Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
183. Tahu Dini Hamil


__ADS_3

"Valerie, ada sesuatu yang ingin ibu katakan padamu." Ajak Bu Clara menarik Valerie yang baru saja pulang setelah pertemuannya dengan Richo


"Selama ini ibu diam-diam darimu dengan menyelidiki wanita itu. Dan ibu curiga sehingga ibu sangat yakin dengan hal ini." Bicara serius Bu Clara


"Menyelidiki apa ibu? Apa dia sedang korupsi atau mengonsumsi sabu. Ibu ini memakai penyelidikan segala." Masih santai Valerie


"Ibu tidak sedang bercanda. Kau pasti terkejut mendengarnya."


"Seterkejut apa? Cerita ibu selalu membosankan." Masih santainya


"DINI HAMIL!!!"


Dari menanggapi bersikap santai, dan berleha-leha. Valerie langsung terhenyak seketika raut wajahnya pun berubah memanas.


"Apa? Tidak, tidak, itu tidak mungkin. kebenaran apa lagi yang terbongkar setelah Arya sendiri mengumumkan dia sebagai istri pertamanya pada dunia yang menyakiti hatiku dan beritanya masih hangat walaupun sudah lama. Ibu kau jangan membohongiku. Arya tidak mungkin sudah menyentuhnya sampai dia hamil."


"Dia memang benar-benar sudah menyentuhnya. Usia kehamilannya kini sudah 4 bulan! Selama itu mereka menyembunyikan rahasia di belakangmu, mungkin inilah alasannya sikap Arya sangat perhatian padanya. Bisa saja wanita itu mencoba mempengaruhi Arya sampai mengumumkan dia adalah istrinya." Hasut Bu Clara


"Tidak mungkin, ini tidak mungkin. Kedua kalinya dia mengkhianati ku." Kata Valerie tak percaya


"Jika kau tidak percaya, Kau bisa membuktikannya sendiri sekarang. Ayo ikut ibu!" Tarik Bu Clara menuju dapur di mana tepat Dini selalu berada


Di dapur~


Terdapat Bu Shani dan Dini yang sedang berbincang sambil memotong bawang merah untuk bahan masak nanti.


"Ibu menjadi malu harus memanggil nyonya apa. Karena tanpa Ibu tahu jika selama ini kau adalah nyonya besar di rumah ini, Ibu masih tak menyangka kau adalah istri pertama Tuan Arya."


"Ibu ini kenapa? Tidak perlu bingung untuk memanggilku, panggil saja aku dengan namaku sendiri seperti dulu." Ujar Dini keanehan


"Tapi kau adalah istrinya Tuan Arya, dan berarti kau adalah nyonya di rumah ini." Ucapnya


"Sekarang aku berbalik bertanya pada ibu, apakah sebuah panci yang dibeli dari pasar oleh orang kaya dapat merubahnya menjadi sebuah guci?" Seru Dini


"Tidak." Jawab Bu Shani singkat karena tertegun


"Maka dari itu tidak perlu sehormat itu padaku. Aku tetap sama menjadi seorang Dini berada di posisi apapun." Ujar Dini sambil tersenyum manis


"Baiklah, tapi bukan berarti ibu tidak menganggap mu sebagai nyonya di rumah ini ya!" Ucap Bu Shani yang masih sungkan


"Iya, Aku tidak akan sampai menindas seperti nyonya orang lain jika ibu sendiri tidak menganggap ku sebagai nyonya. Karena aku tidak nyaman dengan panggilan itu." Ujar Dini


"Ekhemm..." Berdeham Valerie yang terlihat datang ke dapur bersama ibunya


Spontan Bu Shani dan Dini pun menoleh.


"Wah,,, Rupanya Nyonya Dini sedang mengiris bawang ya. Awas nanti pisaunya melukai jarimu, nanti kau bisa berdarah dan Tuan Arya bisa mengkhawatirkan mu." Permulaan Valerie


Dini yang sudah tahu jika Valerie akan mencari masalah dengannya, memilih untuk diam saja.

__ADS_1


"Seharusnya di kondisi seperti ini kau tidak perlu bekerja. Suamimu sudah menyediakan para pelayan yang bekerja di rumah ini, dan kau sendiri tak perlu repot-repot.sebagai istri pertama dan nyonya besar seharusnya seperti itu kan, Bu?" Tanyanya melirik ke Bu Clara


Langsung di respon oleh anggukkan Bu Clara dengan kejengkelan.


"Jika aku istri pertama di sini. Aku tidak akan repot-repot terjun ke dapur apalagi sedang hamil!" Ucap Valerie menyindir Dini


"Sebenernya apa keperluan mereka datang kesini? mengganggu pekerjaanku saja!" Gumam Dini merasa terganggu


"Oh ya, Aku harus memanggil dia apa ya sekarang? Nyonya, atau pelayan? mungkin nyonya lebih baik ya, takutnya sekarang dia sudah berbesar hati dan tidak ingin di sebut pelayan." Seru Valerie


"Anda tidak perlu sungkan untuk memanggil saya dengan pelayan!" Lantang Dini


"Oh ya, tapi sepertinya dengan memanggil nyonya akan lebih baik. Aku tidak ingin jika tuan mendengarnya dia akan memarahiku." Cela Valerie


Terus berkata,


"Nyonya, Bisakah tolong buatkan aku jus nanas. Aku sangat haus dan ingin minum jus itu." Ucap Valerie


"Jus Nanas? Tapi kau sedang hamil, ibu hamil tidak bisa meminum jus nanas karena enzim bromelain didalamnya sudah rusak. Dan bisa saja menyebabkan risiko yang tidak inginkan. Jika kau masih ingin, aku akan memberikan buahnya untukmu." Kata Dini


"Memangnya kau pikir aku bodoh tidak tahu hal itu. Ibuku sendiri yang akan meminumnya untukku, bayiku ingin jika neneknya yang meminum jus itu. Sudah sana, buatkan aku jus itu." Kata Valerie


"Baiklah, akan ku buatkan." Ucap Dini setelah mencuci tangan bekas bawang dan membuatkan jus nanas


Walaupun alasannya tak masuk di akal dan membingungkan, Dini menuruti perintah Valerie karena Bu Clara sendiri yang akan meminumnya.


"Ini jusnya!" Kata Dini setelah selesai membuatkan jus itu dalam waktu tak lama


"Sini, biarkan ibu mewakili mu yang sedang mengidam. Tapi ini sangat merepotkan karena ibu harus meminum jus nanas yang tidak disukai. Tapi demi cucuku, aku akan melakukannya." Ucap Bu Clara yang tak benar dalam ucapannya karena sedang bekerja sama


Satu legukan sudah masuk ke kerongkongan nya. Namun, Bu Clara malah menyudahi dan mencaci jus itu.


"Uhm... Jus nanas apa ini, rasanya asam, pasti kau tidak menambahkan gula di dalamnya." Hardik Bu Clara


"Tadi semua komponennya sudah aku masukkan semua. Bagaimana mungkin gulanya tidak ditambahkan." Kata Dini


"Jika kau tidak percaya, Coba saja!" Sela Valerie


"Tidak, Aku tidak bisa memakannya. Jika rasanya tidak manis, akan ku tambahkan gula."


"Tapi kami ingin kau yang meminumnya dulu." Ujar Valerie


"Tidak bisa, akan ku buatkan yang baru." Panik Dini merasa terancam dan hendak pergi


Namun, Valerie menarik tangan Dini dan menahannya dibalik Dini yang memberontak akibat Bu Clara yang memaksa untuk meminumnya.


Dini menolak meminumnya lantaran takut bayinya akan bermasalah, ia meminta pada Bu Clara untuk membiarkannya pergi.


"Ayo, Buka mulutmu!" Paksa Valerie dengan memegang dan menarik rahang Dini agar mulutnya terbuka

__ADS_1


Tanpa bisa menjawab, Dini hanya menggelengkan kepala untuk menolaknya.


Terjadi perdebatan dan paksaan yang dilakukan pada Dini agar rencana Bu Clara dan Valerie berhasil untuk membuktikan kehamilan Dini yang disembunyikan.


"Aku mohon jauhkan itu dariku. Aku tidak bisa meminumnya." Ujar Dini yang tidak bisa melarikan diri akibat mereka berdua mengapitnya


"Kenapa? Aku memintamu untuk meminum jus nanas dan bukan racun." Hardik Valerie


"Tidak bisa." Kata Dini menggelengkan kepala


Tak ada hentinya mereka memegangi tubuh Dini dan pemaksaan.


Bu Shani dan pelayan lain yang menyaksikan Dini seperti itu hanya bisa diam menatap sendu tak bisa membantu karena tidak tahu masalah persoalan mereka.


Hingga pada akhirnya...


"DIAM! APA KALIAN TIDAK TAHU JIKA AKU SEDANG HAMIL, HAH!!" Dini berteriak sekuat tenaga


Bukan hanya Valerie dan juga Bu Clara yang sudah menduga diawal dan tetap terkejut, Bu Shani dan pelayan lain yang tidak mengetahui pun sama-sama terkejutnya.


Sampai Bu Clara dan Valerie puas dan menghentikan aksinya.


"Heuh,,, Akhirnya kau mengaku juga selama ini." Kata Valerie puas


"Kenapa kau menyembunyikannya, hah? Andai saja aku tidak menyelidiki mu, berapa bulan kau akan bertahan menyembunyikan kehamilanmu?" Ucap Bu Clara


Dini sedang terduduk menangis karena gagal menyembunyikan kehamilan yang dapat membahayakan anaknya jika musuhnya tahu.


Semua berawal saat Valerie dan ibunya ngotot memintanya minum jus nanas karena mereka berbohong rasanya asam.


"Dan sekarang, Aku meminta untuk menggugurkan kandungan mu." Ucap Valerie


"Apa? Menggugurkannya?" Dini terkejut sampai mendongakkan kepalanya


"Karena kau tidak berhak untuk mengandung anak Arya di rumah ini. Percuma saja jika kau melahirkan anak itu, anak mu itu akan menderita seperti ibunya." Kata Valerie


"Aku tidak akan pernah menggugurkan kandungan ini. Walaupun anakku tidak akan mendapatkan tempat di rumah ini saat lahir nanti, tapi ibunya akan berusaha untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan pantas." Ujar Dini


"Mengapa Dini, bukannya tak ada dari kami menginginkan kehamilanmu, bahkan suamimu sendiri hanya berpura-pura menginginkannya.” Kata Bu Clara


"Kandungan ku telah empat bulan dan tidak bisa diaborsi begitu saja, sisa lima bulan lagi bagiku untuk melahirkan bayiku." Ujar Dini menangis


"Aku bersumpah sebelum melihat bayi mu tiada. maka aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang bersamanya." Kata Valerie pergi disusul oleh ibunya


Setelah kepergian mereka, Bu Shani dan pelayan lain menghampiri Dini yang masih terduduk menangis dilantai.


Bu Shani memegang kedua bahu Dini, dan langsung diterjang pelukan tangis di dadanya.


"Inilah alasanku menyembunyikan kehamilan ini. Mereka pasti akan menggugurkan bayiku." Tangis Dini pecah

__ADS_1


Setelah berhasil menyembunyikan kehamilannya selama lima bulan, akhirnya Dini ketahuan juga.


__ADS_2