Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
125. Menikahi Valerie


__ADS_3

Pesta yang seharusnya bahagia, Berubah menjadi tempat perdebatan antar keluarga.


Arya dan Valerie yang saling bergandengan tangan menghampiri kedua orang tuanya yang sedang terbujur kaku.


"Seperti yang kalian inginkan, Akhirnya kalian akan segera mendapatkan seorang cucu yang akan kalian banggakan." Ujar Arya berbicara pada kedua orang tuanya


Bu Amira sangat getir melihat Anaknya saat ini sedang memegang tangan seorang wanita yang bukan istrinya, Jelas dihadapannya.


Ditambah semakin sakit mengetahui jika itu mustahil dilakukan Arya karena penyakitnya, Lalu kenapa bisa seperti ini?


"Katakan sesuatu Ayah, Ibu! Menantu kalian datang sekaligus dengan cucu kalian." Ujar Arya tanpa henti dengan bangganya


"DIA BUKANLAH MENANTUKU!!" Hardik Pak Barma yang sedari tadi menahan emosi


Membuat semua orang yang tengah bersedih menjadi terkejut mendengar teriakan marahnya.


"Ayah, Ini bukan saatnya untuk ayah marah. Ini adalah hari bahagia, cucu yang ayah inginkan akan segera hadir ditengah-tengah kita."


"Hentikan bicara omong kosong mu ini, Arya. Untuk apa kau membawa wanita ini kehadapan ku." Marah Pak Barma sambil menunjuk-nunjuk Valerie tidak suka


"Aku membawanya karena ingin meminta restu dari kalian, Aku ingin menikahi Valerie." Ujar Arya yang masih santai


"Pria brengsek, kau! Kau sudah menikah dan ingin menikah lagi, di mana wibawa mu sebagai seorang laki-laki yang cukup dengan satu wanita saja." Emosi Pak Barma


"Aku menikah karena aku mencintainya dan buah dari cinta kami, Saat ini dia sedang mengandung anakku."


"Pria bodoh seperti dirimu terlalu bodoh untuk langsung mempercayai perkataan wanita yang menjebak dirimu. Apa kau lupa tentang pen..." Hampir saja Pak Barma akan salah berucap akan membongkar tentang penyakit aneh yang diderita Arya dihadapan semua orang, untung saja Bu Amira langsung sigap memotong bicaranya


"Sudah, Pak. Jangan marahi Arya akan hal ini, kita bisa bicara dengan baik-baik. Arya, Coba pikirkan sekali lagi, Nak. Kau sudah menikah dan tidak mungkin akan menikah lagi, kasihan istrimu." Ujar Bu Amira memberi pengertian

__ADS_1


Tapi tetap saja Arya keras kepala.


"Aku mencintainya. Dan tetap akan menikahi dirinya!" Ujar Arya


"Apa kau sangat bodoh dan jauh lebih bodoh dari hewan terbodoh di dunia ini, hewan pun yang bodoh tapi sekiranya dia bisa memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar. Kau sudah menikah dan statusmu sudah menjadi suami seorang wanita yang sedang ada di hadapanmu.apa kau tidak bisa mengerti bagaimana perasaannya saat ini mendengar kau ingin menikah dengan wanita lain." Pungkas pak Barma sudah cukup marah


"Kalian sudah tahu jika aku menikah dengannya itu hanyalah sebuah kesepakatan.dari awal aku mencintai Valerie dan hanya ingin menikahinya."


"Ayah tidak menyetujui hal itu! Jangan sesekali kau melawan perintah ku." Ujar Pak Barma


"Aku sudah melakukan semua yang ayah ingin dariku."


"Apa??" Pak Barma mengernyitkan dahi karena bingung maksud perkataan Arya


"Aku menikah atas permintaan ayah, Aku masuk universitas bisnis karena ayah berkata aku harus mengurus perusahaan keluarga kita. Kini, aku bekerja sebagai CEO mengurus perusahaan seperti apa yang ayah inginkan. Jadi, katakan. bagaimana tepatnya aku melawan ayah?"


"ARYA. beraninya kau! Beraninya kau berkata seperti itu pada ayahmu?" Gertak pak Barma


"Kau meninggikan suara pada ayah?" Nada tinggi pak Barma lagi


"Ya! (Suara sangat keras) Ya. Aku meninggikan suara pada ayah. Kumohon biarkan aku bernapas sedikit. Janganlah mengekang diriku untuk selalu menuruti keinginan ayah." Ujar Arya dengan nada tinggi dan marah


Pak Barma meremang mendengar Arya yang berbicara, dia benar-benar tidak bisa menahan amarahnya lagi.


"Kau tidak akan bisa menikah tanpa persetujuan dan izin dari istri pertama mu." Hardik Pak Barma mengecam


Tentu saja Arya tak ingin kalah begitu saja.


"Dan kau!" Menunjuk Dini dengan jari telunjuk

__ADS_1


Dini yang merasa paling tersakiti pun terkejut saat Arya menunjuknya dengan penuh kebencian.


"Jangan berharap!! Itu percuma bagimu." Ujar Arya pada Dini


Dengan memberanikan diri, Dini berjalan dengan tegar menghampiri Arya dan berkata padanya dengan sendu.


"Dulu aku menikahi mu tanpa menemui mu. Aku tidak tahu bagaimana dirimu, seperti apa dirimu, dan siapa dirimu? Walaupun hanya sebuah profil, aku tidak mendapatkan apapun untuk tahu dirimu. Selama hidupku di keluarga ini, aku tidak pernah mengharapkan hatimu.meski hatimu ada ditempat lain.aku yakin sudah tugasku, untuk mencintai dan mendukungmu." Ujar Dini sangat tegar menahan sesak di dada dan tangis yang terus Ingin keluar


"Apa hak ku melarang dirimu untuk menikah dengan wanita yang kau cintai. Dari awal aku adalah penghalang cinta kalian, Sudah cukup bagiku menghalangi kalian berdua, dan saat ini penghalang itu akan menyingkir dari jalan kalian. Aku memberimu izin untuk menikah!" Lanjut Dini berkata


"Apa yang kau katakan, Din? Kau membiarkan suamimu menikah dengan wanita lain." Tanya Bu Amira tak habis pikir


"Itu sudah menjadi tugasku untuk selalu mendukung setiap langkah yang diambil suamiku." Jawab Dini dengan tatapan mata kosong dan mengkhawatirkan


"Kalian dengar apa yang menantu kesayangan kalian katakan. Dia sendiri mengerti kenapa dia ada di posisinya saat ini yang harus menikah denganku. Dia sendiri sudah menyetujui pernikahan ini.persetujuan istri pertama sudah diberikan, aku hanya tinggal menyiapkan pernikahan ku dengan Valerie." Kata Arya yang egois


Terlanjur sangat kesal dan emosi, Pak Barma menarik Arya dengan kasar dan membawanya pergi dari hadapan semua orang.


"Kau tidak bisa menikah lagi. Memiliki dua istri bukanlah suatu hal yang mudah, kau tidak akan mendapatkan istri yang baik selain Dini. Untuk apa kau menikahi Valerie? kau tidak akan memiliki keturunan yang sempurna darinya ataupun bisa menyentuh dirinya selamanya.karena yang bisa hanyalah Dini." Bela Pak Barma memihak Dini


"Apa kau lupa dengan penyakit yang kau alami." Ujar Pak Barma


"Setiap penyakit yang diturunkan pasti ada obatnya, itu bukan yang selalu ayah katakan.anggap saja Dini seperti itu, dia adalah obat penyakit ku. Selagi dia masih ada, dan dia bisa membawa pengaruh besar bagi diriku agar sembuh total dari penyakit ku ini.kalian mungkin tidak tahu, jika penyakit ku sudah sembuh.aku bisa bebas menyentuh sembarang wanita."


"Itulah sebabnya kenapa Valerie bisa mengandung anakmu?" Pungkas Pak Barma terkejut


"Iya, Berkat wanita obat yang ayah berikan untukku, Aku sangat mengucapkan terima kasihku pada kalian yang sudah membantu diriku." Ujar Arya dengan bangga dan tidak tahu diri


Dalam Islam, Poligami boleh saja dilakukan oleh pria jika mampu bisa berlaku adil dan bertanggung jawab pada semua istrinya.

__ADS_1


Poligami juga boleh dilakukan bila diizinkan oleh istrinya. Namun, Siapa yang tahu dibalik seorang wanita yang mengizinkan suaminya boleh menikah lagi, terdapat hati istri yang sangat tersakiti.


Itulah perasaan yang sedang dialami oleh Dini saat ini. Dia harus menjadi seorang wanita yang rela untuk di madu!


__ADS_2