
2 Bulan Kemudian~
1 Tahun telah berlalu dan di tanggal 29 Januari 2021 mereka menikah. Besok adalah Hari Anniversary Pernikahan Arya dan Dini yang sudah menginjak 1 tahun membiduk rumah tangga.
"Besok adalah Hari Anniversary 1 tahun pernikahan Dini dan Arya. Ibu pikir kita harus mengadakan acara pesta untuk merayakan hari bersejarah ini."
"Panggil keluarga kita yang ada di Singapore ke sini untuk merayakan usia pernikahan mereka. Ayah juga berpikir seperti itu." Jawab Pak Barma
"Iya, Iya. Besok acara besar Keluarga akan digelar kembali. Ibu akan memberitahu Keluarga yang ada di sana untuk datang." Bicara Bu Amira yang sudah sibuk dan saat ini akan menelpon Keluarganya yang ada di Singapore
*
*
*
Di Perusahaan AMB Pratama~
"Ke mana perginya Valerie yang selama 2 bulan ini dia hilang tanpa memberi kabar. Aku mencoba menghubungi dia tapi tidak aktif. Terakhir aku bertemu dengannya saat terbongkarnya sandiwara ku dihadapan Dini."
"Valerie, Ke mana kau pergi? Sudah 2 bulan kau tidak menemui ku, dan aku rindu padamu!"
Ya, Selama 2 bulan terakhir Valerie menghilang dari Arya tanpa kabar. Entah apa yang membuatnya susah untuk dihubungi dan ditemui.masalahnya pun Arya tidak tahu di mana dan ke mana Valerie sekarang. Tanpa kabar, dan tanpa tahu di mana dia sekarang membuat Arya tersiksa.
Tringg!
Suara pesan masuk handphone Arya.
Disela pikirannya yang kacau memikirkan ke mana Valerie pergi, Disaat itu pula Arya mendapatkan pesan masuk dari Valerie.
Hatinya langsung menggebu-gebu dan senang kala handphonenya mendapati nama Valerie yang mengirim pesan setelah sekian lama.
"Valerie!!" Gebu Arya membaca nama dari pesan yang masuk
Dengan segera ia membuka pesan yang dikirim Valerie padanya. Sebuah foto penuh tanda tanya Valerie kirimkan dan membuat siapa saja yang mendapatkan kiriman pesan darinya akan kebingungan.

(Foto yang dikirimkan Valerie)
"Apa maksud dari Valerie mengirimkan foto ini? Siapa dia?" Tanya Arya kebingungan
[Valerie, ke mana saja kau dua bulan ini? Ini adalah pertama kalinya lagi kau mengirimkan pesan untukku. Apa maksud foto ini, Siapa wanita yang ada dalam foto ini?] Kirim Pesan Arya
[Kau sendiri tidak menyangka, Kan?] Balas pesan Valerie
[Tolong jangan memberikan teka-teki seperti ini padaku. Aku bertanya siapa wanita yang mengandung itu? Kenapa kau mengirimkannya padaku?]
[Aku akan datang ke perusahaan mu saja]
[Baiklah, akan ku tunggu. Bagus jika kau akan datang ke sini, banyak sekali pertanyaan yang ingin ku tanyakan padamu.]
Tak lama kemudian Valerie sampai di perusahaan Arya dan datang ke ruangannya.
Dengan berkelas dia berjalan bangga masuk ke dalam ruangan Arya dengan pakaian yang memperlihatkan sekali baby bump nya.
Melihat Valerie yang sedang berdiri sambil mengelus-elus perutnya, Membuat Arya terkejut sekaligus bingung melihat perut Valerie yang membesar seolah sedang hamil.
"Valerie, Apa yang terjadi dengan perutmu? Kenapa membesar seperti itu?" Tanya Arya polos
__ADS_1
"Arya, Aku yakin kau pasti akan senang mendengar kabar ini.karena ini kabar yang kau dan keluargamu tunggu-tunggu." Pungkas Valerie
"Kabar apa? Tolong jangan membuatku khawatir dengan keadaanmu. Kau memiliki penyakit? Kenapa tidak pernah bercerita padaku?"
"Sepertinya dengan cara ini tidak membuatmu yakin. Aku menduga kau masih menyaring apa sebenarnya yang terjadi, Maka dari itu aku sudah menyiapkan ini dari awal. Aku memiliki hadiah untukmu. Ini, bukalah!" Kata Valerie memberikan kotak hadiah
Arya semakin kebingungan dibuatnya, ia tidak mengerti dengan situasi saat ini. Perlahan ia
membuka kotak hadiah tersebut dan mengambil barang yang ada didalamnya yakni sebuah test pack.
Arya menelisik benda tersebut dan melihat garis dua didapatinya.
"Apa maksud dari semua ini?" Tanyanya sama sekali tidak mengerti
"Aku hamil!!"
Ceetaarr...!!
Bak suara petir yang menyambar dengan suara menggelegar, Arya refleks menjatuhkan test pack itu.
Sedangkan Valerie masih memasang wajah sumringahnya.
"K-kau hamil?" Pungkas Arya terbata karena terkejut dan tak percaya
"Iya, Arya. Selamat untukmu ya.kau akan menjadi ayah sebentar lagi." Kata Valerie
"Ba-bagaimana bisa?" Pungkas Arya masih syok
"Itu semua bisa karena pada kenyataan kau sudah melakukannya denganku.hingga pada akhirnya aku sedang mengandung anakmu."
"Itu tidak mungkin Valerie! Dua bulan kau menghilang dan tidak memberi kabar, sekalinya datang kembali dan memberi kabar kau membuatku bertanya karena datang dengan perutmu yang membesar ini." Tolak Arya karena tidak percaya
"Berapa usia kehamilan mu?" Tanya Arya masih tak menyangka
"Dua bulan!" Jawab Valerie
"Tidak mungkin aku melakukannya sekali dan langsung tumbuh janin dalam rahim mu. Sudahi saja lelucon mu ini, Valerie. Aku tahu kau sedang bercanda karena dua bulan kau menghilang, karena takut aku memarahi mu, kau datang dengan lelucon mu ini."
"Aku sedang tidak bercanda, Arya. Coba pikir saja bagaimana mungkin perutku bisa membesar seperti ini. Kau pikir ini bantalan kain untuk membuat seolah aku sedang hamil? Jika tidak percaya, sentuh saja perutku! Ini asli, Arya." Jelas Valerie
Arya hanya menggeleng-gelengkan kepala. Karena baginya masih terasa mustahil jika dia benar-benar melakukan itu bersama Valerie sampai dia hamil.
"Kau tidak percaya padaku, Kenapa? Aku pikir kau akan senang dengan kehamilanku ini, Tapi ternyata kau sendiri tidak mengakui anak darah daging mu sendiri. Coba ingat-ingat lagi saat kita di Club malam itu, Arya." Pungkas Valerie yang kecewa karena kehamilannya tidak dipercayai oleh orang yang sudah menghamilinya di luar nikah
Flashback Off~
"Arya, kau minum? Akhirnya." Senang Valerie yang baru kembali setelah asyik berjoget
Arya menggelengkan kepalanya, lalu memalingkan wajahnya ke samping.
Membuat Valerie tersenyum senang dan langsung merangkul Arya.
"Arya, sepertinya kau sudah mabuk, kau tunggu saja di kamar, Ya?" ucap Valerie pada Arya
Arya yang mendengar nya hanya terdiam sambil memijat kepala nya yang pusing.
Lalu, melirik Valerie dengan wajah yang sudah tidak kuat menahan panas di tubuhnya.
"Jangan katakan kau!" Ucap Arya tidak melanjutkan ucapan nya karena tubuhnya terasa semakin panas.
__ADS_1
Valerie yang melihat nya langsung membawa Arya menjauh dari area club, dan membawa tubuh Arya ke kamar yang sudah dia pesan di sana.
Valerie menidurkan Arya yang sudah kepanasan di ranjang kamar itu.
"Apa yang kau berikan pada minuman ku, kenapa aku kepanasan?" Tanya Arya di kegelapan diuntungkan kesadarannya masih stabil
Tapi sosok yang mendekati nya itu tidak mengucapkan sepatah kata pun.
"Kau!" Ucap Arya itu tersenggal
Tidak tahan dengan rasa panasnya, Arya langsung menarik tangan sosok yang dia anggap itu.
"Aku kepanasan, tolong!"
Dan........
Kesadaran Arya pun menurun, ia sudah benar-benar mabuk dan terbuai sampai lupa akan ingatan dan kesadarannya sendiri.
Flashback On~
"Saat itu aku mabuk dan kepanasan. Kau membawaku ke kamar, tapi setelah itu aku tidak ingat apa yang terjadi seterusnya." Ujar Arya setelah mengingat
"Yang terjadi setelahnya adalah kau melakukan itu padaku." Kata Valerie melanjutkan
Entah benar Fakta atau tidak, bukti saat ini dia memang benar sedang mengandung karena perutnya yang membesar.
Arya mengusap wajahnya kasar karena frustasi.
"Ada apa Arya? Kau tidak senang atas kehamilanku. Jadi, kau tidak ingin aku mengandung anakmu." Ujar Valerie menjadi sedih
"Tidak, bukan seperti itu maksudku Valerie.hanya saja aku bingung, tapi aku senang jika kau sedang memang benar sedang mengandung anakku." Kata Arya
"Hanya saja, apakah benar Valerie sedang mengandung anakku? dengan keadaanku yang memiliki Alergi pada wanita, apakah bisa aku melakukan hal itu bersamanya selain dengan Dini kemarin. ini bukan pertama aku melakukannya bersama Valerie, tapi belum sampai di luar batas. Sudah jelas karena pengaruh wanita malam di sana yang menggodaku, penyakit ku saat itu langsung kambuh.atau karena pengaruh alkohol aku tidak sadar dan tidak merasakan kesakitan saat Valerie menyentuhku lagi." Lanjut Arya bergumam ragu karena masalah penyakitnya itu sendiri, sehingga mustahil baginya melakukan hal itu kepada wanita yang membuatnya memunculkan reaksi alergi saat penyakitnya kala itu kambuh
"Tapi kenapa, kenapa kau tidak terlihat senang?" Ujar Valerie
Arya langsung tersenyum kaku.
"Aku sangat senang. Jika tidak, Bagaimana mungkin aku akan tersenyum padamu."
Terpancar senyum penuh arti namun, jika ditelisik dengan benar tersimpul senyuman terpaksa di sisi mulutnya.
"Ibumu pasti akan senang jika aku sedang mengandung anakmu. Bukankah mereka sudah lama menunggu cucu darimu." Kata Valerie
"Benar, mereka sudah menantikan kabar akan kelahiran cucu mereka. Aku senang karena kaulah yang mengandung pewaris keluarga Pratama."
"Maafkan aku yang menghilang selama 2 bulan ini. Setelah mengetahui jika aku hamil, Aku sangat merasa bersalah pada diriku sendiri sehingga aku mengasingkan diri dan menjauh darimu. Aku takut jika kau marah karena sudah membuatmu malu dengan kehamilanku di luar nikah."
"Untuk apa malu? Sekarang kau sedang mengandung anakku, bukan? Seharusnya aku yang merasa bersalah pada wanita sebaik dirimu, Aku berjanji akan segera menikahi mu."
"Jika boleh bisakah secepatnya kau menikahi ku? Aku takut perutku semakin membesar dan banyak orang yang menghina ku."
"Aku berjanji. Sebelum itu kedua orang tuaku harus lebih tahu tentang hal ini. Aku yakin mereka tidak akan marah karena kau sedang mengandung cucu untuk mereka."
"Iya, Terima Kasih karena kau sudah percaya dengan menganggap ini adalah anakmu tanpa merasa curiga."
"Ayah mana yang tidak mengakui anaknya sendiri. Aku bukanlah Ayah yang egois." Ujar Arya sambil memberi senyum
Pengakuan yang tidak terduga dan mendadak dari Valerie sangat berpengaruh besar bagi kehidupan dia sekaligus orang sekitarnya. Awal baru telah dimulai dengan kehamilannya saat ini, itu tandanya Arya akan segera menjadi seorang ayah, dan seorang anak kecil yang belum diketahui pasti jenis kelaminnya akan lahir ke dunia ini. Apakah dengan kehamilannya akan memberikan sebuah kebahagiaan, duka, lara atau luka?!
__ADS_1