
"Banyak sekali perjuangan demi keluarnya kita dalam masalah yang dihadapi. Kau pasti tahu jika bibi mu kali ini mendapatkan masalah yang begitu berat, seorang pria jahat sudah membuat bibi mu kehilangan mahkota yang sudah ia jaga. Tapi keterpurukannya tidak bertahan lama, pria jahat itu sudah dipenjara. Dan kau sendiri sudah ikut andil dalam masalah ini, kau berhasil mengeluarkan bibi mu dari masalahnya. Kau pasti sangat senang mendapatkan bibi yang baik dan cantik itu nanti."
"Mendengarkan ceritanya nanti, Ibu harap saat kau lahir dan tumbuh dewasa. Kau senantiasa menjadi anak yang menjunjung tinggi sebuah kehormatan. Cepatlah lahir, Ibu ingin tahu anak ibu tampan atau cantik?" Bicara Dini selalu mengajak bicara bayinya sambil mengelus perutnya lembut
"Akhir-akhir ini wanita itu memang sering aneh melihatnya yang berbicara sendiri sambil mengusap perutnya." Intip Bu Clara di balik dinding saat Dini berada duduk di dapur
Selesai berbicara dengan bayinya, Dini melanjutkan masaknya kembali.
Disisi lain~
"Arya, Apa kau memiliki waktu untuk mendengarkan perkataan ku padamu?" Tanya Valerie
"Silakan, Valerie! Apa yang ingin kau katakan?" Sedia Arya yang sedikit santai hari ini untuk mengambil kerja di rumah
"Aku ingin meminta izin darimu?" Ucap Valerie gugup
"Kau akan pergi?" Duga Arya
"Iya, Aku ingin pergi ke mall. Jika boleh, tolong izinkan aku." Memelas Valerie
"Kau dan ibu mertua bisa pergi. Tapi jangan ulangi kesalahanmu seperti dulu." Arya memberi izin
"Tidak, Aku tidak akan pergi bersama ibu."
"Kau ingin pergi denganku? Baiklah, Ayo, Kebetulan aku memiliki waktu luang hari ini. Kita bisa pergi bersama ke sana." Usul Arya
"Tidak juga, Aku hanya ingin pergi sendiri. A-ada teman-teman ku yang sudah menunggu di sana." Kata Valerie
"Oh, Kau pergi bersama teman rekan artis mu dulu atau teman sekolah?" Arya tahu jika Valerie sama sekali tidak memiliki teman berasal dari sekolah yang berhubungan baik dengannya
"Teman artis ku. mereka ingin sekali mengadakan pertemuan denganku setelah mengetahui aku menikah denganmu yang tidak sempat datang karena jadwal aktivitas mereka yang padat di dunia entertainment." Jelasnya
"Baiklah, Kau boleh pergi. Supir akan mengantarkan mu, dan beritahu aku jika kau akan pulang agar supir bisa menjemput mu." Kata Arya
"Iya, Terima Kasih." Kata Valerie sembari mengecup pipi Arya dan langsung pergi dengan tergesa-gesa
Valeri pun pergi yang diantar oleh supir menuju tujuan yang ia inginkan.
...***...
Dalam hotel, gelagat seseorang seolah membuat orang curiga akan dirinya. Dia seperti malu sampai harus menutup wajahnya dengan kerudung dan kacamata hitamnya agar tidak ada yang mengenalinya.
Saat mencari tahu dan masuk ke kamar tujuan. sekilas dia berjaga-jaga dan siaga melihat-lihat orang yang ada.
Ceklekk!
Pintu kamar terbuka.
"Akhirnya kau datang juga. Selamat datang, sayang!" Sambutnya yang langsung menghampiri dan ingin berpelukan
Spontan wanita itu mendorong pria yang ingin memeluknya.
"Jangan coba-coba dekati aku!" Sarkas nya
"Ayolah! Jangan terlalu keras seperti ini padaku. Aku merindukanmu!"
"Dan aku tidak merindukan mu!" Bentaknya
"Bagaimana bisa? Jika tidak, Kau tidak mungkin datang ke sini." Bicara pria itu
"Karena kau yang mengancam ku. Aku terpaksa harus datang ke sini."
"hhh... Ayolah. Kau terlalu manis untuk marah. Bagaimana dengan keadaan bayiku?" Sentuh meletakkan tangan di perut yang tengah hamil besar
__ADS_1
Menjauh dari sentuhannya.
"Cukup memanggilnya bayimu. Kau bukanlah ayahnya!" Gertaknya
"Kau melakukan hubungan gelap itu bersamaku. Kau datang dengan mengatakan jika kau tengah hamil 2 bulan, tapi kau pergi membawa bayiku pada pria itu dengan mengatakan ia adalah anaknya padahal usia kandungan mu menginjak 4 bulan saat itu." Geramnya
Ia menambahkan,
"Bagaimana cara mu bertahan menyembunyikan kehamilan mu yang membesar dari usia seharusnya? Apa orang lain terutama suamimu tidak akan curiga jika saja 2 bulan lagi kau akan melahirkan."
"Itu bisa terjadi jika mereka menganggap bayiku lahir prematur. Jadi, kau tidak perlu khawatir karena aku lebih pintar darimu."
"Aku minta kau ceraikan suamimu itu!"
"Memangnya siapa kau berani mengatur hidupku? Kau pikir kau yang menanggung keperluan dan kebutuhan makan ku?"
"Selama ini aku membiarkan mu bersenang-senang bersama pria itu. Aku biarkan kau membawa anakku pergi dari sentuhan Ayahnya dan mendapat sentuhan dari yang bukan ayahnya."
"Cukup omong kosong mu, aku tidak memiliki waktu berdebat denganmu." Ia pergi
Namun, Seorang pria itu tak membiarkan dia lolos.
Ia menarik wanita itu dan menghempaskannya ke ranjang di sana.
"Dokter mengatakan akan lebih baik jika kita melakukan hubungan untuk membantu persalinan mu nanti. Sebagai ayah, aku harus bertanggung jawab demi kelancaran kelahiran bayiku." Membuka satu persatu kancing kemejanya
"Dasar bajingan! Kau tidak bisa melakukan ini padaku." Gertaknya
"Kenapa? Suamimu itu tidak akan membantumu dalam masalah ini, dia tidak memiliki nyali besar untuk menyentuhmu, Dia hanya ingin bayimu dan menghempaskan mu setelah ia lahir nanti."
"Dokter tidak mungkin mengatakan hal seperti itu karena kau akan menyakiti bayiku."
"Itulah kau yang tidak tahu tentang edukasi semacam ini. itu aman dilakukan dan berpeluang besar untuk jalan persalinan normal mu nanti." Ia merangkak ke atas ranjang dan menindihnya
Ingin tidak ingin, Perbuatan itu tetap terjadi walaupun di saat ia tengah hamil. Dengan embel-embel pria itu untuk membantu jalan persalinan normal nanti.
...***...
Sudut Pandang~
"Untuk apa kau meneleponku? Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak menelepon ku terus-menerus." Bicara seseorang yang berteleponan
"Aku hanya ingin bertemu denganmu terutama bayi kita." Jawab Seseorang
"Aku sudah mengatakan jika ini bukan bayimu. Kenapa kau bersih keras mengatakan ini bayimu."
"Karena aku tahu jika kekasihmu itu tidak akan pernah melakukan hubungan itu. Kau pergi setelah menikmati tubuhku dan membawanya pada pria lain."
"Cukup omong kosong mu itu, Karena aku sudah bahagia bersama suamiku. Ini terakhir kalinya aku mengangkat telepon darimu, dan tidak lagi untuk seterusnya."
Seseorang itu menulikan telinganya.
"Temui aku di hotel xx sekarang juga. Jika kau menolak, Aku akan datang sendiri ke rumahmu."
"Kau pikir aku takut dengan ancaman mu? Alamat rumah suamiku saja kau tidak tahu. Bagaimana bisa kau datang ke sini?" Suaranya meremehkan terdengar menantang
"Rupanya kau meremehkan ku. Kau tidak tahu jika saat ini aku berada di depan rumah suamimu, Coba lihat dari jendela! Aku hanya tinggal mengetuk pintu dan masuk ke dalamnya."
Seseorang yang sedang terancam pun ketar-ketir kala ia melihat dari arah jendela dan benar saja seorang pria misterius yang dia kenal sedang berada di bawah.
"Jangan lakukan apapun untuk masuk ke rumahku. Saat ini suamiku sedang berada di rumah."
"hhhh...Kau takut? Maka datanglah ke hotel xx. Aku akan menunggumu di sana. Jika tak sampai datang aku akan membongkar rahasia mu pada suamimu itu." Katanya
__ADS_1
Tut....
Panggilan telepon diakhiri.
"Halo! Halo! Tck,,, Dia malah mengancam ku. Jika aku tidak menuruti perkataannya bisa saja dia bertindak lebih. Sekarang aku harus memikirkan bagaimana cara meminta izin pada nya!"
Setelah menyelesaikan aksi bejatnya. Kini pria itu sedang memakai kembali pakaiannya. wanita yang cukup sembap itu pula memakai pakaiannya juga di sisi ranjang dengan marah.
"Terima Kasih untuk hari ini." Hampiri pria itu setelah selesai memakai pakaiannya
"Aku tidak ingin berbicara denganmu lagi. Akan ku pastikan ini pertemuan kita yang terakhir kalinya."
"Aku harap seperti itu. Tapi aku menantikan kelahiran bayi kita."
Wanita itu dipenuhi dengan emosi. Ia pergi keluar dengan sedikit menyenggol bahu pria itu.
...***...
Kini Valerie tengah berjalan masuk ke dalam rumah setelah pergi ke mall. Ia langsung di sambut hangat oleh Arya yang sedang bersantai di ruang keluarga menonton siaran televisi.
"Valerie, Kau sudah pulang?" Tanyanya langsung
Valerie pulang dengan terlihat sembap dan lemas.
"I-iya." Jawabnya singkat
"Kenapa kau tidak menelepon ku jika akan pulang? mungkin aku atau supir akan menjemputmu." Ujarnya
"Itu tidak perlu, aku akan merepotkan." Jawabnya dengan dingin
"Di mana barang belanjaan mu?" Heran Arya saat Valerie tidak membawa apapun ditangannya
Deg!
"Aku tidak membeli apa-apa. kami hanya berbincang saja."
"Oh, Baiklah." Jawabnya
"Aku akan pergi ke kamar." Pergi Valerie menghindari pertanyaan yang lebih banyak lagi Arya
Ia melenggang menaiki tangga dengan hati-hati.
"Tunggu!" Kejanggalan terjadi saat membidik leher Valerie
"Itu di lehermu apa? Kenapa ada bekas seperti gigitan?" Heran Arya mengernyitkan dahi
Deg!
Valerie menghentikan langkahnya.
Seketika Valerie menutupi dengan tangannya. dan berbalik melihat Arya dengan gemetar.
"Bukan apa! Ini hanya mungkin bekas lipstik yang tidak sengaja membekas saat aku memakai lalu, tak sengaja memegang leher." Jawab Valerie terbata
Alasannya yang diberikan masih tidak masuk akal. Arya masih menaruh keanehan.
"Coba aku lihat!" Arya berjalan mendekati Valerie
"Tidak,,, tidak,,, Aku sudah mengatakannya tadi, Bukan? Ini hanya bekas lipstik saja." Terus Valerie memegang lehernya
"Aku hanya ingin melihat, dan mungkin bisa menghapus noda itu." Ujarnya
"Tidak, Jangan! Aku akan menghapusnya nanti di kamar sambil mandi. Maaf Arya, Aku harus pergi sekarang juga." Valerie yang ketakutan terus menghindari suaminya
__ADS_1
Arya yang menatap kepergian dari punggung Valerie pun sangat cemas dan sedikit curiga apabila Valerie menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi di sisi lain ia percaya pada istrinya itu dan tidak lagi mengambil pusing.