Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
85. Bertemu Kerabat


__ADS_3

Arya menuruni anak tangga dengan tangan yang sibuk mengancing jas kerjanya. di ruang tengah, ada Dini yang sedang menyapu.dengan begitu saat Dini melihat Arya, dia langsung menghampirinya.


"Tuan, kau akan berangkat sekarang? kau ingin sarapan dulu? aku sudah menyiapkan sarapan untuk anda." Ucap Dini


"Aku tidak sarapan, Aku sudah terlambat.untuk apa kau membuat sarapan, bukankah nanti kau akan masak untuk makan siang." Kecam Arya


"Tapi sebelum makan siang, kau harus sarapan terlebih dahulu.kau bis-" Ucapan Arya terhenti kala terdengar suara ponsel Arya berdering


Arya mengangkat panggilan masuk.


"...."


"Halo! Ah iya...kau tunggu sebentar lagi.aku akan menjemputmu, kita akan sarapan bersama-sama."


"...."


"Baiklah. Sampai jumpa." menutup kembali ponselnya. Arya mengambil tas kerjanya yang ada di meja sofa


"Tuan, Tunggu!!" Dini menghadang jalan Arya, membuat Arya menghentikan langkahnya


"Kau ingin bertemu dengan siapa? kau mengatakan tidak ingin sarapan, tapi kenapa kau ingin sarapan dengan orang lain?" pungkas Dini


"Bukan urusanmu.urus saja urusanmu sendiri.jangan pernah mencampuri urusanku!" Kecam Arya, menyenggol Dini dan melangkah cepat keluar rumah


"Baiklah, tidak apa-apa." Ujar Dini meski hatinya sangat sakit terluka atas perlakuan Arya, bibirnya tetap tersenyum menghantar kepergian suaminya, walaupun suaminya tidak melihat bahkan tidak peduli.


...***...


"Kemana kita?" Tanya Arya sambil mengendarai mobil pada Valerie setelah menjemputnya di rumah orang tua Valerie



"Kita sarapan di Restaurant yang sering kita kunjungi dulu saja." Jawab Valerie


"Baiklah." Pungkas Arya


"Aku merindukanmu Arya, Sangat.padahal baru kemarin kita bertemu." Ujar Valerie


"Sama halnya denganmu.kemarin malam aku tidak bisa tidur karena senang kau kembali.kita akan menghabiskan waktu bersama-sama." Jawab Arya


"Iya, Arya. Aku akan selalu bersamamu." Jawabnya


Setelah sampai di Restaurant yang sering mereka kunjungi dulu.mereka memesan makanan yang sama, mereka sangat mesra dan romantis dengan Arya yang menyuapi makan pada Valerie.

__ADS_1


Setelah mereka selesai sarapan, Arya kembali mengantarkan Valerie ke rumahnya.sedangkan Arya langsung pergi ke perusahaan dengan datang lebih siang dari hari biasanya.


Di sisi lain, Dini masih sedang bersiap di rumah ingin pergi ke perusahaan pun menjadi kalang kabut karena suara bel yang terus saja berbunyi. Terpaksa ia harus turun dan membuka pintu terlebih dahulu.


Pintu terbuka dari dalam, hanya terbuka setengah. Dia berjaga-jaga jika yang bertamu adalah penjahat.kepala Dini mengintip di balik pintu, dengan setengah badan yang berada di belakang pintu.mengintip, tamu siapa yang tiba2 datang menganggu aktifitasnya di pagi hari.


Dan yang datang adalah Bu Amira dan Pak Barma. Sontak Dini terkejut dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba.


Dini keluar dari persembunyiannya.


"Ayah? Ibu? Kalian!" Ujar Dini terkejut


"Iya ini kami. Apa kabar menantu?" Tanya Pak Barma


"Alhamdulillah baik, Ayah." Jawa Dini


"Din, Kau akan pergi?" Tanya Bu Amira


"I-ibu. I-iya, Aku ingin pergi ke pasar." Jawab Dini berbohong


"Ini bukan akhir bulan.kenapa kau ingin pergi ke pasar?"


"Ma-masalahnya ada beberapa stok dapur yang sudah habis." Ujar Dini


"Jika perlu kau beli saja seisi pasar itu." Sela bicara Pak Barma


"Iya, jika perlu kau beli saja semuanya.dan seharusnya kau membeli stok dapur di supermarket saja, barangnya lebih hygiene dan tahan lama untuk di simpan karena sudah di kemas." Ujar Bu Amira menasihati


"I-iya, Bu. Akan Saya Coba. Silahkan masuk, Pak, Bu!" Ujar Dini diikuti Pak Barma dan Bu Amira yang masuk dan duduk di sofa ruang tamu


"Arya sudah pergi ke kantor, Din?" Tanya Pak Barma


"Sudah. Dari sejak pukul 6 pagi dia sudah pergi." Jawab Dini


"Saya akan buatkan minum lebih dulu, Pak, Bu."


"Padahal tidak perlu repot-repot, Din." Ujar Bu Amira


"Tidak apa, Bu." Ucap Dini langsung pergi ke dapur membuatkan minum teh karena masih pagi


Meninggalkan mertuanya di ruang tamu. Tidak lama kemudian dia kembali dengan nampan berisi 2 gelas teh hangat.


"Terima Kasih ya, Din." Ujar Pak Barma

__ADS_1


"Sama-sama, Pak. Silahkan di minum!"


Pak Barma dan Bu Amira langsung meminum teh tersebut dengan nikmat. Dan meletakkannya kembali di meja.


"Hari ini kami ingin mengajakmu pergi ke Singapore. kerabat kita sedang melangsungkan acara kelahiran anak menantu adikku yang kedua kemarin baru melahirkan. Kami pikir kau harus ikut agar kerabat kami juga bisa bertemu dengan menantuku. Jadi, Apa kau bisa ikut bersama kami?" Tanya Bu Amira


"Singapore!" Tegun Dini


"Iya, Nak. Di sana terdapat kakek, nenek, bibi, paman, dan para sepupu Arya dari pihak keluarga ku." Ungkap Bu Amira


"A-aku tidak tahu harus apa. Aku belum meminta izin dari suamiku." Ujar Dini


"Tidak perlu meminta izin darinya, kau sudah mendapatkan izin dari kami. kau adalah menantu kami juga, kami berhak atas dirimu." Ujar Pak Barma


"Sudahlah persiapkan dirimu saat ini juga.Arya tidak akan marah, kita tidak akan pergi lama, mungkin pukul 18.00 kita sudah pulang dan kau sudah ada di sini lagi."


"Tapi, saya tidak memiliki paspor." Ujar Dini


"Tidak perlu. Kita akan pergi ke sana dengan terbang menaiki jet pribadi kami." Pungkas Pak Barma


"Jet Pribadi?!" Kejut Dini


"Iya, sudahlah.kau tidak perlu memikirkan hal lain.tinggal bersiap dan kita langsung pergi ke Singapore." Kata Bu Amira


Dengan linglung dan dorongan dari Bu Amira yang terus memintanya untuk bersiap. Dini bingung harus berbuat apa, Di sisi lain ia harus pergi ke perusahaan untuk bekerja dan jika saja dia tidak datang, Arya pasti akan mencarinya.


Di sisi lain, kedua mertuanya mengajak dia untuk pergi ke Singapore mengunjungi kerabatnya.


"Bagaimana ini? Aku harus pergi ke perusahaan untuk bekerja. Jika tidak, Tuan pasti menyadari jika aku tidak datang dan pasti akan memarahi diriku.ayah dan ibu tidak tahu jika kehidupan ku tidak seindah apa yang mereka kira. Aku harus apa, aku tidak memiliki nomor handphone tuan atau asisten damar untuk menghubungi salah satu diantara mereka." Gelisah Dini dalam kamar


"Dinii!! Kau sudah siap, Nak." Panggil teriak Bu Amira


"Ibu sudah memanggil dan aku belum melakukan apa-apa." Cemasnya dan dengan cepat segera mengganti pakaiannya dengan pakaian bagus


Setelah selesai bersiap, Dini langsung turun menghampiri mertuanya.


"Dia sudah siap. kita berangkat sekarang." Bu Amira merangkul Dini membawanya pergi


Saat ini Dini benar-benar akan pergi bersama Pak Barma dan Bu Amira yang tidak bisa ditolak untuk ke Singapore bertemu kerabat keluarga dari Bu Amira. Tanpa memberitahu Arya atau siapapun.


Dan kebetulan selain mewah, rumah itu sangat canggih. Ada sensor sidik jari Arya dan Dini dalam pintu utama mereka. sehingga tidak perlu khawatir jika Dini tidak mengunci pintu atau membawa kunci pintu tersebut, hanya mereka berdua yang dapat membuka pintu tersebut menggunakan Sidik jari mereka. Dan otomatis ketika mengklik opsi yang tertera di depan pintu mereka, Pintu itu akan terkunci otomatis.lalu, terbuka dengan sidik jari mereka.


Tidak banyak orang sembarangan yang bisa masuk tanpa seizin atau membobol maling rumah mereka tanpa diketahui.

__ADS_1



__ADS_2