Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 27 - Aku Tertangkap


__ADS_3

Sepuluh menit filmnya akan di mulai, Arya datang bersama beberapa para pelayan stand popcorn membawakan popcorn mereka. Karena Arya sendiri tidak mungkin membawanya sendiri yang tidak segan bukan hanya membeli lima popcorn untuk keluarganya saja, ia menambah lima belas popcorn beserta minumannya berukuran jumbo dan yang paling mahal untuk para pekerja yang datang hari ini ke bioskop bersama dengannya.


Satu persatu orang mengambil popcorn dan minuman mereka yang tidak luput dari ucap syukur telah memiliki majikan yang hatinya hangat di kondisi orang yang menganggap Arya orang yang angkuh, dingin, cuek dan kejam.


Arya pun duduk di kursinya kembali dan tak lupa memberikan uang tip dalam jumlah besar satu orangnya sebelum pelayan pergi atas ucapan terima kasih dan sebagai bentuk dukungan untuk bersemangat dalam bekerja yang telah membantunya membawakan popcorn untuk satu keluarga itu.


Film pun akhirnya dimulai. Lampu bioskop pun mulai dimatikan tanda Film akan dimulai. Saat film sudah mulai, semua orang menikmati film yang sedang berlangsung diputar dengan popcorn dan minuman mereka.


Berbeda dengan Arya yang tidak begitu memfokuskan mata melihat untuk menikmati film tersebut.


Pandangannya malah terfokuskan pada sebuah objek yang berada didepan yakni seorang wanita yang tengah duduk di sana.


la sangat mengenalinya kala wanita itu sedang melirik ke samping yang bercengkerama ria bersama pria di sampingnya.


DINI!


Sadar Arya dalam hati.

__ADS_1


"Dunia terlalu sempit sehingga terus mempertemukan kita." Dalam hati Arya menarik sebelah bibirnya ke atas


Saat film sedang berlangsung, Ansel nampak memutar kepalanya ke belakang seolah mencari sesuatu.


"Ansel ada apa, Nak? Apa kau mulai bosan dengan filmnya?" Tanya Dini yang sudah tidak fokus menonton melihat Ansel terus melirik ke belakang


"Tidak ada Bu, Aku hanya ingin melihat situasi orang yang ada dibelakang." Ucap Ansel


Dini pun mulai sedikit tenang. Sama halnya dengan Ansel, ia pun memastikan semua orang dengan melirik ke belakang.


Deg!


Dan lagi-lagi detak jantungnya tidak bekerja dengan normal saat menatap dalam kedua bola mata milik Arya.


Arya menyunggingkan senyum. Lalu menjatuhkan pandangan pada Dini yang terlihat terkejut melihat wajahnya.


"Kita sudah bertemu tiga kali akhir-akhir ini. Akan ku pastikan pertemuan ketiga ini adalah yang paling berhasil diantara pertemuan yang lain." Batin Arya

__ADS_1


Dini yang sejak tadi merasa diperhatikan oleh Arya itu pun segera kembali membalikkan tubuhnya dan memangku Ansel. Bukan tanpa alasan Dini lebih memilih memangku Ansel, karena kondisinya saat ini merasa sedang terancam dan tidak tenang.


"Dini... Kau tidak apa?" Tanya Darwin yang sejak tadi memperhatikan wajah Dini yang nampak murung


"A-aku tidak apa-apa, Tuan." Balas Dini seraya tersenyum kaku. "Emh... Tolong jaga Ansel sebentar ya, Tuan. Aku ingin pergi ke toilet sebentar." Ucap Dini


"Perlu diantar?" Tanya Darwin


"Tidak perlu. Ansel sangat menikmati filmnya, jika kau ikut dia dengan siapa? Aku bisa sendiri." Ujar Dini


"Baiklah." Jawab Darwin mengambil alih Ansel


Dini pun beranjak meninggal tempat duduk dan segera pergi keluar berjalan dengan terburu-buru menuju toilet tanpa memperdulikan kini para pengunjung yang tengah tertawa menikmati film yang menampilkan adegan komedi.


Dalam toilet~


"Tuhan... Kenapa aku harus bertemu dengannya beberapa kali akhir-akhir ini. Rasanya sangat sakit melihat keluarga ku semua berada di sana." Batin Dini sambil membasuh wajahnya dengan air. Bahkan Dini tidak memperdulikan riasan flawless di wajahnya.

__ADS_1


Setelah merasa sesak di dadanya cukup berkurang, Dini pun keluar dari dalam toilet. Namun, jantungnya dibuat berdetak begitu cepat saat melihat wajah yang tengah menunggunya di depan pintu Toilet


"Ar-Arya..." Ucap Dini sedikit terbata


__ADS_2