Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
94. Amarah Valerie


__ADS_3

Rumah Valerie



Valerie datang dan masuk dalam keadaan kemarahan besar yang melanda. Dia tidak segan menghancurkan, membanting sesuatu yang ada di sekitarnya.


Prangg...!!


Suara vas bunga berukuran besar hancur berkeping-keping kala Valerie mendorongnya sampai pecah.


Arrggkhhh...!!!


"Dasar Arya bodoh! Dia sudah berani mengkhianati diriku! Kenapa kau mengkhianati ku Arya. Dengan bangganya kau menyebut wanita itu adalah istrimu." Ucap Valerie tersulut emosi dengan sangat marah ia kembali membanting, dan menghamburkan barang seperti bantal sofa, majalah, meja nakas, vas bunga, dll


Valerie mengambil vas bunga dan melemparkannya ke sembarang arah, untuk meluapkan kekesalannya.


Hingga serpihan vas itu bertaburan di mana-mana, hancur seperti Hatinya saat ini.


Nafas Valerie memburu, pikirannya mulai tidak bisa dikondisikan, dan emosinya tidak lagi terkontrol, dia malah semakin menjadi-jadi dengan meluluhlantahkan barang yang ada di sekitarnya.


Prangg...


Prangg...


Prangg...


Suara pecahan benda berbahan kaca terdengar beberapa kali dan berhamburan kemana-mana.


Mendengar suara pecahan yang begitu keras dan nyaring, selaku orang tua Valerie, Pak Jonathan dan Bu Clara sampai harus turun tangan menghampiri Valerie yang sepertinya ingin menghancurkan seisi rumah itu.


"Valerie?? Apa-apaan ini, Apa yang kau lakukan?" Hardik Pak Jonathan mengendalikan Valerie dengan memegang kedua tangan putrinya


"Valerie?? Apa yang kau lakukan, Nak. Tiba-tiba kau marah seperti ini. Katakan sesuatu jika ada yang terjadi padamu!" Bingung Bu Clara menatap mata putrinya dengan menelisik


"Lepaskan aku!! Ini semua gara-gara wanita rendahan itu! Ayah, Aku tidak bisa menerima kenyataan ini." Nada tinggi Valerie, menghindari tangan ibu yang memegang bahunya


"Kenyataan Apa? Tenangkan dirimu dan coba ceritakan pada kami, Apa yang terjadi sebenarnya? setelah pulang dari menemui Arya, kau langsung menghancurkan isi rumah ini. Apa yang membuat putriku marah seperti ini?" Tanya Pak Jonathan


"Aku seperti ini karenanya. Berani-beraninya pria itu mengkhianati diriku. Ayah juga pasti akan marah jika mendengar Arya sudah MENIKAH!!" Jelas Valerie dengan nada tinggi yang sedikit melembut


"Arya sudah menikah?? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi, Valerie? kami selalu di sini dan tidak pernah mendengar cerita atau berita atas pernikahan Arya. Arya adalah kekasihmu, jika pun menikah, dia akan menikah denganmu." Pungkas Pak Jonathan yang tidak menyangka


"Itulah sebabnya aku marah padanya. Ayah tidak tahu bagaimana sikap dia tadi yang menyebut wanita itu adalah istrinya. Padahal dulu dia mengatakan jika wanita itu adalah pelayan di rumahnya. Tadi dia bersandiwara kesakitan, dia memeluk dan mendekap wanita itu dihadapan ku, dia juga mengatakan aku tidak dibutuhkan dan tidak bisa membantu dirinya." Ucap Valerie yang sudah menangis


"Aku tidak percaya jika Arya akan melakukan hal ini pada putriku. Pria yang tidak menghargai putriku, akan habis ditangan ku." Marah Pak Jonathan dengan geram tersulut emosi


"Ayah, tolong lakukan sesuatu agar Arya menjadi milikku. Aku sangat mencintainya, Aku mengorbankan karier ku dan kembali hanya untuknya. Aku mohon ayah, lakukan sesuatu untukku!" Ujar Valerie menangis dalam pelukan ayahnya

__ADS_1


"Tenanglah, Nak! Ayah akan melakukan apapun untuk kebahagiaan dirimu. Akan ayah pastikan kau akan tetap bersama Arya, dan wanita itu, wanita yang sudah merebut Arya darimu. Ayah tidak akan membiarkan wanita itu bahagia." Siasat Pak Jonathan berkata


"Putriku yang malang. kenapa kau mengalami hal ini, Nak. Pria yang kau cintai, malah mengkhianati dirimu." Sedih Bu Clara mengusap lembut rambut putrinya


"Kau tunggu di sini. Ayah akan memberi pelajaran pada pria itu!" Ujar Pak Jonathan berlalu, yang tidak dihentikan oleh siapapun


...***...


Perusahaan AMB Pratama Group



"Carikan pegawai baru untuk mengisi posisi sebagai koki di kantin!" Pungkas Arya pada Damar


"Koki?? Untuk apa, Presdir? Memangnya ada apa dengan Dini, Bukankah dia seorang koki kantin yang mahir."


"Aku tidak memperkerjakan dia lagi di sini. Aku memintanya untuk diam saja di rumah!" Jawab Arya dingin


"Kenapa seperti itu?" Kejut Damar


"Memangnya kenapa? Terjadi sesuatu padanya, Atau kau memberhentikan dia karena sedang mengandung anakmu? Maka dari itu kau berbaik hati seperti ini padanya, karena dia tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat." Kekeh Damar yang masih sempat-sempatnya bercanda


"Jaga omong kosong mu! Sampai kapanpun aku tidak mungkin memiliki anak darinya. Aku meminta dia di rumah, memangnya apa kesalahanku? aku tidak ingin mengambil risiko jika suatu saat ibu atau ayahku tahu, jika dia bekerja di sini." Ujar Arya melenceng dari kenyataan


"Baiklah, Baiklah, Aku percaya padamu." Kekeh Damar tertawa kecil melihat tingkah laku Presdirnya


Blamm...!!


Suara pintu yang dibanting terbuka dengan keras.


Dan langsung mendapati seorang pria yang berdiri, berwajah beringas di depan pintu masuk ruangan Arya. Spontan Arya berdiri, dan menatap pria dewasa akhir yang sedang menatapnya tajam, mata memerah.


"Pamann...?!" Tegun Arya mengenali Pak Jonathan yang datang


"Maaf, Presdir. Saya sudah mencegah tuan ini untuk tidak masuk, tapi tuan ini memaksa untuk menemui anda dan menyerobot masuk." Ujar karyawan pria yang bekerja di bagian resepsionis


"Tidak apa! Kau bisa pergi sekarang." Ujar Arya


"Baik, Presdir." Ucap Resepsionis pria itu, pergi dengan membungkuk tidak bertolak badan saat meninggalkan ruangan


"Paman? Sudah lama tidak bertemu. Apa kabar paman?" Ujar Arya ramah


"Dasar pria kurang ajar!!" Pak Jonathan langsung membaku hantam, melayangkan tinju tepat di pipi Arya sampai tubuhnya tersungkur, dan terlihat memar dengan darah di sudut bibirnya


"Presdir!!?" Kejut Damar menyaksikan layangan tinju dari Pak Jonathan pada Arya


Arya sedikit menyeka darah dari sudut bibirnya. Lalu, bangkit dengan sudut mata menatap Pak Jonathan dengan Elang.

__ADS_1


"Kenapa kau melakukan ini pada putriku, Arya?" Ucap Pak Jonathan


"Paman? memangnya apa yang ku lakukan pada putri paman?" Tanya Arya belum pasti


"Sekarang kau berlagak tidak tahu. Pria seperti dirimu memang sangat licik. Kau pikir aku tidak tahu tentang apa yang kau lakukan pada Valerie tadi. Sampai rumah, dia menangis karena ulah perkataan mu yang menyakitinya." Hardik Pak Jonathan


"Aku sama sekali tidak mengerti mengapa Valerie bisa menangis." Jawab linglung Arya


"Aku sudah tahu jika kau sudah mengkhianati putriku dengan menikahi wanita lain. Kau menyembunyikan kebenaran status mu saat ini, dan sekarang kau menjelaskan statusmu pada putriku yang benar-benar berharap akan hubungannya denganmu!" Marah Pak Jonathan


"Sebelum paman marah, tolong dengarkan penjelasan ku lebih dulu."


"Apa yang perlu dijelaskan lagi, Arya? kau sudah menikah dan mengkhianati putriku, Apa itu tidak cukup untuk menjelaskan pria bajingan seperti dirimu." Hardiknya


"Damar, Apa kau bisa pergi keluar! Aku ingin kami berbicara hanya empat mata." Perintah Arya


"Baik, Presdir. Saya akan keluar." Jawab Damar, langsung berlalu pergi dari ruangan Arya


Hanya tinggal Pak Jonathan dan Arya dalam ruangan itu.


"Aku memang sudah menikah, Paman. tapi, banyak hal yang belum paman ketahui tentang pernikahan ku ini. Akan ku ceritakan pada paman." Arya menjelaskan jalan ceritanya dari awal sampai saat ini dengan mengambil poin dan setiap inti


Cukup lama dan panjang Pak Jonathan dan Arya berdiskusi, mendengarkan setiap kata yang Arya lontarkan.


"..............." Kata Arya, entah apa yang dia bahas


"..............." Terusnya


Suasana semakin hening saat puncak cerita semakin serius, sampai pada *******, dan kodanya.


"Begitulah ceritanya, Paman. Aku harap paman mengerti dan bisa meyakinkan Valerie untuk tetap percaya padaku. Aku tidak mungkin mengkhianati wanita yang ku cintai. Paman tenang saja, dengan bantuan, paman.aku pikir kita akan segera menyelesaikan masalah ini bersama-sama." Ungkap Arya


"Ya,,,Ya,,, Aku mengerti maksudmu! Aku tidak menyangka jika besan melakukan hal ini pada calon menantu ku. Apa yang kurang dari Valerie, dia sama-sama wanita yang pasti akan memperlakukan suaminya dengan baik setelah menikah. Aku percayakan semua ini padamu, Arya!" Jawab Pak Jonathan serius


"Iya, Paman. Paman yakinkan saja Valerie, bahwa aku bukan mengkhianati dirinya."


"Jika seperti ini, Aku sudah bersalah dengan sudah melayangkan tinju padamu, Arya. Paman benar-benar tidak bisa mencerna pemikiran paman tadi. Paman hanya marah karena Valerie, putri paman menangis."


"Tidak apa, Paman. Aku memahami situasi kondisi, Paman. Sampaikan maaf ku pada Valerie!" Ungkap Arya


"Tentu saja. Jika begitu, Paman akan pulang. Semoga sukses, Arya!" Ujar Pak Jonathan, Pergi


Entah apa yang dikatakan Arya pada Pak Jonathan selama pembicaraan. sehingga membuat Pak Jonathan melunak, dan berbicara santai pada Arya.


Entah apa juga yang direncanakan Arya yang diberitahukan pada Ayahnya Valerie itu. Sampai Arya memintanya untuk tenang, bersabar, dan bersantai saja.


"Maafkan aku, Valerie. Aku bukan bermaksud ingin menyakiti ataupun mengkhianati dirimu. Tapi, Inilah kebenaran yang harus kau ketahui dari diriku saat ini. Aku tidak bisa menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya darimu lagi. Saat ini aku akan berusaha untuk tetap mencintaimu, walaupun ada penghalang di antara cinta kita." Ujar Arya, sendiri dalam ruangan

__ADS_1


Perasaannya kali ini cukup tenang jika Pak Jonathan masih mempercayai dirinya. sehingga masih ada harapan untuk Arya menjalani kehidupan untuk kedepannya.


__ADS_2