Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
80. Tugas Baru


__ADS_3

Keesokan harinya~


"Ini adalah kantin, Kau bisa menyediakan makanan dan memasak di sini. Bekerja samalah dengan Bu Shani, dia adalah kepala kantin di sini." Ujar Arya


"Aku juga sudah memasok peralatan dan bahan-bahan seperti sayuran, daging Lalu, bumbu dan lainnya lengkap untuk kau memasak. Sisanya ada di pantry kau bisa mengambil bahan-bahan di sana."


"Setiap bulannya kau beritahu bagian petugas dapur untuk menyetok bahan-bahan yang habis." Lanjut Arya


"Dan kau tidak perlu bekerja lagi menjadi office girl, ada pelamar baru yang bekerja di posisi itu. Tugasmu fokus di bagian kantin saja memasak makanan siang kami." Ujar Arya terus-menerus memberitahu Dini


"Baik, Presdir." Pungkas Dini paham akan tugas dan pekerjaan barunya


"Kau bisa mulai memasak sekarang.karyawan ku banyak tidak bisa membutuhkan waktu sedikit untuk memasak nanti. Tanganmu sedang sakit bukan, mintalah Bu Shani untuk membantumu." Pungkas Arya perhatian


"Bu Shani aku titip dia padamu, Jika dia perlu bantuan, Aku harap kau bisa membantunya." Ujar Arya dengan nada lembut


Dini tersentuh akan perhatian lembut Arya yang seakan ingin menjaga dirinya. Dia benar-benar mengagumi sifat Arya yang lembut seperti ini, bukan perlakuan kasar padanya.


"Baik, Presdir. Saya akan membantu nona ini." Jawab Bu Shani yang sedari tadi ada di sana


Setelah itu, Arya pergi memutar balikkan badannya meninggalkan kantin menuju ruangannya. Ada hati yang menggebu-gebu ingin cepat-cepat memakan makanan yang Dini buatkan setelah sarapan pagi tadi.


Rasanya benar-benar sudah menggugah selera makannya.

__ADS_1


"Kau adalah wanita yang ada dalam skandal bersama Presdir Arya saat itu ya?" Pungkas pertama Bu Shani yang langsung membuat Dini tercengang


"I-iya..." Jawab Dini menahan malu karena sudah pasti Bu Shani yang seusia dengan ibunya itu akan mencela dirinya habis-habisan


"Yang sabar ya, Nak. Suatu saat kebohongan itu akan terbongkar, dan namamu akan bersih kembali." Ujar Bu Shani


Namun, tidak.ternyata Bu Shani bertolak belakang dengan orang lain, dia malah memberi Dini dukungan yang membuatnya percaya masih ada orang baik di sini.


"I-ibu tidak percaya akan berita itu?" Tanya Dini bergetar


"Di rumah ibu memiliki seorang anak yang bisa mengoperasikan sistem apalah ibu tidak mengerti, maklum ibu orang jadul. Anak ibu mencoba mengecek keaslian berita tersebut dari sana dan dia mengatakan jika foto dan video itu tidak benar, ada seseorang yang mengedit foto itu. dia mengumpulkan bukti jika sewaktu-waktu namamu ingin dibersihkan.ingin membuktikan jika kau tidak bersalah saat itu, ibu melarangnya jangan bermain-main dengan orang yang berkuasa seperti Presdir Arya. Manusia kecil seperti kami ini, tidak ada bandingan dengannya." Ujar Bu Shani


"Alhamdulillah,,,jika memang ada buktinya. Suatu saat nanti saya akan pergunakan itu untuk membersihkan nama saya, Bu." Ujar Dini senang


"Iya, Bu. Terima Kasih." Jawab Dini menyeringai senyum bahagia


"Ya sudah, kita mulai memasak. Mari ibu bantu." Ujar Bu Shani


"Mari, Bu." Ujar Dini masuk ke dapur kantin dan mulai memakai celemek. Lalu, menyiapkan bahan-bahan yang akan dia masak dalam jumlah besar di bantu oleh Bu Shani


Pukul 12.30~


Aroma masakan yang harum dan lezat dari kantin tercium sampai keluar dan menusuk hidung setiap karyawan. Mereka benar-benar terpaku akan aroma masakan itu, dengan menciumnya perut mereka sudah keroncong dan ingin segera makan.

__ADS_1


"Aromanya enak sekali, Bagaimana rasanya. Kebijakan Presdir Arya yang baru membuatku betah menanti aroma ini setiap siang hari." Ucap Karyawan 1


"Aku ingin segera merasakan makanan ini." Karyawan 2


"Tidak heran jika wanita itu bisa memasak dengan aroma makanan wangi seperti ini." Ujar Karyawan 1


Atas perintah Arya yang sudah mempersilahkan pergi ke kantin untuk makan siang, Para karyawan dan pegawai lain berhamburan menuju kantin dengan tertib.



Semua orang sudah mengambil masakan yang disediakan seperti prasmanan. ditengah-tengah karyawan yang sudah menikmati makanan. Arya dan Damar datang dengan mengambil makan siang mereka yang berbeda sudah spesial disiapkan oleh Dini tanpa harus mengambil di prasmanan.


Arya dan Damar begitu menikmati makan siang mereka kali ini. Terlihat samar dari wajah Arya menikmati makanan tersebut.


"Kau pintar membujuk seorang wanita untuk melakukan keinginanmu." Ujar Damar dengan nada sambil mengunyahnya


Arya menghiraukan perkataan Damar dan fokus menyuap persuap makannya.


"Jika kau menyukai masakan istrimu, kenapa kau berbohong dengan berdalih masakannya tidak enak. kau lihat Dini! dari tadi dia terlihat khawatir terus menatap mu." Kekeh Damar


"Jangan bicarakan hal ini dihadapannya. Jika dia mendengar, bisa-bisa dia tinggi rasa." Ujar Arya dengan mulut mengunyahnya


Hampir 30 menit menghabiskan waktu di kantin dengan makan siang dengan citra rasa baru khas rumahan dibandingkan dengan makanan dari Restaurant yang monoton. Dalam setiap piring itu bersih tidak ada sebutir nasi yang tersisa.

__ADS_1


__ADS_2