
Subuh hari sekali pengantin baru sekaligus keluarga sudah terbangun dan bersiap untuk pulang ke mansion membawa menantu mereka.
Dini yang masih menggunakan gaun malam yang tidak sempat untuk mengganti pakaian biasa karena lupa membawa dan tidak menyediakan sama sekali.
Karena Pak Barma dan Bu Amira berpikir jika Dini akan tidur bersama Arya dikamar hotel yang sudah mereka persiapkan dan berpikir akan menjalankan ritual malam pengantin baru saat itu juga. Namun, nyatanya tidak, Dini memutuskan untuk tidur di kamar hotel bersama ibu dan ayahnya.
Mansion Keluarga Pratama~
Pukul 06.00 pas mereka sampai di kediaman Pratama.
Pak Malik dan Bu Lia selaku orang tua dari Dini, tidak ikut hadir mengantar putrinya sampai ke mansion pak Barma. Mereka melakukan hal itu karena berusaha agar terbiasa dengan ketidakhadiran melepaskan Dini menjadi anggota keluarga baru Pak Barma.
Cukup berat dan sedih bagi Dini meninggalkan kedua orang tuanya, sebelum pergi ibu dan ayahnya sempat berpesan dan berpamitan lebih awal pada putri mereka.
Saat sampai, Arya yang berada satu mobil dengan Dini langsung membuka pintu mobil pergi begitu saja masuk ke dalam mansion meninggalkan Dini yang masih duduk.
Dengan sendirinya Dini keluar dan setelah itu menatap cengang kediaman keluarga Pratama yang jauh sangat lebih besar 1000 kali lipat dibandingkan rumah miliknya.
"Kau melihat apa menantu ku? Ayo kita masuk, ini adalah rumah mu juga." Ucap Bu Amira merangkul Dini membawanya masuk
Saat masuk pertama kalinya, Dini melakukan hal yang sama dengan menatap cengang isi dalam mansion itu.terdapat desain interior, barang mewah furniture seperti rak, sofa, meja, televisi yang berukuran 100 inch dan jendela yang menjulang tinggi bersamaan dengan gordennya.
Ia benar-benar tidak menyangka akan tinggal dirumah mewah yang tidak bisa disebut rumah lagi entah sampai kapan.
Di sana juga terdapat Bu Ashna selaku kepala pelayan dan pekerja lainnya yang menyambut kedatangan nyonya muda mereka.
__ADS_1
Dini disambut dengan penuh kasih sayang oleh mereka.
"Kenapa kalian repot-repot untuk menyambut menantuku ini. Bagaimana menurut kalian, Menantu ku sangat cantik bukan?" Ujar Bu Amira
"Sangat cantik, Nyonya. kami jadi tidak sabar melihat tuan muda kecil kami, wajahnya pasti menurun dari ayah dan ibunya yang rupawan." Ucap Pelayan yang usianya seumuran dengan Dini
"Kau semakin membuat keinginanku cepat terlaksanakan.mereka baru saja menikah, tidak perlu tergesa-gesa." Ujar Bu Amira
Luna yang sedari tadi ada ditengah mereka menatap dan mendengar malas pembicaraan mereka yang terlalu memuja berlebihan pada Dini.
"Mereka berbicara seolah-olah jika si miskin sekaligus si cupu itu merupakan Miss World." Cetus Luna kesal sehingga berjalan pergi menaiki tangga menuju kamarnya
"Biarkan menantu ku untuk membersihkan diri.nanti lagi kita berbincang nya, kita masih banyak waktu untuk mengenal nyonya muda kalian." Ucap Bu Amira
"Menantu ku, kau pasti belum mandi setelah acara pernikahan kemarin bukan.sebaiknya kau membersihkan diri sekarang." Ujar Bu Amira lagi
"Apa aku bisa meminjam baju dari sini.karena aku lupa membawa bajuku dari rumah." Ucap Dini polos mengundang gelak tawa Bu Amira
"Di kamar Tuan Arya??" Tegun Dini
"Iya, kenapa kau terkejut seperti itu. Arya sekarang adalah suamimu, kamarnya adalah milikmu juga.kau berhak atas kamar itu, tidak perlu sungkan, Arya pasti akan mengerti." Ucap Bu Amira
"Tapi Nyonya...!" Ragu Dini
"Eits,,, jangan panggil aku nyonya.aku adalah mertua sekaligus ibu mu.berhenti memanggilku nyonya, dan panggil aku ibu seperti dulu."
"Baik, Ibu. Tapi-..." Terpotong kembali
__ADS_1
"Tidak ada kata tapi-tapi. Ira akan mengantarkan mu menuju kamar suamimu. Ira tolong antar menantuku ke kamarnya ya!" Ucap Bu Amira memerintah pada Ira selaku pelayan
"Baik, Nyonya." Ucap Ira
Dengan begitu Dini mengikuti Ira yang akan mengantarkannya menuju kamar neraka milik suaminya yang merupakan dikatakan kamarnya juga.
"Silahkan masuk, Nyonya. Ini adalah kamar Tuan Arya. Anda tidak perlu sungkan." Ucap Ira yang seumuran dengannya sopan
"Terima Kasih, Ira." Ucap Dini
"Sama-sama, Nyonya. Saya permisi." Ucap Ira pergi
Sesudah menghela nafas panjang, Dini memegang gagang pintu kamar itu dan bersiap untuk membuka. Pintu itu sudah terbuka setengah dan bersiap masuk ke dalam, saat masuk tidak dapat ditemukan tanda-tanda Arya berbeda di sana. mungkin Arya sedang membersihkan diri di kamar mandi.
Sehingga dengan perlahan, Dini masuk berjalan pelan menuju ruang pakaian yang dikatakan Bu Amira pakaian miliknya ada di sana.
Saat Dini berada di dalam ruang pakaian, Arya sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan sedang bersiap memakai pakaian jasnya.
Arya tidak menyadari jika ada orang selain dirinya di kamar itu, sehingga setelah selesai ia pergi keluar dari kamarnya.
Mendengar tidak ada lagi suara gemercik air orang mandi, Dini pergi keluar dan sama sekali tidak melihat tanda-tanda Arya di sana.sehingga dengan peluang sangat besar berpikir jika Arya pergi keluar, ia segera masuk ke dalam kamar mandi dan melepas gaun malam yang masih di kenakan lalu setelah itu mandi.
Bu Amira yang sedang duduk di sofa bersama Pak Barma menikmati teh pagi dan koran.melihat Arya menuruni tangga dengan tas dan setelan jasnya.
"Arya, kau akan pergi kemana?" Tanya Bu Amira
"Aku akan bekerja kembali ke perusahaan. aku tidak memiliki waktu untuk berdiam diri di sini, sudah 1 Minggu aku berdiam diri tidak memimpin perusahaan ku. aku sudah menuruti keinginan kalian, dan saat ini sudah saatnya kalian menuruti keinginan ku." Ucap Arya langsung to the point tidak membiarkan Orang tuanya untuk berkata, Dan langsung pergi ke perusahaan
__ADS_1
"Biarkan saja dia, Bu. lagipula sekarang dia sudah memiliki istri, dia harus bekerja lebih keras untuk menafkahi istrinya." Ucap Pak Barma
"Baiklah!" Ujar singkat Bu Amira langsung duduk kembali membaca koran