
"Ayah! Kami ada di dalam... Keluar kami!" Terus teriak Arsen
"Arsen??" Tegun Arya bersyukur bisa mendengar suara putranya
"Arsen kau ada di dalam? Bersabarlah Nak, Ayah akan mengeluarkan mu sebentar lagi." Teriak Arya dari luar dan terdengar ke dalam
"Iya, Aku percaya Ayah akan menyelamatkan kami!" Teriak Arsen yang bersahut-sahutan
Beberapa menit sama sekali tidak ada perlawanan dari kubu lawan, Mereka masih terlihat kelimpungan untuk mencairkan otak masing-masing yang terasa beku.
Kubu lawan yang lain berhasil membuka bak mobil besar itu dan berhamburan banyak anak kecil yang melompat keluar bisa dibebaskan.
Mata Arya menemukan anaknya Arsen yang selama satu minggu ini ia tidak temui. Arya merengkuh kedua tangannya memeluk Arsen yang banjir dengan air mata di dadanya.
"Ayah,,, Aku sangat takut! Mereka banyak sekali membunuh anak kecil dihadapan kami langsung. Kami akan dibawa pergi dari negara ini untuk dijual." Mengadu Arsen langsung pada Arya dalam pelukannya
Arya sangat bersyukur bisa menemukan putranya. Ia tidak bisa melepaskan bibirnya untuk mencium pucuk rambut Arsen beberapa kali.
"Ayah ada di sini. Kita sudah menemukan mu. Kau tidak akan pergi jauh lagi dari Ayah..." Ujar Arya
Rasa rindu mereka tidak berselang lama. Anak buah Richo dengan segala perintahnya melakukan perlawanan dengan membombardir semua anak buah Arya menggunakan pistol mereka masing-masing.
DOR!
DOR!
DOR!
Suara pelatuk yang ditarik beberapa kali dan mengeluarkan peluru berusaha mengenai sasaran. Peluru itu berterbangan di udara mencari makanan mereka. Satu bahkan dua anak buah berhasil tertembak dan tumbang.
"Ayah... Aku takut." Ujar Arsen menangis melihat suasana semakin mencekam dengan suara tembakan terus dilontarkan dan adanya saling serang.
Teriakan histeris semua anak-anak yang ketakutan pun menjadi bahan bakar semangat energi yang menggelora untuk saling mematikan satu sama lain.
"Kau tidak perlu takut. Kau anak Ayah, Arsen yang pemberani dan memiliki jiwa pejuang. Sekarang lari ke semak-semak dan sembunyi di sana." Titah Arya
__ADS_1
"Baik Ayah, Ayah hati-hati! Aku tidak ingin kehilangan mu!" Kata Arsen yang berlari mengajak teman-teman lainnya untuk bersembunyi
"Arya, lari kemana kau? Kali ini kau tidak akan lolos begitu saja." Menyeringai Richo yang sudah menyodorkan pistol dan siap menarik pelatuk untuk menembak Arya
Arya tidak kalah begitu saja ataupun takut. Ia mengeluarkan pistol miliknya dari saku celananya dan mereka sama-sama memegang pistol mengarah pada lawan satu sama lain.
"Heuh,,, Kau pikir aku takut? Aku akan segera memusnahkan dirimu yang mencoba menculik putraku sampai akan menjualnya!" Cerca Arya
Penjahat itu malah tertawa lepas merasa menang dari Arya, namun Arya tak gentar dan tidak memperlihatkan wajah ketakutannya.
DOR!
Tanpa aba-aba Richo memulai aksi baku tembaknya menyerang lebih awal. Untung saja Arya tidak lengah, dia berhasil lolos dari peluru yang ditembakkan.
Tanpa memakai perasaan, Arya menembak Richo dengan pistolnya, Namun sayangnya ternyata Richo tidak kalah hebat dia juga berhasil menghindari tembakan Arya.
"Dasar brengsek!!" Kali ini kemarahan Arya berkobar dalam dirinya. Ia melakukan perlawanan dengan membaku hantam Richo dengan sebuah pukulan tangan.
Richo kalah, ia bercucuran darah dan wajahnya habis tak terlihat rupa selain darah yang mengalir dari kepalanya yang robek.
Richo berusaha meraih pistol yang tergeletak di tanah. Dia berhasil memegang pistol itu dan tanpa ampun ia mengarahkannya pada Arya.
DOR!
Arrrrgghhh...
"AYAHHH...!!" Pekik Arsen yang bersembunyi tidak jauh dari sana melihat Arya yang terkena tembakan peluru
"Tuannn!!" Pekik Asisten Damar yang tidak bisa meninggalkan perlawanannya juga karena lawan terus menyerang
Peluru itu berhasil mengenai sikut tangan Arya sebelah kiri. Peluru itu menancap dalam membuatnya sangat kesakitan.
Arya tidak menyerah. Untuk mengurangi rasa sakit itu, ia sendiri mengeluarkan peluru itu menggunakan tangan kanannya.
Arrghhh... ssshhh
__ADS_1
Richo tertawa terbahak-bahak melihat Arya kesakitan berhasil juga peluru miliknya mengenai dia.
"HAHAHAHA... Rasakan itu!"
Richo bangkit dan menyergap Arya dari belakang membuatnya terpelanting jatuh ke tanah. dari atas Richo menghajarnya habis-habisan sampai melihat Arya terlihat lemah tanpa ada perlawanan.
Arya tidak ingin kalah, Ia mencoba bangkit menghabisi Richo menggunakan tangannya sendiri terus membaku hantam dirinya. Arya menyikut Richo dari belakang dan terjadi saling pukul memukul kembali.
Kondisi Arya benar-benar lemah, Ia sudah babak belur dan tangan kirinya sudah terasa dingin akibat aliran darah yang tidak terhenti.
"Di dunia ini hanya kau yang berpikir orang hebat. Tapi lihatlah kau tidak mampu melawanku lagi,,, Hahaha..."
"Ayah??" Arsen menangis melihat Arya tidak berdaya lagi. Ia mencoba menutup mulutnya sendiri menggunakan tangan agar tidak ada yang tahu tempat persembunyiannya.
Richo menodongkan pistol ke arahnya.
Arya dengan berani maju selangkah demi selangkah mendekati Richo yang berjalan mundur. Arya memanfaatkan kesempatan itu untuk menangkis tangan Darwin hingga pistol terlempar dan Richo merasa takut tidak ada senjata yang bisa ia pegang. Ia berlari keluar. Arya berlari mengejarnya. Sebelumnya ia mengambil pistol yang terlempar.
Arya mengejar Richo dengan pistol di tangannya. Mereka kejar kejaran di undak undakan jalan gelap penuh semak. Arya mencengkeram baju belakangnya. Namun, Richo berhasil melepaskan diri
Richo bersembunyi di semak-semak yang tak jauh dari jalan raya, Arya tidak bisa melihat keberadaan Richo lagi. Dari belakang seseorang datang, Ia memukul keras pundak Arya yang membuatnya tergeletak di tanah.
Melihat Arya kini begitu lemah, Ini adalah kesempatan Richo untuk membuat Arya meninggal. Ia kembali meraih pistolnya dan mengarahkannya pada Arya. Dalam hitungan ketiga, peluru itu akan berhasil tembus untuk menembak dan sekali tarikan Arya akan mati.
"Hahaha... Selamat tinggal Arya!" Seringai Richo
Waktu semakin lama berdetik, yang seolah seisi dunia terhenti tak memiliki waktu seseorang yang berdiam diri dengan pistolnya untuk segera ditembakkan agar waktu berjalan kembali.
DORRR!!
Keheningan hutan yang terpecah dengan suara tembakan yang sangat keras berhasil mengenai sasarannya.
Satu tembakan tepat melayang di dada sebelah kiri pria tersebut, seketika bau anyir darah menyerebak mengalahkan bau dari tumbuhan serta rerumputan di hutan tersebut.
Pria yang tertembak tersebut langsung meregang nyawa dan tidak bernapas lagi.
__ADS_1
"TIDAKKKK!!" Teriak yang terdengar menyakitkan bergetar hebat melihatnya tak bernapas lagi