Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
69. Bekerja Kembali


__ADS_3

1 Minggu Kemudian~


"Aku peringatkan padamu untuk besok. Selain menjadi pelayan di rumahku, kau aku kembalikan bekerja menjadi office girl di perusahaan ku Kembali!" Ujar Arya sambil menyantap makanan yang ia beli dari luar


"Jadi, Saya kembali bekerja pada pekerjaan saya yang dulu.tapi bukankah saya sudah mengundurkan diri dari perusahaan anda, Tuan. Anda sendiri yang memecat saya, dan langsung menyetujuinya. kalimat yang paling saya ingat dari anda dulu, anda mengatakan bahwa saya tidak boleh menginjakkan kaki di perusahaan anda lagi." Pungkas Dini


"Ya, Bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur. Dan dipikir-pikir kau memiliki daya tarik di perusahaan ku. Jadi, daripada kau berdiam diri berleha-leha di rumahku seperti nyonya lebih baik aku mempekerjakan mu di perusahaan."


"Baik, Tuan. Saya ingin bekerja lagi di sana. Di rumah ini tidak ada pekerjaan yang dapat saya lakukan." Ujar Dini


"Kau harus ingat, mungkin akan susah bagimu diterima oleh karyawan di sana. Kau pasti sudah melupakan skandal palsu yang menimpa dirimu." Ringai Arya


Seketika raut wajah Dini berubah cemas.


"Bagaimana, Apa kau yakin ingin bekerja kembali di perusahaan ku?" Tanya Arya mengejek


"Apapun itu alasannya, Saya akan tetap bekerja di sana, Tuan."


"Bagus!" Ucap Arya disertai senyuman smirk dari sudut bibirnya


Tanpa Dini ketahui, jika dia sudah masuk ke dalam perangkap yang dipasang Arya. Dan sebentar lagi, ia akan semakin masuk terjerumus dalam perangkapnya.


...***...


"Lihat! Itukan Dini wanita itu! Kenapa dia bisa ada di sini bersama Presdir Arya?" Bincang karyawan


"Aneh sekali, kenapa tiba-tiba Presdir Arya datang bersama wanita yang sudah merusaknya." Bicara Karyawan berbisik

__ADS_1


"Harap Diam dan berkumpul semuanya." Teriak Arya yang akan memberi pengumuman


Seketika Semua karyawan berkumpul mengelilingi Arya dan Dini.


"Aku ingin memberikan informasi pada kalian. Untuk saat ini dan seterusnya kita kedatangan pegawai baru yang akan menjadi bagian dari perusahaan kita. Mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan wanita yang ada disamping ku. Sehingga aku tidak perlu lelah mengenalkannya lagi pada kalian. Aku hanya akan memberi tahu jika dia akan kembali bekerja di perusahaan ini." Ujar Arya membuat semua orang terkejut


"Kenapa bisa begitu. Apakah wanita itu mencoba menggoda Presdir Arya kembali agar dia bisa mendapatkan pekerjaan lagi. Aku tidak bisa menebak sikap wanita itu." Bisik para karyawan yang saling menggunjing


"Jangan berbisik dihadapan ku. Aku peringatkan kalian untuk memperlakukan pegawai ku satu ini dengan baik. Jangan pernah kalian menggunjing wanita ini." Ujar Arya


"B-baik, Presdir." Jawab serentak para karyawan


"Dan untukmu, Kau sudah mulai bisa bekerja sekarang ke tempatmu yang dulu."


"Ba-baik, Tuan." Ucap gugup Dini


...***...


Dini hanya diam menghiraukan perkataan Shasa yang menggunjingnya.


"Kau sudah tuli rupanya!" Cetus Shasa kejam


"Maaf Permisi." Ucap pesimis Dini membawa nampan yang diatasnya terdapat 6 cangkir berisi minuman kopi dan teh


"Dasar wanita ******!!" Shasa menjulurkan kakinya menghadang Dini melangkah, sehingga kaki Dini terkait sampai terhuyung jatuh bersamaan dengan nampannya sampai gelas itu pecah


Praaanggg...!!

__ADS_1


Suara pecahan itu terdengar sampai ke luar dapur. Pecahan gelas berhamburan ke mana-mana.


Dan sedikit menyayat telapak tangan Dini yang ikut terjatuh bersamaan di atas pecahan.


"Uppss...Maaf, Aku sengaja." Terkekeh Shasa tertawa dengan terpingkal-pingkal


Dengan menahan sesak di dada, Dini berusaha bangkit dari jatuhnya.


"Maka dari itu kau jangan bermain-main denganku jika tidak ingin menerima akibatnya." Cetus Shasa


Sifatnya sama seperti iblis sebelas dua belas mirip seperti Arya. Tidak khayal jika saja mereka berjodoh menjadi sepasang suami istri, mereka akan menjadi pasangan serasi.


"Coba lihat. oppss...tanganmu ternyata terluka." Memegang tangan Dini menatapnya dengan meledek


Matanya membidik cincin safir yang melingkar di jari manis tangan kanan Dini.


"Tunggu, Apa yang kau kenakan di jarimu ini. Apakah kau memakai cincin? Terlihatnya cincin ini bukanlah sembarang cincin biasa, harganya pasti sangat mahal. Apakah kau sudah menggoda sugar Daddy untuk membelikan mu cincin ini. Owh, Atau kau sudah menikah dengan sugar Daddy mu itu."


"Lepaskan tanganku!" Dini menarik kasar tangannya dari tangan Shasa curiga menggenggamnya


"Orang yang memakai cincin tidak harus selalu membuktikan bahwa dia sudah menikah.anak bayi yang baru lahir saja sudah dipakaikan cincin di jarinya." Kecam Dini cukup berani menghardik Shasa


"Benarkah? Tapi kau miskin, kau tidak akan mampu hanya membeli cincin seharga 1 juta. menurut psikologi bisa saja seseorang berbohong untuk menyembunyikan kenyataan dari orang lain. Bisa saja perkataan mu itu tidak benar dan hanya untuk menutupi kenyataan yang kau sembunyikan." Ujar Shasa tidak ingin kalah


"Apalagi cincin mu itu di pasang di jari manis tangan kanan mu. Semua orang yang melihatnya akan memahami arti cincin di jari itu." Lanjutnya


Dini menelan salivanya dengan kasar. Bagaimana lagi ia harus menyembunyikan kenyataan. Lawannya kali ini cukup pintar tidak bisa untuk dikelabui.

__ADS_1


__ADS_2