
Ding...Dong...
"Suara bel! aku saja yang akan membukanya, Bu." Ucap Luna
"Baiklah, Nak." Ucap Bu Amira kembali fokus membaca majalah
Berjalan ke arah pintu utama untuk membuka siapa yang datang.
Membuka Pintu~~
Dilihat tidak ada seorang pun yang berdiri didepan sana.
"Siapa yang datang, Luna?" Tanya Bu Amira
"Tidak ada siapa-siapa, Bu!" Ucap Luna yang mengejutkan semua orang
"Tidak ada bagaimana? kalian tadi mendengar suara bel kan?" Tanya Bu Amira pada semua orang untuk meyakinkan
"Iya, Nyonya.dengan jelas saya mendengar suara bel." Jawab Bu Ashna
"Yasudah, Luna kau kembali masuk saja.mungkin itu pekerja lain yang tidak sengaja menekan bel."
"Baiklah, Bu." Ucap Luna kembali menutup pintu dan berjalan untuk kembali
Sekali lagi terdengar suara bel yang berbunyi.
Untuk memastikan, Luna kembali berjalan ke arah pintu membukanya kembali.
Sebelum dengan lebar membuka pintu, terdengar dari luar suara seseorang mengejutkannya, Luna sampai berteriak karena terkejut.
DARR....
"Surprise....!!" Ucapnya
"Kakakkk??" Ucap Luna senang sampai langsung menerjang kakaknya dengan pelukan
"Kakak, Aku rindu padamu!" Ucap Luna begitu senang sampai memeluk erat sambil melompat-lompat dalam pelukannya
__ADS_1
"Aku juga sangat rindu pada adikku ini!" Ucapnya dengan mengangkat tubuh Luna lalu memutarkan nya
"Kakak, turunkan aku! aku bisa terjatuh nanti.aku bukan anak kecil lagi yang senang diperlakukan olehmu seperti ini." Ucap Luna yang tertawa-tawa sangat senang meminta untuk diturunkan
"Siapa ya, Ashna? kenapa Terdengarnya Luna sangat senang sekali di luar." Ucap Bu Amira
"Sebaiknya kita lihat saja, Nyonya." Ucap Bu Ashna
Bu Amira pun menerima usul dari Bu Ashna mereka berjalan bersama ke luar untuk melihat keadaan.
"Darwin?" Tegun Bu Amira yang tidak menyangka
Ya, Darwin! Saat ini dia ada di tengah-tengah keluarga Pratama.dia kembali dari Amerika, yang mengejutkan semua orang dengan kehadirannya datang secara tiba-tiba seperti hembusan angin.
Darwin menyudahi memutarkan adiknya, sekaligus menurunkan Luna dan beralih pada ibunya.
"Darwin, benar ini kau, Nak." Ucap Bu Amira yang tangannya gemetar menyentuh wajah Darwin yang rupanya tidak jauh dari kakaknya Arya yang sama-sama tampan
"Iya, Bu. ini aku Darwin, aku pulang!" Ucapnya begitu menyentuh Bu Amira yang pertama kalinya lagi mendengar suara putra keduanya setelah sekian lama
"Hah, aku tidak percaya ini. Darwin putraku ada di sini.Ashna cubit pipiku apakah aku sedang bermimpi." Ucap Bu Amira masih tidak percaya
"Nyonya, saya tidak bisa melakukan itu.karena kali ini benar, nyonya sedang kedatangan orang spesial.yang dihadapan nyonya adalah tuan muda Darwin, putra yang selalu nyonya rindukan kehadirannya." Ucap Bu Ashna
"Darwin, Putraku?!" Sudah lama Bu Amira mencoba menyadari dan akhirnya ia percaya, ia memeluk Darwin dengan sangat sampai menangis di dada bidang Darwin
"Ibu, aku sangat merindukanmu.tapi bukan kesan ini yang aku inginkan.aku pikir ibu akan langsung mengenali putramu ini seperti Luna, tapi ibu malah berusaha menepisnya.
sepertinya aku salah kembali ke sini, aku tidak berpikir jika kalian mungkin sudah terbiasa hidup tanpa kehadiran ku di sini." Bercanda Darwin yang masih sempat-sempatnya untuk mengecewakan ibunya
"Apa yang kau katakan, Nak. ibu sangat merindukanmu, siang dan malam ibu selalu memikirkan mu.maafkan ibumu ini jika menyakiti dirimu." Ucap Bu Amira
"Ayolah, Bu.aku hanya bercanda, aku percaya ibu tidak akan melupakan diriku." Ucap Darwin mencubit pelan pipi ibunya
"Kau ini memang senang bercanda!" Ujar Bu Amira memukul lembut anaknya
Bu Amira membawa Darwin masuk ke dalam.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak memberitahu ibu atau ayahmu jika kau akan datang hari ini." Pungkas Bu Amira
"Sengaja! aku ingin memberikan kejutan pada kalian semua." Ucap Darwin
"Kakak, apa yang kakak bawa dari Amerika?" Tanya Luna yang langsung pada intinya
"Aku banyak membawa hadiah yang ku beli di sana untuk kalian.khusus 1 koper untuk adikku yang cantik ini, kau bisa ambil di bagasi."
"Benarkah, baiklah aku akan mengambilnya sekarang." Ucap Luna senang berlari ke arah luar kembali untuk melihat bagasi mobil yang terdapat hadiah 1 koper untuknya
"Di mana kakak kutub Utara dan Selatan ku itu?" Tanya Darwin yang mengundang gelagat tawa semua orang
"Maksudmu kakak mu Arya?" Tanya Bu Amira
"Siapa lagi jika selain dia di dunia ini yang memiliki kutub Utara dan Selatan di dalam tubuhnya." Ledek Darwin
"Pppffttt...Kakak mu ada di kamarnya.dia ibu larang untuk bekerja 2 Minggu ke depan."
"Kenapa? Apa kakak sedang sakit." Tanya Darwin
"Tidak, sebentar lagi kakakmu akan menikah.maka dari itu, ibu kurung dia di kamar agar keadaannya fit di acara pernikahan nya nanti."
"Kutub Selatan itu akan menikah?!" Pungkas Darwin yang terkejut dan terkesan meledek
"Jaga bicaramu, Nak. bagaimanapun juga dia adalah kakakmu."
"Aku tidak percaya jika kakak kutub ku akan segera menikah." Ucap Darwin membuka mulutnya lebar-lebar
"Jika kakak mu kutub nya maka kau adalah beruangnya."
"Ibu, jangan meledekku seperti itu." Ucap Darwin malu
Semua orang tertawa melihat Darwin tersudutkan.
Suatu kebahagiaan sempurna bagi Bu Amira dapat berkumpul bersama ketiga anaknya.
kali ini mansion nya di penuhi dengan candaan dan tawaan yang Darwin lontarkan.
__ADS_1