
Zayn dan Luna telah sampai di kota tempat mereka pergi dan pulang. Sesampainya di kota mereka tidak langsung pulang ke rumah masing-masing, Zayn memutuskan untuk memanggil anak bawahnya membawakan pakaian bersih miliknya, ia juga meminta mereka untuk membelikan pakaian wanita dan langsung bawa menghadap Zayn.
Di bagasi Luna dan Zayn tidak ada baju ganti yang dapat mereka kenakan saat dalam keadaan genting. Mereka sendiri malah bermain lumpur di sawah sore hari.
Semalam Luna dan Zayn menginap di hotel. Rencananya mereka akan menghadap Keluarga pagi hari setelah menyempurnakan status pernikahan agama mereka menjadi sah secara hukum.
Pagi hari tiba.
Luna dan Zayn bergegas pergi ke KUA untuk mengurus Pernikahan mereka. Tak berselang lama Pernikahan sederhana itu selesai dan mereka resmi menyandang suami istri terdata dalam dokumen negara.
Selepasnya mereka segera pulang ke mansion orang tua Luna. Keluarganya 2 hari ini pasti sangat khawatir mengetahui Luna pergi ke sebuah desa hanya seharian hingga 2 hari ini tidak pulang, ditambah ponsel Luna yang tidak bisa dihubungi akibat jaringan tidak ada sinyal di sana.
Luna dan Zayn sampai di Mansion Pratama, mereka masuk sambil berpegangan tangan. Mereka tidak peduli seberapa terkejut orang tuanya nanti melihat mereka bergandengan tangan dengan cincin berlian yang baru diberikan Zayn di KUA dan sudah melingkar di sana.
Keluarga Pratama dikejutkan dengan kedatangan Luna dan Zayn secara tiba-tiba ke Mansion mereka. Di luar dugaan, Luna sudah memakai gaun putih sederhana dan Zayn memakai tuxedo, cincin berlian berkilau yang menusuk mata melingkar di jari tangan kanan putrinya.
Tak lama kemudian Arya dan Dini datang dari mengantarkan putra mereka ke sekolah. Di depan mereka melihat mobil Zayn yang sudah terparkir. Arya syok melihat Luna dan Zayn berpakaian seperti pengantin.
Zayn kemudian mengatakan bahwa keduanya telah menikah.
Arya melimpahkan kekesalan pada Zayn. Lagi-lagi Arya marah karena ulah Zayn yang seenaknya tanpa mendiskusikan bersama keluarga tanpa Arya sendiri dengar bagaimana kejadian sebenarnya dari Zayn.
Terjadi perdebatan antara Zayn dan Arya. Zayn dan Luna bersikeras menjelaskan jika mereka menikah karena kesalahpahaman warga, mereka sendiri saling mencintai, dan ingin menyempurnakan pernikahan ini seutuhnya.
"Perbuatan mu ini membuatku kecewa, Zayn. Kau datang sudah mengatakan menikah dengan adikku tanpa membicarakannya pada kami lebih dulu. Walaupun hanya dilakukan secara tidak sengaja, Pernikahan bukanlah permainan." Ketus Arya
Tak ada yang ingin Pernikahan ini terjadi. Pak Barma sebagai seorang ayah dan Kepala Keluarga pun lebih berpihak pada Arya. Ia juga menentang Pernikahan Luna dan Zayn. Menurutnya, masih ada banyak rahasia pribadi Luna yang harus ia katakan pada calon suaminya. Mengingat masa lalu Luna yang menjadi korban pelecehan pria teman kuliahnya, Luna bukan gadis suci lagi, keperawanannya sudah direnggut dan keluarga hingga kini mengkhawatirkan masa depan Luna.
Pak Barma dan Arya ingin lebih selektif dalam mencari menantu anggota keluarga mereka terutama pria yang akan menjadi pasangan hidup Luna.
__ADS_1
Terkadang, pria enggan pada wanita yang tidak gadis lagi. Posisi itu telah dialami Luna, Arya khawatir jika Zayn tidak sungguh-sungguh mencintai Luna. Ia takut adiknya itu mendapat pria salah yang tidak menerima apa adanya.
Rahasia Luna harus diberitahukan pada calon suaminya karena mereka wajib tahu apa yang membuat istrinya berbeda dari wanita kebanyakan.
"Nak Zayn, keputusan mu untuk menikahi putriku tidaklah salah bahkan kami semua mendukung. Sebagai Ayah dan Arya kakaknya, jujur kami sangat kecewa. Kami tidak tahu mana yang lebih mengecewakan antara kita. Tapi kau harus tahu mengenai Luna yang membuatnya berbeda dari wanita lainnya..." Ucap Pak Barma berbicara
Zayn terlihat mengerutkan dahinya. Diri bertanya-tanya terlihat dari raut wajahnya yang kebingungan. Ia menunggu apa yang ingin dijelaskan oleh ayah mertuanya itu.
"Jadi, ini yang dikhawatirkan ayah dan juga kakak kenapa melarang ku dekat dengan pria sembarangan. Itulah sebabnya kenapa kakak egois, ternyata hanya demi kebaikanku. Mereka menjaga kehormatan si pria agar tidak malu menikahi diriku yang hilang kesuciannya. Kenapa aku tidak jujur pada diriku sendiri, apakah setelah ini Zayn akan kecewa dan meninggalkan ku. Dia ingin menikah denganku karena belum mengetahui harga diri yang sudah hancur. Sebaik apapun dia, sejatinya dia pasti enggan menikah dengan wanita yang kehilangan kesuciannya." Gumam Luna teringat rahasianya yang belum diketahui Zayn
"Zayn, Kau harus tahu ini. Keluarga Pratama memiliki banyak rahasia, kehidupannya tidak seindah mansion yang dimilikinya. Inilah kenapa aku selalu melarang mu dekat dengan Luna, Karena kami tidak ingin Luna disakiti pria untuk kedua kalinya, jadi kami selektif dalam mencari pasangan hidup Luna." Kata Arya yang sebentar lagi akan memberitahu kebenaran pada Zayn
Jantung Zayn semakin berdebar kencang. Sedari tadi ia tidak sabar menunggu apa kebenaran yang disembunyikan Keluarga Pratama.
"Di masa lalu, Luna telah dilecehkan pria yang ia kencani. Istriku mendapati Luna tidak berbusana terlelap di ranjang hotel. Luna sudah kehilangan kesuciannya!" Ungkap Arya dengan tegas
Deg
Zayn membeku. Perasaannya hancur mengetahui istrinya ternyata bukan barang baru. Ia tulus mencintai Luna, tapi mendengar rahasianya Luna sendiri yang tidak keluar dari mulutnya, Zayn merasa dikhianati.
Luna sendiri meraung dalam pelukan Dini. Ia takut Zayn meninggalkannya. Ia benar-benar sudah salah mengharapkan cinta Zayn yang seharusnya ia sadar tidak akan ada pria yang ingin menikahi gadis tak suci!
Apakah tindakan Pak Barma dan Arya sudah benar? Seharusnya mereka dicap sebagai orang yang menghancurkan percintaan kedua insan yang sedang bersemi. Tak ada kejujuran yang indah, berat untuk dipikul, ringan jika dijinjing berdamai dengan keadaan.
Zayn meleos pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata. Keluarga tahu jika Zayn pasti sangat marah dan kecewa ini baru diungkap akhir saat statusnya sudah menjadi suami Luna. Kenapa tidak dari awal? Mungkin dia akan membatalkan pernikahannya bersama Luna.
"Maafkan ayah dan kakak, Luna. Kami bukan ingin menghancurkan Pernikahan, bukan tidak ingin bisa melihat mu menikah, kami hanya ingin menerima menantu yang bisa menerimamu apa adanya." Kata Pak Barma menenangkan putrinya
"Kau lihat itu, Luna?! Pria yang kau puji dianggap berbeda dari pria lainnya, apakah itu yang dinamakan pria berbeda? Pria yang tidak bisa menghargai, menghormati, dan menerima mu apa adanya. Dia tidak ada bedanya dengan pria di luaran sana yang memandang mu rendah!" Marah Arya menegaskan
__ADS_1
Luna tidak berhenti menangis, ia hanya diam semarah apapun kakak padanya saat ini. Dia sendiri menolak jika Arya sudah menghancurkan hidupnya karena itu kebenaran yang Luna dapatkan, ia tidak bisa menyalahkan Arya dalam masalah ini.
"Itu tidaklah benar! Aku adalah pria yang berbeda!" Gema suara lain di luar
Semua orang sontak menoleh ke sumber suara tersebut.
Pria tinggi, berjas rapi yang baru saja mereka lihat beberapa menit lalu, itu sedang berjalan menerobos awan hitam mendung muncul baru saja di dalam mansion berubah menjadi putih cahaya dan bayangan yang terang. Berjalan mantap sembari melihat bagaimana semua orang menatap kearahnya, membawa bouqet bunga menghampiri wanita yang tengah menghapus air mata.
Pria itu berlutut sembari mengulurkan bouqet bunga pada Luna. Zayn datang kembali setelah ia pergi dan terlihat marah.
Luna kebingungan, tapi ia menerima bunga itu dari Zayn.
"Maaf, setelah membuat kalian syok pergi begitu saja tadi. Aku teringat sesuatu yang tertinggal di mobil, jadi tadi aku pergi keluar untuk mengambil bunga dan memberikannya pada istriku." Ucap Zayn
Keadaan berbalik, bukan Zayn lagi yang terlihat bingung, semua orang hanya menatap dengan tatapan sudah dimengerti.
"Kenapa kalian diam saja? Kalian seperti sudah mendapatkan serangan ledakan saja." Lontar bercanda Zayn
"Zayn, Kau tidak mendengar kebenaran yang baru saja terjadi?" Ucap Luna berani bertanya
"Wajah Zayn berubah serius.
"Aku mendengarnya! Tapi apakah aku terlihat peduli dengan hal itu? Bagaimanapun kau bukanlah pelakunya, kau bukan wanita nakal yang memberikan dirimu pada pria lain, Kau hanya korban Luna! Seorang korban dari pelaku, tidak pantas untuk disalahkan. Aku menerimamu apa adanya sekarang hingga seterusnya, Aku tidak melihatmu dari mahkota yang masih kokoh atau sudah hancur. Aku tulus mencintaimu..." Ungkap Zayn
Pernyataan Zayn membuat prasangka buruk yang berdiri kokoh sejak dulu hancur hari ini. Semua menatap Zayn dengan bangga. Tak ada pria lain yang mencintai Luna setulus hati Zayn.
Luna sangat terenyuh, hatinya terguncang luluh mencintai Zayn. Ia menghamburkan dirinya di pelukan Zayn yang hangat, menangis di dada bidang pria yang dicintainya itu.
Tepuk tangan dukungan dari keluarga riuh di seisi ruangan itu. Mereka bahagia akhirnya Putri Keluarga Pratama sudah menemukan cinta sejatinya.
__ADS_1
Arya berkaca menatap Zayn, yang awalnya sangat membenci Zayn, tapi Arya luluh dan Zayn berhasil mengambil hati kakak iparnya. Arya Menatap seperti seorang ayah yang bangga melihat anaknya tumbuh menjadi anak yang baik, baru menemukan pria yang tidak merendahkan wanitanya!