Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
142. Penculikan


__ADS_3

"Kau tahu apa yang ibu lihat kemarin. Jika ibu bercerita padamu, ibu yakin tekanan darahmu akan naik."


"Memangnya apa, Bu?" Tanya Valerie


"Ibu memiliki alasan kenapa Arya kemarin tidak kembali ke kamar dan tidur bersamamu."


"Apa??" Tanya Valerie semakin penasaran


"Ibu kemarin melihat Dini menemui Arya di ruang kerja. Di sana ibu mengintip mereka, dan apa yang terjadi, Arya bersikap lemah lembut dengannya sampai mereka tertawa bersama, dan Arya sendiri sudah memberikan sejumlah uang untuknya."


"Arya sendiri yang melakukan itu?" Kejut Valerie


"Kau sendiri tidak menyangka juga, Bukan? Tapi itu adalah kenyataannya." Ucap Bu Clara


"Jika hal ini terus terjadi dan mereka semakin dekat, kau bisa saja tersingkirkan dan Arya malah membuka hatinya untuk wanita itu." Hasut Bu Clara


"Ini tidak bisa dibiarkan. Aku tidak ingin jika wanita itu bisa menarik hati Arya. Aku tidak ingin Arya mencintai wanita itu." Khawatir Valerie yang terhasut oleh Bu Clara


"Maka dari itu kita harus berusaha menjauhkan Dini dari Arya. Kita akan terus menumbuhkan sikap Arya yang membenci Dini." Rencana Bu Clara


Amarah Valerie sudah memuncak. Dia tidak bisa menahan lagi emosinya mendengar jika Arya dekat dengan Dini.


"Kurang ajar mereka!" Kecam Valerie berdiri dan pergi dengan sarkas menuju ruang kerja Arya


"Valerie, Kau akan kemana? Valerie!" Teriak Bu Clara sambil mengikuti


Valerie tetap saja tidak membelok, dia terus lurus berjalan di saat hamil dengan sarkas.


"Dasar anak itu. Dia tidak mendengarkan perintahku dulu. Bisa-bisa dia menghancurkan segalanya." Terus Bu Clara mengikuti


Brakk!!


Pintu terbuka dengan keras menampilkan Arya sedang memasang dasi untuk bersiap pergi ke kantor.


Sontak Arya pun melirik ke arah Valerie yang sedang berjalan penuh amarah ke arahnya.


Plakkk...


Tamparan keras membekas di pipi Arya.


Terpaksa dia memalingkan wajahnya ke samping.

__ADS_1


"Puas kau, sudah mengkhianati ku?!" Marah Valerie


"Ada apa ini? Kau baru saja datang dan sudah membuat keributan sampai membanting pintu dengan keras." Ucap Arya tersulut emosi


"Kau yang memulainya lebih dulu." Nada tinggi Valerie


"Apa yang sudah ku perbuat?" Tanya Arya heran


"Untuk apa kemarin kau dekat dengan wanita itu sampai tertawa bersama dan memberikan uang padanya."


"Kepada siapa? Aku sendiri sudah memberikan uang padamu kemarin." Lontar Arya


"Tck,,, lagi-lagi kau bersembunyi untuk membela wanita itu. Aku benar-benar marah padamu karena sudah dekat dengan wanita itu. Kau sendiri sudah berjanji tidak akan berinteraksi sedikit pun dengannya."


"Aku memberikan uang itu untuk kebutuhan dapur yang habis. Terpaksa aku memberikannya Karena kau sendiri tidak memberikan uang yang aku titipkan padamu kemarin. Kau sendiri mengambil semuanya, Bukan?"


"Jadi, Kau menyalahkan aku dalam masalah ini. Kau sendiri yang tidak memberikannya langsung padanya."


"Cukup, Valerie! Sudah cukup! Aku tidak ingin bertengkar denganmu. Otakku sudah penuh dengan aspirasi pekerjaan di perusahaan, jangan menambah lagi dengan masalah yang tidak penting untukku." Cela Arya


"Kau Jahat, Arya. Kau Jahat!" Kata Valerie yang memukul-mukul dada bidang Arya. Dan setelahnya pergi dengan menangis


Dibuat pusing dengan tingkah Valerie yang ke kanak-kanakan. Arya mengusap wajahnya kasar sampai memijat pelipisnya.


Supermarket~


Sesuai rencana seperti kemarin yang akan pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan bulanan setelah mendapatkan uang. Dini sibuk sendiri menyambangi setiap rak yang ada.


Untuk berbelanja sendiri, dia menghabiskan waktu sebanyak 20 menit.


Sekiranya kebutuhan sudah terbeli, ia segera melakukan pembayaran di kasir.


Dengan sedikit berjalan kaki sambil menunggu taksi yang lewat. Selama itu dia tidak menemukan taksi yang berlelangan satu pun.


"Kemana para pengendara taksi pergi? Dari tadi aku tidak melihat satu pun taksi yang lewat. mungkin di depan sana ada taksi yang menunggu." Ucap Dini terus berjalan sesuai perkiraannya


Setengah berjalan di keramaian, Dini sampai pada titik yang ia sendiri tidak disadari berada ditempat yang sepi. melihat keadaan lingkungan sekitar yang terasa sepi tidak ada tanda-tanda kehidupan dan satu orang sekalipun membuat Dini merinding di buatnya.


"Tempat apa ini? Apa tempat ini tidak berpenghuni?" Tanya Dini entah pada siapa


"Sangat disayangkan tempat seluas ini terbengkalai begitu saja."

__ADS_1


"Aku pikir satu atau dua taksi ada yang menarik penumpang di sini. Sebaiknya aku kembali saja ke jalan raya dan pulang memesan taksi online saja." Katanya


Dalam kesepian itu, datang sebuah mobil hitam yang melaju menghampiri Dini yang akan berputar balik ke arah jalan raya.


Mobil itu terparkir tepat di dekat Dini. Melihat mobil terparkir di dekatnya membuat Dini heran kenapa jendelanya benar-benar tertutup hitam semua.


Dari mobil turunlah dua orang dengan berpakaian serba hitam dan tutup kepala menghampiri Dini dan langsung menariknya masuk ke dalam mobil.


Dua orang itu tidak sempat lolos meraih Dini saat ia mengetahui bahaya sehingga berlari detik itu.


Namun, pelariannya tidak semulus yang dikira. Para berbaju hitam berhasil menangkapnya.


Mengetahui jika dia sedang terancam, Dini memberontak sekuat tenaga sampai barang belanjaan yang baru ia beli berhamburan di jalan.


"Siapa kalian? Ingin apa kalian dariku?" Terus Dini memberontak agar tidak sampai masuk ke dalam mobil


"Diam kau! Ikut saja dengan kami!!" Bicara pakaian serba hitam itu sangat serak, terdengar seram dan menggema


Kini tubuhnya sudah benar-benar ditarik paksa oleh dua orang berbadan kekar itu.


"Lepaskan aku! Siapa sebenarnya kalian?" Terus Dini berusaha sekuat mungkin menjaga diri


"Diam!! Atau kami akan bertindak lebih dari ini." Ancamnya


"Tolooongg...tolooonggg..." Teriak Dini meminta pertolongan


Karena tempat itu tidak jauh dari jalan raya dan siapa saja bisa datang jika mendengar teriakan Dini. Salah satu dari mereka mengeluarkan sapu tangan yang sudah di beri cairan obat bius. Ia langsung membekap mulut Dini ditambah sapu tangan itu.



Emmmpphh....


Menghirup aroma asing yang membuat dia pusing sampai penglihatannya kabur. Tak butuh waktu lama bagi Dini untuk tidak sadarkan diri.


Dengan mengangkat tubuh wanita yang tak sadarkan diri dan terbujur lemah. Kedua orang itu dengan tergesa-gesa membawa Dini masuk ke dalam mobil.


Aksi penculikan yang dilakukan dua orang berpakaian hitam berhasil, berjalan sesuai rencana. mereka segera memutar balikkan mobilnya menuju tempat tujuan akhir seseorang yang telah diculik dengan membawa Dini di dalamnya.


Selain Dibius, Dini juga dibekap oleh kain yang menyumpal mulutnya, Dini juga diikat tangannya menggunakan tambang, dan matanya yang ditutup oleh kain persegi panjang juga.


Entah kemana penculik itu membawa Dini pergi?!

__ADS_1


Saat ini tidak ada satupun Keluarga yang mengetahui keadaan Dini dan mungkin akan dibuat geger saat Dini tidak ada di rumah dan tak kunjung kembali ke rumah!


__ADS_2