Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
185. Fitnah lagi


__ADS_3

1 Minggu Kemudian~


Hidup dan perjalanannya kini selalu sulit dimasa kehamilannya. Walaupun sudah mendapatkan pengakuan dari semua orang yang mengenalnya sebagai istri pertama Arya. Masalah Dini seperti tak ada ujungnya.


Saat ini ia mendapatkan kesusahan berupa kecaman dari Valerie di balik dirinya dan Luna yang sedang mengumpulkan bukti untuk mengungkap rahasia Valerie.


"Tuan, Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" Kata Dini gugup


"Katakanlah!" Jawab Arya


"Apa tanggapan mu jika salah satu orang terdekat mu menyembunyikan rahasia yang besar, Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Dini


"Entah itu orang terdekat yang kau maksud merupakan keluarga ku sendiri ataupun mereka di sekelilingku yang memiliki hubungan dekat denganku. Sebuah rahasia besar dan terutama ternyata kebohongan yang ia sembunyikan. Pengkhianatan tetaplah pengkhianat yang tidak bisa tetap menjadi teman atau keluarga. Aku tidak mungkin mempertahankan hubunganku dengannya." Jawab Arya


"Lalu, Bagaimana jika masalah ini dihadapkan dengan orang yang kau cintai? Apa perasaanmu sendiri akan merubah cara sudut pandang mu terhadap nya?" Kata Dini


"Aku tidak tahu mengenai hal itu. Terkadang tindakan yang kita lakukan sejak awal tidak sejalan dengan hati yang selalu memakai perasaan. Sulit untuk memercayai seseorang ketika satu-satunya orang yang benar-benar aku percaya adalah orang yang kemudian benar-benar mengkhianati ku. Tidak ada yang lebih buruk dari dikhianati oleh orang yang ku cintai, mungkin aku akan mengalami kekecewaan mendalam. Memangnya kenapa kau bertanya seperti ini padaku?" Tanya Arya


"Semuanya sudah jelas jika logika seseorang akan tak sejalan dengan perasaannya. Terkadang, hati yang baik tidak melihat yang buruk dan terkadang orang-orang terdekat lebih berkesempatan besar mengkhianatimu. Tuan, Kau harus tahu tentang masalah ini." Ujar Dini mencapai ******* pembicaraan


"Ada apa? Kenapa kau seserius ini, Apa yang harus aku tahu di dunia ini?" Ucap Arya jadi kelimpungan


"Kau akan tahu nanti. Sekarang ikut saja dengan ku, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu. karena ini sangat penting bagi perasaanmu sendiri." Ajak Dini menuruni tangga menuju ruang utama yang di mana semua keluarga sudah mengumpul, baik itu Bu Amira, Pak Barma, Darwin bahkan orang tua Dini yang Luna panggil


Di sana hanya saja tidak ada Valerie di tengah-tengah mereka. dan Bu Clara sebagai ibunya hanya kebingungan.


"Ada apa ini? Kenapa semua keluarga berkumpul?" Kejut Arya terheran-heran


Lalu tersadar,


"Tapi di mana Valerie?" Lanjut Arya


"Wajar saja jika kak Valerie tidak ada di sini, kak. Karena dia saat ini sedang bersembunyi akibat rahasianya akan terbongkar sebentar lagi." Ujar Luna


Arya semakin bingung sampai mengerutkan dahinya begitu dalam.


"Kakak ipar apa kau siap untuk membela sebuah kebenaran?" Ujar Luna dengan tersenyum lebar


"Tentu saja, Aku sangat siap." Jawab Dini senang juga


"Sebenarnya apa yang ingin kalian tunjukkan pada kami sampai mengumpulkan kami seperti ini." Ujar Bu Amira baru berkata


"Ibu tenang saja, sebentar lagi semuanya akan tahu." Luna segera menyalakan layar besar yang menayangkan semua bukti-bukti dari foto sampai video


Pertama-tama ia menyalakan Video dan tertampil di layar besar itu.


Semua mata kini tertuju pada layar tersebut.


Namun, alih-alih menayangkan perjalanan cinta Valerie dan Richo, sang layar memilih menanyangkan video dengan tak terduga yang memang terlihat jelas pria dalam video itu bukan Richo dan Valerie, melainkan terpampang jelas ia adalah seorang pria lain entah siapa dan DINI.


Melihat video panas yang ditayangkan itu tadi membuat kepala Arya mendidih menoleh ke arah Dini yang masih tertegun.


Menyadari jika Arya menoleh ke arahnya, Dini pun melirik dan kedua mata mereka saling bertemu.


Pikiran mereka kosong, namun diri Arya dipenuhi dengan amarah.


Setelah dipermalukan di depan keluarga yang kini semua mata menatap ke arahnya tak menyangka. Dini benar-benar tersudutkan.


Apalagi jika durasi video tersebut pendek dan segera menayangkan bukti berupa foto yang di mana hasil jepretan antara pria dan wanita mesra tetap menampilkan wajah Dini.

__ADS_1


Semua orang semakin tercekat bak tertimpa batu besar dua kali berturut-turut.


"Bagaimana mungkin??" Tegun Dini matanya berair akibat terlalu lama tak mengedip


"Kenapa bisa menjadi seperti ini?" Ucap Luna


"Apa maksud Video ini?" Tanya Bu Amira


Semua orang sedang berada di tahap tak menyangka.


Dengan marah, Arya melangkahkan kaki dengan lunglai pada istrinya, kini mereka saling berhadapan. Dengan Arya yang berwajah bringas dan Dini yang berair mata.


"Anak siapa yang sedang kau kandung??" Itulah pertanyaan yang keluar dari mulut Arya


"Tu-tuan, sudah terjadi kesalahan saat menayangkan video itu. I-itu semua tidak benar." Ujar Dini terbata


"Iya kakak, tolong jangan percaya. Aku tahu segalanya, selama ini kami sudah bekerja sama untuk mencari bukti untuk kakak agar mempercayai jika kak Valerie sebenarnya bukan sedang mengandung anak kakak. Aku mendengar sendiri di Restaurant dengan telingaku sendiri. Dan sebenarnya dalam video dan foto itu adalah kak Valerie dan klien kakak Tuan Richo." Luna membela


"Kau berdalih seolah kau adalah orang yang mengetahui segalanya. Mulutmu penuh dengan fitnah dan kau masih saja berani bersuara membela kakak ipar munafik mu itu." Bicara seorang yang baru datang yakni Valerie dan membawa Richo bersamanya serta pria yang diseret oleh Richo


Keadaan semakin memanas kala Valerie memprovokasi keadaan.


"Arya, Percayalah padaku jika perkataan adikmu itu salah. Kau tidak tahu betapa susahnya hidupku akhir-akhir ini dengan mereka yang mengancam ku seperti ini, karena aku tahu Tuan Richo pun menjadi incaran mereka, Aku bekerja sama dengannya agar mereka tidak membawa Tuan Richo ke dalam masalah, Aku pernah mendengar jika Luna tidak menyukai Tuan Richo. Aku mencari dan memiliki bukti-bukti asli lain atas hubungan Dini dan pria lain. Dan aku pun sudah membawa kekasihnya kehadapan mu." Dorong Valerie membuat pria bayaran tersungkur tepat di kaki Arya


Sembari melihat bukti-bukti yang diberikan Valerie, dia memasang telinga mendengarkan perkataan pria bayaran itu.


"Maafkan atas kesalahan kami Tuan Arya. Anda sudah banyak tahu mengenai ku tentang permasalahan kekasihku dan anak yang sedang dikandungnya. Tolong kembalikan Dini yang kau ambil bayi dan ibunya dariku." Ucap pria bayaran bersimpuh di kaki Arya dan menceritakan omong kosong dengan raut wajah palsunya


"Omong kosong apa yang kau katakan itu, Tuan? Aku sama sekali tidak mengenal mu bahkan tidak pernah melihatmu. Kalian berdua jangan bersandiwara karena aku yakin kalian sedang bersekongkol, bukan?" Hardik Dini pada Valerie dan Richo


"Sayang, Apa yang kau katakan? Jangan hanya harta kau bertekad kuat seperti ini. ingat, bayi kita membutuhkan ayah kandungnya. Jika kau ingin uang, aku pun mampu seperti kau mendatangi kamar hotel ku saat itu." Ucap pria bayaran yang bangkit menghampiri Dini sampai memegang kedua bahunya menjalankan tugasnya. Dia benar-benar aktor hebat dan pantas mendapatkan penghargaan


Dini yang sangat tidak nyaman terus menarik tangan pria itu menjauh dari bahunya.


Plakkkkk....


Arya tanpa berperasaan menampar pipi kiri Dini dengan sangat keras sampai ia terpaksa memalingkan wajahnya.


"Dini!!" Kejut semua keluarga


"Aku tahu jika kau sejak dulu adalah seorang pelacur. tubuhmu sudah di jamahi oleh banyak pria lain. tapi jangan membawa perilaku buruk mu sampai rumah ini." Hardik Arya


"Tuan, Kau boleh memukul ku karena aku lebih bersalah di sini. Jangan sampai memukul dia karena akan menyakiti bayi kami." Terus provokasi pria bayaran itu


"Apa Tuan tidak menyadari pembuatan mu dulu padaku. Kau sudah merenggut kesucianku dan kau sendiri tahu bahkan sadar tentang hal itu. Tapi kenapa Tuan tidak menganggap darah daging mu sendiri sekarang dan mempercayai mereka." Kata Dini


Valerie dan Richo hanya saling bertukar pandangan sambil menyunggingkan bibirnya.


"Dia ibu dari bayimu, bukan?" Tanya Arya dengan berat


"Iya, Tuan. Dia membawa pergi bayiku." Jawab pria itu wajah memelas


"Dan sekarang aku mengembalikannya padamu. Bawa dia pergi dari sini sejauh mungkin sampai aku tidak melihatnya lagi."


"Apa yang kau katakan? Kau berani mengusir dia pergi bersama pria yang tidak dikenalnya." Marah Pak Barma


"Apa yang salah? Dia adalah ayah dari bayi yang dikandungnya. Apa aku salah membiarkan mereka bersama. bukankah Keluarga kecil akan segera dibentuk! Aku jadi tahu sekarang kenapa alasan kalian semua menyembunyikan kehamilannya." Kata Arya


"Arya, kau adalah orang yang hebat dan cerdas. Tapi kenapa seluruh tubuhmu tidak berfungsi dengan baik tidak bisa melihat mana yang benar dan salah. Kau seharusnya tahu dari dulu jika Valerie bukan wanita baik-baik." Bicara Bu Amira

__ADS_1


"Iya kakak, aku mohon percayalah pada adik perempuan kesayanganmu ini. Aku tidak berbohong jika sebenarnya kami ingin membongkar rahasia kak Valerie yang bukan mengandung anakmu." Bicara Luna


"Kak, Aku tahu jika kau tidak pernah membiarkan Dini jatuh ke tangan orang lain. bahkan kau menghajar ku habis-habisan karena berani mendekatinya. Dan sekarang kakak ingin melepaskan begitu saja. Kakak bisa menyelidiki masalah ini lebih dalam, kerahkan seluruh bawahan kakak yang hebat itu. Tapi kakak bertindak seperti orang yang tidak memiliki otak." Hardik Darwin


Semua keluarga berbicara untuk memberikan pengertian dan keyakinan di otak Arya. Namun, seolah IQ nya 500 ia bertindak di luar batas pemikiran manusia normal.


"Apa yang perlu di selidiki? Semua bukti-bukti sudah jelas baik yang sudah ditayangkan dan dibawa oleh Valerie dan Richo. Ketika seperti ini kalian selalu menyalahkan aku yang tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal kalian sendiri yang dibutakan oleh wanita berwajah lugu tapi munafik ini." Ketus Arya


"Benar, sejak dulu aku ingin mengatakan ini dari awal. tapi dia malah mengancam ku sampai pada akhirnya ibuku sendiri yang turun tangan dengan meninju perutnya saat kejadian itu. ia lakukan karena tahu dia bukan anakmu Arya!" Hasut Valerie mengada-ngada dan bodohnya Arya percaya begitu saja


Bu Amira sampai syok mendengar jika selama ini Dini hidup di rumah Arya dengan kekerasan akibat kesarkasan orang yang mengetahui Kehamilannya.


"Kau tahu dari awal jika keluargaku sedang dibohongi. Kenapa tidak mengatakannya padaku?" Sungguh Arya sangat jenius sekali. pemikirannya selalu berbeda dari yang lain


Valerie hanya berpura-pura meraung menangis di dada Arya.


"Kalian berdua! Pergi dari sini!!!" Teriaknya pada Dini dan pria bayaran itu


"Dia tidak akan pergi kemana-mana. Ibu akan membawa menantu ibu ke mansion dan akan tinggal di sana selamanya. Jangan harap ketika kau menyesal nanti, kau menginjakkan kakimu ke mansion ku dan membawanya pergi denganmu." Ucap Bu Amira


"Ibu benar, Dini akan aman dan bahagia bersama kita tanpa ada iblis di dalam mansion megah itu. aku yakin dia dan anaknya akan bahagia tanpa seorang ayah yang tidak mengakuinya. aku sebagai pamannya akan memberikan kasih sayang lebih dibandingkan seorang ayah." Hardik Darwin di respon tatapan elang oleh Arya


"Bawa saja dia sesuka hati kalian. Karena aku tidak membutuhkannya lagi." Ucap Arya mengatakan itu karena tahu jika sudah lama penyakitnya tak kambuh. ia menganggap sudah sembuh sepenuhnya


Bu Amira pun menghampiri Dini yang sedang menangis. Tubuhnya sangat terguncang.


"Dini, Ayo ikut bersama dengan ibu, nak. Sudah tidak ada gunanya lagi kau tinggal di sini bersama para iblis. kau akan lebih aman bersama ibu." Ujar Bu Amira merangkul Dini dan membawanya dari sana


"Luna, kau sudah lama tinggal di rumah ini. Sekarang sudah saatnya pulang ke mansion karena rumah ini hanya khusus untuk para iblis." Ajak Bu Amira


Luna pun mengangguk dan mengikuti ibu dan Dini.


"Aku benar-benar kecewa padamu kakak. Mulai sekarang kau bukan kakakku lagi!" Kata Luna sembari melewati Arya


Akibat tubuhnya yang terlalu terguncang, membuat Dini sangat lemas hingga mengakibatkan Dini ditengah jalan tumbang.


Kekhawatiran terjadi sampai ricuh mencemaskan nya.


Arya hanya diam mematung dan menatapnya nanar.


Ini adalah kedua kalinya ia difitnah habis-habisan dengan video dan foto yang tidak benar adanya. Skandalnya dahulu pun belum terselesaikan siapa yang memfitnahnya, sekarang ia dihantam oleh fitnah dengan hal serupa.


...***...


Flashback Off~


"Gawat! Kau harus membantuku. Kita harus bertindak cepat sebelum semuanya terlambat." Bicara Valerie bersama Richo


"Ada apa? Cepat katakan!"


"Dini dan Luna adik ipar brengsek itu. Mereka selama ini mengumpulkan bukti kedekatan kita, bahkan mereka mendapatkan bukti-bukti saat kita menjalin hubungan kekasih dulu. Video dan foto panas kita yang kau simpan itu, mereka juga bisa mendapatkannya. Habislah aku jika video itu di putar dihadapan Arya. Kita bisa kehilangan misi kita untuk mendapatkan harta darinya."


"Bagaimana bisa?? Sepintar itu mereka mengumpulkan bukti sampai mencakup segala hal selama hubungan kita." Kata Richo yang sama halnya menjadi panik dan panas dingin


"Aku tidak tahu, tapi aku yakin jika adik ipar ku itu yang sangat berperan di sini. Dia yang sudah bekerja sama dengan wanita itu." Kata Valerie


"Apa yang harus kita lakukan?"


"Kau malah berbalik bertanya. Tentu saja kita harus mencuri bukti-bukti asli itu dan menggantinya dengan bukti palsu seperti saat kau melakukannya dulu." Ketus Valerie

__ADS_1


"Ya, ya, Kau tenang saja. Aku akan mengerahkan semua bawahan ku untuk tetap membuat kita aman. Kita lihat saja nanti apa yang akan di putar dihadapan semua orang."


Richo segera bergegas menelpon semua bawahannya untuk menjalankan perintah darinya.


__ADS_2