mampu pergi jauh ke mana selain Kepada orang tuanya."
"Nyonya, Tuan, apakah kalian sudah melihat berita yang beredar mengenai tuan muda Arya." Ucap Bu Ashna berlari kencang dengan berbicara ngos-ngosan menuju ruang keluarga menghampiri tuannya
"Apa yang terjadi pada Arya, Bu Ashna?" Tanya Bu Amira yang sudah berpikir negatif
"Ini nyonya, Coba lihat! dikabarkan Tuan muda terkena pemikat dan foto sekaligus video yang beredar, Tuan muda sudah ditiduri oleh wanita yang tidak tahu diri." Memperlihatkan handphone Bu Ashna yang terdapat beritanya
"Fotonya sama sekali tidak jelas, kenapa diblur seperti ini.bagaimana Masyarakat mengetahui pelakunya.siapa yang sudah menodai putraku?" Ucap Bu Amira tidak karuan dan semakin cemas
"Kemarin banyak orang yang sudah mengetahui sejak awal foto yang diperlihatkan masih terlihat jelas.namun, karena memang pengetahuan berita di batasi sehingga kita yang terlambat tidak bisa melihat wajah pelaku itu.ini termasuk ke dalam strategi penyebar berita untuk meraup keuntungan nya." Ujar Bu Ashna
"Jadi, berita ini sudah ada sejak kemarin." Tegun Pak Barma
"Kenapa kita tidak mengetahuinya.ternyata kita tidak ada bedanya dengan orang yang sama sekali tidak memiliki handphone ataupun televisi.berita apa saja yang sedang terjadi, kita tidak mengetahui nya." Lanjut Pak Barma
"Pak, kita harus menemui Arya.ibu yakin saat ini Arya sedang membutuhkan kita."
"Iya, Bu.kita temui Arya sekarang juga, di jam seperti ini Arya pasti berada di perusahaan.bapak khawatir jika keadaan Arya memburuk." Ucap Pak Barma sama-sama mengkhawatirkan putranya
Perusahaan Pratama Group
"Ayo, Pak cepat jalannya.bapak ini lambat sekali." Kesal Bu Amira berjalan dengan tergesa-gesa masuk ke dalam gedung
__ADS_1
"Iya, Bu. sebentar bapak harus memarkirkan mobil dulu." Ucap Pak Barma yang sedikit kesal juga karena istrinya menyuruhnya untuk lebih cepat
Di lobi, Damar yang ingin keluar untuk berkeperluan penting berpas-pasan dengan Bu Amira dan Pak Barma di pintu masuk.tidak bisa menghindar, Siap tidak siap, Damar harus menghadapi mereka.
"Tuan, Nyonya Besar. Kalian...??" Ucap Damar
"Damar, untunglah aku bertemu dengan mu. Di mana Arya." Ucap Bu Amira
"Tuan ada di ruangannya, Nyonya." Jawab Damar
"Baiklah, Ayo pak kita harus ke sana." Ucap Bu Amira kembali berjalan dengan terburu-buru menaiki lift menuju ruangan Arya
"Damar kau harus ikut dengan kami." Ucap Pak Barma
"Maaf, Tuan Besar.saya harus menyelesaikan tugas saya lebih dulu, dan ini sangat penting." Ucap Damar
"Tidak ada tugas yang lebih penting selain penjelasan Arya saat ini." Menarik Damar dengan kasar dan Damar pasrah terbawa sehingga mengekor dengan Tuan Besarnya
Tanpa mengetuk pintu, Bu Amira langsung membuka pintu masuk dengan tangis yang tidak terbendung.
Arya yang sedang fokus pada laptopnya, spontan mengangkat kepala dan berdiri menatap ke depan melihat seorang yang datang.
"Ibuu...??" Tegun Arya terkejut melihat ibunya datang dengan keadaan menangis
"Putraku sayang...sungguh malang nasibmu, Nak.di saat kau ada masalah, ibu tidak ada bersama dengan mu." Bisik Bu Amira dalam pelukannya
Arya masih berdiam diri dan sama sekali tidak membalas pelukan dari ibunya.
"Kenapa ibu bisa ada di sini?" Tanya Arya
Bu Amira menyudahi pelukannya, dan berlanjut memegang kedua pipi Arya menatap mata Arya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Tak lama kemudian Pak Barma dan Damar datang menyusul.
Spontan Arya pun melihat kedatangan mereka berdua. Arya menatap ayahnya dengan sorot mata tajam dan enggan untuk melihat sehingga memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak pulang.kau masih memiliki ayah dan ibu mu yang bisa di jadikan tempat bercerita.sudah lebih dari 2 Minggu kau pergi dari mansion, apa kau sama sekali tidak ingat tempat tinggal mu." Bicara Bu Amira terus menerus karena seorang ibu yang mengkhawatirkan anaknya
"Apa saja yang wanita itu lakukan padamu?" Bicara Pak Barma yang langsung pada intinya
"Tuan, Anda sudah mengetahui berita yang sedang beredar itu?" Tanya Damar
"Kenapa kau tidak memberitahu ku kemarin.aku dan nyonya baru saja mengetahui berita itu sehingga kami memutuskan langsung pergi ke sini untuk melihat keadaan putra kami.sayangnya aku tidak bisa melihat wajah wanita itu, wajahnya sudah diblur.karena masa batas pemberitaan sudah habis kemarin, dan tidak boleh dipublikasikan secara luas lagi.beruntungnya mereka yang sudah mengetahuinya dari kemarin, sedangkan kami orang tuanya tidak dapat melihat wajah wanita yang sudah merusak putra ku. Bagaimana rupa wajah wanita itu, apa kau sempat melihat lalu menyimpannya?" Ucap Pak Barma marah pada Damar
"Tuan, berita yang sedang beredar itu semuanya ti-" Terpotong karena Arya menyela nya
"Ayah, jika ayah percaya dan menyayangiku sebagai putra mu.hukum wanita itu seberat mungkin, dia sudah merusak citra tubuhku." Sela Arya memotong pembicaraan dengan mengalihkan pernyataan agar Damar tidak dapat menyangkal
"Iya, Nak.kau tenang saja untuk membalas kesalahan ayah kemarin, ayah akan menghukum wanita itu.lalu, di mana dia sekarang?" Tanya Pak Barma
"Aku sudah memecat dirinya dan membuat pernyataan agar tidak ada seorang pun yang menerima nya bekerja.aku tidak tahu di mana dia sekarang, aku kira dengan memberikan wanita itu pelajaran seperti ini sudah cukup membuatnya menderita."
"Tapi dia masih berkeliaran di luaran sana."
"Tidak apa, Ayah.di luaran sana pun ia akan menderita." Ucap Arya
"Kasihan sekali dirimu, Nak.kau di jadikan bahan untuk siasat nya yang sangat menginginkan dirimu.setelah ini apakah ada seorang wanita yang ingin menikah dengan dirimu, secara tubuhmu sudah di nodai oleh seorang wanita yang sama sekali tidak memiliki hubungan pernikahan denganmu." Ucap Bu Amira dengan menangis
Damar hanya terdiam murung dan menundukkan kepala menatap sendu lantai.
"Pulanglah, Nak.kembali ke mansion, ayah tidak ingin melihat putra ayah yang hebat ini jauh dari kami.untuk masalah kemarin, Tolong maafkan ayah dan kembalilah pulang."
Arya tidak menjawab~
"Demi ibu, apa kau tidak kasihan melihat ibu terus memikirkan mu sepanjang hari." Ucap Bu Amira
"Aku akan kembali setelah pekerjaan ku selesai.kalian bisa pulang dan menungguku di mansion." Ucap dingin Arya
Seketika raut wajah Bu Amira kembali berseri, ia memeluk Arya dengan senang dan bahagia.
Mendengar Tuan muda nya akan kembali pulang setelah kembalinya Bu Amira dan Pak Barma dari perusahaan.
__ADS_1
Hari ini mereka sangat sibuk membuat begitu banyak makanan yang khusus dibuatkan untuk Arya.