Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
130. Bora-Bora


__ADS_3

Bora-Bora, Pulau di polinesia Prancis~



"Jangan kegeeran aku akan sekamar dan seranjang denganmu. semua ini semata-mata karena atas izin Valerie dan ibuku. Aku hanya tidak ingin ibuku tahu jika seandainya kita pisah kamar di sini. karena di resort ini, ada beberapa pelayan yang sepertinya ditugaskan ibu untuk memantau kita." Ujar Arya yang mengetahui gerak-gerik pelayan saat masuk ke dalam hotel


"Bagaimana dengan wanita itu?" Tanya Dini


"Dia urusanku. kau tak usah ikut campur."


Arya menatap tajam istri yang berdiri tak jauh di hadapannya.


"Tentu saja aku harus. Aku istri pertamamu! Dan aku lebih berhak atas dirimu. bagaimana aku diam saja ketika suamiku membawa wanita kedua di acara honeymoon kita berdua?!!"


"Dia Istriku sesungguhnya, kau harus encamkan itu.ia tanggung jawabku.dan kau, masih orang lain bagiku.jika kau macam-macam dengan istriku dan janinnya, tak segan-segan aku mengkasari mu!!!"


Dini menatap sendu kepergian suaminya yang keluar kamar dan menutup pintu dengan keras.


Cekrekk!!


"Sayang, Kau kemari? Ada apa?" Tanya Valerie yang melihat Arya datang ke kamarnya


Arya memeluknya dari belakang, dan menyandarkan dagunya pada bahu Valerie.


"Aku merindukanmu. kau sedang apa, hum?"


"Aku ingin berenang. kau ingin ikut?" Ucap Valerie


"Sepertinya itu tidak buruk. aku akan mengambil baju ganti dulu ke kamar." Jawab Arya


Menahan tangan Arya yang hendak melepaskan rangkulannya.


"Tidak perlu sayang...aku sudah membawa beberapa pakaian untukmu di koperku."


"Kau memang yang terbaik." Ucap Arya Dengan satu kecupan mendarat di pipi isterinya


Di sisi lain, seorang gadis sedang menerima panggilan telepon.

__ADS_1


"Tidak Bu, kami baru saja sampai 2 jam lalu." Bicara Dini dalam telepon


"Kenapa tak memberi kabar jika sudah sampai??" Ujar Bu Amira dalam telepon


"Maafkan kami tidak sempat mengabari, kami sedang merapikan beberapa barang tadi."


"Baiklah. dimaafkan. lalu, apa pihak resort sudah memberimu makan? di mana Arya? Ibu tidak mendengar suaranya sama sekali"


"Tuan sedang keluar untuk memesan makanan untuk kami." Jawab Dini berbohong dan tidak tahu Arya pergi ke mana


"Baiklah, kalian harus menjaga kesehatan agar bisa berbahagia di sana.bersenang-senanglah."


"Terima Kasih, Ibu."


"Okey. akan ibu tutup teleponnya."


Sambungan panggilan terputus. dan detik ini juga Dini tersadar, jika suaminya sudah satu jam lebih belum kembali ke kamar mereka.


Menjelang Pagi.


Nyatanya Dini ketiduran setelah menunggu suaminya yang tak kunjung masuk kamar dari semalam. Saat bangun ia terkejut menyadari hari sudah pagi. ia tertidur dan terbangunkan oleh suara pintu yang terbuka.


Dini menoleh, menatap suaminya yang membuka pintu dan masuk dengan rambut yang berantakan, dan muka kusutnya.


Menghampiri Arya yang membelakanginya dengan melepas jaket dan jam tangannya.


"Tuan! Anda dari mana saja tak kembali ke kamar semalaman?" Interogasi Dini


"Tidur." Jawab Arya singkat dan dingin


"Tidur?!! Tidur di mana maksudmu?" Tanya Dini


"Di kamar istriku."


"Istrimu? Istrimu yang mana, kau kan memiliki banyak istri. semalam aku tidur sendirian di sini." Ujar Dini terdengar melontarkan mengejek


"Istriku yang kedua! Kau puas menghinaku?!" Emosi Arya

__ADS_1


Kedua mata Dini melebar menatap punggung suaminya.


"Kalian tidur bersama se-kamar?" Kejut Dini


"Hemm..." Jawab Arya mengangguk pelan.berbalik badan dan menatap santai istrinya yang masih menatapnya terkejut


"Kau sendiri yang mengatakan jika kita harus selalu bersama karena di sini ada orang suruhan yang memantau kita. Jika seperti ini bagaimana dengan nasib, Tuan. mereka pasti sudah tahu jika tuan tidak bersama denganku kemarin, dan bisa saja sudah melapor pada ibu."


"Tidak penting. Minggir! Aku ingin mandi."


Arya berjalan melewati Dini yang menunduk menahan sesak hatinya. menyenggol sedikit kasar bahu istrinya, dan berlalu ke kamar mandi.


tok! tok! tok!


Dini membuka pintu, menampilkan gadis tinggi dan cantik dari balik pintu.


"Apa Arya ada di dalam?" Tanya Valerie yang datang ke kamar Dini


"Dia sedang mandi." Jawabnya


"Eemm,,, baiklah. Aku hanya ingin mengantarkan pakaiannya." Sodor tangan Valerie yang membawa pakaian Arya


Dini melirik beberapa pakaian di tangan Valerie.


"Pakaian Tuan? kenapa ada padamu?" Ujar Dini dengan sengaja tidak menyebut Valerie dengan embel nyonya


"Aku sengaja membawakan pakaian untuknya. dia mengatakan semalam bahwa dia tak membawa pakaian banyak. jadi, aku mengantarkan ini." Kata Valerie memanasi Dini


"Tidak perlu. Aku sudah menyiapkan pakaian lebih untuk suamiku."


Dini tidak bohong. dia memang membawa pakaian lebih untuk Arya di kopernya.dia sendiri yang mendapat perintah dari Arya untuk menyiapkan barang miliknya. Dan dia sendiri diberitahu oleh Bu Amira jika berpergian ke luar negeri, Arya selalu membawa pakaian sedikit, alhasil ketika di lokasi, dia sering kekurangan pakaian. Akan tetapi bukan Arya namanya jika tidak memprovokasi.


"Kau bawa saja kembali. Silakan, kau bisa kembali ke kamarmu, aku harus menyiapkan pakaian suamiku." Pinta Dini


"Sombong sekali kau, Ya. Dari tadi aku dengar kau tidak menyebut ku dengan embel nyonya. Kau pikir aku diam karena bodoh."


"Terima Kasih atas perhatianmu, Nyonya. Silakan anda bisa pergi. aku tutup dulu pintunya. Dadahh...istri kedua." Usir Dini dengan terhormat pada Valerie dengan berani sedikit memberi bumbu penghinaan

__ADS_1


Belum sampai Valerie selesai bicara, Dini sudah memotongnya. dan setelah memberi salam dan pamit dia segera menutup pintunya pelan.


"Berani sekali wanita itu kali ini. Awas saja! Aku tidak akan tinggal diam. Keberanian mu ini hanya akan bertahan sebentar saja, akan ku pastikan kau kembali diam seribu bahasa." Geram Valerie yang marah tidak bisa menerima perlakuan buruk dari orang lain


__ADS_2