
1 Bulan Kemudian~
Menjelang 1 bulan menuju persalinan yang akan Dini hadapi di usia kehamilannya kini 8 bulan.
Selama satu bulan ini Dini sebagai ibu hamil sangat stress dan terlalu lelah akibat Valerie dan Bu Clara yang tetap memperlakukannya seperti budak. Itu sudah pasti!
Bukan hanya Dini yang stress dan lelah dibuat Valerie. Arya sendiri yang cinta mati pada Valerie merasakan kehadiran Valerie yang menyerang mentalnya.
Baru saja kemarin Valerie keguguran dan membuatnya sedih sampai mengkhawatirkan orang dengan kondisinya. Namun, hal itu sangat cepat bagi Valerie untuk ceria bahkan seolah tak larut dalam kesedihan lebih dalam atas meninggal bayinya itu.
Kini iya meminta uang dari Arya untuk perawatan wajah dan badannya agar ramping seperti dulu.
"Arya, bisakah aku meminta uang darimu. Aku ingin pergi ke dokter kecantikan untuk perawatan wajahku. Dan melangsingkan kembali badanku yang terlihat gemuk seperti ini. Kau tahu sendiri bukan jika selama aku mengandung selama 8 bulan, badanku jadi terlihat gemuk, aku ingin sekali mengembalikan badanku yang langsing itu seperti dulu." Rengek Valerie meminta dengan bergelayut manja di dada Arya
"Berapa yang kau butuhkan? Apa uang kemarin tidak tersisa sepeser pun?" Kata Arya
"Kau tahu sendiri bahkan aku harus meminta uang dari ibu karena uang yang kau berikan tak cukup." Jawab Valerie
Arya dibuat lelah olehnya sendiri yang terlalu memanjakan Valerie dengan menuruti semua keinginannya.
"Hahh... Aku akan mentransfer uang itu ke dalam kartu kredit mu." Ujar Arya menarik napas dalam
"Tapi, bisakah kau memberikan aku salah satu black card milikmu itu saja. Agar aku tidak merepotkan mu terus menerus dengan permintaan ku ini." Ujar Valerie
Tanpa berpikir panjang Arya memberikan salah satu black card miliknya pada Valerie.
Mata Valerie langsung berbinar melihat black card itu yang hanya orang-orang dengan derajat tertentu yang memilikinya.
"Yeay,,, Terima kasih, kau memang suamiku yang paling tampan." Puji Valerie mencium sekilas pipi Arya sebelum pergi bersenang-senang di luar
Respon Arya biasa saja kala Valerie mencium pipinya yang tidak seperti dulu membuat dia sangat senang.
...***...
Di sebuah Restaurant...
Valerie sengaja menemui Richo yang tengah menunggunya sedari tadi.
Baru saja datang dan duduk, Valerie sudah mendapatkan pertanyaan.
"Bagaimana dengan black card itu, Kau sudah mendapatkannya?" Antusias Richo
"Taraa... Tentu saja aku sudah mendapatkannya." Valerie menunjukkan black card itu dengan berbangga diri
"Sini... Aku yang akan mengambilnya. ini sebagai ganti karena kau sudah membuat anakku meninggal." Richo langsung mengambil black card itu dari tangan Valerie
"Tidak bisa, itu adalah milikku. kenapa jadi kau yang mengambilnya." Ujar Valerie
"Suamimu itu kan sangat kaya, kehilangan satu black card nya saja tidak akan membuat dia kehabisan uang, kau bisa memintanya lagi pada dia di rumah. hanya saja satu black card ini untukku. Sekarang Katakan padaku berapa pin nya?" Kata Richo
"Baiklah..." Valerie pun memberitahu pin dari black card tersebut agar Richo dapat mengaksesnya dengan bebas
"Ok, Terima Kasih untuk black card nya." Richo pun langsung pergi
"Hey,,, kau akan pergi ke mana? Aku baru saja sampai dan kau ingin segera pergi." Teriak Valerie
"Lain kali saja!" Teriak Richo akibat terlalu senang dan ingin segera mengakses black card tersebut
__ADS_1
Bahkan sepertinya dia ingin langsung membeli negara saat itu juga.
...***...
Hiks...Hiks...hiks...
Terdengar suara tangis saat baru saja masuk ke dalam rumah.
Arya yang sedang berada di ruang utama dan mengerjakan laptopnya pun merasa samar dengan tangisan itu.
"Valerie, Ada apa? Kenapa kau menangis?" Tanya Arya
"Arya, maafkan aku, hiks...hiks..." Pura-pura menangis dengan air mata yang tak terlihat keluar
"Maaf untuk apa?" Linglung Arya
"Sepertinya aku tak sengaja menjatuhkan black card yang kau berikan pagi tadi. saat ingin membayar, aku tidak menemukan black card itu di tas ku. Aku sudah menghilangkannya." Tangisnya buaya
Arya sedikit syok jika salah satu black card miliknya telah hilang. Namun, ia bersikap santai dan tidak terlalu mempermasalahkan besar.
"Tidak apa, masih banyak black card lain yang ku miliki bukan hanya yang aku berikan padamu. Sudah, tidak perlu menangis!" Usap Arya pada rambut Valerie menenangkan
"Benarkah, Jadi kau tidak marah padaku?" Tanya Valerie dengan wajah memelas
"Tidak. Untuk apa gunanya aku marah?" Kata Arya yang berbeda
Valerie pun memeluk Arya dengan menghentikan tangisnya dan mengganti dengan menarik bibirnya ke samping.
Jika saja Dini yang menghilangkannya, mungkin satu hutan akan kebakaran.
...***...
Lagi-lagi Valerie menyebut nama Arya.
"Arya, perawatan yang aku ceritakan padaku kemarin semuanya belum dibayar. Bisakah aku meminta black card itu lagi darimu? Aku berjanji aku tidak akan menghilangkan lagi." Ujarnya
"Aku akan memberikan sejumlah uang saja padamu. kau tidak perlu memakai black card apapun." Jawab Arya
"Apa karena kau tidak mempercayaiku lagi. Padahal aku berjanji tidak akan menghilangkannya." Ujar Valerie
Arya terdiam sejenak dengan mempertimbangkan panjang-panjang.
Lagi dan lagi Arya tetap menuruti permintaan Valerie. Dengan memberikan dia black card miliknya untuk kedua kalinya.
Tentu saja Valerie sangat senang permintaannya terus dituruti oleh Arya. Ia kembali bersenang-senang di luaran dengan menggunakan kartu kredit tanpa limit itu.
Di sisi lain,
Arya pergi ke perusahaan seperti biasa untuk bekerja.
Dan untuk pertama kalinya ia mendapatkan kabar yang kurang mengenakkan menimpa dirinya.
"Presdir, ada surat pemberitahuan dari departemen bank American Express yang menyatakan jika black card anda telah mencapai pengeluaran sebesar 6 triliun rupiah dalam waktu 30 menit."
"Apa?? 6 triliun! Aku belum melakukan transaksi apapun menggunakan black card yang ku miliki akhir-akhir ini. mungkinkah perusahaan menggunakannya untuk keperluan penting?" Kejut Arya sangat syok
"Saya pribadi juga tidak tahu, Tuan. Karena perusahaan sendiri tidak sedang membutuhkan masukan dana untuk keperluan lain saat ini." Jawab Asisten Damar
__ADS_1
"Panggilkan manajer keuangan untuk kemari!" Titah Arya
"Baik, Presdir." Langsung memanggil manajer keuangan melalui telepon
Setelah mendapatkan telepon yang mendapatkan titah untuk segera menemui ruangan direktur perusahaan. Manajer keuangan pun langsung datang.
"Maaf Presdir, Anda memanggil saya?" Masuk manajer itu
"Silakan masuk!" Titah Arya
Langsung masuk setelah mendapatkan perintah.
"Aku ingin melihat laporan keuangan yang masuk dan keluar akhir-akhir ini." Kata Arya
"Baik, kebetulan saya sudah membawanya, Tuan." Langsung manajer itu sudah berjaga dari awal dan memberikannya
Arya pun melihat setiap rinci keuangan masuk dan keluar yang terlihat normal di perusahaan miliknya. Tidak ada yang aneh sama sekali, bahkan di sana tercantum jika pemasukannya naik berkembang pesat begitu besar, dan pengeluarannya di atas rata-rata normal.
"Tidak ada yang aneh di sini. Apa kau sudah memeriksanya dari awal? Atau bisa saja ada keuangan yang kau lewatkan dan belum menuliskannya?" Tanya Arya
"Tidak ada Presdir, saya selalu detail dengan selalu mengulangnya beberapa kali sebelum dimasukkan dalam buku keuangan." Jawab manajer itu
"Baru saja aku mendapat surat pemberitahuan jika black card yang ku miliki dan salah satunya dipergunakan untuk keperluan perusahaan. aku pikir itu digunakan untuk keperluan perusahaan dan kau mengetahuinya."
"Tidak Presdir, perusahaan sama sekali tidak mengeluarkan dana apapun untuk sana ini. saya baru saja memasukkan keuangan hari ini dan tidak ada keanehan lain." Ujar manajer itu
"Baiklah, kau bisa pergi." Kata Arya
"Baik Presdir, Saya permisi." Manajer itu kembali ke ruangannya
"Mungkinkah black card itu adalah yang aku berikan pada Valerie. Bisa saja dia sudah menggunakannya, dan satu black card yang ia katakan hilang itu dipergunakan orang lain yang menemukan dan mengetahui akses keamanannya sampai pengeluarannya membengkak." Pikir Arya
"Damar, bekukan salah satu black card ku yang hilang karena bisa saja dipergunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab sampai bisa seperti ini." Titah Arya
"Salah satu black card Presdir hilang?!" Kejut Asisten Damar
"Iya, mungkin itulah sebabnya black card itu ditemukan orang lain dan mengetahui pin nya lalu, dipergunakan secara sewenang-wenang." Kata Arya
"Tapi 6 triliun adalah uang dalam jumlah besar, Presdir. Jika kita pergunakan untuk perusahaan, perusahaan akan menghasilkannya lebih dari yang dikeluarkan. Anda kehilangan sebagian harta milik anda. Apa anda tidak merasa rugi? kita bisa saja mencari orang yang tidak bertanggung jawab itu." Kata Damar
"Tidak perlu, bekukan saja! itu sudah lebih dari cukup. Aku mengikhlaskan kehilangan uang sebesar itu." Jawab Arya
"Baiklah Presdir." Jawab Damar segera melakukan perintah dari Arya
Di sisi lain,
"Maaf tuan, pin anda salah." Jawab resepsionis di salah satu mall
"Bagaimana bisa? Coba sekali lagi!" Ucap Richo
Resepsionis itu terus mencoba. Namun, nihil karena hasilnya tetap sama black card yang diberikan Valerie padanya tidak dapat diakses lagi.
"Mohon maaf tuan, hasilnya tetap sama. Apa anda memiliki kartu yang lain?" Ujarnya
"Tck,,, sepertinya pria itu sudah mengetahui kecurigaan pemakaian black card ini. Dan dia pasti sudah membekukannya." Bicara pelan Richo
"Tidak ada, aku tidak jadi membelinya." Jawab Richo kesal dan pergi begitu saja
__ADS_1
Bukan hanya Richo resepsionis itu sudah lelah membungkus barang belanjaan Richo yang hampir satu truk, mereka kecewa dan kesal padanya.