
Brughh...
Ouch...
"Maaf, maaf, Saya tidak sengaja. Lain kali saya akan berhati-hati lagi." Ucap Dini yang tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang sampai barang-barang yang ia bawa di tangan jatuh ke tanah
Selain barang-barang Dini, handphone milik pria itu terjatuh, namun tidak sampai pecah atau retak. Karena handphone tersebut mahal, dan pastinya tidak diragukan lagi.
Barang-barang itu sudah diambil dan berada di tangan Dini. Dan pria yang membantu mengambilkan, segera memberikannya pada Dini.
"Tidak apa, Nona... Mari saya bantu." Ucap seorang pria itu membantu mengambilkan barang yang berserakan di tanah
"Agh,,, Tidak perlu, Tuan. Saya yang bersalah, anda tidak perlu membantu. handphone anda pun jadinya terjatuh." Ujar Dini tergesa-gesa mengambil barangnya agar pria yang membantu itu tidak banyak mengambil barang itu
"Tidak masalah, handphone nya tidak sampai rusak. masih bagus dan bisa terpakai." Ujar Pria itu
Setelah selesai, mereka pun saling bertatapan satu sama lain. Menampilkan pria yang sempurna, tampan, gagah, kharismatik, dan tinggi badannya yang tinggi.
"Agh, Sekali lagi saya mohon maaf pada anda, Tuan. Karena tergesa-gesa, saya tidak melihat jalan." Ujar Dini sekali lagi meminta maaf
"Saya yang salah, jalan begitu sepi tanpa banyak orang yang lewat, saya malah dengan seenaknya membalas pesan yang masuk saat berjalan." Ujarnya
"Tapi tetap saja saya merasa tidak enak hati pada anda." Ujar Dini
"Tidak masalah, Kau berasal dari Indonesia??" Zayn bertanya demikian
"Iya, baru tujuh tahun saya dan keluarga tinggal di sini." Jawab Dini
"Itu bagus sekali saya dapat bertemu dengan anda, kebetulan saya pun berasal dari Indonesia dan sudah lama tinggal di sini sekitar 27 tahun. sebaiknya kita menggunakan bahasa Indonesia saja karena kita berasal dari satu negara." Katanya
Awalnya mereka berkomunikasi menggunakan bahasa internasional yakni bahasa Inggris. Tapi karena mereka serumpun, mereka memutuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia saja.
Lalu, pria itu memperkenalkan diri,
__ADS_1
"Perkenalkan nama saya Zayn! Jika boleh tahu, Siapa nama anda?" Tanyanya memperkenalkan diri sambil menjabat tangan
Dini pun menjabat tangan pria itu dengan ragu-ragu.
"Sa-saya Dini!" Jawab Dini singkat karena terasa aneh baru saja bertemu dengan hal yang tidak terduga, pria itu malah sudah mengajaknya berkenalan
"Senang bertemu dengan anda Nona Dini." Ucap pria itu terkesan kaku terdengar jadinya
"Ma-maaf jika saya lancang Tuan, Tadi saya tidak sengaja sekilas membaca pesan Tuan yang akan pergi ke rumah sakit Dincare. Jika Tuan sedang membutuhkan bantuan, saya bisa membantu." Ujar Dini
"Iya, Itu benar, Saya datang untuk memeriksakan diri karena buah bibir mengatakan jika rumah sakit itu baru dibangun dan memiliki kinerja yang sangat baik dan respon masyarakat tidak buruk saat mendengar pernyataan mereka." Jawabnya
"Jika Tuan tidak keberatan, kebetulan saya seorang dokter di sana, mungkin untuk menebus kesalahan saya, saya akan menawarkan diri untuk memeriksa anda dan tidak perlu membayarnya."
"Oh ya, itu sangat bagus, Saya bertemu langsung dengan dokter cantik tanpa harus mengurus pendaftaran terlebih dahulu."
"Emm... Ji-jika begitu mari kita kesana." Ucap Dini yang canggung
Dini pun berjalan bersamaan dengan pria yang baru ditemuinya tadi menuju rumah sakit. Dikarenakan tujuan dan arah mereka sama.
"Baik Tuan, silakan duduk!" Ucap Dini sembari menyiapkan peralatan dokternya di atas meja
Pria itu pun duduk setelah mendapatkan titah dari Dini.
"Sebelumnya bisa dikatakan masalah kesehatan apa yang anda alami!" Ujar Dini
"Sebenarnya tubuh ku sehat-sehat saja, saya tidak demam, batuk, ataupun pilek." Ujar Pria itu membuat bingung
"Lalu, Alasan anda pribadi untuk datang ke rumah sakit?" Tanya Dini kebingungan
"Saya tahu dan sangat yakin jika rumah sakit ini adalah salah satu dari sekian banyaknya rumah sakit yang dapat dipercaya. Sudah 26 tahun saya mengalami amnesia yang didiagnosa oleh dokter saat itu, namun sampai saat ini saya benar-benar tidak mengingat apapun. Saya merasa bahwa diagnosa dokter salah karena menganggap diri saya saat ini benar-benar jati diri saya sendiri. Namun, disisi lain itu, keluarga ku selalu memberikan obat ini. dan menyuntikkannya padaku setiap hari. Apa dokter tahu obat apa ini, karena jika ini benar-benar obat pengembalian memori, kenapa sudah lama obat ini tidak berefek apapun?" Ucap Zayn bertanya. Sekaligus memberikan obat yang sudah lama ia konsumsi dan ditunjukkan pada Dini
Obat itu diberikan tanpa ada label apapun yang terpasang, benar-benar polos dan hanya sebuah botol kecil.
__ADS_1
Dini bersama susternya menelisik obat yang diberikan Zayn padanya.
Mereka benar-benar kebingungan untuk menebak obat jenis apa itu.
"I-ini semacam golongan obat Benzodiazepin. Obat anti kegelisahan dapat menyebabkan kehilangan memori karena efek sedatif yang mereka miliki di bagian-bagian tertentu dari otak. Efek samping obat ini bisa mempengaruhi memori jangka pendek maupun panjang. Midazolam, khususnya, diyakini bisa menimbulkan amnesia yang parah! Obat ini sama sekali bukan untuk pengobatan, namun melainkan memberikan efek parah pada ingatan seseorang." Ujar Dini yang bisa menebak
"Tuan, ini masalah yang sangat besar dan rumit. Jika anda benar-benar mengalami amnesia, obat ini bukan obat yang tepat untuk memulihkan anda yang sedang terapi ingatan."
"Sudah lama aku mencari jawaban untuk obat yang diberikan ibuku ini. seratus rumah sakit bahkan lebih sudah aku kunjungi, namun tidak ada satupun dari mereka yang bisa menebak obat semacam ini. itulah mengapa aku merasakan suatu kejanggalan." Ujar Zayn jadi bimbang
"Apakah anda pernah mengalami sakit di kepala dengan bermunculannya memori yang anda sendiri tidak mengerti?"
"Iya, aku selalu mengalami sakit kepala yang menyakitkan dengan munculnya ingatan dan bayangan yang tidak jelas sama sekali. muncul beberapa orang yang aku kira keluarga ku sendiri, tapi aku tidak bisa melihat jelas wajahnya." Jelas Zayn dengan gusar
"Itu artinya diagnosa dokter selama ini pada anda tidaklah salah. Anda memang benar mengidap Amnesia, tapi satu hal yang harus anda tahu, obat ini bukanlah obat yang tepat untuk pengobatan anda. wajar saja jika anda tidak akan mengingat memori anda di masa lalu." Ujar Dini memperingati
Lalu, berkata kembali
"Dan sepertinya anda mengalami Amnesia retrograde. Pada keadaan ini, pengidap tidak dapat mengingat informasi atau kejadian di masa lalu. Gangguan ini umumnya memengaruhi ingatan yang baru terbentuk. Pada ingatan lama, seperti ingatan pada masa kecil, gangguan timbul lebih lambat." Kata Dini berlanjut
"Saya sudah merasakan kejanggalan dari awal. Tapi meminum obat ini tidak bisa dihindari karena baik dari dokter keluarga dan ibu ayahku sendiri selalu memintaku meminumnya dengan alasan agar cepat sembuh."
"Saya tidak tahu masalah apa yang terjadi di keluarga anda sendiri. Karena sepatutnya saya tidak perlu ikut campur. Tapi saya sarankan lebih baik Tuan jangan meminum obat ini lagi, ini demi kebaikan anda." Ucap Dini memberikan pengertian
"Ya, Anda benar Dokter. setelah mengetahui jenis obat ini, saya memutuskan untuk tidak meminumnya lagi." Kata Zayn
"Tapi entah bagaimana caraku agar ibu tidak memaksa untuk meminum obat ini. Akan ku susun rencana nanti. yang terpenting sekarang, kejanggalan ku sudah terjawab." Gumam Zayn berkata
"Sebenarnya saya tak pantas mengatakan ini. Tapi sebaiknya anda tidak terlalu percaya pada keluarga anda sendiri, karena rata-rata orang terdekat bisa saja memberikan luka yang paling dalam dibandingkan orang lain. Untuk itu, sebaiknya anda melakukan pengobatan yang tidak diketahui oleh keluarga anda sendiri. seperti menjalani terapi dan mengkonsumsi obat penunjang tanpa ada anggota keluarga yang tahu." Kata Dini
"Apa saya bisa melakukannya di sini. Jika Dokter berkenan, bisakah dokter saja yang membantu menjalani pengobatan dan terapi itu untuk saya?" Pinta Zayn
"Saya bersedia saja, tapi hal itu dikembalikan pada setiap terapi yang diberikan tidak sepenuhnya berjalan dengan singkat dan memberikan efek kesembuhan yang cepat, mungkin ada banyak faktor lain yang bisa membuat ingatan anda kembali." Ujar Dini
__ADS_1
"Ya, Tentu saja. Asalkan itu bisa mengembalikan memori dan jati diri sebenarnya di masa lalu." Jawab Zayn
la menjadi senang karena akan menuntas kejanggalan pada dirinya sendiri setelah sekian lama bersama orang yang dapat dipercayai.